BKYB: Volume 1 Chapter 10.3

Featured Image

Chapter ini diterjemahkan oleh Kak Anis / Cichicuit

Editor: June | Proofreader: Kak Glenn

Happy reading!

Volume 1 Chapter 10.3

Bayangan seorang wanita.

Meski gambarnya tidak jelas, Yu Yin masih bisa melihat orang di cermin itu sedang tersenyum. Ujung bibirnya terangkat, membuatnya ngeri.

Dia ingat dulu pamannya bilang tidak ada wanita di tempat kejadian.

Yu Yin menoleh pada orang yang membawa foto-foto itu.

“Di foto yang lain, dia mati karena jatuh, tapi dari tinjauan, ada sesuatu yang menarik di tangannya.” Menunjuk foto kedua, Yan Si melirik Yu Yin.

Bertukar foto, foto kedua adalah potret yang diperbesar, berfokus pada tangan.

“Ini …” Yu Yin menyipitkan matanya, di sebelahnya, Yu juga mendekat untuk melihatnya.

Dalam gambar, pergelangan tangan mayat itu jelas memar hitam, seolah sebelumnya seseorang telah mencengkeramnya dengan sangat kuat. Karena sudah cukup lama, bagian pergelangan tangannya jelas lebih busuk daripada bagian tangan lainnya. Saat dia masih berpikir, Yu mengambil foto itu dan memeriksanya dengan seksama.

“Jadi, kenapa kau sengaja menunjukkan foto-foto ini padaku?” Mengubah posisinya, Yu Yin bertanya pada orang di depannya.

“Tidak, berdasarkan autopsi, aku bisa mengatakan bahwa salah satu dari mereka bunuh diri sementara yang lain meninggal karena kecelakaan. Namun, gambar-gambar itu menunjukkan sesuatu yang tidak wajar, jadi aku pergi bertanya pada orang-orang dari kantor polisi, dan juga untuk mendapat beberapa tanggapan darimu, si profesional yang ‘tidak resmi’.” Mengambil kembali foto-foto dari Yu, Yan Si mengangkat bahu.

“Maaf, aku bukan profesional ‘tidak resmi’. Kalau kau ingin mendapat pemahaman tentang foto-foto ini, kau bisa mengirimnya ke stasiun televisi, mereka memiliki ahli untuk membantumu menafsirkan foto-foto ini. Terakhir kali kau sendiri yang mengatakannya.” Memasang ekspresi tidak tertarik, Yu Yin berbaring kembali ke posisi semula. “Tapi, aku tidak menyangka kalau Forensik sepertimu akan tertarik pada hal-hal semacam ini, eh.” Dia pikir Yan Si adalah orang yang lebih berbasis ilmiah dan akan menuntut bukti ilmiah.

“Saat kau tidak dapat menemukan mayatnya, kau akan tertarik pada apa pun.” Mengambil apel dari meja kecil samping tempat tidur, Yan Si mengupas kulitnya dengan pisau buah, “Tahukah kau, reaksi kimia sejumlah besar darah yang ditemukan di arcade menunjukkan bahwa siapa pun yang mengeluarkan darah itu pasti sudah mati kecuali dia segera mendapat transfusi darah. Arloji khusus wanita yang ditemukan di tempat kejadian telah diidentifikasi sebagai barang Lin XiuJing oleh keluarganya. Yang tersisa adalah memeriksa darah yang ditemukan di arloji pada keluarganya untuk memeriksa apakah itu darahnya.”

“Bagaimana dengan orang-orang yang dibawa oleh polisi? Apa yang mereka katakan?” Yu Yin bertanya, tanpa sadar mengganti saluran TV.

“Mereka sangat kompak eh, bagaimanapun juga, mereka tidak akan mengatakan apa-apa. Tidak tahu kelemahan apa yang dimanfaatkan pihak lain, mereka semua tidak berani mengatakan apa pun selain fakta bahwa mereka dipekerjakan.” Ini bagian yang merepotkan, tetapi situasi saat ini di sini tidak ada hubungannya dengan mereka. Yan Si melirik sekilas Yu Yin sebelum menyerahkan apel yang selesai dikupas. “Sehubungan dengan ini, penyelidikan masih berlangsung. Kami telah menemukan beberapa buku akun yang mencatat sejarah hutang dan pinjaman beberapa karyawan. Polisi kemungkinan akan terus menyelidiki hal itu.”

“Dan juga….” Tepat ketika Yan Si hendak melanjutkan bicara, teleponnya berdering. “Maaf, aku akan pergi angkat telepon.” Tepat setelah Yan Si meninggalkan bangsal, Yu Yin kembali ke keadaan merenung sebelumnya. Bahkan polisi tidak dapat menemukan mayatnya.

Melihat kedua foto tadi, Yu Yin hampir dapat memastikan bahwa kedua orang itu tidak mati karena bunuh diri atau kecelakaan. Mereka dibunuh seperti yang lainnya, hanya saja tidak ada cara untuk menutup kasus di bawah ‘Pembunuhan’. Lagi pula, selama bertahun-tahun, tidak pernah ada kasus yang mencatat kematian yang disebabkan oleh hantu. Ditatapnya orang di sebelahnya yang tidak ada tindakan lain selain tadi mengambil foto darinya, “Yu, bagaimana menurutmu?” Yu Yin berbalik dan bertanya. Pada saat yang sama, pemilik sepasang mata ungu itu menyerahkan sepiring buah padanya.

Agak tertegun, Yu meletakkan piring buah dan mengambil buku catatan di sampingnya, “Xie LiYu tidak punya alasan untuk naik ke bukit sendirian.”

“Aye, kau dan aku memikirkan hal yang sama. Tempat semacam itu bukanlah tempat untuk orang pergi tanpa alasan, kecuali ada sesuatu di sana yang mereka tidak ingin orang lain lihat. Dia pasti ingin pergi dan memeriksa apakah semuanya beres. … Tapi masalahnya, kita pergi ke sana kemarin dan polisi juga sudah memeriksa tempat itu, namun kita tidak dapat menemukan mayat Lin XiuJing. Sebetulnya apa yang terjadi?” Yu Yin menggaruk kepalanya. Dia benar-benar tidak bisa memikirkan tempat yang telah disinggahinya, yang bisa menyembunyikan mayat.

Pintu bangsal tiba-tiba terbuka.

“Maaf, ada sesuatu yang terjadi dan aku harus kembali sekarang.” Memotong barisan saat dia berjalan, Yan Si tampak terburu-buru. Mengambil tasnya saat dia berjalan keluar dengan tergesa-gesa, dia mengingatkan, “Siswa yang terluka, kau sebaiknya beristirahat dengan benar dan jangan berlarian, kalau tidak lukamu akan bertambah buruk oh! Sampai jumpa lagi.”

Lalu, tidak menunggu jawaban Yu Yin, Yan Si meninggalkan bangsal.

“Ck, untuk apa orang itu datang ke sini ah?” Yu Yin memelototi pintu yang tertutup sambil mendengus. “Kenapa seluruh dunia berpikir aku akan melarikan diri ah?”

Dia menoleh dan melihat Yu menatapnya.

Bahkan yang ini!

Demi tuhan! Dia baru saja terluka eh! Dia tidak akan berpikir untuk kabur dan memperburuk cederanya, oke? Apakah orang-orang ini berpikir dia masokis?

Yu bergerak dan menulis di buku catatannya, “Yu Xia bilang kau tidak diizinkan untuk keluar dari bangsal.”

“Aye, aku tahu, aku tahu, lalu bisa kau bantu aku membeli minuman? Cuma ada buah-buahan dan air putih di bangsal, aku ingin minum sesuatu yang dingin!” Dia sudah minum banyak air putih makanya dia akan jadi kembung! Dia membutuhkan minuman yang manis, dingin, tidak sehat, dan mengandung gas!

Meletakkan buku catatannya, Yu mengambil kantong uang dan keluar dari bangsal.

Mematikan acara televisi yang membosankan, Yu Yin berbaring di atas bantal lembut.

Jika Xie LiYu benar-benar pergi mencari mayat dan mati di sana….

Tepat saat dia hendak merenungkan secara mendalam pertanyaan ini, suara mengeong yang akrab masuk ke telinganya. Suaranya dekat, tepat di bawah tempat tidurnya. Namun, kali ini, ngeongannya tidak terlalu menyedihkan, lebih seperti ngeongan kucing normal.

Yu Yin segera bangun dari tempat tidur dan melihat kucing kuwuk, diam-diam muncul di depan matanya. Kemudian, dia melompat dan mendarat di kaki tempat tidur.

Ini kali pertama dia begitu dekat dengan kucing kuwuk.

Daging yang sudah membusuk menunjukkan bahwa ini bukan kucing ‘nyata’. Kucing itu memiliki mata merah dan pupilnya agak abu-abu dan redup.

Melihatnya sedekat ini agak menimbulkan perasaan ngeri.

“Kau tidak di sini untuk memperingatkan kalau orang yang akan mati selanjutnya adalah aku kan?” Melihat kucing kuwuk di depannya, Yu Yin tidak bisa menahan leluconnya.

Mungkin karena kucing kuwuk di depannya tidak memiliki keganasan, sehingga dia jadi berani.

Sementara waktu Kucing kuwuk itu menatapnya tanpa reaksi sebelum melompat dari tempat tidur dan meninggalkan bangsal. Entah bagaimana, rasanya kucing kuwuk itu datang ke sini seperti… khusus untuk mencarinya.

“Kau tahu di mana Lin XiuJing, kan?” Yu Yin segera melompat dari tempat tidur, meraih jaketnya di sofa, dia segera membuka pintu dan berlari setelahnya.

Kucing kuwuk tidak berbalik. Langkahnya tidak cepat, namun juga tidak lambat. Langkahnya langsung menuju keluar rumah sakit.

Mengurungkan lewat lift, Yu Yin mengikutinya menuruni tangga, khawatir dia akan kehilangan kucing itu.

Dia merasa penampakan kucing kuwuk berarti kasus ini pasti akan segera berakhir.

Dan ini bisa menjadi satu-satunya kesempatan.

Mengejarnya dari rumah sakit, Yu Yin segera memanggil taksi terdekat, “Paman, tolong ikuti….” Sebelum dia menyelesaikan kalimatnya, dia merasa ujung bajunya tertarik.

Menoleh, dia melihat Yu berdiri di belakangnya.

“Aye, aku tidak melanggar janji, tapi aku harus meninggalkan rumah sakit sekarang….” Menatap pada sepasang mata ungu, lalu ke kucing kuwuk yang sudah menuju ke luar, Yu Yin mulai panik.

Tidak tahu dari mana perasaan itu berasal, tetapi dia merasa kalau dia tidak mengejar kucing itu, maka benar-benar tidak perlu mengejar lagi.

“Kau harus mengerti, aku tidak akan bertindak sembrono. Ini sangat penting.” Yu Yin menatap lurus ke arah Yu dan berkata dengan sangat serius.

Memiringkan kepalanya ketika dia menatap Yu Yin, Yu melepaskan Yu Yin dan menyerahkan kantong uang dan kantong minuman dan makanan di tangannya.

Yu Yin tiba-tiba merasa ingin tersenyum. Sebenarnya, Yu ternyata tidak sulit untuk diajak berkomunikasi!

“Ayo pergi!”

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.