LAC 337. Cara paling penuh kasih untuk membuatnya tidur

Featured Image

Xiao Xu memandang orang di depannya dengan tatapan khawatir, dan berkata, “Apakah kau akan mencoba mengeluarkan pendapatmu lagi?”

Poof–

Dia baru saja beruntung, dan sekarang ini melibatkan kedua negara. Bahkan jika dia memiliki dua otak, dia tidak bisa melihat apa yang dipikirkan pria yang terlahir sebagai raja!

Gunung Es ini menggodanya!

Tetapi Gunung Es masih ingin menggodanya pada saat ini, dia juga ingin menjelaskan bahwa semuanya tidak seburuk yang dia kira.

Chu  Qingyan berjalan di belakangnya, mengangkat tangan ke pundaknya, dan membantunya mengurut dengan terampil.

“Untungnya, kau baru saja diperiksa oleh roh udara, tadi kau agak marah, untung kau menghentikannya, kalau tidak akibatnya tidak bisa dibayangkan.” Chu Qingyan memulai sambil menjelaskan, “Tidak peduli apa yang terjadi di masa depan, kau tidak boleh marah. Aku tidak akan membiarkanmu menyakiti dirimu sendiri seperti ini lagi. ”

Chu Qingyan tidak menyadari bahwa begitu dia khawatir tentang seseorang, dia akan mengungkapkan sifatnya yang serupa wanita dewasa, bukan ketenangan yang seharusnya dimiliki seorang gadis berusia sepuluh tahun.

Jika itu terlihat di mata orang lain, mereka akan berpikir Chu Qingyan terlalu dewasa dan tidak sesuai dengan usianya.

Tetapi Chu Qingyan beruntung dia bertemu Xiao Xu, seorang pria yang lebih pintar dan genius daripada usianya sejak dia masih kecil. Dia tangguh dan kuat, jadi di matanya, segala yang dilakukan Chu Qingyan masuk akal. Bukan burung muda di bawah sayapnya, melainkan seekor elang muda yang diharapkan terbang bersamanya.

Dan justru sikap Xiao Xu membuat roh api dan yang lainnya terbiasa dengan sikap Chu Qingyan yang ini, atau, di mata mereka, wangfei kecil berusia sepuluh tahun seharusnya seperti ini, layak untuk kekuatan dan keagungan tuan mereka.

Inilah yang dibicarakan banyak orang, kuat ketika mereka kuat, dan lemah ketika mereka lemah. (Sikap seseorang tergantung lingkungannya)

Setelah orang-orang di sekitar Anda menjadi luar biasa, maka Anda secara tidak sadar akan mengikuti mereka, dan hati Anda akan berubah menjadi kebiasaan.

Oleh karena itu, Chu Qingyan akan mengungkapkan sifat dewasanya secara tidak sadar, pada kenyataannya, karena dia dipengaruhi oleh Xiao Xu dan Xiao Lie cavalry, dll., bahkan dia perlahan mengungkapkannya setiap hari, sehingga dia tidak lagi menekan sifat dewasanya.

Jika yang dia temui bukanlah Xiao Xu, tetapi orang-orang biasa-biasa saja, maka dia akan berpenampilan dan bersikap seperti anak usia 10 tahun, karena takut terlalu menonjol di depan orang-orang normal dan menjadi monster berusia sepuluh tahun di mata orang lain.

Inilah pentingnya memilih seseorang untuk menemani anda.

“Aku punya pikiran sendiri.” Xiao Xu merasa sedikit lucu, tidak ada yang seperti dia berulang kali mengatakan kepadanya, seolah-olah dia bukan anak kecil, melainkan Xiao Xu.

Tetapi selama dua puluh tahun terakhir, apa yang seharusnya didengar pada usia itu sekarang  terdengar di telinganya, Xiao Xu menertawakan dirinya sendiri, bahkan lebih konyol lagi, ia disuruh menjadi anak kecil.

Tetapi setelah dia menertawakan dirinya sendiri, dia bahkan terlihat menyedihkan dan memberinya kehangatan saat ini.

“Haha, jangan selalu melawanku dengan kalimat ini. Jika kami tidak tiba tepat waktu, kau mungkin dikepung oleh tentara putri Zimei. Pada saat itu, bahkan jika kau mengenakan sayap, kau tidak dapat melarikan diri! “Chu Qingyan membenci situasi itu dan menyodok bahunya.” Gunung Es, jangan lupa, kau yang sekarang meskipun memiliki seni bela diri tapi tidak bisa menggunakannya, kau tidak bisa begitu impulsif. ”

“Apakah kau ada di sana?” Xiao Xu membengkokkan bibirnya, si kecil itu semakin banyak bicara, dan berani menuduhnya!

Chu Qingyan tersedak, berpikir Gunung Es hari ini tidak terlalu tampan dan imut!

Pada hari biasanya, jika kau ingin mendengar kata-katanya, hampir tidak mungkin, seperti menunggu hujan darah turun dari langit.

Si kecil itu tidak berbicara, tetapi Xiao Xu melanjutkan, “ Putri telah melanggar aturanku, apa mungkin masih membiarkan dia melakukan apa pun yang dia inginkan?”

Memikirkan berbagai sikap rayuan putri tadi malam, tampak ekspresi menghina dimatanya.

“Aturan apa yang kau miliki?” Chu Qingyan lebih peduli tentang masalah ini.

“Hanya untuk kebersihan, pendekatan yang tidak menyenangkan.”

Chu Qingyan tanpa sadar memandangi tangannya. Ketika dia menerobos ke halaman tadi malam, dia terjatuh dan tangannya kotor. Sebelum dia sempat mencuci tangan, dia memeluk Gunung Es. Dia beruntung tidak di pukul oleh Gunung Es.

Dan dia sekarang sangat dekat dengan membantunya mengurut pundak dan dia tidak melihatnya disalahkan.

Chu Qingyan diam-diam menebak, apakah keberadaannya khusus di hati Gunung Es?

“Pergilah tidur!” Xiao Xu tidak tahu kalau orang di belakangnya sedang bingung, dan memintanya untuk beristirahat.

Dia masih dalam masa pertumbuhan dan belum tidur sepanjang malam, yang pasti akan mempengaruhi dirinya.

Chu Qingyan sedang tidak ingin tidur saat ini dan menggelengkan kepalanya, “Aku tidak bisa tidur, dan aku tidak tahu harus berbuat apa.”

Dia mengatakannya dengan jujur.

Setelah Xiao Xu terdiam sesaat, “kau tutup mata sebentar, aku akan menemanimu.”

Dia tahu setelah begitu banyak hal terjadi, hati si kecil pasti agak gugup.

Chu Qingyan tahu begitu pria itu berbicara, akan sulit untuk mengubah pikirannya dan harus menurutinya.

Berbaring di tempat tidurnya, ia juga ditutupi dengan selimut tebal.

“Gunung Es, aku pikir orang-orang di negara ini menjalani kehidupan yang baik. Tidak peduli berapa banyak mereka makan, mereka baik-baik saja.” Misalnya, tempat tidur di mana dia berbaring lembut dan hangat, dan bahannya ramah kulit. Sangat nyaman untuk berbaring.

“Tutup matamu dan tidurlah.” Xiao Xu tidak merespon perkataannya dan menyuruhnya menutup mata.

Chu Qingyan sedikit tidak puas, “Aku tidak bisa tertidur dengan mata tertutup,” dan ketika mengatakan ini, dia mengerjap dan tersenyum, “Mungkin kalau kau menceritakan sebuah kisah, aku bisa tertidur dengan mendengarkan suaramu.”

Xiao Xu mengangkat alis, “Apakah ini benar-benar penting?”

Chu Qingyan mengangguk dengan rajin, “Ya!”

Xiao Xu sangat tidak berdaya dengan kata-katanya yang tidak masuk akal, bangkit dan mengambil buku lalu berjalan kembali ke tempat tidur.

Chu Qingyan sedikit penasaran, dia tidak tahu kalau pria itu itu benar-benar membawa buku cerita, dia tahu kalau pria itu telah membelinya di jalan, agar dia tidak bosan.

Ketika Xiao Xu duduk dan membuka buku itu, dia menyipitkan matanya untuk melihat apa yang tertulis di halaman itu.

Tampaknya ada angka.

“Tiga atau enam belas?” Setelah membaca, dia benar-benar merasa bodoh.

Pria itu akan membacakan ini padanya ketika dia menutupi selimut?

“Gunung Es, tidakkah kau pikir ini agak … tidak sesuai dengan suasana saat ini? Aku mau tidur, bukan akan ke kelas untuk belajar!

“Bukankah kau hanya ingin mendengarkan suaraku? Apa isi dari cerita itu penting?” Xiao Xu mengembalikan kata-katanya dan menentangnya.

Ekspresi Chu Qingyan langsung menjadi suram, kau kejam!

“Tidak penting, tidak penting, silakan lanjutkan!” Kata Chu Qingyan tersenyum.

Xiao Xu menatap wajahnya yang frustrasi dan tidak bisa menahan senyumnya, tetapi sangat disayangkan seseorang ditakdirkan untuk melewatkan momen ini sambil merasakan kesedihan!

Setelah Xiao Xu baru saja membalik halaman buku itu, Chu Qingyan, yang menutup matanya,  tiba-tiba membuka mata. Dia memandang orang di atas kepalanya dengan sangat serius dan berkata dengan serius, ” Gunung Es, menurutku, jangan tekan titik tidurku di masa depan, Kalau tidak, jika terjadi kebakaran, atau bila aku bertemu pembunuh, dan tidur nyenyak, aku khawatir aku akan mati! ”

Xiao Xu merasa lucu dan tak berdaya mendengar perkataannya.

“Oke, tidak menekan titik tidurmu kecuali mendesak.”

“Yah, perkataan dari seotang pria, secepat cambukan kuda*!” Chu Qingyan mengangkat tangannya untuk memukulnya.                                 (* melakukan sesuatu dan mengatakan sesuatu, tidak pernah menyesal)

Xiao Xu melirik tangan kecilnya, bertanya-tanya apa yang sedang dipikirkannya, akhirnya mengulurkan tangannya dan menyentuhnya.

“Tuan yang Baik, kau bisa memulai membaca!” Chu Qingyan menutup matanya.

Xiao Xu tidak berdaya menghadapinya yang nakal, mari kita bicarakan dulu pelajaran pertama hari ini!

Menurut waktunya, setelah membaca, seharusnya kaisar sudah tiba.

RSC 137. Ikan hering yang menjengkelkan

Featured Image

Mereka tidak ingin membuang waktu terlalu banyak di sini. Orang-orang ini hanya prajurit udang dan jenderal kepiting, Si Wan bahkan tidak repot-repot melirik mereka, bagaimana ia bisa menganggapnya serius!

Dia kembali untuk Feng Ling, dan yang lainnya, tergantung pada situasinya, jika mereka ingin pengadilan kematian, Si Wan harus membantu mereka!

Bukan saja Feng Ling mengambil waktu yang seharusnya menjadi miliknya, dia juga menjebaknya beberapa kali. bahkan berubah menjadi sayuran karena dia ingin mengambil nyawanya!

Kali ini, Si Wan bertekad untuk membalasnya atas semua yang telah dilakukannya.

Si Wan dengan ringan menepuk Xiao Yu yang marah. Dia bisa merasakan Xiao Yu tampak lebih marah daripada sebelumnya, dia pasti menderita banyak keluhan di tempat kerja.

Sekarang setelah Si Wan kembali, secara alami dia tidak akan membiarkannya menderita lagi. Selanjutnya, dia akan membantu Xiao Yu membalas orang-orang yang menyakitinya!

“Baiklah, Xiao Yu, ayo naik!” Si Wan berkata sambil tersenyum.

Mendengar kata-kata Si Wan, Xiao Yu langsung menjadi lembut, dengan taat menganggukkan kepalanya, dan mengikuti Si Wan menaiki tangga.

Setelah naik, semua orang di lantai atas tahu bahwa Si Wan telah kembali, tetapi mereka masih terkejut melihat orang di depan mereka!

Matanya tajam dan auranya kuat. Bagaimana mungkin ini Si Wan yang bekerja dengan tenang dan tidak banyak bicara seperti sebelumnya ?!

Sepertinya dia telah dilahirkan kembali. Dia bahkan tidak berusaha menyembunyikan kecantikan tubuhnya. Itu membuat orang ingin dekat dengannya, tetapi mereka takut tubuh mereka akan hancur berkeping-keping!

Terutama tatapan jijik Si Wan, itu membuat mereka tidak berani mengatakan apa-apa saat mereka diam-diam menyaksikan Si Wan dan Xiao Yu memasuki kantor!

Memasuki kantor, Si Wan melepas jaketnya dan meletakkannya di gantungan. Melihat kantor yang sudah dikenalnya, bahkan tempat dia meletakkan pena tidak berubah sama sekali.

Tanpa berpikir, dia menghubungkan semua ini dengan Xiao Yu.

Tetapi Xiao Yu adalah orang yang tidak sabar dan dengan cemas berkata, “Direktur, Boss Gong telah menginstruksikan kami untuk mempertahankan tempat ini seperti apa adanya. Meskipun setelah Anda pergi, Boss Gong tidak terlalu sering datang ke perusahaan, tetapi ia telah mengirim orang untuk membantu Anda membersihkan kantor. ”

Dengan itu, Xiao Yu pergi ke sisi Si Wan dan berkata dengan bangga, “Wakil Kepala Liu mencoba menduduki tempat ini berkali-kali, tetapi dia selalu ditakuti oleh para prajurit di luar. Aneh, apakah Bos Gong tahu kalau Anda telah kembali , bahkan para prajurit telah pergi! ”

Mendengar kata-kata Xiao Yu, mata Si Wan menyala dengan harapan yang tidak terdeteksi, tapi itu sangat lemah, bahkan Si Wan sendiri tidak merasakannya.

Ini adalah Gong Siming, selalu menjaga hal-hal di belakang layar. Dengan semua orang pergi, apa gunanya menjaga mereka di kantor!

Namun, apa yang Si Wan tidak harapkan adalah pria itu mengetahui dia kembali begitu cepat.

Bagaimanapun, ibukota sekarang berada di bawah kendali Keluarga Gong. Sepertinya keluarga Si harus melakukan banyak upaya!

Melihat ekspresi Si Wan tidak berubah, Xiao Yu terus berbicara, “Aku mendengar kalau dewan direksi juga telah mengalami beberapa perubahan. Sebagian saham Keluarga Gong telah diperoleh oleh Feng Ling, dan dewan direksi juga membeli beberapa saham pemegang saham minoritas.”

“Rapat dewan diadakan hari ini?” Si Wan tiba-tiba bertanya ketika dia menganggukkan kepalanya dengan tegas.

Wajah Si Wan menunjukkan senyum licik, itu membuat rambut Xiao Yu berdiri, dan dia merasa orang di depannya tidak terlihat seperti Si Wan yang dia kenal!

Setelah mengobrol dengan Si Wan sebentar, Xiao Yu meninggalkan kantor Si Wan dengan wajah penuh curiga.

Ketika Xiao Yu pergi, Si Wan segera membuka informasi di teleponnya, dan mengungkapkan senyum menggoda: “Siapa yang mengira, Feng Ling, kau benar-benar akan melakukan ini? Gong Siming benar-benar memiliki selera yang baik!”

Itu benar, informasi itu adalah sesuatu yang Si Wan minta Yue selidiki. Itu adalah perubahan di ibukota serta perubahan di berbagai klan besar tahun lalu.

Ketika Xiao Yu sebelumnya mendengar Yan Xiuya ingin membentuk dewan direksi, dia memberi tahu Yue untuk segera memberitahukan hasil penyelidikannya kepadanya. Dia tidak berharap akan menuai hasil yang tidak terduga seperti itu!

Hanya dengan mengenal diri sendiri dan mengetahui musuh Anda, Anda bisa menjadi tak terkalahkan!

Karena dia telah memutuskan untuk bertarung dalam pertempuran ini, maka Si Wan tidak hanya ingin menang, dia juga ingin menang dengan indah!

Semuanya sudah siap, yang tersisa untuk dilakukan oleh dewan adalah membiarkan angin bertiup!

Dia bertanya-tanya seperti apa ekspresi Feng Ling ketika dia melihatnya di pertemuan dewan.

Di ruang rapat.

Yan Xiuya sangat marah, dan duduk di kursi kehormatan agak lelah.

Dia tinggal di ruang konferensi sepanjang malam. Dia tidak berpikir bahwa lima belas persen saham Gong Siming akan berakhir atas nama orang lain.

Selama ini, dia selalu percaya Gong Siming pasti tidak akan bertindak secara emosional ketika bekerja, tetapi kali ini, terbukti Gong Siming tidak rasional seperti yang dia pikirkan!

Lima belas persen dari saham, itu bukan jumlah yang kecil!

Terlebih lagi, saham asli yang semula milik Gong hanya 35%.

Ini berarti selama pemegang saham lainnya bergabung, Keluarga Gong akan menjadi pemegang saham kecil.

Sekarang, semua harapan Yan Xiuya hanya pada Si Wan. Bagaimanapun, Si Wan adalah pemegang saham terbesar Grup Gong!

Para direktur memasuki ruang konferensi satu per satu, wajah Yan Xiuya kembali ke ekspresi serius dan tenang seperti biasanya.

Feng Ling mengambil langkah mempesona dan melangkah ke ruang rapat, dan secara provokatif duduk di sebelah Yan Xiuya, tempat Si Wan seharusnya duduk!

Tapi Si Wan tidak ada, dan karena Feng Ling adalah pemegang saham terbesar kedua, Yan Xiuya tidak bisa mengatakan apa-apa padanya. Selanjutnya, Feng Ling memiliki hubungan khusus dengan Keluarga Gong, jika dia bereaksi berlebihan, itu akan menyebabkan masalah yang tidak perlu.

“Sekarang semua orang ada di sini, Bibi, bisakah kita mulai ?!” Feng Ling bermain dengan jari-jarinya, nadanya terdengar menghina.

Yan Xiuya melakukan yang terbaik untuk menekan kemarahan di dalam hatinya, tetapi tepat ketika dia akan berbicara, dia mendengar suara yang mendominasi datang dari pintu, “Kau tidak punya hak untuk berbicara di sini!”

Si Wan berjalan dengan keanggunan, seluruh tubuhnya memancarkan tirani dan kemuliaan seorang Ratu.

Berjalan ke sisi Feng Ling, Si Wan tidak memperhatikan tatapan mereka yang entah terkejut, bingung, cemburu, benci atau bernafsu.

Si Wan membungkuk hormat kepada Yan Xiuya, lalu berkata dengan acuh tak acuh: “Ketua, Si Wan telah menyelesaikan pelajaran dan kembali!”

Melihat Si Wan, mata Yan Xiuya dipenuhi dengan pujian dan cinta.

Mengingat tatapan meremehkan dan aura mendominasi Yan Xiuya ketika dia tiba di kediaman Keluarga Si, Feng Ling mengepalkan tangannya dengan erat.

Si Wan tidak melupakan kata-kata Feng Ling. Sambil tersenyum, dia memesan dengan nada yang tak tertahankan: “Feng Ling, meskipun kursiku nyaman, itu bukan sesuatu yang bisa diduduki siapa pun. Silakan ganti kursi!”

Meskipun Si Wan menggunakan kata ‘silahkan’ dalam kata-katanya, nadanya dipenuhi dengan penghinaan dan meremehkan.

Feng Ling berdiri dengan enggan, dan dengan marah duduk di kursi kosong lainnya.

Si Wan berbalik dan berkata kepada sekretaris di pintu, “Sekretaris Lan, bisakah Anda untuk mengganti dengan kursi baru?

Mendengar kata-kata Si Wan, Feng Ling tidak bisa lagi duduk diam, dia berdiri dan berteriak dengan marah, “Si Wan, apa artinya ini?”

Si Wan dengan anggun duduk di kursi barunya, dengan senyum polos di wajahnya, “Ini pertama kalinya Feng Ling mengunjungi dewan direksi, dia tidak mengerti aturan, jadi dia bisa dimaafkan sekali saja!”

Senyum di wajahnya membeku dan Si Wan langsung menjadi serius, “Namun, jika ada yang kedua kalinya, menurut aturan dewan direksi, mereka yang mengaum tanpa alasan pada pertemuan itu harus dikeluarkan, sampai suasana hati mereka stabil, pertemuan berakhir, dan kemudian mereka akan menerima bantuan psikiater internal untuk menyesuaikan keadaan mereka! ”

“Pemandangan di atas mungkin bagus, tapi tidak semua orang bisa berdiri dengan stabil!”

Sebelum menyelesaikan kalimatnya, ia mendengar desah orang-orang di sekitarnya.

Feng Ling duduk kembali di kursi dengan benci, wajahnya gelap!

RSC 136. Kembali ke Grup Gong

Featured Image

Bandara Pribadi ibukota.

Setelah Si Wan pergi, sosok yang dikenalnya keluar dari pesawat militer yang baru saja mendarat.

Aura yang mendominasi serta aura jahat yang baru saja turun dari medan perang membuat wajah Gong Siming yang menawan dan dingin terlihat lebih menyeramkan!

Ketika mereka melihat Gong Siming, para prajurit di bawah tampak seolah-olah mereka telah melihat dewa di langit, mata mereka penuh dengan rasa hormat dan ketakutan!

Mereka semua meneriakkan slogan pada saat yang sama, “Setelah wargod keluar, tidak ada yang bisa mengalahkannya!”

Sambil berteriak, mereka memberi jalan pada Gong Siming. Setiap prajurit siap untuk memberinya penghormatan militer yang layak, dan mata mereka mengikuti sosok Gong Siming.

Petugas khusus berlari ke Gong Siming, memberi hormat dan berteriak keras, “Melaporkan ke Marsekal, Pasukan Elang Hitam telah berkumpul. Tolong berikan instruksi Anda, Marsekal!”

Melihat para prajurit yang terlatih di depannya, wajah keras Gong Siming mengungkapkan jejak kepuasan, suaranya sangat sombong, “Seribu hari akan dihabiskan oleh pasukan. Mulai sekarang, kalian semua perlu membentuk kelompok per tiga orang, mengintegrasikan ke dalam berbagai lapisan masyarakat di ibukota, dan mengungkap semua mata-mata di ibukota! ”

“Kalian masing-masing harus ingat, kalian adalah anggota elang hitam dan elit di antara para elit. Aku harap pada saat kita bertemu lagi, kalian tidak akan terluka dan berdiri di hadapanku dengan semangat tinggi. Bisakah kalia  melakukan itu?”

Mendengar kata-kata Gong Siming, semua prajurit terdengar seolah-olah mereka telah disuntik dengan stimulan, suara mereka sangat keras sehingga sepertinya bergema di seluruh bandara, “Kami bisa melakukannya! Dia bisa melakukannya! Aku bisa melakukannya!”

Melihat para prajurit di depannya, yang matanya penuh tekad dan tubuh mereka berdiri tegak dan lurus, mata Gong Siming sedikit memerah.

Suara tembakan terdengar dari langit, musiknya sangat sedih, Gong Siming dan semua prajurit memasang salut militer ketika mereka melihat peti mati yang diturunkan dari pesawat, ditutupi dengan bendera negara.

Melihat peti mati ini, Gong Siming berkata dengan sedih, “Mereka adalah saudara kita, mereka tidak  oleh dikorbankan dengan sia-sia. Kita harus menemukan mata-mata itu dan meratakan sarang mereka, sehingga mereka tidak akan pernah bisa bereinkarnasi!”

Ketika ia mengatakan itu, aura dingin Gong Siming menyebabkan suhu seluruh bandara turun beberapa derajat.

Setelah upacara peringatan, semua Black Hawk berganti pakaian sipil dan melanjutkan tugas mereka sendiri.

Salah satu tentara berjalan ke Gong Siming dan memberi hormat dengan hormat, “Selamat Marshal, aku juga ingin meminta Marshal untuk membantuku menyampaikan rasa hormat dan terima kasihku kepada Nyonya!”

Gong Siming bingung dengan kata-kata prajurit itu. Dia bertanya dengan ragu, “Selamat?”

“Melaporkan ke Marsekal, aku sebelumnya adalah penjaga pasukan ibu kota, Anda dan Madam yang murah hati dan tidak menyelidiki kejahatanku yang menyinggung Nyonya, dan bahkan mengizinkan aku untuk memasuki Black Hawk Hall. Tepat sebelum Anda mendarat, aku melihat nyonya menggendong bayi dan pergi lebih dulu! ”

Mendengar kata-kata prajurit itu, Gong Siming tampaknya sangat terkejut!

“Maksudmu, kau sudah melihat, bertemu Si Wan!” Emosi Gong Siming sangat rumit, dia bahkan gagap ketika berbicara.

“Melaporkan ke marshal, ya, meskipun nyonya telah mengecat rambutnya dan merias wajah, aku masih bisa mengenalinya!” Nada prajurit itu sangat tegas!

Gong Siming melambai pada prajurit dengan tatapan tak bernyawa, “Kau bisa pergi dulu!”

“Ya pak!” Setelah memberi hormat, prajurit itu dengan cepat meninggalkan posisinya.

Hua Er, yang berdiri di samping Gong Siming,  tenggelam dalam pikiran yang mendalam ketika ia melihat Gong Siming yang linglung dan bingung.

Hua Er juga mendengar kata-kata prajurit itu. Dari nada dan suara prajurit itu, dia bisa mengatakan bahwa prajurit itu mengatakan yang sebenarnya.

Sudah hampir setahun sejak Si Wan pergi, dan selama tahun ini, dia mengabdikan seluruh tubuh dan jiwanya ke dalam pasukan, bertarung dan membunuh di berbagai medan perang, dia bahkan jarang kembali ke ibukota.

Sekarang Si Wan telah kembali dan bahkan memiliki anak di sisinya, mungkinkah anak itu adalah anak Gong Siming?

Namun, aku tidak pernah mendengar kalau Si Wan sedang hamil!

Selanjutnya, ketika Si Wan pergi, dia mendapat luka berat dan tinggal di rumah sakit. Dia tidak mengatakan kalau dia hamil atau sesuatu.

Sepertinya Hua Er harus pergi ke rumah sakit dan bertanya kepada mereka tentang situasi saat itu!

Sekarang, mengapa Si Wan tiba-tiba membawa anak itu kembali?

Memikirkan hal itu, Hua Er melihat ke Gong Siming yang benar-benar terkejut.

Ekspresi seperti ini, hanya akan muncul ketika bertemu Si Wan!

Mudah-mudahan, kali ini, ketika Si Wan kembali, dia bisa melihat sifat Feng Ling dan warna asli wanita itu, dan tidak terus menyiksanya seperti ini!

Gong Siming berdiri di sana tanpa bergerak saat dia diam-diam menemaninya di sisinya.

Hari berikutnya, Grup Gong.

Seorang wanita cantik, mengenakan setelan bisnis yang seksi tapi tanpa hiasan, dengan rambut bergelombang merah berapi menjuntai di pundaknya, dan sepasang sepatu hak tinggi 10 cm, berjalan ke perusahaan dengan langkah-langkah yang anggun dan tenang.

Seolah-olah semua orang telah melihat peri. Mulut mereka terbuka lebar saat tatapan mereka terkunci pada seorang wanita.

Wanita di depannya tampak familier, seolah-olah mereka pernah melihatnya di suatu tempat. Namun, mereka tidak bisa mengingat di mana melihatnya!

Tiba-tiba, suara yang jelas terdengar, “Direktur Si!”

Mendengar suara itu, Si Wan dengan anggun berbalik, dan menunjukkan senyum menawan, suaranya agak cemberut, “Kau gadis kecil, kenapa kau masih sangat cemas!”

Ketika Xiao Yu mendengar suara Si Wan yang hangat, seluruh tubuhnya langsung memeluknya.

Kali ini, semua orang terkejut, wanita penggoda yang kuat dan dingin di depan mereka, sebenarnya adalah Direktur Si yang dingin dan tak bisa berkata-kata yang tunduk kepada mereka sebelumnya!

Dalam sekejap, mereka semua sepertinya meledak, semua komentar terdengar ke telinga Si Wan.

“Sial, ini Direktur Si! Perubahannya terlalu bagus!”

“Aku tahu dia wanita yang cantuk. Lihat dia sekarang, dia berpakaian sangat genit!”

“Ya Tuhan, apa yang dia lakukan di sini?”

“Kenapa aku tidak pernah menyadari kalau Direktur Si memiliki sisi liar seperti itu!”

“Apakah dia kembali untuk membalas dendam pada Feng Ling!”

“Aku merasa dia ada di sini untuk mendapat bagian dari Grup Gong!”

“Aku pikir juga begitu!”

Obrolan yang keras membuat Xiao Yu sangat marah. Si Wan telah kembali dengan susah payah, dan orang-orang ini benar-benar mengucapkan kata-kata seperti itu, bagaimana jika Si Wan terusik karena amarah mereka?!

Seperti landak yang marah, Xiao Yu meletakkan tangannya di pinggangnya, dan berteriak marah kepada orang-orang yang membicarakannya, “Kalian sangat bosan, apakah kalian semua tidak ada kerjaan?”

Tanpa daya menggelengkan kepalanya, jejak kenyamanan melintas di mata Si Wan. Xao Yu ini, memperlakukannya seperti sebelumnya.

Mendengar suara-suara yang sedang membahas tentang dia, Si Wan melihat ke belakang dan tertawa. Semua orang menutup mulut mereka, itu terlalu indah, mereka akhirnya tahu apa artinya dengan “melihat ke belakang dengan senyum untuk dilihat.”

Penampilan ini hanya kejutan pertama kembalinya Si Wan. Kejutan yang lebih besar belum datang …

Selanjutnya, Si Wan yakin kejutan berikutnya pasti akan menjadi tak terlupakan bagi semua orang!

Bukan hanya Grup Gong, dia akan memberi tahu seluruh ibukota bahwa orang-orang di Klannya adalah orang-orang yang tidak dapat disinggung orang lain!

PTBS 1445. Mimpi Tanpa Pakaian?

Featured Image

Setelah Lu Jingli pergi, Lu Tingxiao melihat-lihat laporan berkali-kali lagi sebelum ia menyimpannya dengan hati-hati.

Dia perlahan membuka pintu ke kamar Ning Xi. Lampu lembut memperlihatka  selubung ketenangan pada ibu dan anak; siapa pun yang melihat adegan ini pasti akan terpengaruh oleh getaran lembut.

Lu Tingxiao duduk di samping tempat tidur, menyelipkan rambut Ning Xi di belakang telinganya.

Little Treasure memeluknya dan mereka tidur nnyenyak. Ketika riasannya dihapus, dia benar-benar terlihat sangat muda.

Benar, dia di usia muda lulusan universitas reguler.

Dia berusia 18 ketika hamil, masih anak-anak dan dia harus menghadapi masalah serius. Kemudian, begitu banyak insiden dramatis terus terjadi. Seandainya itu seseorang dengan kekuatan mental yang lebih lemah, orang itu akan hancur atau mati total.

Dalam dokumen yang diselidiki Lu Jingli, Ning Xi memang mencoba bunuh diri sebelum …

Lu Tingxiao benar-benar takut. Dia merasakan sakit yang membakar di hatinya.

Dia belum pernah merasakan keinginan yang kuat untuk memeluknya sebelumnya … Dia ingin Ning  Xi bergabung menjadi satu dengannya …

Lu Tingxiao diam-diam membawa Ning Xi dan menempatkannya di kamarnya.

Meskipun Lu Tingxiao sangat berhati-hati, Ning Xi terbangun ketika dia berbaring di tempat tidurnya.

Karena Lu Tingxiao memberinya rasa aman, Ning Xi menurunkan semua kewaspadaannya. Dia membuka matanya dan menyadari Lu Tingxiao telah membawanya kembali ke kamarnya, tetapi dia tidak mempermasalahkannya. Dia menggosok Lu Tingxiao dengan nyaman. “Mmm … Sayangku …”

“Mmm.” Lu Tingxiao tidak mengambil kembali tangannya yang mendukung kepala Ning Xi. Dia hanya berbaring di sampingnya seperti itu.

Ning Xi meringkuk lebih dekat ke pria itu. “Kenapa kau belum tidur?”

“Aku merindukanmu. Aku memimpikanmu.”

Mendengarkan suaranya yang penuh kasih, mendengarnya mengatakan bahwa dia merindukannya ketika dia di kamar di sebelahnya, dia merasa sangat dicintai. Dia tersenyum ketika membuka matanya.

Matanya seperti bintang-bintang di langit, sangat indah. Selain keadaan setengah sadar, dia tampak sangat menggoda …

Saat itu, kebiasaan menggoda Ning Xi dimulai. Dia memandang pria di sebelahnya dan berbisik, “Kau memimpikan aku? Dengan pakaian … atau tanpa?”

Tiba-tiba, mata pria itu menjadi gelap. Saat Ning Xi masih berbicara, dia mencium Ning Xi dengan kasar …

Leher Ning Xiu menggelitik dan dia tertawa ketika dia berusaha menghindarinya. “Itu menggelitik!”

Lu Tingxiao perlahan mencium tulang selangka gadis itu dan menelusuri lebih jauh ke bawah. Dia mendongak sedikit dan melihat senyum gadis itu serta kepercayaan dan cinta yang dimilikinya, membuatnya semakin jatuh cinta padanya …

Ketika mereka baru saja mengenal satu sama lain, dia melihat Ning Xi benar-benar menentang hubungan dan ketika dia tidak bisa menekan dirinya sendiri, dia akan berpura-pura seolah-olah dia memiliki masalah tidur sambil berjalan agar lebih dekat dengan wanita itu.

Untungnya, sekarang bukan hanya dia nyaman, dia benar-benar terbiasa berhubungan intim dengannya.

Lu Tingxiao merasa sangat tersentuh dan bersyukur, tetapi pada saat yang sama, kekhawatirannya masih ada …

PTBS 1444. Terlalu Dominan

Featured Image

Setelah apa yang terjadi lima tahun lalu, ada dinding tipis antara dia dan Lu Jingli. Selain kesalahan Lu Jingli sendiri, dia selalu takut pada saudaranya dan tidak akan pernah mencoba mengemukakan masalah ini.

Sampai sekarang, demi Ning Xi, masalah itu sekali lagi dimunculkan.

Dan sekarang…

Lu Tingxiao menatap adiknya yang bodoh. Dia merasa kalau dia terlihat baik-baik saja …

“Bro …” Lu Jingli sedikit ketakutan melihat tatapan tajam saudaranya. “Bisakah kau mengatakan sesuatu? Kau menjadi sangat menakutkan …”

Oh tidak! Sudah berakhir! Saudaranya mungkin benar-benar membunuhnya!

Mengapa tatapannya terlihat begitu lembut? Apakah ini terakhir kali dia melihatnya?

Lu Jingli dengan cepat menambahkan, “Bro, sebenarnya aku pikir tidak apa-apa bila Xiao Xi Xi mengetahui hal ini. Meskipun dia mungkin benar-benar membenci orang itu dan akan senang membunuhnya, jika itu kau … Semuanya akan berbeda … Xiao Xi Xi sangat menyukaimu … ”

Mata Lu Tingxiao menjadi gelap ketika dia mendengar Lu Jingli. Tentu saja, dia sudah memikirkannya sebelumnya.

Itulah yang ia gunakan untuk menghibur dirinya selama ini.

Namun, Lu Jingli juga tidak mendengar atau melihat sendiri bagaimana Ning Xi menangis putus asa ketika dia berbicara tentang apa yang terjadi di masa lalu.

Setiap kata … Setiap kalimat …

Mereka mengiris jantungnya seperti pisau.

Sial!

Lu Jingli telah membiusnya sedemikian rupa sehingga dia hanya memiliki ingatan yang sangat kabur. Yang dia tahu adalah seorang wanita telah masuk dan mendekatinya, da  dia tidak yakin apa yang terjadi setelah itu …

Dia benar-benar telah melukai Ning Xi, membuatnya demam tinggi … dan dia bahkan terbaring di tempat tidur selama dua bulan …

Dia tidak berani memikirkan apa yang akan terjadi.

Ning Xi selalu mengatakan dia adalah sinar matahari, tetapi pada saat ini, dia telah menjadi sumber mimpi buruknya …

Bagaimana dia bisa memberitahunya kebenaran yang kejam ini?

Apa reaksinya setelah dia tahu?

Tidak peduli seberapa kuat Lu Tingxiao dalam dunia bisnis, dia tidak bisa memprediksi ini sama sekali. Dia juga tidak bisa memastikan apakah dia akan bisa menanggung akibatnya.

Lu Jingli langsung tahu apa yang dia pikirkan. Wajahnya sedikit memerah ketika dia berkata, “Bro, benarkah … Apakah kau terlalu dominan malam itu … Dan Xiao Xi Xi menderita? Itu sebabnya kau tidak memberitahunya?”

Saudaranya memelototinya seperti angin topan yang menyapunya.

Ibu, selamatkan aku!

Lu Jingli gemetar dan dia hampir menangis. “Baik, baik! Ini salahku! Aku seharusnya tidak membiusmu … Tapi kau selalu terlihat acuh terhadap s**s … Dan orang tua kita memaksaku … Aku tidak bisa menahannya …”

Lu Tingxiao melihat-lihat laporan itu berulang-ulang, merasa cemas sekaligus bahagia pada saat bersamaan. Setelah beberapa saat, dia menyatakan, “Aku akan memberitahunya, tetapi tidak sekarang. Aku akan menunggu sampai semuanya jelas.”

Bagaimana orang itu bisa menjadi Ning Xi? Bagaimana anak yang mati itu menjadi Little Treasure? Di tengah semua kebingungan ini, seseorang pasti tahu sesuatu …

Tentu saja, terlepas dari ini, yang paling penting adalah hubungannya dengan Ning Xi baru saja memasuki fase terbaik. Bahkan dia sendiri terkejut, tapi dia tidak akan berani memberitahunya sampai semuanya jernih …

PTBS 1443. Pahlawan Little Treasure

Featured Image

Lu Jingli mengharapkan kakaknya terbebas dari kecurigaan setelah laporan DNA keluar, maka dia bisa pergi keluar untuk menemukan bajingan yang sebenarnya.

Namun, saat dia melihat hasilnya, dia terkejut berkeping-keping dan tidak bisa mengumpulkan kesadarannya kembali.

Lu Jingli tidak bisa mempercayainya. Dia memandang Lu Tingxiao seolah dia semacam dewa …

“Ya Tuhan, bro, kau terlalu hebat! Kupikir kemajuanmu dengan Xiao Xi Xi terlalu lambat! Setelah sekian lama, kalian bahkan belum melakukannya, tetapi kalian tidak hanya melakukannya, bahkan mempungai anak yang sekarang berusia lima tahun! Aku tidak pernah begitu terkesan oleh orang lain! Aku tidak akan pernah mengatakan kau buruk dalam merayu gadis lagi! Kau idolaku, superstarku, penasihatku dalam hidup … “Lu Jingli mengoceh tanpa berhenti di antara kalimatnya.

Seolah itu tidak cukup, dia mondar-mandir di ruangan dan tidak bisa berhenti. “Ya Tuhan! Ya Tuhan! Jika Little Treasure tahu tentang ini, dia akan menjadi sangat bahagia! Xiao Xi Xi benar-benar ibunya, ibu kandungnya! Itu benar-benar nyata! Little Treasure terlalu beruntung!”

Lu Tingxiao menjepit ruang di antara alisnya saat dia mengulurkan tangannya kepada saudara lelakinya yang mengoceh.

Lu Jingli yang bersemangat kembali ke akal sehatnya, dan dia menyerahkan laporan dengan patuh.

Lu Tingxiao mengambil laporan itu dan dengan hati-hati memeriksa semua isinya.

Meskipun dia sudah tahu tentang hasilnya dari ekspresi Lu Jingli, dia masih merasakan dampak yang kuat ketika dia melihat garis “hipotesis Ning Xi menjadi ibu kandung Lu Qingyu terbukti benar”.

Tingkat kegembiraan iblis tertentu tidak lebih rendah dari ikan mas kecil.

Itu dia …

Jika dia harus menyelidikinya lima tahun yang lalu, apakah dia akan bertemu dengannya lebih awal?

Ketika dia merenungkan, banyak pikiran melintas di benaknya.

Setelah bergumam, Lu Jingli dengan hati-hati mengamati ekspresi Lu Tingxiao, lalu dia bertanya dengan hati-hati, “Bro, well … Meskipun itu ide bodohku, aku membiusmu dan memilih alamat itu, dan aku membuatmu menjadi bajingan sekali …

“Tapi … Tapi kesalahan-kesalahan ini membawamu ke Xiao Xi Xi! Bukan hanya kesucianmu yang dilindungi, pertama kali … anakmu … Pada dasarnya, semuanya milik Xiao Xi Xi! Hal yang patut dirayakan! Bisakah itu menutupi kesalahanku sekarang?”

Lu Jingli kemudian mengintip saudara laki-lakinya lagi, menambahkan tanpa malu-malu, “Aku benar-benar berpikir … jasaku lebih tinggi dalam hal ini…”

Hehe, memang harus begitu! Jika saudaranya tidak mau mengakuinya, dia akan meminta Little Treasure untuk mendukungnya!

Little Treasure pasti akan mendukungnya jika dia tahu yang sebenarnya!

Dia akan menjadi pahlawan di mata Little Treasure!

Lu Tingxiao menatap Lu Jingli dengan dingin.

Dia tidak bisa menyangkal bahwa kata-kata Lu Jingli benar-benar menghantamnya tepat di tempat.

Ketika dia mengetahui bahwa wanita yang ditidurinya adalah Ning Xi, dia harus mengakui bahwa … Di suatu tempat jauh di dalam hatinya adalah kegembiraan dan kelegaan …

PTBS 1442. Tidak Masalah Apapun Hasilnya

Featured Image

Pada saat yang sama, ikan mas kecil di vila seberang hampir menjadi gila.

Meskipun hanya beberapa jam telah berlalu, itu adalah hukuman yang kejam untuk membuatnya menunggu dengan rahasia yang begitu besar di dekatnya dan tidak bisa melihatnya.

Ketika Lu Jingli hendak membuka hasil tes DNA, saudaranya akhirnya memanggilnya.

“Datanglah kemari.”

Lu Jingli berlari seperti atlet ketika kakaknya memanggilnya, dan dia sampai di sana dengan cepat.

Meskipun saudaranya memanggilnya, dia agak trauma dengan Ning Xi sore ini. Lu Jingli melihat sekeliling dengan cermat sebelum memasuki tempat itu.

“Bro! Apakah Xiao Xi Xi sudah tidur?” Lu Jingli bertanya dengan suara rendah, masih terengah-engah dari lari maraton tadi.

“Mmm.”

“Oh …” Lu Jingli dengan hati-hati menutup pintu ruang belajar dan menguncinya dari dalam. Dia merasa lega dan berjalan ke arah kakaknya saat dia menyeka keringat di dahinya.

Lu Tingxiao fokus pada koper hitam yang dimiliki Lu Jingli.

Lu Jingli dengan hati-hati membuka koper dan mengeluarkan laporan dari dalam, meletakkannya di depan Lu Tingxiao.

Selembar kertas yang terasa seberat gunung.

Lu Jingli masih merasa ini nyata … Karena ini hanya … Terlalu seperti fantasi!

Setelah beberapa lama, Lu Tingxiao tampaknya tidak memiliki niat untuk membukanya dan dia menjadi gugup. “Bro, ada apa?”

Banyak hal yang terjadi di dalam kepala Lu Tingxiao seolah-olah benda di depannya mengatur hidup dan kematiannya.

Beberapa waktu berlalu. Lu Tingxiao masih belum menyentuh laporan itu, jadi Lu Jingli bertanya, “Bro, sebenarnya aku pikir kau terlalu memikirkannya. Bajingan itu tidak mungkin kau! Laporan ini pasti akan membuktikan ketidakbersalahanmu! Jika kau tidak melihat, maka aku akan lihat! Lagipula aku sudah mengambil risiko! Aku hanya akan melihatnya dan tidak memberitahumu, oke?”

Lu Tingxiao tetap diam, jadi Lu Jingli melanjutkan dan meraba laporan itu. “Aku akan melihatnya sekarang. Aku benar-benar akan melihat sekarang. Aku berjanji jika kau tidak akan bertanya padaku, aku tidak akan mengatakan apa-apa …”

Lu Jingli kemudian dengan cepat mengeluarkan laporan itu. Dia memindai dan mengunci pandangannya ke baris terakhir.

“Gen menjalani warisan Hukum Mendel dan diproses melalui identifikasi hubungan. Dari hasil uji 19 gen STR, gen Ning Xi memenuhi asumsi menjadi ibu Lu Qinyu. Keakuratan hubungan orangtua mereka adalah 99,99% …

“Menurut analisis DNA, hipotesis bahwa Ning Xi adalah ibu kandung Lu Qingyu terbukti benar.”

Ketika Lu Jingli membaca baris terakhir, meskipun Lu Tingxiao tidak melihatnya sendiri dan Lu Jingli tidak mengatakan apa-apa, dia mengenal Lu Jingli dengan baik. Dari ekspresi kecilnya, dia sudah tahu hasil dari laporan itu.

Ning Xi … adalah ibu kandung Little Treasure …

“Kak, kau … Kenapa kau menatapku? Aku tidak mengatakan apa-apa …”

Tanpa bicara, Lu Tingxiao menuduh, “Tapi matamu berteriak, ‘Ahh! Ya Tuhan, oh Tuhan, Xiao Xi Xi benar-benar ibu Little Treasure! Bajingan malam itu benar-benar saudaraku!'”

PTBS 1441. Jatuh Cinta

Featured Image

Satu kalimat sederhana untuk langsung memecahkan krisis.

Lu Jingli terkesan dengan akting kakaknya dan keterampilan rayuannya. Kemudian, dia melanjutkan, “Baiklah. Aku tahu kau mungkin tidak akan melihat mereka. Aku akan mengambil semuanya, kurasa …”

Dia kemudian menyelinap pergi.

Apa pun untuk menghindari Xiao Xi Xi sekarang!

“Mengapa kau di sini?” Lu Tingxiao memegang tangan gadis itu dan bertanya ketika mereka berjalan ke dalam rumah.

“Aku libur hari ini.  Pagi ini aku beristirahat di rumah dan menemani Sis Tianxin, jadi siang ini aku di sini untuk menemani putraku! Apakah Little Treasure sudah kembali?”

“Dia sudah kembali. Dia baru saja bertanya padaku apakah dia bisa mengunjungimu.”

“Tentu saja, kau tidak harus mewaspadai Sis Tianxin sebenarnya. Aku sudah memberitahunya tentang kita, sehingga kau bisa membawa Little Treasure kapan saja!”

“Baik.”

Lu Tingxiao melirik ke belakang secara diam-diam. Lu Jingli sudah menghilang.

Hanya dengan mendengar langkah kakinya, roti kecil itu dengan cepat berlari turun dari lantai dua. Dia melompat tepat ke pelukannya. “Ibu!”

Si kecil masih bertingkah cukup keren seperti biasa. Meskipun dia bisa berbicara sekarang, tidak ada banyak perbedaan dari sebelumnya. Ketika Ning Xi tidak ada, dia masih tidak mengatakan apa-apa sepanjang hari, tetapi saat Ning Xi muncul, dia pasti akan menyambutnya dengan “ibu” yang terdengar manis, dan setiap kali dia berbicara dengannya dia pasti akan menambahkan kata itu “ibu” dalam kalimatnya. Sungguh pria kecil yang manis!

Siapa pun yang tidak mengenal mereka tidak akan pernah meragukan hubungan mereka sebagai orang tua dan anak, dan hubungan yang indah pada saat itu.

“Roti kecil, lihat apa yang dibawa ibu! Hehe …” Ning Xi membuka tas yang dibawanya. Ada segala macam senjata di dalamnya.

Tentu saja, mereka semua adalah senjata mainan.

“Kau terlalu muda dan belum boleh bermain dengan senjata sungguhan. Aku akan bermain senjata air bersamamu, oke?”

“Ya, Bu, Little Treasure menyukai senjata air!”

“Pergi dan panggil ayahmu untuk bermain bersama kami! Itu akan menyenangkan bila lebih banyak orang!” Ning Xi memberi tahu Little Treasure.

Roti kecil itu ragu-ragu sebentar, lalu dia pergi ke arah Lu Tingxiao. Dia mendongak dan berkata, “Bersama.”

Ning Xi merasa geli melihat bagaimana roti kecil beralih ke mode coolnya dalam sekejap.

Roti kecil itu sudah memanggil kakeknya, neneknya, dan bahkan Paman Kedua. Dia juga akan berbicara dengan orang asing dengan sopan, tetapi mengapa dia tidak mau memanggil Lu Tingxiao “Ayah”?

Ning Xi bermain dengan Little Treasure sepanjang sore. Setelah makan malam, mereka berdua tertidur, kelelahan.

Lu Tingxiao memandang keduanya dengan tatapan lembut.

Lu Tingxiao mencium dahi Little Treasure dan Ning Xi, lalu dia meletakkan telapak tangannya di mata Ning Xi, hidungnya, bibirnya … Sampai perutnya … Dia menyentuhnya dengan sangat lembut …

Sebelum dia bertemu Ning Xi, dia tidak benar-benar berharap banyak dari hidupnya, tetapi sejak dia bertemu dengannya, pernikahan, keluarga, anak-anak … Hal-hal yang dia tidak harapkan tiba-tiba menjadi sangat penting semua karena dia .

Ketika dia berpikir tentang bagaimana Ning  Xi bisa menjadi ibu kandung Little Treasure, tentang bagaimana gadis yang sangat dia cintai mungkin telah melahirkan anak untuknya, hatinya dipenuhi dengan kehangatan dan kebahagiaan  yang tak terlukiskan.

Seorang anak … Dia dan anaknya …

FWIWM 235. Suami Istri Sebenarnya

Featured Image

Ye Sui mengangguk, dia duduk diam, menunggu Chen Shu. Sebuah lampu kecil menyala di depan tempat tidur, dan cahaya menerangi meja samping.

Chen Shu membungkuk dan membuka laci di bawah meja.

Ye Sui tertegun, matanya perlahan bergerak turun untuk melihat ke dalam laci. Di laci, mawar yang dilipat diatur dengan rapi.

Di tengah mawar ada kotak beludru merah yang belum pernah dilihatnya.

Ye Sui kaget lagi, dia melihat kertas di sebelah kotak, dan ekspresinya menjadi lebih lembut.

Dibandingkan membeli mawar yang mahal, kertas mawar yang ia lipat dengan tangannya memiliki kasih sayang yang lebih tulus.

“Ketika kau tertidur …” Chen Shu tidak mengucapkan kata koma. Dia hanya mengatakan Ye Sui telah tertidur selama beberapa hari dan tidak bangun.

“Aku melipat mawar ini, kuharap kau bisa melihatnya ketika bangun.”

Ye Sui merentangkan tangannya, menatap mata Chen Shu, dan memberi isyarat padanya kalau dia ingin melihat mawar itu.

Chen Shu ragu-ragu, dengan agak malu-malu mengambil mawar dan meletakkannya di telapak tangan Ye Sui. Tangannya kikuk dan nyaris tidak berbentuk, dia melihat penampilan mawar.

Ye Sui memandangi mawar Chen Shu. Dia mengangkat alisnya dan tersenyum, “Aku tidak menyangka kau akan melakukan pekerjaan manual seperti ini.”

Ye Sui mengangkat matanya untuk melihat Chen Shu dan berkata dengan serius: “Aku sangat menyukainya, sungguh.”

Suasana malam nampak di luar jendela dan cahaya bulan jatuh dengan tenang ke jendela.

Cahaya bulan yang lembut, mawar merah, dan kotak cincin beludru merah … sepertinya waktu yang paling tepat telah tiba.

Chen Shu mengeluarkan kotak cincin yang dikelilingi oleh mawar. Dia bertindak hati-hati membuka kotak itu untuk memperlihatkan cincin berlian di dalamnya.

Suaranya yang jelas membuat udara di sekelilingnya panas: “Aku pikir, suatu hari aku harus memberikan kotak ini kepadamu secara pribadi.”

Cincin berlian diletakkan di jari Ye Sui, sangat sesuai.

Air mata Ye Sui mengalir, dia sangat gembira sampai tidak bisa berkata apa-apa.

Beberapa hari yang lalu, dia tidak punya waktu untuk mengatakan suka, dan sekarang akhirnya bisa melanjutkan pengakuan. Pengakuan tak terucapkan itu tidak sia-sia, tetapi datang kepada mereka dengan cara halus.

Chen Shu pertama berbicara, dengan kebahagiaaan karena Ye Sui sudah sadar, terdengar dalam nadanya: “Ye Sui, aku menyukaimu.”

Ye Sui mengusap air matanya dan menatap mata Chen Shu, suaranya masih tercekat: “Chen Shu, aku sangat menyukaimu.”

Dua orang yang belum pernah jatuh cinta, naif dan seperti remaja, mengulangi kata itu dengan serius. Tidak peduli berapa kali mereka mengatakannya, mereka sepertinya tidak bosan.

Chen Shu menekankan: “Aku lebih menyukaimu.”

Ye Sui tersenyum: “Aku lebih menyukaimu daripada kau, dan aku paling banyak menyukaimu.”

Suara Chen Shu menjadi rendah, dan dia mengambil tangan Ye Sui dan perlahan-lahan mendekatinya: “Kalau begitu kita sama.”

Ye Sui belum berbicara, Chen Shu telah membungkuk dan menciumnya. Tangannya menyentuh punggung Ye Sui dan memeluknya, perasaan mati rasa tiba-tiba menyebar dari ujung jarinya.

Napasnya membeku, bibirnya terkatup rapat, hidungnya tersangkut. Napasnya sudah dekat, dan dia berlama-lama di depannya.

Cahaya bulan di luar jendela dingin, awan datang dan pergi, dan cahaya bulan juga menghilang. Di malam yang lembut, seluruh ruangan terasa  ambigu.

Ye Sui menutup matanya, hanya untuk merasakan jantungnya berdetak lebih cepat, dan aroma Chen Shu mengelilinginya.

Chen Shu ragu-ragu mencoba, dia menyentuh bibirnya dengan ringan, ciumannya ringan dan kuat, dengan perlahan.

Ketika bibirnya turun lagi, dia membuka paksa giginya dan langsung masuk, dengan lembut membungkus ujung lidahnya. Seperti angin lembut dan hujan, dia meninggalkan ciuman intens dan canggung di bibirnya.

Ye Sui mengulurkan tangan dan membungkus leher Chen Shu.

Bibirnya lembut dan hangat, dan keduanya berpelukan erat, suhu satu sama lain menghangatkan suasana dingin selama tahun-tahun sebelum mereka bertemu.

Aku sangat menyukaimu.

Jadi bagaimana bila menjadi suami istri yang sebenarnya?

FWIWM 234. Siuman (3)

Featured Image

Ye Sui tampaknya mendengar panggilan Chen Shu, tangannya sedikit bergerak di telapak tangan Chen Shu, dan kukunya menusuk kulitnya.

Chen Shu tahu bahwa kali ini, benar-benar … bukan ilusinya.

Ye Sui perlahan membuka matanya dan bertemu dengan pandangan mata Chen Shu, matanya yang jernih tampak lelah saat ini, wajahnya pucat, tapi dia masih cantik.

Dia melihat Chen Shu, ingin berbicara, dan membuka mulutnya, tetapi tenggorokannya terlalu kering untuk bersuara.

“Dokter!” Teriak Chen Shu ke arah luar, tetapi dia tidak berani meninggalkan tempat tidur Ye Sui.

Chen Shu meraih tangan Ye Sui dan tidak ingin melepaskannya. Dia takut bila melepaskannya, Ye Sui akan menutup matanya seperti sebelumnya dan berbaring diam di tempat tidur.

Chen Shu membunyikan bel dan dokter bergegas mendekat.

Dokter melakukan pemeriksaan sederhana untuk Ye Sui, dan akan melakukan tes selanjutnya: “Tubuhnya tidak memiliki terlalu banyak masalah, tetapi karena cedera dia masih harus beristirahat dengan baik.”

Setelah memastikan Ye Sui benar-benar bangun, hati Chen Shu yang gelisah selama beberapa hari akhirnya bisa tenang.

Chen Shu melepaskan tangan Ye Sui. Telapak tangannya berkeringat, gugup, bahagia, dan senang … perasaan campur aduk.

Ye Sui bersandar di tempat tidur dan Chen Shu memberinya beberapa cangkir air panas. Air mengalir di tenggorokannya, menghilangkan dahaga.

Setelah Ye Sui dapat berbicara, dia memanggil nama Chen Shu: “Chen Shu.”

Karena tidak bersuara untuk waktu yang lama, suara asli yang dingin dan indah menjadi serak, tenggorokannya tertarik dan sakit.

“Aku di sini.” Chen Shu sedang duduk di samping tempat tidur Ye Sui, menatap matanya, dan kemudian mengambil tangannya, dengan lembut menyentuh jarinya, mencoba untuk mengkonfirmasi bahwa apa yang dilihatnya benar.

Ye Sui tersenyum tak berdaya: “Aku baik-baik saja.”

Luka di tubuhnya masih terasa sakit, dan Ye Sui bisa merasakan bekas kecelakaan mobil yang menimpanya. Rasa sakit mengingatkannya bahwa dia telah kembali ke dunia nyata.

Pintu kamar didorong terbuka, dan Yan Lan berjalan dengan cepat. Air matanya tergenang dan jatuh tak terkendali: “Sui Sui.”

Ye Sui tersenyum, “Bu, jangan khawatir, aku baik-baik saja sekarang.”

Peristiwa ini, mereka semua sudah menunggunya terlalu lama.

Wang Chuan dan Dai Zhi juga datang, dan setelah melihat Ye Sui baik-baik saja, mereka saling mengedipkan mata dan pergi. Yan Lan mendorong pintu dan meninggalkan kamar untuk mereka berdua.

Sudah malam.

Ye Sui menatap wajah Chen Shu, itu bukan ilusinya. Sekarang, Chen Shu duduk tanpa terluka di depannya.

Adegan sebelumnya masih muncul di depannya, Chen Shu mengalami bencana sebesar itu, yang akan terjadi sebelum dia berusia tiga puluh tahun, jadi sekarang apakah dia lolos dari bencana itu?

Ye Sui sudah koma begitu lama, dan kepalanya agak pusing. Setelah duduk sebentar, pemikirannya menjadi jernih.

Kata-kata yang diucapkan oleh peramal masih terdengar ditelinganya. Ye Sui telah menggantikan Chen Shu dengan nyawanya dan akhirnya Chen Shu selamat dari bencana. Apakah kata-kata peramal itu telah terbukti?

Setelah Ye Sui terbangun dari koma yang panjang, orang pertama yang dia pikirkan adalah Chen Shu.

Di kamar yang sunyi, Ye Sui dan Chen Shu saling memandang, memikirkan satu sama lain.

Ye Sui masih ingat kata-kata yang dia ucapkan kepada Chen Shu sebelum kecelakaan itu. Dia menurunkan matanya dan berbicara dengan suara rendah, tapi yang tidak dia duga adalah–

Mereka berdua berbicara pada saat yang sama: “Kau ingat sebelum kecelakaan …”

Dengan terpana, mata mereka tanpa sadar saling memandang, dan sepertinya menebak apa yang ingin dikatakan pihak lain. Ye Sui dengan cepat membuang muka dan menutup bibirnya, menunggu Chen Shu berbicara lebih dulu.

Chen Shu memandang Ye Sui dengan penuh perhatian dan berkata dengan lembut, “Pada saat itu, aku siap untuk mengaku kepadamu.”

Ye Sui terkejut. Dia menekuk bibirnya dan menatap Chen Shu: “Aku juga.”

Ye Sui menatap lurus ke mata Chen Shu, matanya menyala: “Aku mendengar semua yang kau katakan sewaktu aku koma.”

Chen Shu: “Kau sadar pada saat itu, bukan? Aku yakin, kau pasti akan bangun …”

Chen Shu hanya berkata sampai situ, dia tiba-tiba teringat sesuatu: “Aku ingin menunjukkan sesuatu kepadamu.”