BKYB: Volume 1 Chapter 10.1

Featured Image

Chapter pertama minggu ini diterjemakan oleh Kak June / kurenai86

Editor: Kak Nadita | Proofreader: Kak Glenn

Happy reading!

Volume 1 Chapter 10.1

Yu Yin perlahan memutar kepalanya untuk melihat apa yang telah dia tarik lepas dari leher Wang Hong.

Sebuah jimat yang ditulis dalam bahasa yang tak dikenal telah berserakan di tangannya.

Sebuah ratapan yang menakutkan menggema di dalam toilet.

Terbaring di lantai, Yu Yin hanya merasa lemah serta kebas dan ada rasa sakit yang membakar di dadanya. Dia melihat tangan itu mencengkeram kepala Wang Hong, menghantamkannya pada kaca dengan ganas. Setelah semua kacanya pecah berkeping-keping dan berjatuhan ke lantai, tangan itu lanjut menghantamkan kepala Wang Hong ke dinding. Seluruh permukaan dinding diceceri oleh darah, tampak luar biasa mengerikan.

Tangan itu tak berniat untuk berhenti.

“Ber-berhenti!”

Menahan rasa sakitnya, Yu Yin berteriak pada ‘orang’ itu.

Tangan itu mendadak berhenti, masih mencengkeram kepala Wang Hong. Yu Yin melihat bahwa Wang Hong tak lagi bergerak ataupun meronta. Wang Hong bahkan tak mengeluarkan suara rintihan, bola matanya telah berputar ke belakang kepalanya, tampaknya sudah pingsan. Pecahan-pecahan kaca berbagai ukuran menusuk ke dalam kepala dan wajahnya, dan ada darah di mana-mana.

Pisau kupu-kupu itu terjatuh ke lantai, tergeletak diam di dalam kubangan darah. “Jangan bunuh dia… kalau tidak, kami takkan tahu kebenarannya….” Terbatuk, Yu Yin menghela napas dalam-dalam sebelum dia meneruskan, “Kalau semua orang yang ada hubungannya mati, polisi takkan bisa memecahkan kasusnya….” Sejak awal mula hingga akhir, semua orang yang berhubungan telah mati. Kalau Wang Hong juga mati, maka akan berkurang satu bukti lagi.

Tangan putih itu perlahan melepaskan, membiarkan Wang Hong terjatuh ke lantai.

Tepat saat Yu Yin menghembuskan napas lega, toilet yang mulanya terang tiba-tiba menjadi gelap. ‘Pi-pi-pa-pa’, semua bohlam lampu di toilet konslet, hanya menyisakan berkas cahaya lemah dari luar sebagai sumber cahaya di dalam toilet.

Di dalam kegelapan, Yu Yin melihat seseorang sedang berdiri di samping Wang Hong dan seekor kucing kuwuk memutari kaki orang itu, mengeluarkan jeritan yang menyeramkan.

“Kamu pasti adalah Lin XiuJing, kan?”

Pada saat yang sama dengan Yu Yin menyelesaikan pertanyaannya, orang itu langsung menghilang, seakan semua itu adalah halusinasi Yu Yin.

“Aku tahu kalau kau adalah Lin XiuJing. Aku juga ingin membantumu…. Jadi tolong hentikan ini….” Dia terbaring di lantai, menatap langit-langit yang gelap, hampir seakan dia sedang bicara dengan dirinya sendiri, “Ayah dan pamanku adalah polisi dan mereka bisa membantu.”

‘Tap, tap’ suara langkah kaki menggema di dalam toilet, seakan seseorang sedang mondar-mandir sambil berpikir.

“Jadi, lepaskanlah.”

Begitu dia selesai bicara, Yu Yin mendengar sebuah jeritan aneh dan tajam datang dari tempat di kejauhan, bertahan selama beberapa saat sebelum mendadak berhenti.

Kemudian, tak ada suara ataupun bayangan lagi.

Dia memiringkan kepalanya. Dalam kegelapan, Yu Yin hanya melihat jemari Wang Hong berkedut-kedut.

Selanjutnya, suara sirene polisi berdering.

Setelah menerima laporan, stasiun polisi terdekat langsung mengirimkan satu regu petugas polisi ke tempat kejadian. Menyegel area itu, beberapa orang polisi dan tim ahli pun masuk ke tempat kejadian.

Semua ini dengan sangat cepat menarik perhatian warga di dekat situ. Mereka bahkan berkerumun di luar dan bergosip tentang apa yang mungkin telah terjadi di dalam.

“Murid yang dianiaya, apa kau sudah mati?”

Pertanyaan yang tak disangka-sangka itu datang dari dalam arcade dan nadanya tak seperti suara-suara penuh keraguan dari warga di luar, nadanya itu membuat orang penasaran apakah dia mengajukan pertanyaan itu secara serius.

Berjongkok di lantai untuk memeriksa kondisi Yu Yin, Yan Si, yang telah menemani sekelompok polisi ke tempat kejadian setelah menerima laporan, menggeledah isi kotak pertolongan pertamanya dan mengeluarkan beberapa botol obat untuk membantu Yu Yin membalut luka-lukanya.

Menyandar pada dinding untuk menopang dirinya sendiri pada posisi duduk, Yu Yin memutar matanya pada Yan Si dan memaki, “Persetan denganmu.”Kalau bukan gara-gara rasa sakit yang menyengat di dadanya, dia pasti juga akan mengacungkan jari tengah ke pihak lain itu.

“Karena kau begitu penuh semangat, tampaknya kau takkan mati untuk saat ini.” Mengedikkan bahunya, Yan Si melirik pada pemandangan berdarah-darah di samping mereka, “Tapi orang yang baru saja dikirimkan ke rumah sakit itu mungkin takkan sebersemangat itu. Kepalanya tergores pecahan-pecahan kaca dan tertusuk lebih banyak lagi, tampaknya kali ini rumah sakit akan jadi sibuk.”

Mereka kemari setelah menerima panggilan dan begitu mereka tiba, mereka melihat dua tubuh di dalam toilet, yang satu babak belur habis-habisan dan yang lain kepalanya menghantam cermin dan terbaring dalam kubangan darah.

‘Bukannya aku ingin mencurigai, tapi murid yang dianiaya, apakah kau memang punya muka yang membuat orang ingin menghajarmu? Kenapa kemana pun kau pergi, kau selalu dihajar?” Yan Si dengan sangat serius mengajukan pertanyaan yang telah dia pikirkan selama beberapa hari terakhir. “Jadi, setelah dihajar, apakah ada kesan-kesan yang ingin kau bagi?”

“Persetan denganmu.” Dengan seluruh tubuh kesakitan, Yu Yin membalas dengan dua kata yang sama kepada Yan Si.

“Kasarnya!”

Berkebalikan dengan dua orang ramah yang sedang bercakap-cakap, Yu Xia, yang bertugas membawa sekelompok polisi untuk ‘menyergap’ toko itu tidak merasa terlalu senang. Setelah membereskan pekerjaan yang ada, dia langsung menghampiri untuk menginterogasi Yu Yin. “Ah Yin, kau lupa dengan apa yang telah kau janjikan padaku!” Saat wajah awet muda itu menghitam oleh amarah, wajah itu memberikan sebuah aura yang sangat mengintimidasi.

Kolega-kolega lainnya yang sedang mengumpulkan barang bukti di dekat situ langsung bergerak secepat mungkin, takut kalau pasangan paman dan keponakan itu jadi bertengkar, mereka akan ikut terkena getahnya.

Diperintah-perintah oleh sang ‘Dewa Iblis’ di stasiun polisi itu sudah cukup buruk. Mereka jelas tak mau terlibat dengan ini. Itu akan jadi sangat apes!

“Eh… kepalaku terkena pukulan jadi aku lebih pelupa.” Yu Yin menggaruk dagunya dan tertawa malu-malu, “Paman harus tahu, orang yang kepalanya kena pukul, memiliki kesulitan untuk mengingat sesuatu….”

“Yu Yin!” Dengan dorongan kuat untuk menerjang Yu Yin dan menendangnya tiga kali, dan pada kenyataannya, Yu Xia memang melakukannya, tapi begitu dia berlari mendekat, dirinya ditahan oleh Yan Si. Karenanya, dia hanya bisa berusaha menendang bocah yang terluka itu. “Kau berandal bandel! Beraninya kau menipu pamanmu! Mari kita lihat bagaimana aku akan berurusan denganmu!” Bocah tak berbakti! Benar-benar bocah tak berbakti!

“Baiklah, sudahlah, dia itu masih orang yang terluka, lho.” Bertindak sesuai moralnya sebagai seorang dokter dan juga untuk menghidari lebih banyak masalah, Yan Si memakai banyak tenaga untuk menarik Yu Xia menjauh. Para polisi lain yang ada di dekat situ menatapnya dengan hormat dan sorot memuja. “Kalau kau menendang dia, bahkan bila dia tidak mati, dia hanya akan tersisa dengan separuh nyawanya.” Berdasarkan atas pemahamannya tentang ‘Dewa Iblis’ dari Keluarga Yu ini, hal ini sangatlah mungkin.

“Tendang dia beberapa kali, biarkan dia tetap terbaring di ranjang selama tiga bulan, lihat apakah dia akan jadi lebih patuh!” Yu Xia memelototi bocah yang duduk di lantai, ingin menendangnya beberapa kali dan mengirimnya langsung ke Langit.

“Paman, itu takkan terjadi lagi, kok.” Buru-buru memohon demi bertahan hidup, Yu Yin memasang seulas senyum, berharap bisa mendapatkan sisi baik pamannya.

“Kamu masih bisa bilang lagi!”

“Tidak kok.”

Argumen antara paman dan keponakan itu pun terselesaikan.

“Untung saja kali ini Yu Kecil bereaksi dengan cepat. Begitu dia mendengar suara-suara dari dalam, dia langsung pergi ke supermarket terdekat untuk membuat laporan polisi. Kalau tidak, kau bisa saja mati di sini dan tak ada seorang pun yang akan tahu!” Mendengus, Yu Xia memikirkan kembali tentang panggilan yang diterimanya saat dia sedang berpatroli di area lain.

Yu jelas-jelas tak bisa bicara, tapi dia telah menulis di atas selembar kertas untuk membuat pelayan toko membantunya membuat panggilan. Itulah bagaimana polisi dan ambulans bisa tiba tepat pada waktunya untuk mengirimkan Wang Hong yang hampir mati ke rumah sakit.

Melirik pada pintu toilet di mana Yu sedang berdiri, Yu Yin mengulurkan tangan dan melambai ke arahnya, “Terima kasih, ya.”

Yu hanya menatap Yu Yin sebelum kembali menyelinap keluar.

“Bos, tesnya menunjukkan reaksi darah di sini!” Tiba-tiba, tenaga ahli berteriak dari belakang pintu. Beberapa orang pembantu langsung pergi ke area terdekat dan menjalankan tesnya, “Sisi ini juga….”

“Jam tangan wanita di samping pintu juga memiliki jejak darah.”

“Oke, geledah seluruh toko dan cari di setiap sudut dan celahnya!” Yu Xia berteriak pada timnya.

“Siap, Pak!”

BKYB: Volume 1 Chapter 9.3
BKYB: Volume 1 Chapter 10.2

Leave a Reply

Your email address will not be published.