FG 45 – Menjadi Kaya

Featured Image

“Oh, Xiaocao! Kamu pergi ke gunung untuk menangkap mangsa saat sedang dingin?” Di tengah keraguannya, suara familiar Tuan Muda Ketiga Zhou terdengar dari dekat.

Yu Xiaocao berbalik dan melihat seorang pria muda yang tampan, yang mengenakan jubah berwarna biru, turun dari kereta kuda mewah. Bukankah itu Tuan Muda Zhou Ketiga?

“Tuan Muda Ketiga, suatu kebetulan? Aku baru saja akan mengirim mangsa yang dipesan! Karena kami menangkap banyak mangsa hari ini, aku tidak bisa membawa semuanya sendirian. Jadi, aku meminta bantuan ayah!” Yu Xiaocao sedikit mendorong ayahnya bergerak lebih dekat ke Zhou Zixu. Continue reading “FG 45 – Menjadi Kaya”

FM 12(1) – Bulan Madu Kami

Featured Image

Beberapa hari terakhir dengan Jiang Li berlalu dengan cukup damai, tetapi segera kami akan menyambut hari yang tidak begitu damai – bulan madu kami akan segera dimulai.

Continue reading “FM 12(1) – Bulan Madu Kami”

FG 44 – Kekecewaan yang Mendalam

Featured Image

“Meminjam uang? Siapa yang akan membayar utangnya?” Nyonya Li menyela.

Yu Hai memelototinya dan menjawab dengan sedikit marah, “Wajar kalau aku yang membayar karena akulah yang meminjamnya! Kakak ipar tertua tidak perlu mengkhawatirkan itu!”

“Kakak ipar kedua, jangan lupa semua uang yang didapat harus diserahkan!” Nyonya Li mengingatkannya dengan keras. Continue reading “FG 44 – Kekecewaan yang Mendalam”

FM 11(2) – Dunia Baru Hidup Bersama

Featured Image

Ketika kami kembali dari rumah sakit, sudah waktunya makan malam. Jiang Li dengan sedikit hati nurani tidak membiarkan aku memasak untuknya tetapi memesan makanan untuk diantar ke rumah.  Akibatnya setengah dari kemarahanku kepadanya sejak pagi hari hilang.

Tapi aku sangat benci malam hari, orang perlu tidur di malam hari, tapi aku tidak bisa tidur. Aku berbaring di tempat tidur, bertanya-tanya apakah aku harus mencari psikiater untuk masalahku; tiba-tiba ada ketukan di pintu kamarku.

Jiang Li berdiri di luar pintu kamarku, tangannya terlipat di dadanya, dengan nada merendahkan berkata: “Apakah kamu tertarik berbagi tempat tidur?” Continue reading “FM 11(2) – Dunia Baru Hidup Bersama”

FG 43 – Berhati Dingin

Featured Image

Desa Dongshan tidak terlalu besar, berita menyebar sangat cepat dari sisi timur ke barat. Tadi malam, istri Shuanzhu melalui salju untuk meminta puteri bungsu Keluarga Yu mengobati suaminya. Berita itu sudah beredar ke seluruh desa, jadi pagi ini, seseorang pergi ke rumah Shuanzhu untuk menanyakan kejadian itu.

Setelah itu, Yu Xiaocao mulai diminta merawat pasien. Dia juga belajar dari pengalamannya dan tidak mengandalkan air batu mistik untuk penyakit ringan. Dia hanya akan meresepkan obat untuk penyakit ringan dan hanya menaburkan beberapa tetes air batu mistik ke dalam ramuan untuk penyakit yang lebih kompleks. Semua pasien yang dirawatnya sembuh total. Dengan demikian, reputasinya sebagai ‘dokter kecil di Desa Dongshan’ secara bertahap menyebar ke desa-desa terdekat.

Salju turun selama tujuh hari sebelum akhirnya berhenti. Seluruh Desa Dongshan diselimuti salju putih. Hanya ada warna hitam dan putih yang tersisa. Continue reading “FG 43 – Berhati Dingin”

FM 11(1) – Dunia Baru Hidup Bersama

Featured Image

Sore berlalu dengan sangat membosankan, di malam hari Jiang Li terus makan masakanku dengan tidak tahu malu.  Karena aku baik dan jujur, aku tidak mengatakan apa-apa.

Pada malam hari aku masih menjadi orang yang sama yang mencoba tidur tetapi tetap tidak bisa tidur.  Semakin aku ingin tidur, semakin pikiranku terjaga. Aku berbaring di tempat tidur, untuk pertama kalinya dalam hidup aku merasa bahwa kehidupan manusia bukanlah hal yang berharga, karena struktur otak yang berbeda dari hewan lain sehingga harus menanggung siksaan yang tidak perlu!

Aku berdiri dari tempat tidur, mengeluarkan laptop untuk membunuh beberapa monster. Continue reading “FM 11(1) – Dunia Baru Hidup Bersama”

FG 42 – Bencana Musim Dingin

Featured Image

“Ok! Baik! Ada air panas di panci. Aku akan mengambilnya!” Melihat Xiaocao tampaknya tahu apa yang dilakukan, harapan muncul kembali dalam benak istri Shuanzhu. Dia buru-buru pergi ke dapur mengambil air panas. Dia sangat cemas sehingga hampir tersandung di halaman.

Setelah Yu Xiaocao hati-hati memeriksa denyut nadi Paman Shuanzhu, ia mengeluarkan obat flu penurun demam dari kotak obatnya dan dengan cepat mulai mengunyah obatnya.

“Adik Xiaocao, apakah ayahku baik-baik saja?” Anak perempuan Liu Shuanzhu yang berumur sepuluh tahun, Liu Huifang, merintih saat berjongkok membantu Xiaocao membuat obat dan meminta kepastian. Continue reading “FG 42 – Bencana Musim Dingin”

FM 10(2) – Jiang Li yang Tak Tahu Malu

Featured Image

Aku mematikan komputer, meregangkan tubuh, tetap tidak merasa terlalu mengantuk.

Membasuh mukaku sedikit, aku pergi ke dapur dan mengeluarkan karton susu dan dua telur dari lemari es.  Menghangatkan sedikit susu, telur rebus, sarapan pagi yang simpel; Aku sangat merindukan sarapan yang dibuat oleh ibuku Xiao Qi Ling.

Setelah sarapan, aku merasa sangat bosan, aku hanya bersandar di sofa untuk menonton TV.  DVD terkutuk dari kemarin ada di sana, aku mengeluarkannya untuk membuangnya di tempat sampah, ini sedikit menenangkan kebencian di hatiku. Continue reading “FM 10(2) – Jiang Li yang Tak Tahu Malu”

FG 41 – Sakit Parah

Featured Image

Dokter You pergi selama dua bulan. Penduduk di sekitar Desa Dongshan sesaat merasa tidak ada perbedaan. Tetapi setelah beberapa waktu, mereka merasakan ketidakhadirannya. Saat mereka sakit ringan atau bencana kecil, mereka dapat membayar Dokter You sepuluh hingga dua puluh koin logam. Setelah itu, mereka hanya perlu minum obat dan penyakit mereka sembuh.

Setelah Dokter You pergi, mayoritas penduduk desa yang jatuh sakit masih dapat mengatasinya. Tetapi jika kondisi mereka tidak membaik, mereka harus ke kota menemui dokter. Namun, mereka harus membayar setidaknya beberapa ratus koin logam untuk mengunjungi ruang medis terkecil.

Semua orang tahu cucu perempuan keluarga Yu Tua belajar kedokteran dari Dokter You selama sebulan. Tapi, dia hanya gadis delapan tahun. Mereka lebih memilih menanggung sendiri daripada menyerahkan hidup mereka di tangan seorang gadis kecil. Bisa saja bukan menyembuhkan tetapi malah meperparah penyakitnya! Continue reading “FG 41 – Sakit Parah”

FM 10(1) – Jiang Li yang Tak Tahu Malu

Featured Image

Pikiranku kembali ke masa kini, pada saat yang sama Roman Setelah Senja berkata kepadaku: “Mereka semua mengatakan bahwa malam ini kamu akan berada di kamar pengantin.”

Continue reading “FM 10(1) – Jiang Li yang Tak Tahu Malu”