ASPSD 131. Infiltrasi dan investigasi 2

Featured Image

[Iris]

Keesokan harinya, Dean dan aku menyusup ke kantor setempat.

Faktanya, pejabat-dalam-pelatihan ibukota telah membantu dengan tugas resmi. Tetapi karena jalan-jalan utama adalah tempat siswa berbondong-bondong datangi, itulah satu-satunya tempat mereka ditugaskan ketika bekerja.

Dalam situasi di mana tidak ada cukup banyak pejabat, kami ingin para siswa menyadari bahwa mereka dapat bekerja di ibukota serta di berbagai kantor di seluruh wilayah di masa depan, dan agar mereka dapat memperoleh pengalaman kerja sejak dini.

Jadi kami memutuskan untuk menyusup sebagai siswa.

Tentu saja kami sudah mengatur ini sebelumnya dengan orang-orang di akademi.

Untuk mengurangi kekhawatiran mereka bahwa kami mengambil kesempatan berharga dari para siswa, aku berjanji bahwa ketika aku berurusan dengan ini, aku akan melakukan yang terbaik.

Pakaian ku hari ini juga benar-benar berbeda dari kemarin.

Hari ini aku memakai kacamata, dan mewarnai rambut ku dengan warna biru gelap sehingga hampir hitam. Karena ada beberapa orang di jalanan dengan rambut hitam, aku tidak terlihat tidak cocok dengan tempat ini.

Setiap warna rambut diwakili di sini. Tampak seperti dunia fantasi.

Jujur di kota pantai seperti ini, ada beberapa orang asing yang berkeliaran demi perdagangan. Karena itu, ada keragaman besar penampilan dan sifat.

Aku dan Dean sekali lagi memasuki pintu kantor. Mungkin karena kerja keras yang telah kami lakukan sebelumnya, kami masuk hanya dengan menunjukkan kartu identitas siswa kami.

Karena kau tidak bisa hanya memilih pekerjaan acak di sana-sini, Dean dan aku berpisah. Tidak banyak yang bisa kami lakukan tentang hal itu.

Meski begitu, karena aku biasanya yang mengeluarkan perintah, cukup menyegarkan untuk menerima perintah untuk menangani tugas-tugas kecil, sesuatu yang aku tidak alami sejak aku adalah seorang pemula di pekerjaan di kehidupan masa lalu ku.

Kami mengirimkan dokumen atau melakukan perhitungan sederhana.

Tak satu pun dari itu sangat penting, jadi kami cukup sering menganggur.

Tapi sekarang aku bisa menjadi Alice dan mencari sana-sini, mendengar desas-desus dan obrolan para karyawan yang biasanya tidak bisa kudengar. Setidaknya itu membuatku cukup senang.

“Nona Alice, kau tidak harus menyelesaikan semuanya sampai sejauh itu.”

“Tidak. Aku tidak bisa membantu mu dengan banyak hal, tetapi aku telah belajar banyak di sini. Tingkat pekerjaan ini dari ku hanyalah apa yang seharusnya aku lakukan, tidak lebih dari itu.”

Setelah menanggapi karyawan yang berbicara dengan ku, aku mulai bekerja lagi. Meskipun pekerjaan itu hanya menangani daur ulang. Itu sampah, tetapi juga lebih dari itu. Beberapa isi sampah juga termasuk dokumen yang harus dibakar.

Menurut ketentuan, dokumen perlu dibakar secara menyeluruh setiap hari. Setelah mengaturnya, aku berjalan menuju tungku. Sebelum aku membuangnya, aku melirik dokumne-dokumen itu.

Bingo. Aku mengatakan ini pada diri ku sendiri, tersenyum dalam hati.

Ada dokumen yang belum sepenuhnya ditangani, ditambah deskripsi penduduk.

Itulah yang aku cari.

Untuk masalah siapa yang membuangnya — itu mudah diselesaikan dengan mencari tahu sampah siapa yang biasa ku tangani, atau yang meminta ku untuk membakar dokumen ini dari awal.

Sekarang kami sudah mendapatkan apa yang telah kami dapatkan di sini. Lebih penting lagi, kami telah menyelesaikan pekerjaan secara menyeluruh di lokasi itu sendiri. Waktu kami di sini telah dihabiskan dengan baik.

Setelah bekerja, Dean dan aku bertemu. Setelah melaporkan semuanya dan mengucapkan terima kasih, kami kembali ke tempat tinggal kami.

 

 

 


 

 

Kami mohon maaf, karena kendala server di utak atik seseorang (yang berniat merusak kami), banyak post sebelumnya yang hilang. Sementara ini kami berikan bab bonus untuk teman-teman pembaca setia. Cerita-cerita yang hilang akan diusahakan kembali secepat mungkin. Jadi, selama menunggu, silakan menikmati cerita dari buku-buku kami yang masih ada yang akan di publish maraton buat kalian.

Mohon bersabar ya teman-teman. Dukungan dan kesabaran kalian sangat kami hargai. Terimakasih.

XOXO

Alex.

 

ASPSD 130. Infiltrasi dan Investigasi
ASPSD 132. Memastikan investigasi

Author: RandomAlex

support us by reading this book only at translateindo.com

12 thoughts on “ASPSD 131. Infiltrasi dan investigasi 2”

      1. oh iya kak, baru liat, soalnya pas baru buka website kaget bab-bab nya pada hilang hehe. semangat terus ya kak upload ulangnya, saya suka baca ulang-ulang dari awal lagi soalnya hehe 🙂

  1. min sya cuma pengen baca “koushaku reijou”! gak yg lain, tolong percepat pengembalian data yg hilang! Terimakasih

Leave a Reply

Your email address will not be published.