ASPSD 209. Reuni 2

Featured Image

[Iris]

“… ah benar, Yang Mulia, mengapa Bern ada di sisimu?” Aku mengubah topik untuk menyembunyikan perasaan ku.

“Dia sekarang tangan kanan Ludy, rupanya situasi negara tampaknya cukup mengejutkan baginya … Dia sangat terguncang untuk waktu yang lama setelah dia menemukan kejadian orang yang sekarat karena kelaparan di depannya … Ketika dia datang kepada ku, dia mengatakan bahwa dia ingin mengubah keadaan negara ini dari atas ke bawah, dan mengatakan bahwa dia akan melakukan apa saja untuk itu dan meminta aku untuk membiarkannya membantu. Dia telah banyak berubah dari siapa dia ketika Aku bersamamu di wilayah itu. Kau pasti tahu itu lebih baik daripada ku.” Katanya.

“Saya juga terkejut tentang hal itu, karena pada konfrensi ketika dia menatap mereka para bangsawan, ekspresinya bukan sesuatu yang pernah saya lihat sebelumnya, baik penampilan maupun sisi dalamnya tampaknya tidak seperti sebelumnya, terutama sisi dalam … Meskipun saya tahu dia memiliki tekad yang demikian, hal apa yang terjadi padanya?” Aku bertanya.

“Aku tidak begitu tahu, tapi aku mendengarnya berkata, ‘Aku datang dari melihat neraka’. Dan dari para prajurit aku tahu kejadian yang aku sebutkan sebelumnya, setelah itu aku mendengar dia terus berkeliaran di wilayah lain dan menandai dimana dia lihat situasi yang sama … Pasti sulit dan traumatis baginya … ” Alfred menghela nafas.

“Jadi begitu…”

“Karena dia adalah seorang bangsawan, dia sebelumnya tidak pernah berhubungan dengan situasi seperti itu … Tidak, lebih baik untuk mengatakan bahwa dia tidak pernah peduli dengan rakyatnya, dia pasti telah berubah … Dia sekarang tampaknya membenci bangsawan, dan itu juga termasuk dirinya sendiri. Untuk berada di bawahku adalah kekuatan pendorong perasaan itu. Dia banyak bekerja tanpa istirahat untuk kerajaan, hampir seolah-olah dia merombak semua sistem administrasi kerajaan setelah datang di bawahku, dan dia sangat yakin, tidak hanya menggunakan yang ada di tangan aku tetapi juga yang ada di dalam pasukan Duke Armelia untuk memulihkan kerajaan. Aku hanya mengambil peran mengumpulkan informasi untuk melanjutkan rencananya. Dalam situasi tidak aman yang paling tidak bisa aku lakukan adalah untuk memeriksa apakah informasi dan bukti memiliki perbedaan atau tidak. Dibandingkan dengan situasi saat ini … Itu sangat sulit, sangat sulit. Tetapi dia menikmatinya, ketika dia melihat hasil kerja kerasnya pada kehidupan orang saat ini, dia memiliki wajah seseorang yang kesalahannya telah ditebus … ”

“Itu benar, itu hal yang menyenangkan untuk mengetahui bahwa anak itu melayani Yang Mulia.” Meskipun aku tinggal di kediaman kami di ibukota, aku belum pernah melihat Bern.

Aku juga sibuk jadi aku tidak terlalu mementingkan itu … tapi sekarang aku mengerti. Pertumbuhannya menyenangkan bagi aku sebagai saudara perempuannya.

“Ini adalah tempat di mana aku ingin mengucapkan terima kasih karena mengizinkan Bern untuk bersama kami. Kami sudah banyak memperbaiki dari situasi awal, tapi ini belum berakhir, masih ada banyak goresan yang tersisa di berbagai tempat dari ini negara. Masih banyak hal yang harus aku lakukan … ”

“… Itu benar, negara ini kehilangan banyak hal.” Mendengar kata-kataku, dia tertawa dengan nada kerumitan.

“Aku melakukan yang terbaik, aku melakukan semua yang bisa kulakukan … tapi apa pun yang kulakukan atau mengingat apa yang kulakukan. Aku masih terperangkap dalam jeritan yang didengar telinga ini … teriakan orang-orang yang telah hilang, aku tahu kita tidak akan pernah bisa mendapatkan mereka lagi. ”

Jika ini adalah permainan, aku klik ‘mainkan lagi’ setelah ‘Game Over’ dan itu berakhir begitu saja.

Namun, inilah kenyataan. Tidak ada keajaiban yang bisa mengulang semuanya.

Bagi aku yang hanya manusia yang rapuh, bahkan jika aku ingin menyelamatkan semuanya, aku tahu aku tidak bisa. Aku tidak akan menyesali apa yang telah aku lakukan. Aku tahu aku sudah mencoba yang terbaik untuk mereka.

Aku tidak akan lari, aku tidak akan membuang rakyat ku. Namun, kadang-kadang gagasan apakah aku bisa melakukan lebih baik muncul dalam pikiran ku.

“… Hasilnya tidak akan berubah. Fakta bahwa ada orang yang tidak dapat kita bantu atau selamatkan akan tetap tidak berubah. Tapi kita tahu kita melakukan yang terbaik.” Kataku.

“…Ya sepertinya begitu.”

“Namun, Anda seharusnya tidak membawa kesakitan dan kesedihan pada bahu anda, anda melakukan yang terbaik, anda tahu betul apa penyebab ini, jangan menanggungnya ketika anda tidak bersalah dari semua ini.” Aku tahu bahwa kesedihan dan kemarahan menelan segalanya. Aku tidak menginginkan hal seperti itu baginya.

Nada suaranya menjadi hangat setelah itu.

“Dea …” Terlepas dari ini, aku benar-benar ingin memanggil namanya. Dia menghentikan aku dengan tangannya sebelum aku bisa mengatakannya … Dia memiliki senyum pahit di wajahnya.

Seolah-olah dia mengatakan padaku untuk tidak terus mencoba …

 

 

 

ASPSD 208. Reuni
ASPSD 210. Reuni 3

Author: RandomAlex

support us by reading this book only at translateindo.com

One thought on “ASPSD 209. Reuni 2”

Leave a Reply

Your email address will not be published.