ASPSD 56. Wabah Insiden

Featured Image

[Iris]

“Katakan padaku, apa yang terjadi?”

Tentunya suaraku juga menjadi tegang. Kenapa kedua orang ini terburu-buru dengan ekspresi putus asa seperti itu … hampir tidak mungkin karena alasan-alasan yang tidak masuk akal, aku curiga.

” Gereja Darryl — mereka akan mengumumkan pengucilan terhadap Nona …!”

“Apa … !?”

Untuk peristiwa yang tidak terjadi bahkan dalam imajinasi terliarku, aku tanpa sadar mengeluarkan suara seperti jeritan.

Wajahku memucat. Gelombang pusing yang tiba-tiba membuatku kewalahan seolah-olah aku menderita anemia, dan jantungku berdegup kencang di dalam dadaku.

… Di negara ini, Gereja Darryl adalah agama resmi. Secara tegas, kata-kata Paus Gereja Darryl dan para pendetanya membawa bobot yang signifikan. Kadang-kadang, dapat dengan mudah melampaui otoritas kebangsawanan.

Seperti yang disangka, begitu adanya sehingga putra Paus Gereja Darryl harus menghadiri akademi yang diperuntukkan bagi anak-anak bangsawan saja.

Sementara itu, pernyataan pengucilan oleh Gereja Darryl berarti, orang itu sudah tidak diakui pengikut mereka … atau tepatnya, mereka telah dibuang dari komunni dengan alasan moral, untuk selamanya.

Hampir setiap warga negara di negara ini adalah pengikut Gereja Darryl. Sebaliknya, orang yang tidak percaya di mata orang lain disebut sebagai “bidat” belaka. Apalagi dikucilkan, mereka dianggap sebagai pendosa bagi Gereja dan juga sasaran umum penghinaan.

Untuk seorang putri bangsawan yang harus menjadi contoh utama negara, dikucilkan … ini bukan masalah pada tingkat memberi ku nama yang buruk. Ini adalah sesuatu yang seharusnya tidak terjadi dari awal.

Jelas, semua koneksi kredit dan pribadi yang aku bangun sejauh ini akan hilang.

Untuk berbicara sebagai orang dari dunia lain, mungkin ini agak mirip dengan kejadian yang disebut sebagai Penghinaan Canossa. Tanpa ragu, banyak yang akan menggunakan pernyataan ekskomunikasi ini untuk menyerang saya … hanya memikirkan hal itu sudah membuat saya pusing.

(Penghinaan Canossa = mengacu pada perjalanan Kaisar Romawi Suci Henry IV ke Kastil Canossa, Italia, di mana Paus Gregorius VII menginap sebagai tamu Margravine Matilda dari Tuscany, pada puncak kontroversi penobatan pada bulan Januari 1077 untuk mencari pengampunan atas ekskomunikasi-nya. Dia dipaksa untuk mempermalukan dirinya sendiri di lututnya menunggu selama tiga hari dan tiga malam sebelum gerbang masuk kastil, sementara badai salju mengamuk.)

“Alasannya?”

“Karena sengaja menghancurkan gereja. Untuk mengacaukan tanah yang ditujukan untuk Tuhan adalah tindakan tidak bijaksana terhadap-Nya, dosa yang tidak bisa diampuni … demikianlah alasannya.”

“… Karena sengaja menghancurkan gereja…? Jangan bilang, proyek penyesuaian kembali tanah … ?!”

Tentu saja, aku memang menghancurkan salah satu gereja mereka. Itu adalah bangunan yang berfungsi sebagai panti asuhan di mana Minae dulu tinggal. Namun demikian, seharusnya tidak menjadi masalah karena tempat itu tidak lagi memiliki Gereja, tanah itu saat ini bukan milik siapa pun. Selain itu, kami sudah memiliki rencana untuk membangun gereja besar lainnya sebagai pengganti.

Ini benar-benar melawan ku … tidak, semakin aku memikirkannya, pernyataan ini adalah serangan yang ditujukan terhadap seluruh Rumah Duke Armelia.

… Apakah itu putra Paus; Van – yang menarik benang dari belakang? Atau mungkin, Gereja sendiri yang mengatur insiden ini? Atau lagi, ini menjadi taktik lain dari faksi Pangeran Kedua?

“Untuk penanggulangannya… itu benar, mari kirimkan rencana pembangunan dan desain gereja baru kepada mereka. Kita perlu menjelaskan bahwa itu bukan hanya kehancuran, tetapi relokasi bangunan tua ke tempat lain. “

Sementara itu, perhatian utama kami bukan untuk mencari tahu siapa yang melakukan ini. Tentu saja, akan sangat bagus jika kita tahu identitas mereka … tapi untuk saat ini, prioritas kita adalah kenyataan yang disajikan di hadapan kita.

Daripada berusaha untuk mencari dalang, perlu berurusan dengan pengucilan dengan satu atau lain cara. Tentunya, aku harus meminta maaf kepada Ayah dan Ibu atas ketidaknyamanan yang aku sebabkan, karena kecemasan menyebar melalui kota urusan wilayah akan tertahan, dan kerusakan perusahaan akan menjadi tidak terukur.

“Sebastian, tolong persiapannya.”

“Seperti yang anda inginkan.”

Sebastian memberikan bungkukannya, lalu segera berbalik, dan meninggalkan perpustakaan.

“Dan Tanya, bagaimana dengan keadaan daruratmu?”

Tidak ada yang bisa mengejutkan ku saat ini. Sebaliknya, aku percaya tidak ada hal yang lebih merusak daripada membuat Gereja menyatakan mu sebagai orang berdosa.

“Nona, ada dua hal yang ingin saya laporkan kepada anda. Pertama adalah perkembangan terbaru pada investigasi serangan terhadap Nona hari itu.”

“Itu tidak penting sekarang.”

Terus terang saja, aku tidak punya waktu untuk mendengarkan laporan kemajuan tentang hal itu pada saat ini, meskipun hidup ku dalam bahaya saat itu.

“Saya pikir tidak, tolong dengarkan, Nona. Ketika saya melanjutkan penyelidikan, saya menemukan bahwa wilayah, di mana serangan itu terjadi, sebenarnya mendukung faksi Pangeran Kedua. Namun, tidak diketahui apakah itu dan para bandit ada hubungannya dengan satu sama lain.”

“Jadi begitu. Apa berikutnya?”

Sayangnya, meskipun dalam keadaan normal ini akan menjadi b*m, dampak dari laporan sebelumnya sangat besar sehingga penemuan Tanya tampak sepele.

“Ya, dan ini laporan kedua. Wilayah itu telah mengumumkan peningkatan tarif perdagangan dan tol jalan terhadap Rumah Duke Armelia. “

“… Apa!?”

Sekali lagi, aku tanpa sadar mengeluarkan suara seperti jeritan.

Bagaimanapun, wilayah tetangga yang terletak di utara adalah rute utama dari wilayah Armelia ke ibu kota kerajaan. Dengan sisi timur menghadap ke laut dan sisi barat yang diduduki oleh pegunungan yang berbukit-bukit, tidak ada pilihan selain membuat jalan memutar, kita harus memilih untuk melakukan perjalanan di jalan-jalan selatan ke ibukota kerajaan yang terletak di barat laut. Tak dapat dipungkiri, sebagian besar ekspor dari wilayah kita harus melewati daerah tetangga itu untuk tiba di ibu kota kerajaan.

“Alasannya …?”

Meskipun demikian, wilayah tetangga itu kecil dari awalnya, dengan setengah dari wilayah utaranya hanya gunung. Selain itu, karena mereka telah menjadi titik perdagangan yang penting, mereka telah berupaya lebih keras dalam mengembangkan penginapan dan pariwisata daripada penanaman dilapangan — maka jumlah tanah yang subur tidak banyak dan mereka harus bergantung pada ekspor biji-bijian dari tanah kami. Tak disangka keadaan seperti itu telah membuat ku benar-benar mengabaikan kemungkinan ini …

Karena tuan mereka adalah orang berdosa yang dikucilkan, adalah apa yang mereka katakan. Dan juga, untuk melindungi pertanian domestik kami.”

“Untuk melindungi pertanian domestik mereka …!? Mereka hanya memiliki beberapa bidang tanah yang dibudidayakan untuk populasi sebesar itu!”

Tingkat kemandirian makanan mereka sangat buruk, dan tanpa produk pertanian yang terjangkau dari tanah kami, aku ragu mereka bahkan dapat mengatur untuk memberi makan diri mereka sendiri … Aku bertanya-tanya, apakah ini serangan oleh faksi Pangeran Kedua?

“Kenapa … untuk kedua hal ini terjadi pada saat yang sama …!”

Dengan pengumuman wilayah tetangga, situasi saat ini menjadi sangat buruk. Benteng lainnya … terutama milik faksi Pangeran Kedua, akan mengambil keuntungan dari perkembangan ini. Selain itu, bukan hanya ekspor ke ibukota kerajaan. Proses perusahaan untuk mendapatkan toko baru yang didirikan di wilayah lain juga akan terpengaruh…!

Secara bertahap, kami mencoba memperluas lingkup perdagangan, tidak hanya ke ibukota kerajaan tetapi juga ke wilayah-wilayah dan negeri lainnya. Artinya, jika terjadi perselisihan internal di ibukota kerajaan, kita masih bisa mendapatkan penghasilan yang baik dari bisnis.

Namun, itu tidak dapat terbantu jika wilayah lain memutuskan untuk mengenakan tarif atas barang-barang kami.

“Rehme, tolong lakukan penelitian tentang berapa lama transportasi akan berlangsung dan biaya yang dikeluarkan jika harus kita beralih ke rute alternatif dari selatan, lalu buat perbandingan dan laporkan kepada ku. Dan Tanya, tolong minta Moneda dan Sebastian untuk datang menemuiku sesegera mungkin.”

Setelah Sebastian selesai membuat persiapan untuk masalah sebelumnya, kita dapat mendiskusikan dampak dari situasi saat ini pada urusan wilayah kita. Pada saat itu, aku juga akan memanggil anggota pemerintahan wilayah utama ke pertemuan.

“Sesuai yang anda inginkan.”

Tanya sekali lagi pergi. Aku juga meninggalkan ruangan setelah itu.

Aku hampir merasa akan ambruk dalam perjalanan pulang, tetapi masih berjuang untuk berdiri teguh … Sekarang bukan saatnya aku bisa membiarkan diri ku pingsan!

Jalan menuju ruang belajar itu sangat pajang bagiku hari ini. Akan sangat bagus jika semua yang terjadi sejauh ini hanyalah mimpi buruk.

Meskipun demikian, keringat dingin yang bergulir di pipiku dan punggung membuatku menyadari bahwa ini adalah kenyataan.

Bagaimanapun, aku harus cepat kembali ke ruang studi…

ASPSD 55. Kecurigaan dan Pemberitahuan
ASPSD 57. Kecemasan

Author: RandomAlex

support us by reading this book only at translateindo.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.