BMK 26. Pameran Lukisan

Featured Image

[MATHEUS]

Aku menjemput Elle dari penthousnya. Menurut pendapat Elle, Joanna telah di jemput oleh Miguel hanya beberapa menit sebelum aku tiba.

Ketika kami sampai di tempat acara, kami di sambut oleh seorang pelayan wanita yang cantik. Acara ini di atur dan di dekorasi dengan baik. Elle bekerja dengan sangat baik dalam melakukannya. Aku melihat orang tua Elle berbicara dengan Ibu dan Ayah. Aku menyapa mereka dan mataku berkeliling mencari Joanna.

Aku bergabung dalam pembicaraan orang tua kami.

“Aku senang bahwa Miguel akhirnya kembali. Aku sudah melihat lukisannya dan mereka benar-benar mengesankan. Aku yakin semua akan terjual di acara ini.” Ibu mengatakannya dengan penuh perasaan.

“Aku juga senang, Camila. Aku harus berterima kasih pada Elle untuk melakukan semua.” Itu adalah Ibu Elle yang berbicara. “Kami butuh menebus waktu yang telah hilang. Mungkin seni murni benar-benar untuknya. Karena itu Marco memberikan kesempatan untuk melanjutkan bisnis kami. Dan dia melakukan pekerjaan degan baik untuk itu.”

Well, kita akan bertemu satu sama lain lagi pada hari sabtu untuk penyerahan proyek. Aku yakin Matheus telah memutuskan hal itu.” Itu adalah Luiz yang berbicara.

“Tentu, Ayah. Tidak ada yang lebih baik dalam membangun resort dibandingkan Montes Kontruksi.”

“Itulah kenapa aku tidak ingin tinggal bersama kalian semua, topik kalian selalu membuat bosan.” Elle membalas dengan candaannya.

“Halo semua!” Itu adalah Henrico, dan yang mengejutkanku, dia tidak membawa seorang pasangan. “Apa yang kau lakukan di sini? Kami akan menentukan harga kami, ini hampir terjual habis. Dan kau akan melihat kami memiliki mahakarya.”

 

Aku tidak suka memberikan perhatian padanya, karena mataku terlalu sibuk mencari Joanna. Dimana dia?

Henrico berjalan mendekatiku. “Aku bertaruh kau belum melihatnya sampai sekarang?” Dia mencoba sangat keras untuk menggangguku. “Aku melihat Joanna, benar-benar cantik malam ini dengan Miguel berada di sampingnya.”

“Oh, kalian di sini.” Joanna tiba-tiba datang dengan gaun merah bertali leher rendah pada bagian belakangnya. ‘Cantik’ adalah keterangan yang tidak sesuai untuk mendeskripsikannya. Dia telihat elegan mengenakan gaun merah itu. Itu hanyalah gaun merah polos dan hanya sebuah pemandangan konservatif dari aksesoris pada perpotongan leher gaunnya yang rendah. Dia tersenyum padaku. Seulas senyum yang sempurna, mendebarkan hati. “Sebaiknya kau berbalik.”

Aku terlalu sibuk menatap senyumannya sehingga aku tidak pernah menyadari bahwa Miguel ada di sampingnya. Sialan! Aku tahu wajahku menjadi masam. Sialanl! Kenapa aku tidak bisa berpura-pura bahwa aku senang untuk mereka.

Semua yang kuinginkan sekarang adalah membawa Joanna pulang. Memeluknya. Menciumnya. Dan aku hanya tidak bisa melakukannya. Dan ini membunuhku.

Elle mungkin bisa merasakan tegangan di antara aku dan kakaknya. “Matt, ayo kemari, kita lihat lukisan.”

Aku mencoba sebisaku untuk menghibur diriku sendiri dengan lukisan. Elle mengantarku ke seluruh tempat. Sejujurnya untuk Miguel, pekerjaan seninya benar-benar sempurna. Memiliki sebuah cerita.

Aku sudah membeli beberapa sampai aku melihat mahakarya. Ini hanyalah wajah seorang gadis. Tersenyum padaku. Polos. Menyerupai malaikat. Begitu murni.

Itu membuatku memerlukan beberapa waktu untuk menyadari bahwa itu adalah Joanna.

“Elle, apakah itu Joanna yang menjadi lukisan terbaik?”

“Itu juga membuatku memerlukan beberapa saat sebelum menyadari bahwa itu adalah dia.” Henrico masuk dan membahas gambar itu.

Aku menjadi panik saat tahu bahwa itu bisa saja terjual pada orang lain. Aku tidak ingin siapa pun memiliki gambar itu.

“Jarang ada kesempatan Miguel bisa menyelesaikan sebuah gambar dalam dua hari. Betapa menginspirasinya itu, bukan?” Mungkin saat ini, Henrico benar- benar berhasil menggangguku.

“Dimana pelayannya? Aku ingin yang satu ini.”

“Maafkan aku, Matheus. Yang satu ini tidak untuk dijual.” Miguel tiba-tiba datang, menerangkan.

“Apa?” Maafkan aku jika emosiku tidak terkontrol dan mengubah acara ini menjadi sebuah bencana.

“Ini tidak untuk dijual. Aku bermaksud menyimpannya untuk diriku sendiri.”

“Apa-apaan ini?”

Aku berhak membunuhnya.

BMK 25. Mengundang Elle
BMK 27. Aku akan Membawamu Pulang

Author: Deera

Just a girl who loves reading, writing, and imagining a story.

3 thoughts on “BMK 26. Pameran Lukisan”

Leave a Reply

Your email address will not be published.