BKYB: Volume 1 Chapter 11.3

Featured Image

Chapter ini diterjemahkan oleh Kak Lativa / bingtangg

Editor: June | Proofreader: Kak Glenn

Happy reading!

Volume 1 Chapter 11.3

Sementara dia memandangi mobil balap merah sekali lagi, matanya tiba-tiba melebar karena terkejut.

Di tempat duduk di samping pengemudi mobil balap merah itu, duduk seorang gadis berambut hitam panjang, seperti seorang gadis yang familiar dengannya. Rambut gadis itu berkibar keluar jendela, diterbangkan angin sepoi-sepoi malam.

Kemudian si gadis dengan perlahan membalikkan kepalanya, wajahnya yang pucat dan bengkak sangat-sangat luar biasa mencolok di malam yang gelap.

Kemudian, si gadis tersenyum.

“Bukan aku! Jangan mengejarku!” Karena ketakutan, dia menginjak pedal gas, dengan cepat menambah kecepatan, dan segera dia membawa mobil dengan kecepatan melebihi yang diperbolehkan di jalan raya.

Mobil balap merah di sebelahnya menyerukan serentetan makian dan dengan cepat memburunya.

Ketika dia menolehkan kepalanya lagi, gadis yang ada di kursi penumpang di sampingnya telah hilang.

“Assem! Keluar dari mobil!” Pengemudi dari mobil balap merah itu melempar sekaleng soda lainnya melewati jendela mobilnya di samping, dan seperti sebelumnya, tindakannya menyebabkan bunyi berderak keras.

Kedua mobil dengan cepat melewati jalan raya. Meskipun volume mobil saat malam tidak benar-benar kencang, aksi mereka masih mengganggu pengemudi lainnya.

Dia tidak peduli dengan retakan kecil yang terbentuk di sisi jendela mobilnya. Semua yang dipedulikannya hanya perlu untuk melarikan diri dari tempat ini.

Mobil balap merah itu masih terus mengejarnya, tidak ingin membiarkannya pergi.

“Jangan mengejarku….”

Pada awalnya, dia tidak pernah memikirkan bahwa semua ini akan menjadi seperti ini.

Hari itu, dia hanya tidak memiliki keberanian…. Pada tempat itu di mana tidak seorang pun yang akan berani untuk menentang Wang Hong, tapi dia benar-benar tidak menyangka semua ini akan menjadi seperti ini. Ini tidak ada hubungannya dengan dirinya.

Dia tidak bermaksud untuk melarikan diri, sungguh.

Baru saja meteran kecepatan dengan perlahan melewati 160, dia melihat seekor kucing kuwuk duduk di atas kap mobilnya. Wajah kucing itu menatap ke arah depan, bulu-bulunya berterbangan ke segala arah.

Satu tangan putih mendarat di atas setir mobil, kemudian tangan itu dengan perlahan memegangi tangannya.

Tangan itu dingin seperti es.

Pada saat itu, napasnya seperti mau berhenti. Udara di sekitarnya dengan cepat berubah dingin. Mengambil satu napas saja menyebabkan rasa sakit yang tajam.

Dengan perlahan dia menolehkan kepalanya. Dilihatnya seseorang duduk di tempat duduk di sampingnya, tempat duduk yang seharusnya kosong. Orang itu menunduk, rambut panjangnya menyebar di seluruh tubuhnya, menyembunyikan kepalanya.

“Jangan mengejarku!”

Dikarenakan syok, dia menginjak rem mobil.

Karena direm mendadak ketika dalam kecepatan tinggi, seluruh mobil kehilangan kendali dan menabrak mobil balap merah yang sedang berjalan dalam kecepatan tinggi, menyebabkan kekacauan besar.

Seluruh jalan raya seketika berubah dalam kesunyian.

‘BRAAK!’ Tabrakan keras merobek malam yang sunyi. Setelah mobil hitam itu menabrak mobil balap merah, seluruh mobil terbalik ke tanah berumput. Bersama dengan mobil itu, dia jatuh ke tanah berumput.

Semua terjadi dengan tiba-tiba.

Matanya melebar dan dia tidak mampu berkata-kata. Semua yang dirasakannya adalah berbenturan dengan pintu dan rasa pusing yang mengikuti kemudian. Ketika dia bisa melihat dengan jelas lagi, dia melihat sedikit darah menyebar ke seluruh tubuhnya, kemudian dia melihat kegelapan. Terperangkap di kursi pengemudi, dia tidak bisa bergerak.

Di antara kesadarannya yang menghilang, dia masih melihat orang yang duduk di sampingnya, tapi dia tidak bisa lagi berbicara.

Orang-orang ramai mulai berdatangan, suara sirene mulai terdengar.

Bayangan orang itu perlahan mulai mengabur, dan kemudian sepenuhnya menghilang.

Hanya sebelum dia kehilangan kesadarannya, dia sepertinya mendengar suara bising dari radio mobil, ditemani dengan keributan karena orang banyak, dan itu sangat jelas menyebabkan hati seseorang merasa takut.

“Berita terbaru, di jalan raya bagian selatan, terjadi kecelakaan mobil. Kecelakaan ini disebabkan oleh sebuah mobil pribadi hitam. Saksi menyebutkan bahwa kendaraan pribadi hitam itu melaju dengan cepat di tengah malam, lalu kehilangan kendali, menambrak mobil balap merah yang berada di sampingnya. Tabrakan itu menyebabkan mobil hitam tersebut terbalik, menyebabkan berbagai tingkat cedera bagi penumpang kedua kendaraan. Pada saat yang sama, mengakibatkan kemacetan sementara di jalan raya. Kendaraan hitam pribadi tersebut benar-benar hancur dan pengemudinya terjebak di kursi kemudi paling tidak selama 30 menit sebelum akhirnya bisa diselamatkan. Pengemudi mobil tersebut telah dibawa ke rumah sakit XX dan masih dalam kondisi kritis. Polisi telah menemukan kartu identitas pengemudi, dan menyatakan bahwa pengemudi mobil tersebut bernama Zhao YuHeng.”

Yu Yin bermimpi.

Seperti dia setengah bermimpi dan setengah bangun, dia bermimpi dua orang laki-laki sedang menggali tanah. Di sebelah mereka ada sarang anak-anak kucing yang sedang mengeong. “Sialan, anak-anak kucing ini sangat ribut!”

“Bunuh saja dan buang la!”

Salah satu dari kedua laki-laki itu mengambil sekopnya dan dengan kejam memukuli kepala kucing-kucing kecil itu. Beberapa saat kemudian anak-anak kucing itu tidak lagi mengeong.

Dia melihat orang yang memegang sekop itu memiliki rambut merah tebal dan kusut.

Kemudian, dia bangun.

“Laporan berita, saat ini, kasus mayat wanita pinggiran kota telah ditutup. Investigasi polisi memperlihatkan bahwa korban diperkosa beramai-ramai sebelum kemudian dibunuh. Polisi telah mengambil sampel DNA dari korban dan membawa investigasi kepada orang-orang yang berhubungan. Bagaimanapun, di antara orang-orang yang terlibat, kebanyakan dari mereka telah meninggal baik dikarenakan kecelakaan ataupun bunuh diri. Tidak bisa untuk menanyakan pertanyaan lebih jauh. Satu-satunya pelaku yang selamat yaitu Wang Hong….”

Awal akhir pekan di pagi hari, bunyi minyak mendesis di atas panci, di ikuti oleh retakan cangkang telur bisa didengar dari dapur keluarga Yu. Minyak panas dengan cepat memasak sisi telur menjadi kuning keemasan yang indah.

Wangi roti bakar keluar dari oven.

“Wang Hong kemungkinan akan menjadi sayur.” Dengan ahlinya membalik telur, Yu Tong berkata kepada Yu Yin yang sedang menyiapkan meja makan. “Sejumlah besar potongan-potongan kaca menusuk ke dalam kepalanya, menyebabkan geger otak serius. Jika terinfeksi, kemungkinan besar dia akan mati. Sekarang mereka menempatkannya di bawah pengamatan.”

Yu Yin berhenti sejenak.

Dia tidak bisa mengatakan bahwa ini akhir yang baik.

Ini keputusan Lin XiuJing, juga caranya yang paling kejam untuk menghukum mereka-mereka yang telah menyakitinya.

“Zhao YuHeng mengakui bahwa ketika aksi kejahatan dilakukan, dia menyaksikan kejadiannya. Tapi karena takut kepada Wang Hong, dia melarikan diri. Dia menyatakan bahwa dia tidak tahu jika mereka berniat untuk membunuh Lin XiuJing setelah melakukan aksinya. Sekarang kasusnya sudah dipindahkan ke departemen hukum, temasuk kasus permainan ilegal arcade.” Menempatkan telur di atas piring, Yu Tong memiringkan kepalanya sementara dia mengumpulkan pikirannya. “Juga, karena kecelakaan itu, kaki Zhao YuHeng jadi lumpuh. Sepertinya dia akan terikat di kursi roda sepanjang hidupnya.”

Apakah ini hukuman untuknya karena melarikan diri?

Yu Yin tampak bertanya-tanya sementara dia membawa piring keluar dari dapur dan meletakkannya di meja makan. Baru saja dia keluar dari dapur, dia mendengar laporan berita dari ruang tengah.

“Laporan berita, pada tiga dini hari, mayat wanita tanpa kepala ditemukan di kota Taizhong. Menurut investigasi awal….”

Dia melihat ke arah ruang tengah dan melihat Yu duduk di depan televisi, melihat pada program Inggris di pagi hari. “Yu, pergi bangunkan Paman untuk sarapan!”

Yu berdiri dan berjalan ke arah kamar Yu Xia.

Setelahnya, Yu Tong membawa keluar sebotol besar jus dari dapur. “Mengapa kau masih berdiri di sana? Sudahkah kau menyiapkan barang-barang yang perlu kau bawa ketika keluar nanti?”

“Oh, yeah, sudah kulakukan.” Yu Yin mengembalikan kesadarannya, meletakkan piring di tangannya, dia bertanya, “Ayah, kenapa ada banyak kasus mayat tanpa kepala di Taizhong akhir-akhir ini? Apakah di sana ada seorang pembunuh masal?” Dia sudah mendengar berita yang sama beberapa kali.

Yu Tong berbalik menatapnya dengan pandangan bingung, “Kasus mayat tanpa kepala apa?”

“Barusan tadi bukankah di saluran berita selalu melaporkan tentang mayat wanita tanpa kepala di Taizhong?” Yu Yi membalas, sedikit bingung dengan pertanyaan itu. Hal semacam ini, biasanya ayahnya harusnya lebih tahu dibandingkan dirinya.

Menggelengkan kepalanya, Yu Tong mengernyit, “Taizong tidak memiliki kasus mayat tanpa kepala akhir-akhir ini. Aku juga tidak mendengar kota lainnya yang memiliki kasus pembunuhan tanpa kepala kok.”

Tidak ada kasus mayat tanpa kepala?

Kemudian… kemudian dari mana berita itu berasal?

Karena hal itu, Yi Yin merasakan hawa dingin merasuk ke tulang belakangnya dan merasa merinding di sekujur tubuhnya.

Kalau begitu, kalau begitu dia hanya akan berpura-pura salah mendengar.

‘Brak!’ Pintu kamar Yu Xia ditendang terbuka oleh seseorang.

Raja iblis yang tinggal di kamar itu berjalan keluar dengan sorot mata mabuk. Di belakangnya, Yu mendorong punggungnya, mendesaknya berjalan ke depan.

“Waktunya makan!”

Waktu pagi keluarga Yu baru saja dimulai.

Table Of Content

BKYB: Volume 1 Chapter 11.2
BKYB: Volume 2 - Prolog

Leave a Reply

Your email address will not be published.