ASPSD 5. Hati Orang Tua, Anak Tidak Tahu

Featured Image

[Iris]

Wakil Tuan Wilayah? … Dengan kata lain, untuk memerintah wilayah mewakili ayah.

Aku ingin tahu apa yang harus aku katakan dalam situasi ini … Memiliki keberuntungan yang tak terduga? Melemparkan mutiara didepan babi? Ah, dua-duanya salah! Karena begitu tiba-tiba, aku tidak dapat menemukan kata-kata untuk memahaminya.

“Wakil Tuan Wilayah, bukankah peran itu biasanya ditujukan pada adik laki-laki yang merupakan pewarisnya?”

“Tidak masalah karena kau akan pergi ke wilayah itu. Lagi pula, orang itu saat ini sedang mengalami ‘penyakit’ yang kau bicarakan. “

(Untuk menghibahkan hal-hal baik pada orang-orang yang tidak akan menghargainya)

Yah, tentu saja. Agar bisa mengalami cinta pada putri Baron, Yuri, perlu baginya untuk selalu dekat dengan Pangeran Kedua, melainkan menjadi bagian dari rombongannya.

Jika dia tinggal di Kota Kerajaan, karena ini liburan panjang, perkembangan “kyaa kyaa, fufufu” pasti akan terjadi. Karena Yuri sekarang adalah milik Pangeran Kedua, seharusnya baik-baik saja jika dia menjauhkan diri. Di benak adikku, dia mungkin ingin berada dalam posisi di mana dia bisa melindungi kebahagiaan orang yang dicintainya dan mengawasinya.

(Kyaa .. kyaa.. fufufu = seperti gambar ini )

“Aku akan mematuhi. Aku akan menunjukkan wilayah yang tidak akan gentar ‘tidak peduli apa pun yang terjadi’ pada Kota Kerajaan. “

Ketika aku mengatakan itu, ayah mengangguk dalam pengertian dan memberi isyarat ‘kau boleh pergi’, dan aku meninggalkan ruangan.


[Loius Armelia]

Nama ku Louis Dan Armelia. Duke dari Armelia, dan juga Perdana Menteri saat ini.

Kini, berbagai hal mengejutkan terjadi hari ini.

Pertama-tama, anak perempuan ku, Iris, diusir dari sekolah dan pertunangannya dibatalkan … Bagi ku, ini adalah rencana yang telah aku tentukan sebelumnya.

Lagi pula, pada awalnya aku menentangnya, dan sekarang aku bisa mencegah anak perempuan ku untuk tidak melakukannya. Namun, aku tidak setuju membiarkan dia bertunangan … supaya bisa dibatalkan begini saja!

Sebaliknya, bahkan jika anak perempuan ku tidak melakukan sesuatu yang bodoh, aku akan membatalkan pertunangannya dengan mengatakan bahwa dia sakit. Bagaimanapun, aku ingin agar dia dikurung oleh gereja sebelum menghalangi dan mengeluarkannya dari masyarakat aristokrat.

Pertama, putriku jatuh cinta dengan Edward, Pangeran Kedua, jadi dia mungkin tidak akan mendengarkan apapun yang kukatakan, jadi ini berhasil dengan baik. Itulah yang aku pikir.

Namun, ketika akhirnya aku bertemu dengan anak perempuan ku, bukannya terlihat malu karena dipisahkan dari pria yang dicintainya, dia tampak tenang dan segar kembali. Selain itu, dia dengan hebat menjalankan rencanaku.

…Sangat menarik. Itulah yang aku pikir.

Karena pekerjaan ku, aku tidak punya banyak waktu untuk berinteraksi dengan putra dan putri ku, dan keduanya dimanjakan oleh istri ku. Sedangkan untuk anak perempuan ku, dia tumbuh menjadi seorang bangsawan yang tipikal, yang tidak dapat melakukan apapun untuk dirinya sendiri.

Di sisi lain, anak laki-laki ku tumbuh menjadi salah satu dari anak-anak muda yang terlalu percaya diri dalam kemampuan, romansa remaja, dan naif. Dan ketika dia mulai bekerja di Kota Kerajaan, aku merencanakan untuk mendisiplinnya secara menyeluruh.

Tapi selain itu, saat putri ku yang sama berbicara dengan ku, seolah-olah dia memiliki semacam pencerahan, menjalankan apa yang telah aku rencanakan dengan indah. Bagian yang menyedihkan dari semuanya adalah, dibandingkan dengan anak laki-laki ku, dia memiliki kemampuan untuk membedakan arus masyarakat. Selanjutnya, dia bisa membuat keputusan dalam sesaat dan terrencana.

Seolah-olah dia telah berubah menjadi orang yang sama sekali berbeda. Setelah memikirkannya, anak ini kadang-kadang akan melakukan hal-hal aneh, dan saat mendengarkannya, hal itu membuat ku mengingat saat-saat seperti itu. Kesempatan yang paling ekstrem adalah saat dia meminta anak yatim rakyat untuk dijemput dan merawat mereka di sisinya.

Bukannya mendapatkan hadiah mahal, dia memilih agar anak-anak yatim rakyat diangkat untuk tinggal di sisinya … Aku pikir dia akan menjadikan mereka anak didiknya. Tapi ketika akhirnya aku menyetujuinya, sepertinya dia tidak memiliki rencana seperti itu.

Kupikir fase perilaku aneh putriku telah berakhir, tapi saat aku melihat ekspresinya tadi, dia memiliki ekspresi yang sama seperti sebelumnya.

Sia-sia untuk tidak menggunakannya. Sebelum aku menyadarinya, aku telah memberinya posisi, ‘Wakil Tuan Wilayah’. Aku pikir agak aneh jika aku mengatakannya sendiri. Namun, karena Sebastian saat ini tinggal di wilayah itu, mungkin dia tidak akan melakukan sesuatu yang aneh dari awal. Meskipun demikian, jika Iris melakukan sesuatu, akan sangat menarik untuk dilihat.

Semua kecuali satu hal. Iris tidak bisa menebaknya dengan benar. Dan itu adalah persetujuan pertunangannya dengan Pangeran Kedua …

Sebagai Perdana Menteri, aku pikir akan lebih baik baginya untuk bertunangan dengan Pangeran Pertama. Satu-satunya alasan aku menyetujui pertunangannya dengan Pangeran Kedua adalah karena itu adalah keinginan anak perempuan ku.

Lagi pula, aku juga hanya seorang pria. Seorang ayah yang ingin memanjakan putrinya. Jadi, dengan dalih dia mengawasi Pangeran Kedua, aku menyetujui pertunangannya. Kemudian, setelah pertunangan putri ku ditetapkan, agar keluarga kerajaan tidak memiliki perselisihan, aku menyesuaikan diri dengan sikap netral.

Padahal, aku tidak bisa mengatakan apapun tentang anak laki-laki ku. Karena dia terlalu percaya diri dalam kemampuannya, dia harus melakukan sesuatu untuk dirinya sendiri.

… Namun, di bawah permukaan, aku berharap perselisihan keluarga kerajaan atas tahta meningkat. Cepat atau lambat, anak perempuan ku akan dilemparkan ke dalam ombak dari perselisihan tersebut. Itu diluar perkiraan ku bahwa anak perempuan ku bisa keluar dengan usahanya sendiri.

Oleh karena itu, aku menilai bahwa yang terbaik baginya adalah untuk menarik diri dari masyarakat aristokrat sampai keadaan tenang. Tentu saja, jika dia mengalami kesulitan, aku akan selalu berusaha menolongnya.

Tapi ketika aku melihat penampilannya hari ini, dia tidak membutuhkan pertolongan ku, hanya perlindungan ku.

Sebaliknya, dia menunjukkan bahwa dia memiliki potensi untuk bisa melewati lautan yang kasar sendirian.

Aku ingin tahu langkah apa yang akan dia lakukan. Sambil memikirkannya, aku merasa menanti masa depan ini.

ASPSD 4. Konfrontasi
ASPSD 6. Realita

Author: RandomAlex

support us by reading this book only at translateindo.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.