ASPSD 180. Melaporkan

Featured Image

 [Iris]

Sejak menghadiri pesta dansa di istana, aku melakukan yang terbaik untuk mengindahkan semua undangan keluarga bangsawan lainnya.

Jika memungkinkan, aku ingin kembali ke wilayah ku sesegera mungkin.

Tetapi karena kedua orang tua ku tidak dapat dipindahkan, aku harus tinggal di ibukota.

Yang terpenting … wilayah itu masih berjalan cukup lancar. Satu-satunya kekhawatiran nyata adalah apa yang bisa dilakukan oleh para pengikut Ratu Ellia dan Yuri. Jika sesuatu terjadi di depan itu, tinggal di ibukota berarti akan lebih mudah bagi ku untuk melakukan serangan balik. Itulah salah satu alasan utama ku untuk tinggal.

Suasana di ibukota sekarang cukup meresahkan. Menghadiri berbagai perjamuan hanya memperkuat perasaan ini di pikiran ku.

Di setiap jamuan, semua orang tampaknya berusaha mendapatkan lebih banyak informasi tentang satu sama lain.

Meskipun ada perbandingan di masa lalu antara masyarakat bangsawan yang sangat baik dan sekelompok rubah yang licik yang mencoba menipu satu sama lain, sekarang ini telah menjadi pertanyaan yang jauh lebih tepat.

Meski begitu, tidak ada yang bisa menunjukkan kekuatan mereka di sini.

Aku melihat laporan dan keputusan dari wilayah dan memberikan instruksi dari sana.

Karena seberapa jauh diriku dari rumah, aku perlu memprediksi apa yang mungkin terjadi dan mendasarkan perintah ku di sekitar itu.

Tiba-tiba, pena bulu ku berhenti total.

Semua pekerjaan yang aku lakukan sekarang. Apakah itu akan hilang jika aku menikah?

Pikiran itu terlintas di benak ku.

Kerajaan Akacia adalah masyarakat patriarki. Wanita mungkin tidak akan bisa bekerja.

(patriarki= adat yang lebih memetingkan pria, semua milik dan atas nama pria. Terkadang ini termasuk pekerja, dan kepemilikan atas wanita.)

Sebelum itu, aku harus pergi dari wilayah ku sendiri.

Dalam imajinasi tantang masa depan ku sendiri, aku tidak akan pernah menikah, tetapi akan tinggal di wilayahku dan bekerja selamanya … pikiran pergi ke negara lain untuk menikah hampir tak terduga.

Pikiran itu sudah cukup untuk membuatku merasa seperti sebuah lubang terbuka di hatiku.

Dikelilingi oleh Tanya dan semua orang … dengan Dean juga di sisiku. Itu adalah banyak tanggung jawab dan pekerjaan … tetapi karena itu adalah pekerjaan yang memberi ku rasa pencapaian, aku terus berjalan dengan dukungan semua orang.

Aku bermimpi bahwa hari-hari ini akan bertahan selamanya.

Meskipun aku terus mengatakan bahwa Bern akan mewarisi segalanya, aku masih memegang mimpi ku dekat dihati. Aku tidak tahu bahwa aku akan menghadapi akhir dari semuanya seperti ini.

‘Darah biru bangsawan mengalir di nadiku adalah warisanku. Itu adalah sesuatu yang aku harus terus lindungi, dari sini sampai selamanya … itu sebabnya ibu ku, nenek ku, dan semua leluhur yang belum pernah ku temui berlanjut dengan bermartabat dalam pernikahan politik mereka. Bukankah itu yang disebut kebangsawanan mulia?’

Kata-kata Mimosa terlintas di kepalaku. Itu adalah pil pahit kebenaran yang harus ditelan.

Setiap tetes darah yang mengalir melalui nadi ku, setiap inci dari daging ku, ada untuk bangsa ini … lebih khusus lagi, untuk keluarga ku sendiri. Ini adalah tugas ku sebagai bangsawan. Kebanggaan ku.

Walaupun demikian…

“…Dean.” Aku tidak bisa menahan diri untuk tidak menyebutkan namanya.

Tidak bisa menahan diri ingin melihatnya. Tetapi pada saat yang sama, aku tidak ingin melihatnya.

Jika aku berbicara dengannya, maka aku akan bisa melupakan rasa sakit ku, jika hanya sementara. Tetapi jika kami bertemu satu sama lain, aku akan semakin kesakitan. Aku tidak bisa melepaskan.

Tidak ada kemungkinan kami memiliki masa depan bersama. Meski begitu, aku merindukannya. Aku berdoa untuk itu.

Seperti yang dikatakan Mimosa, aku tidak seperti bangsawan biasa. Secara keseluruhan, aku memikirkan ini dan itu tanpa mengetahui pikirannya. Sangat jelas bahwa aku telah kehilangan akal ku karena cinta.

Bahkan jika aku memiliki kesadaran diri, ini membuat ku tenggelam lebih dalam. Aku memiliki pengetahuan dari pengalaman ku dengan Pangeran Edward, dan tetap saja. Membuat kesalahan yang sama lagi.

Aku meletakkan pena bulu ku di atas meja.

Seolah ingin mengusir pikiran gelap yang menghabisiku, aku menarik napas dalam-dalam. Aku berkata pada diri sendiri bahwa tidak ada waktu untuk memikirkan hal-hal seperti itu. Hati ku tenang kembali.

Kemudian aku membuka mata ku, dan kembali ke pekerjaan didepan ku. Waktu benar-benar berlalu ketika kau fokus. Aku berhasil menangani semua dokumen yang harus ditangani hari ini tepat waktu.

Sambil menghela nafas, aku mengambil surat Moneda kepada ku.

Isinya adalah detail yang aku ingin dia konfirmasi. Alasan inflasi di ibukota, serta investigasi ke perserikatan yang relevan. Bahkan Tanya mengatakan itu akan memakan waktu lama. Moneda benar-benar memamerkan keahliannya lagi.

Pengaruhnya di dalam perserikatan pedagang masih kuat.

Ketika aku melihat-lihat catatan itu, seseorang mengetuk pintu. Tanya masuk.

“Nona, apakah ini saat yang tepat bagi saya untuk menyampaikan laporan sekarang?”

“Tentu saja.”

Tanya melaporkan proses pertunangan Mimosa. Kejutan yang melintas dalam pikiranku membuat semuanya menjadi kosong.

“…Nona?” Melihatku diam, Tanya tampak khawatir.

“Tidak apa-apa. Tanya, lanjutkan. ”

Tanya masih tampak khawatir, tetapi dia melanjutkan.

“Nona Mimosa ingin saya mengirim pesan kepada Anda.”

“Kau bertemu dengannya?”

“Ya, ketika saya mengetahui semua ini.”

“Apakah begitu? Apa yang dia katakan?”

“… Dia tidak ingin Anda melakukan apa pun. Dia tidak ingin bantuan Anda.” Kata Tanya.

Aku mengepal rahangku, mengulangi kata-kata di benakku. “Ini benar-benar gayanya.” Aku tersenyum kesal.

Tanya membuat wajah serupa.

“Dia mengatakan sesuatu seperti ini, kan? Ketika aku menemukan kebenaran, dia ingin kau menghentikan ku … ”

Tanya membungkuk, membenarkan dugaanku.

“Dia benar-benar idiot.” Hanya itu yang bisa aku katakan tentang kelembutan Mimosa.

Air mata ku akan mengalir dari mata ku. Aku menahannya, berusaha menekan pikiran kacau di kepalaku dengan napas dalam-dalam. Jika itu adalah Mimosa, aku tidak keberatan bahkan jika dia ingin menggunakan ku untuk tujuannya sendiri.

Tetapi berpikir dari sudut pandang lain, memang sangat sulit untuk bertindak sekarang. Meskipun reputasi keluarga Duke Armelia adalah alat yang kuat, itu juga datang dengan banyak keterbatasan.

Bertindak dalam situasi seperti ini mungkin berisiko memperparah pertempuran politik di dalam istana. Tetapi apakah ini cukup alasan bagi ku untuk meninggalkan teman? Jawabannya adalah tidak.

Bagi ku, Mimosa bukanlah keberadaan yang bisa diabaikan. Ketika aku kehilangan tempatku di akademi, dia berdiri di sisiku sampai akhir. Dia adalah teman penting bagi ku.

Jika dia tidak mendukung ku melalui semua cobaan, desas-desus tentang ku akan dua kali lebih buruk. Sama seperti dia yang selalu memikirkan ku, dia juga sangat penting bagiku.

Menutup mataku, aku mulai berpikir. “Tanya, bisakah aku meminta bantuanmu?”

“Keinginan Anda adalah perintah bagi saya.”

“Terima kasih. Tolong kirim pesan ke Pendeta Ralph. Tentu saja, tidak ada orang lain yang bisa mengetahui hal ini.”

“Ya, Nona.”

“Ketika kau selesai dengan semua laporan mu, aku akan memberi tahu mu isi pesan itu …”

Tanya berkedip.

“Jika aku mengenal mu dengan benar, kau pasti sudah menyelidiki semua yang perlu diselidiki. Jika tidak, kau akan mengatakannya sejak awal. Terima kasih banyak.”

Senyum yang mekar di wajah Tanya cerah seperti bunga. “Anda terlalu menyanjung saya… sekarang saya akan melaporkan tentang Yuri.”

Aku menyesuaikan suasana hati ku dan mendengarkan dia berbicara.

 

 

 

ASPSD 179. Petualangan Tanya 2
ASPSD 181. Mengurai

Author: RandomAlex

support us by reading this book only at translateindo.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.