TGWADG – Episode 17: Aku Lebih Memilih Makanan Lezat daripada Medali yang Berkilauan [1]

Featured Image

Garis depan perkemahan Liberation Army.

Moral para jendral berada pada puncak tertinggi dan setiap orang merasa bangga pada dirinya masing-masing, mengatakan bahwa besok adalah hari di mana mereka akan merebut Belta. Continue reading “TGWADG – Episode 17: Aku Lebih Memilih Makanan Lezat daripada Medali yang Berkilauan [1]”

Eliza – Chapter 10: Latihan Baris Berbaris (part 2)

Featured Image

Walau bagaimana pun juga, Marquis Rittergau adalah kakak Earl Terejia. Aku berpikir, kenapa aku belum pernah mendengar bahwa mereka berdua adalah saudara sambil mencubit pipi kananku dan memikirkan hal itu berulang kali.

Senior Marquis Rittergau. Seorang bangsawan kelas atas yang juga merupakan Perdana Menteri dari Kerajaan Arxia, dan juga merupakan kepala dari keluarga Terejia. Seorang aristokrat yang namanya langsung diberikan oleh raja. Continue reading “Eliza – Chapter 10: Latihan Baris Berbaris (part 2)”

Eliza – Chapter 10: Latihan Baris Berbaris (part 1)

Featured Image

Apakah kamu tahu bahwa fondasi dasar dari latihan militer adalah sama dengan latihan baris berbaris? Selama tiga bulan kehidupanku di barak, i telah mempelajari hal itu selama berjam-jam setiap harinya. Bahkan, saking banyaknya jam latihan yang kulakukan, aku sampai-sampai ingin muntah darah hanya dengan memikirkan hal itu setiap harinya……

“Oi anak kecil, buka mata kau! Jangan seperti orang mati!”

Pelecehan verbal yang tidak berhenti yang keluar dari mulut Gunther yang tepat berada di sampingku bahkan hampir tidak dapat kudengarkan. Aku tenggelam dalam pikiranku sendiri untuk beberapa saat selama latihan, saat aku mendengar suaranya aku cepat-cepat membenarkan postur dan meningkatkan kesadaranku. Continue reading “Eliza – Chapter 10: Latihan Baris Berbaris (part 1)”

3LV – Chapter 2: Biarkan Aku Mendengarmu Memanggilku Kekasih (1)

Featured Image

Setelah aku selesai berberes dan menyelesaikan semua urusanku di alam baka, Yanwang menempatkan tiga segel di belakang kepalaku secara pribadi, masing-masing segel yang ditempatkan merepresentasikan satu kehidupan dalam dunia manusia. Setelah tiga segel itu menghilang, maka, aku harus kembali ke alam baka dan berdiri mematung di tepian sungai Wanchuang lagi.

Dengan tatapan mata iri dari makhluk spiritual yang berada di sekitar, aku terbungkus pakaian serba putih yang terbuat dari katun dan pergi ke dunia manusia. Continue reading “3LV – Chapter 2: Biarkan Aku Mendengarmu Memanggilku Kekasih (1)”

3LV – Chapter 1: Aku Akan Pergi Ke Dunia Manusia untuk Merayu Dia (2)

Featured Image

Pergelangan tanganku merupakan bagian vital dari tubuhku. Pada saat ini, dia hanya butuh untuk sedikit mengeluarkan kekuatannya dan menekan pergelangan tanganku untuk membuatku mati kesakitan. Wajah buruk si kecil Jia dan si kecil Yi menjadi semakin pucat dari sembelumnya. Jia cepat-cepat memohon, “Tuanku! Tuanku! Nona Sansheng telah tinggal di sini di tepi sungai Wangchuan sepanjang hidupnya. Alam baka ini hanyalah tempat yang sederhana; nona muda tidak mengerti tentang etika. Aku mohon agar Tuan memaafkan nona.” Continue reading “3LV – Chapter 1: Aku Akan Pergi Ke Dunia Manusia untuk Merayu Dia (2)”

Eliza – Chapter 9: Aku Mendapatkan Seekor Kuda

Featured Image

 

Dengan datangnya musim semi, suasana di kediaman Golden Hills menjadi lebih sibuk. Akan ada perayaan ulang tahunku untuk pertama kalinya dalam empat tahun ini.

Di kerajaan Arxia, ulang tahun seseorang biasanya dirayakan hanya selama tiga kali dalam waktu tertentu dalam satu tahun. (TL: Maksudnya ulang tahunnya tidak dirayakan pada bulan dan hari di mana seseorang itu berulang tahun, namun pada dirayakan pada saat tertentu di 3 waktu tertentu dalam setahun). Setelah memulai menanam di ladang di musim semi, selama bulan purnama dalam hari raya keagamaan di musim panas, atau selama panen di musim gugur. Karena aku dilahirkan pada akhir musim dingin, maka ulang tahunku akan dirayakan setelah selesai menanam di ladang di musim semi. Continue reading “Eliza – Chapter 9: Aku Mendapatkan Seekor Kuda”

3LV – Chapter 1: Aku Akan Pergi Ke Dunia Manusia untuk Merayu Dia (1)

Featured Image

Sejak jaman dahulu kala, orang-orang yang melewati Sungai yang Terlupakan¹ mulai memanggilku dengan sebutan Batu dari Tiga Kehidupan². Kemudian, beberapa orang memandang rendah diriku, beberapa orang bersentuhan denganku dan melukiskan kisah cinta mereka dari kehidupan yang lalu, dan bahkan ada beberapa orang yang hanya berdiri di depanku sambil menangis. Continue reading “3LV – Chapter 1: Aku Akan Pergi Ke Dunia Manusia untuk Merayu Dia (1)”

TGWADG – Episode 16: Jika Makanan Jatuh dari Langit, Pasti Itu Lezat [4]

Featured Image

Kastil Belta, di dalam ruang kerja David.

David telah mengumpulkan semua staff perwiranya dan memulai pertemuan untuk membahas pertempuran yang sedang berlangsung. Dengan ini, dia sudah lupa beberapa banyak pertemuan untuk membahas strategi perang tidak menghasilkan apa-apa. David, dengan mukanya yang terlihat sangat lelah duduk dikursinya.

Di sebelahnya sorang bekas staff perwira militer menopang tubuh David yang lemah. Continue reading “TGWADG – Episode 16: Jika Makanan Jatuh dari Langit, Pasti Itu Lezat [4]”

TGWADG – Episode 16: Jika Makanan Jatuh dari Langit, Pasti Itu Lezat [3]

Featured Image

Vander bertanya dengan ekspresi wajah kebingungan, dan menjawabnya dengan niat membunuh terlihat dengan mata telanjang.

“Mau tau? Nih-!”

Dia melempar arit itu dengan kekuatan yang tidak masuk diakal yang bahkan ada rekoil. Air itu menancap tepat di antara alis seorang prajurit yang tampak sedang bersantai di samping catapult. Melihat kawan seperjuangannya jatuh mati, prajurit di sekitarnya menjadi pank. Schera melempar arit-arit itu satu per satu dengan cepat. Melihat arit-arit yang melayang yang seakan-akan mengikuti kemanapun mereka berlari dan menusuk organ vital dari para prajurit itu, Vander merasa sedikit tercekik. Continue reading “TGWADG – Episode 16: Jika Makanan Jatuh dari Langit, Pasti Itu Lezat [3]”

Eliza – Chapter 8: Suatu Hari di Musim Dingin

Featured Image

Musim dingin di wilayah Kaldia sangatlah dingin. Meskipun suhu rata-rata dari musim semi hingga musim gugur sejuk, namun kita berada di selatan dari pegunungan tertinggi di sini, Pegunungan Amon Nor, temperaturnya berubah drastis selama musim dingin. Terutama di daerah timur laut, sungai di sana menjadi beku.

Karena wilayah Kaldia bentuknya memanjang dari timur ke barat, umumnya wilayah ini dibagi menjadi dua bagian, yaitu barat daya dan timur laut, dan desa-desa di wilayah ini lebih banyak berada di wilayah barat daya yang di mana perbukitannya lebih landai. Continue reading “Eliza – Chapter 8: Suatu Hari di Musim Dingin”