ASPSD 154. Kerja 2

Featured Image

 [Iris]

“Kau memiliki perspektif yang bagus. Jika memungkinkan, aku hampir ingin merekrut mu ke pihak kami. Dibandingkan dengan seorang pedagang, sepertinya kau melihat masalah ini lebih seperti seorang pejabat.”

“Saya bersekolah sesuai dengan perintah ayah saya. Meskipun apa yang saya pelajari adalah bisnis, saya kadang-kadang pergi ke kursus pemerintah untuk mendengarkan mereka. Saya cukup tertarik dengan subjek ini.”

“Ah … begitukah? Heh, akademi itu sepertinya melakukan tugasnya. Jika itu masalahnya … apakah kau punya lebih banyak waktu? Aku ingin membawa mu ke konferensi yang lebih besar.” Tanya ku.

“Oh, apakah itu boleh?” Matanya bersinar saat dia berbicara buru-buru.

“Iya.”

Isi konferensi ada di kertas di tangannya. Tidak ada apa pun di sana yang bersifat rahasia.

“Rehme, bantu aku menyiapkan kursi ekstra.”

“Dimengerti.” Rehme mengambil kursi dari kantor. Beberapa menit kemudian dia kembali untuk memberi tahu kami bahwa persiapan sudah selesai.

Aku berdiri dan memimpin dia ke sana. Ada bangunan di tanah kami yang seluruhnya didirikan khusus untuk menangani urusan teritorial. Banyak pejabat bergegas, mencoba menyelesaikan pekerjaan mereka. Pedagang yang berjalan di belakang ku mengagumi adegan ini dengan penuh minat.

Kami tiba di ruang konferensi, di mana lima pria tua dan dua pejabat sudah duduk.

“Semuanya, terima kasih sudah ada di sini hari ini. Ayo cepat dan mulai rapat. Harap baca terlebih dahulu dokumen-dokumen yang telah ditetapkan didepan mu. Jika kalian memiliki pendapat, tolong memberitahu ku.”

“Kemajuannya sama seperti yang dibayangkan. Saya sudah memastikannya secara langsung, persis seperti dicontohkan.”

“Tapi bukankah lebih baik jika sisi bendungan ini dibangun lebih cepat juga? Pada tingkat ini, hanya akan membebani pihak lain lebih jauh.”

Kelima pria tua itu mengobrol di antara mereka sendiri seperti ini saat mereka membaca laporan kemajuan.

Bagi ku, ada begitu banyak hal yang aku tidak mengerti.

Aku bahkan mulai menyesal bahwa aku belum mempelajari lebih banyak tentang pengetahuan Jepang… dan teknologi.

Tapi aku tidak punya waktu untuk berhenti karena menyesal.

Aku hanya punya dua tangan, dua mata, satu otak. Aku tidak lebih dari manusia normal, dan aku tidak bisa belajar semuanya dengan baru mulai dari sekarang. Itu sebabnya aku mengumpulkan begitu banyak orang yang berpengetahuan untuk menggantikan dimana aku kurang.

Setiap orang memiliki minat dan bakat yang berbeda. Apa yang menyebabkan individu untuk mencari informasi lebih lanjut berbeda dari orang ke orang juga.

Yang ingin aku katakan adalah bahwa bahkan tanpa banyak perhatian untuk menjaga banjir, masih ada orang-orang dengan bakat untuk memastikan, menyelidiki masa lalu, dan orang-orang yang dapat menggiring air itu ke lahan pertanian.

Ini adalah kelompok yang aku kumpulkan, untuk mendorong mereka untuk berkomunikasi tentang semua ini. Untungnya, setelah pembentukan akademi, para pencari ilmu pengetahuan secara keseluruhan menjalaninya dengan lebih mudah.

Dan lagi, ini adalah karena kepala sekolah hingga akademi ini dibuat, dan bahwa perpustakaan umum dibuka. Ini adalah kesepuluh kalinya kami mengadakan konferensi seperti ini. Tetapi beberapa kali pertama, diskusi masih jauh dari mengalir bebas.

Tapi pemikiran bahwa mimpi yang kau gambarkan mungkin menjadi kenyataan, bahwa pengetahuan mu sendiri dan dugaan yang kau buat akhirnya bisa menjadi publik …

Ketika mereka menemukan jalan itu, semua mulai menyatakan pikiran mereka dengan mata yang cerah. Dan kemudian, melalui interaksi pendapat semua orang, gagasan yang lebih baik muncul.

Aku hanya di sini untuk memastikan bahwa konferensi tidak akan keluar jalur karena betapa senangnya semua orang. Setelah kami sampai pada suatu kesimpulan, aku akan menyatakan bahwa konferensi telah selesai.

 

 

ASPSD 153. Kerja 1
ASPSD 155. Kerja 3

Author: RandomAlex

support us by reading this book only at translateindo.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.