BMK 25. Mengundang Elle

Featured Image


[MATHEUS]

Kami meninggalkan rumah lebih awal keesokan paginya. Sekitar pukul 10 pagi kami akhirnya sampai di kantor. Aku memiliki suasana hati yang bagus. Ketika aku memeriksa mejaku, aku melihat revision dari tim desain. Sejujurnya ini jauh lebih baik dari pada yang kukira, atau ini karena aku dalam suasana hati yang bagus setelah liburan.

Aku memanggil Clark dan bertanya padanya untuk menghubungi seluruh tim desain dan manajer proyek mereka. Joanna dan tim desain tiba pada bersamaan.

Joanna mengenakan sebuah pakaian berwarna kuning telur dari toko Elle. Dia terlihat sangat memikat mengenakannya. Dia melemparkan sebuah senyum padaku dan itu hampir membuatku meleleh. Mengapa sangat sulit untuk bersikap keras ketika ada Joanna di sekitarnya.

Jake, di sisi lain, termasuk timnya terlihat sangat gugup ketika menungguku untuk berbicara.

Okay,” Aku mengambil napas sangat panjang. “Ini tidak akan lama.” Aku tahu Joanna memberiku sebuah tatapan yang mengatakan-permintaan maaf. Sialan. Aku tidak bisa melakukannya. “Ku pikir hasilnya bagus. Selamat pada tim desain. Aku akan melihat kalian pada saat penyerahan proyek. Kalian bisa pergi sekarang.”

Aku sebuah tanda yang menunjukkan kelegaan dari seluruh anggota tim. Mereka berjalan keluar satu per satu. Joanna, keluar bersamaku dan Clark.

“Clark, bisakah Matheus dan aku punya waktu sebentar?” dia bertanya baik-baik.

“Tentu, Bu.”

Ketika Clark pergi keluar, dia memberikan perhatiannya padaku. Dia tersenyum. Hatiku meleleh. Aku mendesah.

“Apa?” tanyaku dengan arogan padanya.

Dia terkikik dan berjalan mendekatiku. “Well, ku pikir kau akan mengatakan ‘maaf’. Tapi kupikir aku menyadari bahwa Jake tidak di skors.”

“Ini bukan karenamu, jika kau memikirkan tentang ini.” Aku bersikeras mencoba menyelamatkan wajahku.

“Aku tidak berpikir seperti itu. Tapi sungguh, terima kasih untuk kesabaranmu.”

“Kau bisa keluar sekarang!”

“Hmmp!” Dia terkikik.”Bisakah aku menciummu?” Lalu dia mendekatkan wajahnya padaku.

Apa aku tidak salah dengar? Sialan! Silahkan? Tapi aku tidak mengucapkan sepatah kata pun.

Dia tertawa. “Seharusnya kau lihat wajah wajahmu.” Lalu dia berjalan keluar.

Jelas, aku melewatkankesempatan besar. Untuk catatan, aku ingin menciumnya.

Mengambil napas panjang.

Aku menghubungi nomor Elle.

“Hai, Matheus. Untuk melakukan apa aku mendapatkan kehormatan ini?” Elle menjawab di seberang sana.

“Bisakah aku menjadi pasanganku nanti?” tanyaku dengan sopan padanya.

Dia tidak berbicara untuk beberapa saat. “Maaf?” Aku bisa membayangkan wajahnya saat ini.

“Ku bilang, aku ingin kau menjadi pasanganku di pameran lukisan kakakmu.”

“Kenapa?”

“Kenapa tidak?”

“Baiklah, tanpa dendam okay?” Aku hampir ingin tertawa mendengarnya.

“Tentu, aku hanya tidak ingin sendirian saja di acara.”

Yeah, itu akan menjadi benar-benar sangat aneh. Tidak ada seorang pun yang percaya bahwa Matheus Gomes, bujangan paling dicari, pergi ke sebuah acara tanpa seorang pasangan.”

“Jadi, apa ini artinya setuju?”

“Baiklah, tapi dengan satu syarat.”

“Tentu.”

“Aku akan menjemput Joanna lebih awal, okay? Gaun yang ku desain butuh rambut dan make up yang baik.”

“Baiklah, lalu aku akan menjemputmu di penthouse?”

“Yup, sampai jumpa Matheus.”

 

BMK 24. Menikmati Lake Castle Resort
BMK 26. Pameran Lukisan

Author: Deera

Just a girl who loves reading, writing, and imagining a story.

Leave a Reply

Your email address will not be published.