ASPSD 60. Pengaturan di Awal

Featured Image

[iris]

“… Aku minta maaf karena kau datang kemari dengan cara ini, Minae-san.”

“T-Tidak sama sekali! Yah … aku hanya melakukan apa yang seharusnya kulakukan, Tuan Wilayah-sama … “

(-sama = di tambahkan pada belakang nama atau gelar untuk menunjukkan rasa hormat)

Di depanku ada Minae-san, yang menunjukkan sikap yang sangat berterima kasih pada kehadiranku … Itu benar, aku memanggilnya ke tempatku segera setelah ekskomunikasi itu diucapkan. Ini adalah pengaturan awal untuk menekan ledakan ketidakpuasan di kalangan warga wilayah.

Awalnya Minae-san terkejut, karena dia tidak tahu bahwa aku adalah putri Duke Armelia sampai saat itu. Selain itu, ketika dia mengetahui tentang situasi saat ini dari pembahasan kami sejauh ini, sikapnya menjadi lebih ringan. Itu salah kami … pikirnya. Meramalkan bagaimana ini akan berakhir, aku pasti cukup jahat untuk menjelaskan semuanya padanya dengan cara ini.

“Aku akan jujur ​​tentang alasan ku memanggilmu di sini … aku ingin minta bantuanmu.”

“Y-Ya. Apa itu? Aku akan dengan senang hati memenuhinya selama itu ada dalam kemampuanku!”

“Aku mungkin harus mengingatkan mu tentang insiden pahit tertentu belum lama ini. Bagaimana aku harus mengatakannya …? Aku ingin kau menyebarkan cerita tentang gereja yang dijual. Jadi … itu sedikit berlebihan. Bisa dikatakan, rencananya adalah: tempat di mana gereja suci berada – meskipun dulu tempat kita tinggal – sayangnya dijual kepada beberapa bajingan yang terlibat dengan perdagangan budak. Kami diancam untuk pergi dan mengalami pelecehan terus menerus. Ketika Iris mengetahui situasinya, dia menangkap para bajingan itu dan merelokasi gereja yang compang-camping – karena pelecehan – ke lokasi lain, kemudian mencarikan kami sebuah rumah baru. Namun gereja baru belum dibuka, tetapi desas-desus mengatakan bahwa akan ada upacara pembukaan yang megah sebentar lagi. Pada saat itu, Iris juga akan muncul di sana.”

Mendengar isi permintaan ku, Minae memiringkan kepalanya dengan bingung.

“Anda ingin saya menyebarkan cerita seperti itu?”

“Betul. Kau mungkin akan menarik banyak perhatian yang tidak diinginkan … tidak, delapan hingga sembilan dari sepuluh persen, itu pasti akan terjadi. Kau akan menerima banyak tatapan yang tidak bersahabat dan mencurigakan juga. Meski begitu, aku ingin kau menyebarkan ini ke orang-orang sebanyak mungkin.”

“Kalau memang begitu, ya tentu saja! Saya akan banyak berbicara mulai sekarang, dan memastikan bahwa itu akan didengar dan dibicarakan di setiap sudut ibu kota wilayah!”


Beberapa hari telah berlalu sejak aku meminta Minae-san untuk bantuannya. Rumornya telah menyebar dengan sangat liar, sampai-sampai tidak ada yang tidak menyadarinya. Tak perlu dikatakan, tidak semuanya adalah kabar baik – ada beberapa skeptisisme dan desas-desus lebih lanjut, dan cerita asli dipelintir dengan banyak variasi melalui bergosip. Namun demikian, poin utama berhasil disampaikan. Plus, banyak orang telah menunjukkan minat pada upacara pembukaan gereja baru.

Saat aku mengingat apa yang terjadi sejauh ini, pikiran ku kembali ke kenyataan.

“Kau memiliki rasa terima kasihku yang terdalam, Minae. Asal tahu saja, aku bukan tuan wilayah yang sebenarnya, hanya wakil.”

“B-Benarkah begitu …?”

“Tolong jaga identitas ku sebagai rahasia dari anak-anak. Jika mereka mulai memanggilku Nona Iris ketika aku datang untuk bermain dengan mereka … entah bagaimana, aku merasa seperti ada jarak di antara kita dan itu akan membuatku sedih.”

“Anda akan meluangkan waktu untuk mengunjungi kami lagi?!”

“Pasti. Aku menantikan melihat pertunjukan anak-anak. Ditambah lagi, aku belum memberi buku gambar baru atau menceritakan dongeng baru, kan?”

“… Terima kasih banyak, Nona Iris. Anak-anak sedang menunggu kedatangan anda dengan sukacita.”

“Aku senang mendengarnya … Karena itu, mari selesaikan bisnis dengan cepat.”

Setelah mengatakan demikian, aku turun dari kereta kuda.

Hari ini adalah perayaan selesainya serta upacara pembukaan gereja baru. Untuk memastikan partisipasi ku berjalan tanpa hambatan, Ryle dan Dida; yang sibuk melakukan tugas mereka di berbagai tempat, dan Tanya menyertai ku sebagai pengawal saat ini.

Di depan mata ku adalah gereja menjulang yang baru dibangun. Meskipun seharusnya adalah tempat suci, itu memberikan suasana istana raja setan di mana para pahlawan tertuju … itu adalah cara yang berlebihan yang aku gunakan untuk menggambarkan bangunan.

Kalau begitu, pertama-tama, untuk menenangkan hati para warga wilayah, aku harus berbaris ke sana seperti langkah tentara.

ASPSD 59. Disonansi
ASPSD 61. Pidato

Author: RandomAlex

support us by reading this book only at translateindo.com

2 thoughts on “ASPSD 60. Pengaturan di Awal”

    1. Sedang kami usahain upload ulang secepatnya kak, seperti pengumuman kami minggu lalu, data kami hilang semua, jadi sambil upload bab terbaru, kami upload ulang secepatnya, sebisanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.