ASPSD 17. Ibu, Adalah Suatu Kecurangan

Featured Image

(Maksud kecurangan bukan sesuatu yang jahat, tapi seperti di dalam game, adanya keuntungan yang lebih dari kode, namanya adalah “Cheat Kode” yang di terjemahkan sebagai “Kode Curang”. Keuntungan yang lebih dari ‘tidak berbuat banyak’)


[Iris]

Sebelum produk itu dikomersilkan, aku mengirimkan produk percobaan kepada ibu yang sepertinya sangat menyukai nya dan mulai mempromosikan produknya disini dan disana. Dan hasilnya tentu saja telah memantapkan barang itu sebagai barang populer di kalangan bangsawan dan bahkan rakyat biasa meskipun harganya mahal. Sungguh, ibu terampil dalam hal periklanan. Dan aku diam-diam memberi posisi sebagai Direktur Periklanan kepada ibu.

Tentu saja, karena perusahaan telah berkembang, beban kerja ku meningkat secara alami. Meskipun jumlah karyawan meningkat secara bertahap dan telah diberi sebanyak mungkin tanggung jawab pengawas, namun karena belum setahun sejak kami memulai operasi, tidak dapat terbantu sehingga aku tetap ingin terlibat langsung. Tapi aku harus menjaga kesehatan ku.

“… Nona … nona muda Iris.”

“Oh, Sebastian. Ada yang salah? Jika aku tidak salah, diskusi dengan mu akan berlangsung di sore hari?”

“Tentang itu, ada informasi bahwa Nyonya akan tiba sore ini …”

“Eh? Ibu akan datang? Tapi dia tidak menulis sepatah kata pun dalam suratnya sebelumnya … “

“Bagaimanapun, mohon menginstruksikan kami.”

“K-Kau benar. Untuk saat ini, mintalah orang-orang di ruang makan untuk maju ke pintu, dan juga merapikan kamar ibu. Meski biasanya tetap bersih, tolong periksa ulang.

Tolong juga ganti bunga di aula depan. Mari kita ubah ke mawar yang sama dengan yang kita gunakan untuk produk ini. Setelah itu, karena aku ingin menyajikan produk baru, coklat fondant untuk pencuci mulut, silahkan siapkan menu yang cocok. Karena coklat fondant cukup berat, lebih baik menyajikan makanan yang ringan.”

“Sesuai keinginan anda.”

“Sedangkan untuk tehnya, tolong layani dengan teh herbal. Karena ini akan dilayani di toko-toko Perusahaan Azura, aku ingin mendapatkan beberapa kesan-kesan. “

Ngomong-ngomong, ‘Teahouse’ nama divisi baru. Kupikir bukan ide bagus untuk tetap menyebut mereka “garis bangsawan” dan “garis rakyat biasa,” dan dengan demikian pendirian sebuah kafe tempat para bangsawan dan orang kaya bisa datang berkunjung.

(Teahouse/ rumah teh/ kedai Teh= café yang khusus/spesialisasinya menyediakan teh , makanan ringan dan pencuci mulut)

Karena itu, produk coklat sudah terbagi menjadi divisi teahouse dan manisan(confectionari).

Ah, bagaimanapun, aku meninggalkan garis mulia seperti itu, kau tahu? Karena para bangsawan suka menerima perlakuan khusus. Ketika kami membentuk sistem keanggotaan, dan semua orang senang dan bergegas mengajukan keanggotaan.

Jika mereka memenuhi syarat untuk menjadi anggotanya, mereka bisa mengunjungi toko eksklusif di Kota Kerajaan dan daerahnya. Ini adalah tempat di mana mereka bisa melihat mekanika perusahaan kita dan bagaimana kita menangani ‘semua’ produk kita.

Dengan kata lain, itu tidak terbatas hanya pada manisan, tapi juga produk kecantikan yang baru saja mapan. Dalam kasus produk kecantikan, parfum tubuh herbal yang dibuat dengan berbagai aroma berbeda saat ini laku seperti kacang goreng.

Pesanan untuk manisan juga berjalan lancar, dan ada ruang yang berbeda di teahouse tempat orang bisa membeli makanan dan langsung memakannya.

 Lebih penting lagi, karena ibu akan datang, aku perlu membereskan beberapa waktu dari jadwal ku. Aku segera melihat jadwal ku untuk melakukan verifikasi. Baru-baru ini, Tanya telah bertindak sebagai sekretaris ku. Aku sangat berterima kasih padanya.

Jadi, entah bagaimana, aku berhasil mengosongkan beberapa waktu dari jadwal ku dan menunggu kedatangan ibu. Saat aku bertemu semua orang … aku akan minta maaf pada mereka. Aku merasa sangat menyesal bahwa beban setiap orang meningkat pesat, jadi sebelum informasi bahwa ibu telah tiba, aku akan melakukan beberapa pekerjaan kantor. Hanya dengan konfirmasi angka.

“Nyonya telah tiba.”

“Terima kasih, Sebastian.”

Aku menuju ke aula depan langsung. Oh, koridornya tampak lebih bersinar dari biasanya.

“Selamat datang di rumah, Nyonya.”

Karyawan menyapa ibu saat dia kembali.

“Selamat datang di rumah, Ibu.”

Orang yang muncul dari pintu adalah wanita cantik yang tak tertandingi dengan rambut platinum. Ah, meski dia ibu ku sendiri, aku benar-benar berpikir dia cantik …

Ibu, yang dulunya disebut ‘Bunga Masyarakat Kelas Atas’, masih eksis dikagumi oleh bangsawan dan dia membawa banyak pengaruh di kalangan sosial. Selain itu, dia adalah Direktur Periklanan Perusahaan Azura, meskipun informasi ini tidak umum.

“Aku telah kembali ~ Aku minta maaf karena datang begitu tiba-tiba, Iris-chan.”

(Chan = tambahan pada nama biasanya menandakan rasa sayang pada seseorang, pada anak, orang yang lebih muda, atau adik)

Dia memiliki karakter yang lembut. Meskipun dia berbicara seperti ini pada anggota keluarga, ini sangat berbeda di luar. Bagaimana aku harus mengatakan ini … Karena dia disebut ‘Bunga Masyarakat Kelasa Atas’, tentu saja, dia bertindak seperti wanita yang sempurna.

“Tidak, tidak sama sekali. Aku senang bisa melihat ibu setelah sekian lama.”

“Oh, kau masih mengatakan sesuatu yang lucu. Meski begitu, karena aku tidak bisa berbicara dengan baik dengan Iris-chan sebelum kau ke sini, aku merasa sangat bahagia.”

“Namun, apakah ini baik-baik saja? Maksudku, masih musimnya, kalau tidak salah?”

“Semuanya baik ~ Acara resmi semuanya telah berakhir, dan aku telah menginformasikan semua orang yang memiliki hubungan baik dengan ku … Ah, walaupun aku menerima undangan dari istri Pemimpin Pasukan Ksatria, aku tidak merasa ingin pergi.”

Seperti yang diharapkan dari ibu. Meskipun itulah yang aku pikirkan, aku tidak mengatakannya keras-keras. Sekarang, aku yakin bahwa orang-orang dari rumah tangga Pemimpin Pasukan Kesatria telah berubah pucat pasi … Atau lebih tepatnya, itulah yang aku pikirkan.

Lagi pula, jika ibu tidak hadir, itu berarti bahwa acara tersebut kemungkinan tidak akan berhasil.

Tidak mungkin sampai batas itu, bukan? Mungkin apa yang dipikirkan beberapa orang, tapi ini memang benar.

Kecuali untuk acara resmi, pesta yang dilakukan oleh masing-masing rumah tangga akan mengubah status mereka tergantung pada ‘jenis orang yang dapat mereka kumpulkan’. Jadi, ketika orang yang disebut sebagai ‘Bunga Masyarakat Kelas Atas’ tidak hadir, itu sangat megngartikan banyak hal.

Bahkan saat ibu menghadiri sebuah acara, tuan rumah akan merasa sangat khawatir karena mereka tidak pernah tahu kapan ibu merasa ingin pergi. Jika ibu meninggalkan acara lebih awal, tuan rumah akan merasa tidak ada gunanya melanjutkan acara.

Entah apakah itu pesta minum teh atau pesta kebangsawanan, kemampuan sang istri akan diuji. Jika bukan acara resmi, bahkan selama hiburan keluarga kerajaan, kemampuan sang Ratu akan diuji. Selama dia hadir, itu tidak akan tidak sopan.

Sungguh, keberadaan seseorang seperti ibu, dalam dirinya sendiri adalah kecurangan.

… Mari kita tinggalkan itu. Aku tidak berpikir bahwa Dorsen pantas mendapatkannya. Namun, aku tidak merasa menyesal.

(Dorsen Katabella= Anak dari Kepala Pasukan Kesatri Kerajaan )

ASPSD 16. Estetika itu Universal
ASPSD 18. Ibu Tampak Sangat Marah

Author: RandomAlex

support us by reading this book only at translateindo.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.