KPKM: Chapter 80 (Part 2): Mengambil Jalan Kegelapan

Featured Image

 Chapter ini diterjemahkan oleh Cloudhie

.

Di western courtyard, Shen Xin dan istri telah kembali ke kamar mereka namun Shen Qiu masih duduk tidak bergerak.

Dia memiliki ekspresi kaku di wajahnya seakan dia adalah dewa pintu yang duduk di depan meja Shen Miao. Jendral muda itu biasanya terlihat seperti angin musim semi tetapi ketika rautnya menjadi gelap, ada kesan seorang pembunuh berdarah panas di medan perang yang membuat Bai Lu dan Shuang Jiang takut untuk mendekat.

“Kakak Tertua.” Setelah Shen Miao mengantar Shen Xin dan istri kembali ke kamar mereka dan duduk di depan Shen Qiu.

Continue reading “KPKM: Chapter 80 (Part 2): Mengambil Jalan Kegelapan”

KPKM: Chapter 80 (Part 1): Mengambil Jalan Kegelapan

Featured Image

Chapter ini diterjemahkan oleh MoritaAulianti

.

Sebuah perjamuan penyambutan kembali yang baik berakhir dengan perubahan yang tiba-tiba.  Suasana hati untuk melanjutkan perjamuan Kaisar Wen Hui telah hilang sehingga dia mengibaskan lengan bajunya dan langsung pergi. Sang Permaisuri juga menyebutkan bahwa dia lelah dan undur diri. Setelah Kaisar dan Permaisuri pergi, para pejabat secara alami tahu bahwa mereka tidak bisa tinggal lebih lama dan menemukan alasan untuk pergi. Meskipun di permukaan, itu adalah akhir yang sempurna. Hari ini, Nona Sulung keluarga Shen akan menikah dengan Yu Qinwang, tetapi orang-orang cerdas tahu bahwa itu adalah skandal yang mengerikan. Adapun Nona sulung dari Keluarga Shen, begitu dia menikah dengan kediaman Pangeran Yu, semuanya akan menjadi pertanda buruk dan tidak akan ada tanda-tanda kebahagiaan.

Continue reading “KPKM: Chapter 80 (Part 1): Mengambil Jalan Kegelapan”

KPKM: Chapter 79 (Part 3): Kehamilan

Featured Image

Chapter ini diterjemahkan oleh elteef

.

Meskipun Ming Qi dianggap cukup terbuka tentang hal-hal antara pria dan wanita, tetapi hamil sebelum menikah dan memiliki hubungan terlarang adalah sebuah masalah yang akan menghilangkan reputasi sebuah klan. Sekali hal itu terungkap, seseorang akan ditenggelamkan di kolam. Keluarga Shen dipandang sebagai keluarga pejabat terkemuka di Ming Qi. Meskipun ranking Shen Gui tidak sebanding dengan Shen Xin, tetap saja tidak bisa dianggap rendah. Semakin tinggi posisi Shen Gui, semakin buruk dampak akan masalah itu. Permaisuri yang bertanggung jawab atas enam istana juga tidak bisa terbiasa dengan hal-hal kotor seperti itu dan suara dinginnya membuat semua orang mendengar nilai-nilai lama yang dipegang(old values: maksudnya adalah nilai-nilai tata krama dan kesopanan sejak jaman nenek moyang)

Continue reading “KPKM: Chapter 79 (Part 3): Kehamilan”

KPKM: Chapter 79 (Part 2): Kehamilan

Featured Image

Chapter ini diterjemahkan oleh pengembara_cinta

.

“Kakak Tertua juga sebaiknya jangan bergerak.” Shen Miao berkata dengan datar, “kita tidak dapat mengetahui dengan pasti apakah si penyerang bercampur dengan kerumunan. Ketika Dokter Kekaisaran tiba, denyut Kakak Tertua akan diambil di tempat karena jika gerakan mempengaruhi energi tubuh, khawatir bahwa akan ada masalah. “

Ren Wan Yun tidak punya waktu untuk berbicara ketika Kaisar Wen Hui mengangguk dan berkata, “Ya. Pertahankan posisi aslinya. “

Satu kalimat itu telah menyegel semua kemungkinan.

Continue reading “KPKM: Chapter 79 (Part 2): Kehamilan”

KPKM: Chapter 79 (Part 1): Kehamilan

Featured Image

Editor’s Note: Psst, saya secara pribadi suka dengan chapter ini. Di sini dapat dilihat bagaimana keluarga Shen Miao sangat protektif padanya. Terutama Shen Qiu. Fix jadi karakter favorit XD.

.

“Adik ini tertarik dengan—Nona muda dari keluarga Shen.”

Dengan suara ‘hong‘, seluruh aula tiba-tiba menjadi heboh dan mata semua orang tertuju pada tiga gadis muda Di keluarga Shen. Di antara tiga wanita muda Shen, Shen Qing sudah bertunangan dan hanya Shen Yue dan Shen Miao yang tersisa. Shen Yue orang yang lembut dan reputasi bakatnya sudah dikenal luas, tapi Shen Miao sekarang adalah seorang gadis yang baik dan dari sikapnya, membuat orang lain akan terkejut dan yang lebih penting adalah bahwa di balik Shen Miao ada Shen Xin, seorang Buddha terhormat yang besar. Selain itu kerumunan bisa melihat dengan jelas bahwa orang yang Pangeran Yu amati adalah Shen Miao.

Continue reading “KPKM: Chapter 79 (Part 1): Kehamilan”

KPKM: Chapter 78 ( part 3 ): Bustling with activity

Featured Image

 Chapter ini diterjemahkan oleh elvarania

.

Setelah Istri Putra Mahkota duduk, teman-teman baik yang ia kenal sebelum ia menikah datang mendekat untuk mengobrol dengannya. Di bagian sisi untuk laki-laki, Pangeran Yu juga telah tiba.

Ketika Pangeran Yu tiba, beberapa orang di bagian sisi untuk wanita seketika terdiam, terutama gadis-gadis muda yang begitu ketakutan hingga wajah mereka berubah menjadi pucat pasi.

Continue reading “KPKM: Chapter 78 ( part 3 ): Bustling with activity”

KPKM: Chapter 78 (Part 2): Bustling with activity

Featured Image

Chapter ini diterjemahkan oleh remi7noor

.

.

Di sudut sisi laki-laki perjamuan, ada seorang pria berjubah berwarna terang. Dibandingkan dengan bangsawan kaya lainnya, ia berpakaian sangat sederhana tapi tidak membuatnya merasa malu. Sebaliknya, karena ia berpakaian sederhana, ada semacam suasana romantis, alami dan berbeda dari seorang sastrawan terkemuka. Saat ini, dia diam-diam memperhatikan perempuan berpakaian ungu dengan beberapa gelombang emosi di matanya.

Continue reading “KPKM: Chapter 78 (Part 2): Bustling with activity”

KPKM: Chapter 78 (Part 1): Bustling with Activity

Featured Image

Judulnya dapat diartikan dengan ‘ramai dengan aktivitas’ yang sebenarnya menjelaskan tentang situasi di perjamuan nanti. Chapter ini diterjemahkan oleh ShinMin02

.

.

“Dia tidak bisa menikah, bahkan sebelum dia memintanya.”

(Ed: kata ‘dia’ di sini dimaksudkan untuk Pangeran Yu. Di chapter sebelumnya, Gao Yang mengatakan soal Pangeran Yu yang datang untuk menikahi seorang wangfei. Namun, XJX menimpali dengan berkata bahwa ‘dia tidak akan menikah’ karena XJX sedikit banyak paham tentang temperamen SM dan tahu bahwa SM tengah merencanakan sesuatu terkait hal ini)

Continue reading “KPKM: Chapter 78 (Part 1): Bustling with Activity”

KPKM: Chapter 77 (Part 2): Balasan

Featured Image

Chapter ini diterjemahkan oleh Kak Angel/Xian-xia. 

.

.

Ibu Bai Wei, Bai Furen, memanggil Chen Rou Qiu untuk duduk di sampingnya. Dia dan Chen Rou Qiu adalah sahabat dekat yang tumbuh bersama, tentu saja dia ingin duduk bersama dengan Chen Rou Qiu. Bai Wei juga menarik Shen Yue ke sisinya. Ren Wan Yun berjalan untuk duduk di samping Yi Furen dan Yi Pei Lan memandang Shen Qing dan mengeluh, “Kamu sudah lama tidak muncul. Dengar-dengar kamu jatuh sakit. Kamu tampak langsing tapi bagaimana bisa wajahmu agak bengkak?”

Continue reading “KPKM: Chapter 77 (Part 2): Balasan”

KPKM: Chapter 77 (Part 1): Balasan

Featured Image

Chapter ini diterjemahkan oleh MoritaAulianti

.

.

Aula yang berisik untuk sesaat hening dan mata semua orang jatuh ke sosok ungu di belakang Luo Xue Yan.

Jubah wanita muda itu sudah dilepas, dan dia mengenakan gaun bermotif bunga sutra ungu dengan gulungan yang rumit, mengeluarkan sosok rampingnya. Dia sedikit mengangkat dagunya dan matanya melihat ke depan, seolah-olah semua yang hadir di sana tidak layak untuk berada di matanya. Kulitnya begitu halus sehingga terlihat agak tembus pandang tetapi membuat mata dan alisnya terlihat halus dan cantik. Namun sepasang mata yang terang itu adalah bagian yang paling menarik. Matanya bulat dan jelas seolah-olah mereka semurni hewan yang baru lahir tetapi begitu tenang seperti mereka telah hidup selama satu dekade. Transformasi dan kelembutan semacam ini terjalin, membuatnya menjadi kecantikan yang kontradiktif.

Continue reading “KPKM: Chapter 77 (Part 1): Balasan”