BDPK Chapter 30

Featured Image

Tanggal 1 Juni, semua orang merayakan Hari Anak Internasional, tetapi Momo tidak dapat merasa bahagia. Terutama karena hari keberangkatan Gu Weiyi sudah ditetapkan, tanggal 22 Juli. Dengan kata lain, waktu yang bisa mereka habiskan bersama tinggal 21 hari. Dikurangi waktu dia pergi bekerja, dan Gu Weiyi pergi melakukan eksperimen di Lab, kemungkinan mereka hanya punya waktu setengah bulan untuk bersama.

Hari ini artis yang belakangan ini sedang banyak bekerja sama dengan perusahaan Momo, Lin Zhicun, berencana untuk berkunjung ke Panti Asuhan. Awalnya jadwal syuting iklan mereka sedang cukup padat, merencanakan hari ini untuk pergi ke tempat lain bukanlah hal yang mudah. Tetapi, karena orang ingin melakukan kegiatan amal, hal baik semacam ini bahkan perusahaan juga tidak berani menghalanginya. Oleh karena itu, Momo dan Tie Ge yang telah bekerja keras beberapa waktu ini bisa mendapatkan libur satu hari. Liburan di akhir pekan seperti ini, Momo menerimanya dengan senang hati. Andai saja Gu Weiyi tidak usah pergi melakukan eksperimen di Lab pada hari itu, pasti Momo akan lebih merasa senang. Sayangnya, libur yang didapatkan hari ini, tidak dapat dihabiskan bersama-sama.

Continue reading “BDPK Chapter 30”

BDPK Chapter 29

Featured Image

Pagi-pagi sekali, Situ Mo menggedor pintu kamar Gu Weiyi, membuat Gu Weiyi merasa kesal. Tadi malam, dia membantunya untuk membuat buku tahunan kelulusan sampai jam 2 pagi. Ditambah lagi setengah jam untuk mendengarkan keluhan Nyonya Besar itu tentang Departemen Kreatif di perusahaannya. Memikirkan slogan iklan sangat melelahkan….Ini baru jam 6 pagi. Dia baru menempelkan kepalanya di bantal selama 3 jam lebih, ingin membunuh orang perlahan-lahan juga bukan begini caranya.

Continue reading “BDPK Chapter 29”

BDPK Chapter 28

Featured Image

Dia bilang iya.

Dia benar-benar memutuskan untuk tidak ke Amerika demi Momo.

Terharu itu pasti, tetapi lebih banyak perasaan tidak tenang. Apakah dia memang begitu penting untuknya? Apakah dia begitu ingin mengorbankan masa depannya? Apakah dia akan menyesal? Tiba-tiba ada perasaan bahwa dia tidak ingin menjadi beban untuknya. Jadi, malam itu Momo menyiapkan beberapa pakaian dan kembali ke sekolah. Meninggalkan sebuah pesan: Aku kembali ke sekolah untuk beberapa hari, tidak usah mencariku, saat aku kembali akan membicarakannya denganmu.

Continue reading “BDPK Chapter 28”

BDPK Chapter 27

Featured Image

Saat menerima telepon dari orang tua Gu Weiyi, Momo sedang membahas tentang slogan iklan dengan Tie Ge. Pikirannya agak sedikit tidak bisa dialihkan, akhirnya setuju untuk bertemu di luar. Ketika menutup telepon, dia pun bergegas pergi ke Kafe yang sudah dijanjikan. Saat dia sampai, dia tidak melihat siapapun, barulah dia mulai merasa tegang. Tangannya gemetar dan dia memutuskan untuk menelepon Gu Weiyi. Ketika telepon tersambung, dia melihat pasangan yang sedang mendorong pintu kaca. Dia memutuskan sambungan telepon, tetapi takut Gu Weiyi akan menelepon kembali. Oleh karena itu, dia mematikan ponselnya.

Selama hidup Momo tidak mengalami hal seperti ini. Dia menegakkan punggungnya dan sedikit membungkuk dengan hormat. Sudut mulutnya naik 15 derajat, “Bibi Wang, Paman Gu, apa kabar?”

Continue reading “BDPK Chapter 27”

BDPK Chapter 26

Featured Image

Setelah menyelesaikan masalah Fu Pei, rintangan antara Momo dan Gu Weiyi hanya tinggal ‘apakah Ilmuwan Gu ini akan pergi ke Negeri Paman Sam atau tidak’.

Momo tahu hal ini cepat atau lambat pasti harus dihadapi, tetapi dia kerap bersembunyi dari masalah ini. Rasanya ingin seperti burung unta yang mengubur kepalanya dalam pasir, tanpa peduli bulu di pantatnya akan dicukur habis. Gu Weiyi juga sangat menyebalkan, sepanjang hari berusaha mendiskusikan hal ini dengannya, mengganggu rencananya untuk bersembunyi dari masalah ini. Untuk mengimplementasikan rencananya dengan baik, setiap Gu Weiyi akan membahasnya, dia akan segera mengganti topik pembicaraan. Kalau dia tidak bisa menutup mulutnya, maka dia akan menutup telinganya sendiri.

Continue reading “BDPK Chapter 26”

BDPK Chapter 25

Featured Image

Sekembalinya ke kamarnya, Momo merasa menyesal. Dia sudah sangat berbaik hati membuatkan begitu banyak makanan dan menunggunya. Meskipun wajahnya masam, tetapi dia juga tidak perlu bertengkar sampai seperti itu dengannya. Apalagi, waktu untuk mereka bisa bersama seperti ini juga tidak banyak kan? Selain itu, ini baru hari pertama pacaran sudah bertengkar seperti ini, hal ini sangat tidak baik. Dengan ragu-ragu dia berjalan keluar kamar, melihatnya sedang membereskan peralatan makan. Dia tampak sangat manis, terutama dengan celemek di tubuhnya yang berwarna merah muda, sangat cantik dan harmonis.

Continue reading “BDPK Chapter 25”

KCYM 17 – Perjalanan Wisata [3]

Featured Image

Ketika sinar matahari menyinari kamar itu di pagi hari, Zhou Xiao terbangun. Dia masih dalam pelukan Zhao Fanzhou, tetapi posisinya telah berbalik dari membelakanginya menjadi berhadapan. Berdasarkan kualitas tidurnya yang begitu kacau, analisanya berkata bahwa Zhao Fanzhou pasti juga menghabiskan cukup banyak energi untuk tetap dapat mempertahankan dirinya dalam pelukannya tanpa berbuat apa-apa.

Continue reading “KCYM 17 – Perjalanan Wisata [3]”

KCYM 16 – Perjalanan Wisata [2]

Featured Image

Bagaimana ini? Bagaimana ini? Bagaimana ini?

Zhou Xiao sangat panik. Dia sebelumnya tidak pernah memikirkan masalah akomodasi selama perjalanan. Ketika dia melihat Zhao Fanzhou menerima sebuah kartu kamar dari pelayan, dia rasanya sudah ingin menangis.

Satu buah kartu kamar! Satu buah! Benar-benar hanya satu buah kartu kamar!

Zhao Fanzhou melihatnya memasang wajah seperti ingin membentur dinding dan berkata dengan kesal: “Kamu tenang saja, aku tidak berniat berbuat macam-macam kepadamu, yang aku pesan adalah kamar twin bed.” Kamar twin bed tetap saja berada di dalam satu kamar, jika dia mendengkur saat tidur Zhao Fanzhou pasti bisa mendengarnya. Eh tidak, kenapa malah membahas tentang mendengkur, yang utama adalah masalah keamanan. Bagaimana tengah malam nanti dia menjadi binatang buas dan menyerangnya?

Continue reading “KCYM 16 – Perjalanan Wisata [2]”

KCYM 15 – Perjalanan Wisata [1]

Featured Image

Sudah hampir liburan musim dingin, tahun lalu liburannya hampir satu bulan. Zhou Xiao dengan hati senang mulai mempersiapkan barang-barang untuk dibawa pulang. Tapi liburan kali ini dia agak sedikit merasa tidak rela, dia dan Zhao Fanzhou belum pernah berpisah untuk waktu yang begitu lama – kecuali saat dia pergi ke luar negeri. Selain itu, kalau Zhao Fanzhou kembali ke rumahnya apakah berarti dia harus setiap hari bertemu dengan tetangganya si Jia Yichun itu? Memikirkan hal ini, dia menjadi tidak percaya diri. Si ‘pecandu alkohol’ (Jia Yichun) itu sebenarnya orang yang cantik. Jika dia tersenyum, dia akan menunjukkan ‘Senyuman seorang gadis cantik’ Jika dia menitikkan air mata, maka dia terlihat seperti ‘Bunga bermekaran di Musim Hujan’. Ditambah lagi, orang itu begitu mudah ditemukan oleh Zhao Fanzhou. Bagaimana jika Zhao Fanzhou sampai menyadari bahwa Jia Yichun jauh lebih cantik darinya? Bagaimana caranya tidak khawatir tentang hal ini? Tapi dia tidak berani memberitahu pikiran sempitnya ini kepada Zhao Fanzhou, takut Zhao Fanzhou akan berpikir bahwa dia adalah orang yang pelit, dia tentu punya harga diri.

Continue reading “KCYM 15 – Perjalanan Wisata [1]”

BDPK Chapter 24

Featured Image

Hari-hari berlalu dengan cepat. Gu Weiyi ini memang orang yang aneh, setelah menyatakan perasaannya sama sekali tidak ada tindakan lebih lanjut. Dia juga tidak terlalu baik dengannya, tidak mendesaknya untuk memberikan jawaban, paling-paling terkadang hanya menuang dua cangkir teh dan mengajaknya untuk minum bersama. Seperti malam ini, keduanya ada di rumah, tetapi dia sedang membaca buku di kamarnya dan Momo sedang membuat buku tahunan kelulusan di kamarnya sendiri, sama sekali tidak saling berkomunikasi.

Continue reading “BDPK Chapter 24”