ASPSD 205. Setelah Konferensi

Featured Image

[Iris]

Butuh waktu sejak konferensi hingga negara akhirnya tenang.

…. Meski baru beberapa minggu.

Tetapi dalam beberapa minggu terakhir, wilayah kerajaan … dan ibukota telah berubah.

Situasi ibukota telah membaik secara signifikan meskipun Dean tidak menerapkan rencana yang dia umumkan mendistribusikan barang-barang yang dibeli dari negara lain tetapi dikumpulkan dari para bangsawan yang telah memperoleh sejumlah besar kekayaan saat menggelapkan dan berdagang dengan negara Towair. Pada akhirnya, barang-barang yang disita dari rumah bangsawan sudah cukup dan melampaui jumlah yang diperlukan untuk orang-orang di seluruh negeri …

Benda-benda yang dikumpulkan dari masing-masing bangsawan selama masa Ed berada dalam kekuasaan dilindungi dengan sangat baik oleh mereka dan para bangsawan dari faksi Pangeran Kedua.

Persis seperti yang dilaporkan Moneda padaku.

Mereka juga secara paksa mengumpulkan dan mendistribusikan uang tunai dari barang-barang itu

Sangat bagus juga bahwa semua koin palsu menghilang dari peredaran.

Ini karena pedagang juga mulai bekerja lagi.

Bagian dalam istana kerajaan, tentu saja, bingung dan statis.

Nama-nama yang Bern dipanggil pada pertemuan itu secara paksa diturunkan dari posisi mereka sampai pengumuman resmi datang.

Hal-hal formal yang tertunda adalah tentang apakah dosa-dosa lebih lanjut ditambahkan atau tidak setelah penyelidikan dilakukan pada mereka ….

Aku lupa menyebutkan, tapi -yaitu sudah terjadi, Ratu Elle dan Marquis Maras jelas dipenggal di bawah hukum kerajaan.

Count Monroe juga diputuskan mendapatkan hukuman yang sama.

Pangkat mereka sebagai bangsawan tentunya dihapus, dan wilayah mereka disita.

Adalah dosa besar jika kau berencana untuk membunuh anggota keluarga kerajaan dan kau berkomunikasi dengan negara-negara musuh.

Keturunan dari mereka yang namanya dipanggil, bahkan jika mereka diizinkan untuk bertahan hidup, banyak yang akan dikirim untuk melayani di biara-biara atau akan dikirim ke pengasingan seumur hidup.

Aku pikir administrasi kerajaan akan kacau, tetapi itu tidak terjadi.

Mereka yang semula di bawah Pangeran Pertama, meskipun mereka tidak memiliki posisi penting, mereka adalah orang-orang yang sangat kompeten dan memiliki pengetahuan besar di bidangnya masing-masing. Mereka mengambil posisi yang lebih penting di bidang pekerjaan yang sama yang mereka miliki sebelumnya; seperti ikan yang mendapat air.

Hari ini, aku menuju ke rumah Marquis Anderson.

Aku terombang-ambing di kereta dan dengan cepat tiba sambil melihat pemandangan kota.

Tidak hanya paman ku tetapi juga kakek ku sedang menunggu ku di pintu masuk.

“… Aku tahu kau sangat sibuk, terima kasih banyak karena sudah merawatku.”

“Kau keluarga, kau tidak perlu membungkuk kepada kami, duduk di sana Iris.” Paman ku dengan lembut memberi tahu ku ketika aku menundukkan kepala.

Aku langsung menerapkan apa yang mereka katakan dan duduk dengan nyaman.

“Tentang masalah baru-baru ini, aku sangat berhutang budi pada kalilan, kakek dan paman. Bahkan … kalian secara pribadi mengirim penjaga dan pengawalan untuk melindungi rumah dan wilayah Duke Armelia sementara aku tidak ada di sana, aku ingin mengucapkan terima kasih itu. Sungguh, terima kasih.”

“Oh tidak, jika harus berterimakasih pada seseorang, itu akan menjadi kau saat kau membantu Pangeran Pertama lebih dari siapa pun, negara kita tidak akan selamat jika bukan karena usahamu! Hahaha …” Kakekku tertawa berisik seperti biasanya.

“… Akan buruk untuk wilayahku jika dia tidak menang, jadi itu hanya hasil dari berpikir bagaimana mencegah situasi itu, kau tidak perlu berterima kasih padaku.” Paman ku tersenyum lembut. Senyum itu sama dengan senyum Rudy. Senyum manis.

“Jujur saja, banyak hal terjadi yang membuatmu satu-satunya yang memiliki kemampuan untuk bergerak. Melly, satu-satunya wanita dengan kekuatan terbesar di negara ini … hanya ipar perempuan yang bisa mencapai prestasi mu tetapi ketika ayahmu diserang, ibumu tidak bisa membantu karena dia perlu melindungi keluarganya, dan kita … tidak bisa bergerak dengan mudah sebagai tuan-tuan wilayah, semua mata akan tertuju pada kita pada saat itu. Jadi tindakanmu; Iris adalah satu-satunya keselamatan untuk semua kami. ” Tambah Paman, menjelaskan.

“… Melly tidak perlu khawatir. Karena dia tidak akan mati bahkan jika Melly membunuh dia.” Kata Kakek.

“Whoa!” Aku mengerti artinya jadi aku juga tertawa bersama mereka.

“Yah, tapi kita masih belum sepenuhnya tenang tentang masa depan. Pangeran Alfred … Bagaimana dia akan mengarahkan negara ini … ” Kakek ragu.

“Tidak apa-apa, Ludy adalah tangan kanannya, dan kita tahu seberapa bagus dan tajamnya dia, aku berani jamin.” Kata Paman.

“… Sepertinya, Pangeran Pertama memiliki kekuatan untuk mewujudkan cita-citanya menjadi kenyataan. Adik perempuannya juga orang yang luar biasa. Sebagai sepasang saudara lelaki dan perempuan … Dan juga, sebagai bangsawan aku akan dukung mereka dengan pasti.” Kata ku.

“… Apakah kamu pernah bertemu Letizia?” Sedikit terkejut, paman ku bertanya kepada ku.

Aku mengerti … aku berbicara lebih dari yang dibutuhkan. Bahkan jika aku menyesali mulutku yang longgar sekarang, itu sudah terlambat. “Oh, ya, dia wanita yang sangat cantik dan orang yang luar biasa mirip dengan ibuku.”

Apakah kau yakin dengan jawaban ku … atau kau akan terus bertanya kepada ku. Tapi tidak ada pertanyaan lebih lanjut tentang itu.

“… Itu mengingatkanku, Iris. Ada sesuatu yang ingin kutanyakan padamu tentang apa yang kudengar sebelumnya.”

“Apa itu?”

Kakek jarang menanyakan sesuatu, jadi aku tergoda untuk tahu tentang apa yang menarik perhatiannya.

“Aku mendengar bahwa Pangeran Akasia datang untuk meminta pernikahanmu.”

Aku membeku mendengar kata-kata Kakek ku. “… Pernikahan?”

Tentunya aku tidak dapat menjawab pertanyaan itu, karena bahkan aku tidak tahu harus berbuat apa tentang itu …

“Ayah, Iris sepertinya bingung, kita tidak bisa campur tangan dalam masalah ini.” Paman memecahkan keheningan.

“Maaf, aku khawatir tentang dia, Louis ingin dia pertama-tama mempertimbangkan masa depannya, kata-kata yang dia katakan sebelumnya bukan bohong, kami juga khawatir tentang mu Iris. Tidak perlu secara paksa menjadi pengantin wanita. Kau harus melakukan apa yang ingin kau lakukan dan terus mengejar jalanmu selamanya. Jika tidak ada pilihan yang meyakinkanmu, kau bisa datang ke rumahku juga.”

Mendengar kata-kata kakek ku, aku ingat apa yang pernah dikatakan ayah ku, dan senyum alami muncul. “Terima kasih, kakek. Terima kasih! Untuk itu, aku akan berkonsultasi dengan ayahku dengan baik dan memutuskan apa yang harus dilakukan.”

Tapi dadaku sakit sedikit …

Aku sudah memutuskan dalam pikiran ku.

Hanya saja hati ku tidak mengejar pikiran ku.

Aku ingat … Penampilan Dean di tempat pertemuan.

Aku merindukanmu. Aku sangat merindukanmu. Aku tidak ingin melihatmu. Karena aku akan semakin mencintaimu setiap kali aku melihatmu …

Dia adalah satu-satunya yang mengguncang pemikiranku.

…… Secepat mungkin, aku harus bergerak. Aku tidak bisa terus mengejar mimpi yang mustahil.

Aku membuat tekad seperti itu di bawah senyum ku.

 

 

 

 

ASPSD 204. Konferensi 8
ASPSD 206. Konferensi Lain

Author: RandomAlex

support us by reading this book only at translateindo.com

One thought on “ASPSD 205. Setelah Konferensi”

Leave a Reply

Your email address will not be published.