ASPSD 46. Obrolan Samping; Sesaat Sebelum Dimulainya Pesta Malam

Featured Image

[Dida]

“… Ahhh. Mengapa kita juga harus berpartisipasi dalam hal seperti itu. “

Sementara aku mengeluh, Ryle yang duduk di sampingku tiba-tiba mengerutkan alisnya setelah mendengar kata-kataku.

“Tidak bisa ditolong, Dida. Ini adalah permintaan dari Guru [Shishou]. “

“Meski begitu, latihan yang terjadi hari ini tidak ada hubungannya dengan kita, kan?”

Pelatihan hari ini adalah pertempuran pura-pura antara militer dan ksatria. Seorang perwakilan dari masing-masing pihak akan bersaing memperebutkan kemenangan atau kekalahan. Meskipun sama sekali tidak terkait dengan acara tersebut, Guru Gazelle memaksa kami untuk hadir di dalamnya.

Karena nona muda akan menghadiri pesta malam yang diselenggarakan oleh Baron Messi, aku ingin menemaninya kesana. Yah, karena itu rumah Baron Messi, tidak ada kekhawatiran mengenai keamanan, dan juga, para penjaga yang langsung dilatih oleh Guru khusus untuk nona muda, jadi tidak perlu khawatir.

Dalam skenario kasus yang lebih buruk, Tanya juga akan ada di sana. Aku yakin aku bukan satu-satunya orang yang telah bertanya-tanya apa yang Tanya lakukan akhir-akhir ini. Bagaimanapun, jika aku diberi pilihan apakah aku ingin pergi ke pesta atau tempat berlatih bersama sekelompok orang berotot penuh keringat, aku akan memilih yang pertama.

“Meskipun tidak berhubungan dengan kita, ini adalah kesempatan bagus untuk memeriksa kekuatan Militer dan Ksatria. Karena ini adalah kesempatan bagus, jangan sia-siakan.”

“Aku rasa itu bagus dengan caranya sendiri ~ Juga, kita tidak perlu melakukan apapun saat ini. Tidak menyangkal ini membuat ku merasa tertekan. “

Kita bisa menggunakan pertempuran pura-pura ini sebagai alasan untuk melepaskan emosi. Juga, hubungan antara Pasukan Kesatria dan Militer sangat buruk ~ Militer melihat Pasukan Kesatria sebagai ‘orang-orang yang tidak memiliki pengalaman perang’, sementara Pasukan Kesatria memandang Militer sebagai ‘orang-orang yang tidak tahu bagaimana berpikir dengan kepala dan hanya tahu bagaimana cara memindahkan tubuh mereka’. Tapi menurut pendapat ku, kedua belah pihak sama-karena itu, terkadang mereka melakukan pertempuran pura-pura untuk bersaing satu sama lain.

(Pada pasukan militer biasanya hanya terdiri dari tantara yang tidak memiliki peringkat tinggi, mereka sering pergi berperang. Sedangakan seorang kesatria biasanya banyak yang memiliki gelar kebangsawanan dan jarang pergi berperang, lebih sering memberikan perintah, atau menjadi penjaga pribadi para bangsawan tinggi atau keluarga kerajaan. Biasanya terlihat jelas seorang bangsawan memiliki pelindung besi yang berbeda dari tantara biasa.)

Tapi sepertinya pertempuran pura-pura ini hanya bisa tercapai karena Guru yang dipandang tinggi oleh Komando Militer dan Ksatria. Sedangkan untuk Guru, dia mungkin ingin pergi ke pesta malam yang diselenggarakan oleh Baron Messi, yang dulunya adalah bawahan dan orang kepercayaannya, tapi karena suasana aneh antara Militer dan Ksatria, dia dengan enggan memutuskan untuk menghadiri pertempuran pura-pura ini, atau begitulah tampaknya.

Baron Messi, Baron bergelar, memiliki tugas penting dan jadwalnya hanya mengizinkannya mengadakan pesta malam hari ini sebelum meninggalkan Kota Kerajaan. Hmmm, meski aku bersimpati dengan Guru karena kemalangannya, tapi aku juga berharap dia tidak perlu menarik kita ke dalamnya juga. Selanjutnya, untuk sekedar mengamati pertempuran pura-pura antara Militer dan pasukan Ksatria? Tampaknya membosankan.

Di kompleks pelatihan di dalam istana kerajaan, orang-orang dari Pasukan Ksatria and Militer semuanya berkumpul. Atau lebih tepatnya, Guru belum tiba.

Karena kami, yang tidak terkait dengan acara tersebut telah tiba, orang-orang dari Pasukan Ksatria dan Militer melihat kami dengan curiga. … Ah, aku ingin pulang.

“Oh, kalian juga sudah sampai.”

Guru memanggil kami dari belakang. Begitu Guru tiba, semua orang menghadap Guru. Seperti yang diharapkan dari Guru yang hebat.

“Jenderal Gazelle. Permisi karena bertanya, mereka …? “

“Mereka adalah murid ku. Karena mereka kebetulan tinggal di Kota Kerajaan saat ini, aku meminta mereka untuk datang.”

“Murid-murid General Gazelle …”

Berkat kata-kata Guru, cara mereka melihat kami berubah dibandingkan dengan sebelumnya. Sebuah tatapan provokatif … Tidak, dengan tatapan mereka, mereka mencoba membandingkan kami? Guru benar-benar sangat populer. Nah, sepertinya ada banyak orang yang ingin mengikuti pelatihan Guru, tapi tidak ada kesempatan untuk menerima pelajaran privat darinya. Dan itu mungkin alasan mengapa mereka memandang kami seperti itu.

“Kalau begitu, ayo kita mulai, Kapten Pasukan Kesatria.”

“Iya. Saya akan berhutang pada anda, Jenderal Gazelle.”

Kapten Pasukan Ksatria … Jika aku ingat dengan benar, dia adalah Druna Katabelia? Hmm, anak laki-laki pria ini pergi ke akademi yang sama dengan nona muda.

Setelah itu, pertandingan 1 lawan 1 dimulai. Karena orang-orang yang telah tampil sejauh ini telah dipilih secara khusus, pertandingan yang pantas untuk dilihat. Kemampuan Pasukan Ksatria dan Militer hampir sama. Namun, beberapa ksatria elit terpilih terkejut bahwa orang-orang dari militer mampu mengikuti.

Setelah empat pertandingan, pertandingan berikutnya adalah yang terakhir. Dari Pasukan Ksatria, putra Kapten Pasukan Ksatria tampil sebagai wakil. Dan seseorang dari Militer juga maju.

“Tunggu sebentar!”

Saat pertandingan dimulai, suara Guru sepertinya menembus langit.

“Untuk pertandingan terakhir ini, bisakah kita membuatnya menjadi 2 lawan 2?”

“2 lawan 2 …?”

Setelah mendengar permintaan Guru, sebuah tanda tanya muncul di kepala semua orang.

“Betul! Orang-orang yang akan berpartisipasi, dapatkah kalian berpasangan satu sama lain dan bersaing dengan murid-murid ku?”

Dengan perubahan situasi yang tiba-tiba, aku secara tidak sadar mengatakan “Hah?” Dengan takjub. Sementara Ryle yang berada di sampingku, apakah dia menduga atau tidak, dia tetap terdiam.

“Melawan murid-murid General Gazelle … Itu terdengar menarik.”

Tanpa diduga, orang dari pihak militer segera masuk. Tunggu, tunggu, tujuan pertempuran pelatihan ini adalah untuk menyelesaikan perselisihan antara Pasukan Ksatria dan Militer, bukan? Saat ini, kedua belah pihak berada dalam kebuntuan dengan dua kemenangan dan dua kerugian. Penonton juga mengaum gembira untuk mendorong perubahan tersebut.

Kapten Pasukan Ksatria dan anaknya juga memberikan persetujuan mereka. … Ahh ~ ahh, jalan mundur telah terputus.

“… Ayo, Dida.”

“Baik.”

Ryle berdiri perlahan dan berjalan menuju medan kompetisi. Jadi, aku tanpa daya mengikuti dia.

ASPSD 45. Laporan dan Kecemasan
ASPSD 47. Refleksi Dorsen

Author: RandomAlex

support us by reading this book only at translateindo.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.