ASPSD 224. Konspirasi 2

Featured Image

[Pangeran Kaadir]

“Ngomong-ngomong, Pangeran Alfred pertama, yang terselimuti selubung rahasia, akhirnya muncul.”

“Oh iya, aku berpikir bahwa si kecil pangeran kedua akan memulai pemberontakan dan akhirnya perang internal … Itu adalah hasil yang buruk … dia ditangkap dengan mudah sehingga entah bagaimana bisa beruntung untuk bertahan hidup. Aku memeriksa pengawasan dari tempat pemenjaraannya dan dia tidak terlalu baik …. “

“Tapi meski begitu, Pangeran Pertama adalah penguasa yang baik. Dari dulu sekali aku tidak pernah berpikir dia akan muncul dan mengambil alih tempat itu.”

“Apakah kau ingin bertemu dengannya sekali, ketika semua ini selesai?” Kakek bertanya.

Aku meletakkan cangkir di atas meja, dan kakek ku menuangkan kopi untuk kami berdua. Dari sana, aroma harum menyebar.

“Tapi, aku tidak bisa mengerti sesuatu … Kita tidak tahu sisi mana yang akan jatuh ketika kita pergi dari wilayah Armelia …”

“Jika Kerajaan Tasmeria dikalahkan oleh negara Towair, mereka mungkin akan menggantung dengan segenap kekuatan mereka ke wilayah itu. Meskipun satu Duke tidak akan sanggup menanggung jika kedua negara menyerangnya, jadi pada akhirnya akan baik juga bagi kita. Sejujurnya, hambatan terbesar untuk mewujudkan keinginan ku adalah mereka yang belum meninggalkan kendali masa depan negara ini. ” Itu akan menyenangkan, dan sebuah senyuman akhirnya keluar.

“Semakin lama kita tidak berada di negara ini, semakin baik rencana kita akan berjalan. Ini semua demi memiliki negara di tanganku.”

“Tapi, jika kau kalah, apakah kau akan menderita kerugian finansial?”

“Tidak, kita harus membuat mereka yang bertanggung jawab atas penyerangan dalam perang untuk membayar jaminan, karena mereka tampaknya telah mengumpulkan banyak barang curian …” kata ku.

“Haha, mengumpankan kakakmu si kepala otot, untuk melakukan perbuatan kotormu …”

“Seperti ini, mereka akan dengan mudah dikalahkan dengan sendirinya. Tanpa aku harus menggerakkan tanganku, dan bahkan jika dia berhasil bertahan hidup dan kembali lebih awal, mereka akan terjebak dalam pekerjaan kecil kecil kita.”

“Huh …… Perencanaan mulus Kaadir…” Sebelum mendengar rinciannya, lelaki tua itu tersenyum pahit di wajahnya.

“Kenapa, kakek?”

“Tidak, aku hanya memikirkan kesusahan yang harus dihadapi Iris, calon istrimu, karena dirimu …”

“… apa yang Kakek khawatirkan, calon istriku tercinta tidak akan begitu lemah sehingga dia bisa dihancurkan dengan cara ini. Bahkan jika dia kehilangan semua wilayah, negara dan keluarga yang dia miliki, kan?”

Mendengar kata-kataku, kakek tertegun sejenak.

Bagi ku, reaksinya lebih mengejutkan.

“Apakah ini seharusnya menjadi ekspresi cintamu padanya?”

“Jika aku tidak mencintainya, aku tidak akan melamarnya … Ada apa, kakek pikir itu lelucon?”

“Tidak, tidak … jelas, sepertinya hal-hal politik sederhana tentang pernikahan mu, dan itu tidak normal untuk sengaja mendorong wanita yang kau cintai ke dilema hidup dan mati, membuatnya kehilangan keluarga, negara, dan wilayahnya dan menikah nya…”

“Seperti yang aku katakan sebelumnya, dia tidak begitu lemah untuk dihancurkan oleh tingkat serangan semacam ini, dan secara politis …. Hmm, tentu ada sisi manfaatnya juga. Tetapi bukan satu-satunya alasan mengapa dia menarik bagi ku. Hah, aku tidak akan memasuki pernikahan Duke dari pengadilan tanah di seberang lautan, hanya untuk beberapa masalah politik.”

“Memang benar begitu, tapi saat sombong, Pangeran Kaadir, kau tertarik pada Duchess Armelia ..”

(Duchess = seorang Duke wanita atau istri seorang Duke.)

Sebenarnya aku hanya melihatnya sekali. Hanya pada saat aku mengunjungi wilayah Duke Armelia secara rahasia. Setelah melihatnya beberapa kali ketika aku pergi ke Kerajaan Tasmeria dengan kelompok inspeksi negara.

“Ketika perdagangan dengan Duke Armelia menjadi aktif, aku membiarkan orang-orang ku menyelidiki wilayah itu, jadi aku mengetahui keberadaannya. Awalnya aku pikir itu lelucon macam apa … itu adalah cerita yang cukup berlebihan menurutku … Aku pergi ke wilayah yang sebenarnya dan menemukan bahwa semua itu adalah kebenaran. Dia orang yang tidak dapat dimengerti, bijaksana, cerdas, penyayang …. wanita yang seharusnya berdiri di sebelah Raja. Wajar, jika aku yang akan menjadi Raja langsung menginginkannya dengan segala cara ”

“Haa …” Entah itu meyakinkan atau tidak, aku mendapat reaksi ambigu dari kakek.

“… Itu mengingatkanku, Duke Armelia memiliki produksi sutera sendiri.”

Namun, pada kata-kata ini, kakek memiliki ekspresi langka di wajahnya. “Apa !!!?”

Sangat mengejutkan bagi orang tua itu.

“Bagaimana mereka bisa membuatnya jika itu adalah rahasia berharga yang dijaga dengan sangat baik … Bagaimana mungkin bisa berakhir di tangan mereka …”

“Aku tidak tahu, aku bertanya-tanya apakah dia menemukannya sendiri atau entah bagaimana mendapatkan informasinya, atau jika bawahan yang kompeten menemukannya … Tapi jika ada orang yang sangat kompeten di bawahnya, tidakkah dia memiliki bakat yang cukup untuk diakui oleh orang kompeten seperti itu? ”

“Tentunya itu fakta, aku harus mengubah persepsiku tentang dirinya.” Aku puas dengan kata-kata kakek, aku kembali menuangkan teh ke cangkir.

“Kami hanya bertemu beberapa saat, tapi itu sudah cukup. Karena aku tahu bahwa caranya bersikap bukanlah kebohongan atau berlebihan.”

“… Begitu, untuk negara kita lebih baik seperti itu …” kata Kakek.

“Kakek, apakah kakek lupa tentang waktu itu? Ayah belum menghentikan langkahnya untuk mendapatkan wilayah itu bahkan jika aku menentangnya pada awalnya … Aku belum bisa melakukan apa-apa dan aku tidak punya waktu untuk mengelola orang-orang bodoh seperti itu. Selain itu, seperti yang aku katakan sebelumnya … Dia tidak akan dihancurkan bahkan jika rencana mereka berhasil. Aku melihatnya di matanya yang tajam.”

Kakek ku terus memiliki wajah khawatir dan sedih pada fakta-fakta itu, tetapi itu adalah sesuatu yang tidak dapat diubah dan manfaatnya bagi kita sangat besar.

“Yah, dengan segala cara, aku ingin kau melakukan yang terbaik di Kerajaan Tasmeria. Bahkan jika Duke Armelia melawan, abaika. Begitu Kerajaan Tasmeria dikalahkan, kita pindahkan dia ke kapal seperti yang direncanakan. Karena itu akan sulit untuk membuatnya melakukan apa yang diperintahkan. ”

“Begitu …”

(Penerjemah: Oh Em Gee.. Iris mau di culik!!)

“Jadi, Kaadir, kenakalan macam apa yang kau lakukan pada kakakmu pada akhirnya?”

“Aku hanya menggunakan kembali rencana mereka …”

“…Penggunaan kembali?”

“Kau tahu, rubah dari negara Towair itu telah menekan Duke Armelia cukup lama di masa lalu. Karena mereka tidak peduli untuk menyerang pada waktu itu, aku harus menggunakan kembali rencana mereka dan menghasut mereka untuk menyerang sekarang. Aku hanya sedikit membingungkan mereka … Ayo buat mereka bertarung dengan aman … ya, aman … ”

Aku bersenang-senang sambil berbicara, tersenyum mengingat perasaan itu.

 

 

ASPSD 223 Konspirasi
ASPSD 225. Laporan

Author: RandomAlex

support us by reading this book only at translateindo.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.