BKYB: Volume 1 Chapter 10.2

Featured Image

Chapter ini diterjemahkan oleh Kak El / elvarania

Editor: June | Proofreader: Kak Glenn

Happy reading!

Volume 1 Chapter 10.2

Saat berikutnya Yu Yin bangun, waktu sudah siang di hari berikutnya.

Saat ini, dia berbaring di tempat tidur rumah sakit, tidak tahu kapan dia dikirim kembali ke rumah sakit. Kemungkinan dia pingsan di dalam mobil ambulans karena dia tidak ingat sudah turun dari mobil ambulans itu. Seluruh tubuhnya terasa pusing di kepala dan pening, seolah dia telah meminum obat. Dia tidak ingat prosesnya ketika masuk ke dalam rumah sakit.

Ketika dia bangun, dia mencium aroma antiseptik dan obat-obatan. Dia dikelilingi dinding yang putih… ruang perawatan untuk satu orang, sama seperti sebelumnya ketika dia menyelinap keluar.

Dadanya terasa lebih santai, dan dia bisa sedikit bergerak. Sepertinya bukan luka yang serius.

Yu Yin sedikit mengangkat kepalanya dan melihat seseorang yang suka mengikutinya, Yu, sedang tidur di sampingnya. Di sekitarnya terasa sunyi, tak ada satu suara pun yang terdengar.

Dia mengeluarkan desahan napasnya saat melihat atap kamarnya yang putih.

Akhirnya, semuanya sudah berakhir.

Di sampingnya, Yu bergerak sedikit, lalu dia duduk, mengedipkan matanya.

‘Maaf sudah membangunkanmu.” Yu Yin tersenyum, lalu dia menoleh ke kanan dan ke kiri. Hanya ada mereka berdua di dalam ruangan itu.

Yu menggelengkan kepalanya, lalu dia bangkit dan menuangkan segelas air untuk Yu Yin, dan memberikannya beberapa tablet obat.

Sambil menunggu, Yu Yin membuka nakas di samping tempat tidur dan mengeluarkan remot kontrol. Menyalakan TV rumah sakit, dia melewati beberapa saluran acara TV sebelum berhenti di saluran berita.

“Berikutnya, laporan berita. Kemarin, polisi melumpuhkan arcade ilegal dan besar, menyita lebih dari seratus perjudian ilegal dan mesin game sexual. Salah seorang pekerja di arcade juga terlibat dalam kasus pemerkosaan dan pembunuhan. Saat ini, polisi sedang memanggil beberapa orang yang memiliki hubungan dengan kasus ini untuk mendapatkan lebih banyak informasi dan barang-bukti dalam kasus ini. Jika ada perkembangan apa pun, kami akan terus memberikan informasi paling baru untuk Anda.”

Setengah duduk, Yu Yin meletakkan bantal di belakang punggungnya. Dia menonton berita sambil meminum obatnya. “Berita itu mengatakan…. Di mana mereka membuang mayat Lin XiuJing? Kenapa masih belum berhasil ditemukan sampai sekarang?”

Mereka pergi ke area pinggir kota tapi mereka malah menemukan mayat Xie LiYu. Kalau begitu, di mana mayat Lin XiuJing dibuang?

Duduk di sampingnya, Yu menulis dalam selembar kertas dan meletakkannya di depan Yu Yin, “Yu Xia melarangmu pergi keluar dari ruang perawatan ini meski selangkah pun.”

Yu Yin memutar bola matanya, “Aku tahu kok, aku juga tidak ingin menyeret tubuh yang penuh luka ini dan berlarian, ya.”

Ekspresi ragu muncul di wajah Yu saaat dia menatap Yu Yin.

“Jangan membuatku memukulmu loh!” Melambaikan kepalan tangannya untuk membuktikan niatnya, Yu Yin mengganti saluran acara TV ke acara berita lainnya. Mayoritas berita melaporkan arcade telah dilumpuhkan oleh polisi, tapi mengenai kasus pembunuhan itu, hampir-hampir tidak disebutkan. Sepertinya paman dan yang lainnya masih belum mengungkapkan informasi itu pada media. Mungkin mereka ingin menemukan mayatnya terlebih dahulu sebelum membuat kesimpulan?

Saat baru saja dia tenggelam dalam pikirannya, perutnya bergemuruh, membuat Yu Yin merasa malu. “Oh tidak, aku lapar… keluar untuk membeli makanan tidak melanggar hukum, kan?” Dia menatap pengawas kecil yang dikirim oleh pamannya.

Menggelengkan kepalanya, Yu menunjuk pada dirinya sendiri sebelum keluar dari pintu, menandakan bahwa dia akan pergi dan membeli makanan.

Yu Yin mengedikkan bahunya. Lagipula dia malas untuk bangun dari tempat tidurnya.

Setelah pintunya tertutup, dia mengganti saluran TV dan melanjutkan menonton TV. Karena media melaporkan berita yang hampir seluruhnya sama, tidak ada gunanya menonton berita. Dia akan menunggu ayah atau pamannya kembali dan bertanya pada mereka untuk lebih detilnya.

Jika mayatnya tidak dibuang di bukit….

Tidak, pasti dibuang di bukit. Jika tidak, tidak mungkin ada tanda-tanda orang yang naik dan turun bukit.

Namun masalahnya, kenapa mereka tidak bisa menemukan mayatnya bahkan setelah mereka naik ke atas bukit?

Tidak mungkin kan mereka memotong-motong mayatnya….

Tidak, berdasarkan intuisinya, ini tidak terasa seperti mayatnya telah di potong-potong.

Memikirkan lagi mulai dari awal, jika mayatnya dipotong-potong, waktunya tidak akan cocok, dan taksinya tidak akan mengirimkan benda seperti itu…. Lebih seperti, jika mereka menyertakan waktu mengambil dan memotong-motong tubuh mayat, maka harusnya bukan Lin YuDa yang mengirim mayat itu. Biasanya, orang yang memutilasi mayat cenderung membuangnya ke banyak tempat.

Saat dia tenggelam dalam pikirannya, pintu terbuka.

Yu Yin mengangkat kepalanya dan melihat Yu, yang sedang memegang sebuah tas plastik dari toko swalayan, menutup pintu. Yu lalu berjalan ke sebuah meja kecil di samping tempat tidur dan mengeluarkan barang-barang dari dalam tas plastik. Pilihan dari toko swalayan sangat terbatas, karenanya di atas meja hanya ada satu kotak bento, dua nasi kepal dan dua botol minuman.

“Jika ayah tahu kau membeli makanan dari toko swalayan untuk seorang pasien, dia pasti akan mengomelimu seperti tak ada hari esok lagi.” Yu Yin berkata tanpa berpikir sebelum mengambil kotak bento dari Yu. Dia membuka kotak bento itu dan dengan cepat melahap makanannya.

Duduk di samping, Yu menatap Yu Yin sejenak sebelum membuka nasi kepal untuk dirinya sendiri.

“Oh iya, di mana yang lainnya?” Yu Yin, yang dengan cepat menghabiskan separuh dari isi kotak bento itu, bertanya sambil mengunyah sepotong daging yang tak kelihatan terlalu enak serta kering.

Lalu, segulung surat kabar dibuka di depannya.

Berita utamanya tentang arcade.

Sepertinya ayah sibuk menangani kasus ini dan tidak bisa libur, ya?

Membalik lembaran surat kabar, laporan tentang arcade itu jauh lebih detil daripada apa yang diberitakan di TV. Bahkan ada beberapa diagram yang dibuat oleh berita sosial.

Diberitakan bahwa polisi bertindak dengan sangat cepat. Setelah memeriksa arcade sekali, mereka mendapatkan ijin resmi dari pejabat atas untuk menutup arcade dan membawa kembali  banyak orang yang memiliki hubungan untuk ditanyai.

Sepertinya reaksi tes darah yang ditemukan di arcade memiliki lebih dari satu tipe.

Namun setelah Wang Hong dibawa pergi, tidak ada yang tahu tentang keberadaan Zhao YuHeng. Dia seolah seperti menghilang di udara kosong dan dengan cara apa pun juga, mereka tidak bisa menemukannya.

Orang yang terakhir menghilang….

Yu Yin tiba-tiba memiliki firasat buruk.

Orang itu pasti masih hidup kan?

Saat dia memikirkan tentang situasi yang tak jelas ini, Yu Yin mulai merasa merinding.

Tidak mungkin Lin XiuJing benar-benar tidak melepaskan siapa pun dan membalas dendam pada semua orang, kan?

Dia merasakan dengan kuat bahwa dia harus pergi ke area pinggir kota dan menyelidiki lagi.

Hari berikutnya, orang yang pertama mengunjungi ruang perawatan itu bukanlah dua wali dari Keluarga Yu, tapi justru, orang yang selalu bekerja paruh waktu di rumah sakit.

“Hai, murid yang sudah dianiaya.”

Memegang keranjang buah saat dia berjalan ke ruang perawatan, Yan Si tersenyum saat dia menyapa pasien, “Ayah dan pamanmu sedang terikat erat oleh banyak sekali pekerjaan dan kebetulan aku sedang bebas, jadi aku datang kemari membantu mereka untuk melihat apakah kau masih hidup atau tidak.”

Yu Yin tanpa basi-basi menunjukkan jari tengah pada Yan Si.

“Hei, kasar sekali. Setidaknya kau harus berterimakasih pada kakak yang sudah baik hati mengunjungimu dengan sekeranjang buah ah.” Menyerahkan keranjang buah pada Yu Kecil yang berada di samping, Yan Si menarik sebuah kursi dan duduk di samping Yu Yin.

“Kakak?” Yu Yin mendengus dengan nada ‘apa kau bercanda’, lalu menambahkan,

Oji-san, jangan berpura-pura sok muda.”

 (T/N: Oji-san = Paman dalam bahasa Jepang)

“Anak kecil, kakak hanya beberapa tahun lebih tua darimu, loh.” Tersenyum saat dia menjawab, Yan Si mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya, “Ini, aku akan meminjamkan padamu untuk, kau bisa melihatnya untuk menghabiskan waktu.”

Mengambil amplop yang ‘tidak terlalu besar’ itu, Yu Yin membukanya dan menemukan beberapa fotokopi laporan. “Ini….”

“Shh, ini tindakan ilegal, jangan beritahu ayah dan pamanmu, jika tidak aku tidak akan mendapatkan yang seperti ini lagi untukmu lain kali.” Mengerling, Yan Si memperingatkan Yu Yin dengan nada keras.

Kantong itu berisi beberapa laporan otopsi dan yang lainnya yang berhubungan dengan mayat dan korban terluka dari beberapa kasus baru-baru ini.

Termasuk laporan Xie LiYu, yang ditemukan di selokan di perbukitan, dan Wang Hong, yang dikirim ke rumah sakit tapi masih belum jelas apakah dia akan selamat.

“Apa yang kau ingin coba lakukan dengan menunjukkan laporan-laporan ini padaku?” Bukannya segera membaca lapora-laporan itu, Yu Yin memasukkannya kembali ke dalam amplop. Melambaikan amplop itu, Yu Yin berkata, “Kita tidak benar-benar dekat, kau tidak memiliki alasan untuk mengambil resiko dan membawa dokumen ini padaku, kan”

Yan Si memberikan senyuman, “Sesuai harapan sebagai anak dari Bos Keluarga Yu, meskipun kau terlihat bodoh, tapi kau juga lumayan tajam kadang-kadang.”

“Siapa yang kau sebut bodoh!” Melemparkan amplop itu kembali ke lawan bicaranya, Yu Yin merasa gusar.

“Kau lah, jika tidak kenapa kau bisa dianiaya lagi dan lagi ah, dasar murid ini.” Mengambil kembali amplop itu, Yan Si mengeluarkan dua lembar foto, “Baiklah ya, yang aku ingin kau lihat adalah kedua foto ini.”

“Lain kali, jangan coba-coba mengujiku. Sifatku tidak lebih baik dari paman.” Mengambil kedua foto, Yu Yin melirik pada Yan Si saat bicara.

“Bisa kulihat.” Mengedikkan bahu, Yan Si tidak tampak tersinggung.

Membalik-balik kedua foto itu, satunya adalah mayat yang sudah membengkak dan mulai mengeluarkan belatung, sementara yang satu adalah foto yang diambil dari tempat kejadian di mana seorang laki-laki menggantung dirinya sendiri.

“Salah satu dari keduanya adalah Xie LiYu… orang yang kau benturkan kepalamu dengan kepalanya, dan yang satunya, kau pasti sudah tahu. Ini adalah foto yang ditinggalkan di hari lain dan kelompok pengambil gambar menambahkan bagian belakangnya setelahnya.” Menjelaskan sambil menunjuk pada foto-foto, Yan Si melanjutkan, “Pada bagian yang menggantung dirinya sendiri, foto ini kebetulan menangkap sebuah gambar bagian sudut ruangan. Lihatlah pada bagian paling sudut ruangan di mana terdapat pantulan kaca.”

Melihat seperti yang diberitahukan padanya, Yu Yin melihat bahwa di dalam ruangan yang kecil itu, di bagian sudutnya, ada sebuah meja berkaca. Kaca jenis bundar kekuningan yang digunakan nenek. Mayoritas kaca memantulkan cahaya, tapi dia bagian salah satu sudut kaca, tertangkap sebuah bayangan.

BKYB: Volume 1 Chapter 10.1
BKYB: Volume 1 Chapter 10.3

Leave a Reply

Your email address will not be published.