DAM 54 – Pergi Sejauh Mungkin (4)

Featured Image

Saat Qin Zhi’ai bangun, dia mengganggu Gu Yusheng, yang mematung di pinggir jalan.

Tatapannya perlahan bergerak dari jas ke Qin Zhi’ai.

Gaunnya semakin hancur setelah gesekan dengan aspal. Continue reading “DAM 54 – Pergi Sejauh Mungkin (4)”

FG 116 – Sang Pangeran

Featured Image

Ada kuda berwarna merah marun diikat tidak jauh dari Gray. Pada saat ini, ia tidak lagi tertarik pada makanan dalam baknya sendiri. Dia menjulurkan lehernya dan mencoba memakan jerami kasar di depan keledai kecil itu. Tetapi jangkauannya dibatasi oleh kendali. Itu membuatnya sangat jengkel. Dia menendang ke belakang saat mengangkat kepalanya dan meringkuk tanpa henti.

Segera setelah pemiliknya keluar dari toko acar sayur, dia dengan cepat berjalan maju setelah mendengar teriakan marah kuda kesayangannya. Melihat pemandangan itu, pemuda tampan itu tertawa dan memarahi, “Cloud Merah, kau tidak tahu malu! Mengapa tidak makan kacang-kacangan itu tetapi malah mengingini makanan yang lain? Kamu benar-benar memalukan, berjuang demi makanan keledai kecil!!”

Kuda merah tua tampaknya memahami kata-kata tuannya dan membuat beberapa suara saat berjuang keras membebaskan diri dari kendali. Pemuda itu melonggarkan kendali, dan kuda merah itu bergegas menuju keledai kecil itu. Dia mendorong Gray ke samping dan melahap sisa makanan. bahkan meringkuk dengan sengit di Gray dengan ketidakpuasan, seolah-olah menyalahkan Gray arena tidak meninggalkan banyak jerami untuknya! Continue reading “FG 116 – Sang Pangeran”

FM 39(1)

Featured Image

Pada akhirnya, Xue Yun Feng memilih cangkir yang halus namun anggun untuk hadiah ulang tahun Jiang Li. Ketika aku melihat harga cangkir, aku menggelengkan kepala dengan sedih. Anak-anak muda zaman “now” memang tahu sekali cara menghabiskan uang.

Untuk membalas budi padaku, Xue Yun Feng berencana membelikanku barang-barang feminin.  Aku tidak bisa meminta lebih banyak. Karena dia yang menggesek kartunya, hari ini, aku akan membantunya menggesek lagi.

Aku melihat-lihat sebentar di bagian wanita.  Melihat yang ini cantik dan yang lain juga cantik, tepat ketika aku menundukkan kepala untuk berjalan ke depan, aku hampir bertubrukan dengan seseorang.  Jadi, aku mengangkat kepala untuk melihat orang itu. Untuk sementara, aku harus mengatakan, aku terkejut. Continue reading “FM 39(1)”

DAM 53 – Pergi Sejauh Mungkin (3)

Featured Image

Gu Yusheng merasa ad yang tidak beres dan tiba-tiba melihat ke belakang, hanya untuk melihat mobil biru di tengah jalan, parkir di tempat dia didorong.

Seseorang berbaring sekitar dua meter dari bemper depan mobil.

Tidak jauh dari tangan kirinya adalah jas. Continue reading “DAM 53 – Pergi Sejauh Mungkin (3)”

DAM 52 – Pergi Sejauh Mungkin (2)

Featured Image

Qin Zhi’ai larut dalam penghinaan dan ketakutan, dia agak linglung saat terbangun. Karena tidak menyadari situasinya, dia menoleh dan menatap Gu Yusheng dengan bingung.

Dia sudah menangis lama sekali. Meskipun kosmetik yang ia gunakan tahan air, riasannya hancur oleh air matanya, tetapi matanya tetap secantik dan semenarik dulu, bahkan lebih cerah setelah menangis.

Dia tampak cantik dan terlihat sangat polos.

Continue reading “DAM 52 – Pergi Sejauh Mungkin (2)”

FG 115 – Menjual Sayuran

Featured Image

Matahari musim semi muncul saat langit dan bumi bersatu. Ribuan awan merah bersatu dengan kabut pagi yang naik perlahan dari puncak gunung dan berubah menjadi lingkaran warna-warni.

Cuaca cerah ini jarang terjadi. Matahari hangat dan nyaman. Baru lima hari di rumah, tetapi Yu Hang sudah merasa hampir pulih dari cedera. Dia hanya sesekali merasakan sakit di area dada, di mana tulang rusuknya patah.

Dari jendela, dia melihat sosok adik bungsunya yang paling sibuk di halaman. Dia perlahan duduk dari ranjang kang dan dengan hati-hati menyandarkan dirinya ke dinding. Dia memakai sepatu dan perlahan berjalan keluar pintu. Continue reading “FG 115 – Menjual Sayuran”

FM 38(2)

Featured Image

Mata Jiang Li menilaiku dengan cepat, dan berkata seolah-olah tidak terjadi apa-apa, “Tidak terganggu, bisa diabaikan.”

Aku: “…….”

Sekali lagi aku mengambil saputangan untuk menghapus…. air mataku. Continue reading “FM 38(2)”

DAM 51 – Pergi Sejauh Mungkin (1)

Featured Image

Adegan itu menusuk matanya, lalu Yusheng memandang ke luar jendela.

Mobil menjadi tenang, hanya suara isak halus Qin Zhi’ai yang terdengar dan merasuki hati Yusheng. Dengan masih ketakutan, tiba-tiba dia menoleh ke arahnya dan menatap wanita itu, lalu berbalik dan turun darinya, duduk kembali di kursi pengemudi.

Zhi’ai masih terisak sendirian. Continue reading “DAM 51 – Pergi Sejauh Mungkin (1)”

DAM 50 – Tipuan Kecil yang Terlihat (10)

Featured Image

Gu Yusheng mempererat cengkeramannya seolah-olah tidak mendengar apapun.

Aroma rokok bercampur aroma tubuhnya sangat menyegarkan. Dari dulu Qin Zhi’ai sangat terobsesi aroma Yusheng tetapi saat ini aroma itu malah membuatnya ketakutan.

Tenaga Qin Zhi’ai semakin lemah dia hampir tidak bisa bernapas. Continue reading “DAM 50 – Tipuan Kecil yang Terlihat (10)”

FG 114 – Perjalanan yang Menguntungkan

Featured Image

Yu Xiaocao tidak bisa hanya berpangku tangan dan menyaksikan dia kesakitan. Dia mengangkat angsa betina di tangannya dan mendekat. Ketika angsa jantan melihat angsa betina tertangkap, angsa itu semakin memberontak. Dengan serius Zhao Han mengawasinya, Yu Xiaocao tidak bisa dengan mudah menggunakan air batu mistik untuk meredam keadaan, jadi dia harus menggunakan umpan yang sebelumnya direndam dalam air. Dia memberi makan angsa jantan dan hanya pada saat itulah angsa dapat tenang.

Mereka mengikat kaki angsa lalu menempatkan kedua binatang ke dalam keranjang yang dibawa Zhao Han. Setelah menutupi keranjang, mereka berhasil menyelesaikan misi hari itu.

Adapun untuk menangkap ikan, meskipun dia punya umpan khusus, tetap membutuhkan waktu agak lama. Tidak ada jalan lain. Umpan ikan Xiaocao terlalu berkualitas. Semua ikan berjuang memakan umpan, dan mereka akhirnya menangkap ikan gurame seharga lima hingga enam catty. Ikan terkecil seukuran telapak tangan, sedangkan yang terbesar seukuran ikan mas. Tanpa banyak usaha, keranjang ikan Xiaocao langsung penuh dengan cepat. Continue reading “FG 114 – Perjalanan yang Menguntungkan”