ASPSD 184. Negosiasi

Featured Image

[Iris]

… Sinar matahari saat fajar begitu indah. Seolah-olah bahkan jika aku mengaguminya selama berhari-hari, aku tidak akan bosan. Aku tidak tahu sudah berapa hari aku melihat fajar menyingsing berturut-turut sekarang.

Tidak ada yang lebih meresahkan daripada berada di ibukota.

Jika aku memberikan instruksi dari pusat politik bangsa ini, aku dapat dengan cepat menanggapi apa pun. Tetapi meskipun berada di ibukota yang kacau, berarti aku dapat memperoleh informasi dengan lebih mudah, ada juga pro dan kontra untuk itu.

Sebastian, Moneda, dan para pejabat tampaknya dengan cepat memulai pekerjaan mereka sesuai dengan instruksi ku.

Setiap hari aku menerima laporan, pertanyaan, dan proposal.

Untuk menanggapi hal itu, aku memberikan instruksi lebih banyak dan semakin banyak kepada bawahan ku.

Ketika Tanya akhirnya berjalan ke kantor, ekspresinya menunjukkan kekhawatiran yang jelas.

“Nona, malam haruslah untuk istirahat. Saya memahami gawatnya situasi ini, tetapi jika Anda jatuh sakit maka kita akan kehilangan lebih banyak kemajuan daripada yang ‘mungkin’ kita peroleh. Ketika saya datang untuk memanggil Anda ke tempat tidur, mohon luangkan waktu untuk beristirahat.”

“Setelah aku menyelesaikan ini, aku akan pergi tidur. Apakah ada laporan dari rumah?”

“Tidak, belum.”

“Begitukah … masih ada lebih banyak waktu sebelum waktu disepakati. Aku akan tidur selama satu jam. Tolong bangunkan aku dalam satu jam.”

“Ya, Nona.”

Ada dipan sederhana didirikan di kantor ku. Itu jauh dari kesan mewah, dan menonjol di latar belakang perabotan mewah lainnya.

Ini karena aku merasa boros bahkan ketika meluangkan waktu untuk kembali ke kamarku, jadi aku menyiapkan sesuatu seperti ini untuk diriku sendiri.

Meskipun fakta bahwa aku mau tidur itu baik, dia masih berharap aku bisa kembali ke kamar ku dan tidur dengan nyaman … begitu seterusnya dan sebagainya. Aku bisa membacanya dari ekspresi di wajah Tanya.

Tepat satu jam, Tanya datang dan membangunkan ku.

“… Apakah ada laporan?”

“Tidak ada yang spesial.”

“Apakah begitu. Omong-omong, Tanya, apakah kau mendengar sesuatu dari Pendeta Ralph?”

“Tidak, tidak ada dari sisi itu juga. Sepertinya mereka juga tertunda.”

“jadi begitu. Bagaimana dengan investigasi ke keluarga Count Luberia? ”

“… Saya minta maaf, kami juga tidak membuat kemajuan di sana.” Jawab Tanya.

“Begitukah … jika Mimosa bisa melepaskan pertunangannya dengan keluarga itu karena beberapa jenis skandal di pihak mereka, itu yang terbaik. Silakan lanjutkan penyelidikan.”

Sepertinya kita harus mulai dari Count Luberia. Bahkan jika kita ingin mengandalkan ini sebagai upaya terakhir, jika kita tidak tahu musuh kita maka kita tidak bisa melakukan apa pun. Prioritas utama kami adalah mengumpulkan informasi.

Meskipun daftar yang dihasilkan oleh Moneda dan Tanya memiliki nama keluarganya, masih terlalu dini untuk menuduhnya di depan umum.

“Tentu saja.”

“Terima kasih … tolong, saatnya bersiap-siap.”

“Iya.”

Hari ini adalah hari kami berkunjung ke Earl Sagittaria. Setelah itu, kami akan melapor ke Ibu Suri. Aku juga memberi tahu ayah ku tentang segalanya, dari awal hingga akhir.

‘Aku biarkan kau yang memikirkannya …’ Aku hanya bisa membayangkan jawaban Ayah. Untuk yang lebih spesifik, aku tidak bisa mengatakan, hanya menebak.

Karena setelah kejadian itu, kesehatan ayah ku memburuk. Dia masuk angin. Pilek adalah sesuatu yang tampak kecil, tetapi tidak. Karena dia sudah sakit, ketahanannya terhadap penyakit menurun. Demam, batuk terus-menerus … mungkin dia juga menderita pneumonia.

Sulit baginya untuk berbicara dengan ku.

Dalam keadaan itu, sarannya untuk ‘Pergi mengunjungi Earl Sagittaria’ muncul dalam bentuk bisikan.


 

Dan itulah sebabnya aku berada di kereta yang bergoyang, dalam perjalanan untuk menemuinya. Kata-kata pertama ku kepadanya ketika aku tiba adalah ringkasan dari apa yang telah terjadi.

“Cukup mengesankan, bahwa kau telah mencapai kesimpulan ini sendiri.”

“Terima kasih atas kata-kata baik anda. Jika saya boleh bertanya, apa rencana anda?”

“Tidak ada sama sekali.”

“Tidak ada?” Aku tidak bermaksud menyembunyikan keterkejutan ku.

“Lebih tepatnya, semua orang yang aku percayai aku pinjamkan ke Pangeran Alfred.” Katanya.

“Hm … dengan kata lain, Pangeran Alfred juga tahu apa yang terjadi?” tanya ku.

“Karena kau, Nona Iris, aku akan memberitahumu di muka. Kami bukan orang yang menyadari semua ini terjadi, itu adalah Pangeran Alfred. Orang-orangnya sudah mulai bertindak. Tapi meski begitu, masih terlambat … itu yang dia katakan.”

Seperti yang Pangeran Pertama spekulasikan. Pengiriman pertama mata uang palsu sudah ada di pasar. Saat ini, sumbu sudah menyala. Seberapa besar ledakan itu akan … bergantung pada seberapa besar kita bisa membatasi itu. Itulah kunci kemenangan kami.

“Jika itu masalahnya, mengapa anda dan Ayah … ah, begitu. Jadi itu semua untuk mencegah bocornya informasi. ”

Earl Sagittaria mengangguk. “Seperti yang sudah kau perhatikan, Yuri telah membuktikan dirinya sebagai istri Pangeran Kedua. Para bangsawan muda bangsa ini lebih dekat dan semakin dekat, seperti ikan cod yang mencari makanan di kolam. Jika kita melakukan sesuatu dengan terburu-buru, masalah koin emas dan mata uang palsu akan menyebar dan menjadi pengetahuan umum. Pada saat itu, akan ada kekacauan. ”

“Musuh yang baik, jika aku bisa mengatakannya sendiri.”

Earl Sagittaria merespons dengan senyum kecil. “Kau dan Nyonya Mellice benar-benar sangat mirip.”

(Pengingat : Mellice itu nama Ibu Iris.)

“Dari mana pikiran itu berasal?”

“Bahkan dalam situasi seperti ini, kau tidak punya niat untuk mengakui kekalahan. Lebih baik mengatakan bahwa api di dalam diri mu terlihat melalui tatapan mu.”

Memang benar bahwa memikirkan apa yang dikatakan Divan membuat hatiku terbakar. Intensitas, kebanggaan, tidak ingin kalah … ingin menang. Itu hampir seperti jatuh cinta.

“Selain itu, seperti yang diperhatikan oleh Nona Iris, negara ini sedang dalam kondisi yang mengerikan saat ini. Selain itu, Pangeran Alfred masih berada di luar negeri.”

“Apa? Sang Ibu Suri, mengapa dia …… ”

“Itu yang dia katakan sebelumnya. Apa yang akan aku katakan adalah sesuatu yang tidak dapat dibagikan. Raja tidak akan bertahan lebih lama. Dengan situasi saat ini di istana, Pangeran Kedua lebih unggul.”

“Jadi begitu. Jika Pangeran Pertama tinggal di dalam negeri, itu berarti kehilangan harapan terakhir. Itulah mengapa Ibu Suri membuatnya meninggalkan negara itu untuk menghindari bahaya …”

“Meskipun Ibu Suri tidak memberi tahu k usecara langsung, itulah yang aku simpulkan. Fakta bahwa ini diputuskan ketika Tuan Louis diserang adalah bukti terbaik.” Kata Sang Earl.

“Aku mengerti … untuk rakyat, ini akan menjadi sesuatu yang sulit untuk diterima.”

Ibu Suri tampaknya telah meninggalkan harapannya. Sepertinya hal-hal telah mencapai titik dimana tidak dapat dibalik lagi.

“Pangeran Pertama tampaknya berniat menolak pada awalnya. Tetapi setelah beberapa bujukan darinya, dia akhirnya pergi. Dari pemahaman ku, kejadian ini adalah kesempatan luar biasa untuk memberantas penyakit negara ini. Jika Pangeran Pertama ingin menjadi Raja, ia harus menghancurkan aliansi Pangeran Kedua sepenuhnya. Meninggalkan ibukota sekarang, dia mungkin berencana untuk menunggu sampai mereka berada dalam posisi yang lebih tepat sebelum menyerang. Tetapi dalam kasus ini, jika dia kalah maka semuanya hilang … dari sudut pandang lain, aku pikir ini semua adalah proses yang diperlukan. Ngomong-ngomong, aku tidak tahu ke mana tepatnya dia pergi. Sangat mungkin bahwa hanya Ibu Suri dan Tuan Louis yang tahu.”

“Apakah begitu. Ayah…” Itu berarti bahwa Ayah tahu segalanya.

… Kalau saja memberitahuku.

Kalau begitu, kita bisa memikirkan strategi pertahanan yang lebih baik. Tidak … Ayah mungkin takut kalau aku akan bertindak. Jika aku membuat strategi yang sempurna, akan ada banyak orang yang memandangku dengan ragu, berpikir aku adalah orang yang mencurigakan.

Dalam skenario terburuk, aku mungkin diperlakukan sebagai penjahat, atau domba kurban.

Meski begitu, tidak bertindak karena takut bukanlah pilihan dalam buku ku.

Aku tidak tahu apa yang akan terjadi pada negara ini. Tetapi bagi ku, melindungi wilayah ku dan orang-orang ku adalah prioritas utama. Aku tidak akan pernah melupakan misi itu. “Terima kasih atas saran Anda. Saya yakin Anda juga berencana untuk kembali ke wilayah Anda setelah musim sosial ini berakhir.”

“Memang.”

“Mencegah bahkan satu wilayah agar tidak tenggelam dalam kekacauan adalah hal yang baik. Semoga wilayah Duke Armelia dapat melihat kemampuan anda. ”

“Itu akan menjadi tugas yang cukup sulit untuk diselesaikan.” Earl Sagittaria tersenyum, ekspresi putus asa di wajahnya.

 

 

 

 

ASPSD 183. Konfirmasi
ASPSD 185. Kematian

Author: RandomAlex

support us by reading this book only at translateindo.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.