ASPSD 128. Perjalanan Dorsen 2

Featured Image

[Dorsen]

Aku ingin bir lagi, jadi aku turun untuk memesan satu.

Lantai pertama adalah restoran. Di kota ini, ini mungkin dihitung sebagai hostel kelas menengah. Semua hotel lainnya penuh, dan yang satu ini juga. Kamarku adalah yang terakhir yang kosong. Karena itu, area restoran itu penuh dengan orang.

“Hei, nak. Apakah kau bepergian sendirian?” Ketika aku memesan bir lagi, seorang pria berbicara dari belakang.

“Ya, benar.”

“Apakah kau di sini untuk mengisi kembali stok perjalanan mu? … Kau tidak terlihat seperti pedagang. Adakah orang di sekitar sini yang kau kenal?”

“Begitulah. Bagaimana denganmu? ”

“Aku? Aku di sini untuk persediaan. Tapi…”

“… Apakah kau menemukan masalah?”

“Barang dagangan yang aku cari hilang. Aku ingin membeli beberapa produk asing dari timur, tetapi tampaknya ada semacam konflik di sana.”

“Konflik?”

“Iya. Mafia Boltique menyebabkan masalah. Pergi ke timur sekarang akan sangat berbahaya.”

“Apakah orang-orang di atas melakukan sesuatu tentang itu?”

“Aku percaya bahwa Duke mengirimkan beberapa penjaga untuk menghadapinya, jadi semoga semuanya akan tenang sebelum lama.”

“Oh … apakah sebegitu kuatnya para penjaga di sini?”

“Iya. Bahkan pasukan ksatria mungkin tidak bisa meremehkan kekuatan mereka.”

“…Apa?”

“Jangan memelototiku seperti itu, itu hanya hipotesis … Nak, apa kau ada keterkaitan dengan pasukan ksatria itu?”

“Tidak, maaf. Aku hanya sangat mengagumi mereka.” Aku sepertinya telah memelototi pria di hadapan ku tanpa menyadarinya.

Dengan tanganku, aku mengusap alisku, mencoba merapikan kerutan.

“Jadi begitu. Kalau begitu, maaf. Bagaimana dengan melihat sendiri? Orang seperti kau yang mengidolakan pasukan ksatria mungkin akan dapat mempelajari sesuatu dari pengalaman tersebut. Kau terlihat cukup kuat, jadi seharusnya tidak perlu khawatir.”

“… Jadi Dida juga pergi.” Aku bergumam pada diri ku sendiri.

Pria itu memiringkan kepalanya saat dia menatapku. Dia sepertinya tidak menangkap apa yang aku katakan.

“Tidak, itu bukan apa-apa. Apakah bagian timur dikenal di wilayah ini? ”

“Tentu saja. Ini adalah area utama untuk berdagang di area ini. Rumor mengatakan bahwa itu adalah tempat pertama Nona Iris kunjungi setelah mewarisi posisinya saat ini.”

“Oh?”

“Ada juga beberapa tempat wisata populer di wilayah ini. Jika kau di sini untuk melihat-lihat pemandangan, aku sarankan kau mengunjungi bukan hanya ibukota, tetapi juga wilayah timur dan selatan. Dengan begitu kau akan memahami pencapaian Nona Iris.”

“…Apakah begitu? Terima kasih untuk informasinya.” Setelah itu, aku kembali ke kamar ku, memikirkan apa yang harus dilakukan selanjutnya.

“… Timur, ya.” Aku berkeliling beberapa putaran lagi di ibukota wilayah … dan kemudian mengikuti jejaknya di lokasi-lokasi yang dikunjunginya.

Ini adalah pikiran yang melintas di benak ku ketika aku menghabiskan bir kedua dan pergi tidur.

 


 

Kami mohon maaf, karena kendala server di utak atik seseorang, banyak post sebelumnya yang hilang. Sementara ini kami berikan bab bonus untuk teman-teman pembaca setia. Cerita-cerita yang hilang akan diusahakan kembali secepat mungkin. Jadi, selama menunggu, silakan menikmati cerita dari buku-buku kami yang masih ada yang akan di publish maraton buat kalian.

ASPSD 127. Perjalanan Dorsen
ASPSD 129. Berangkat lagi

Author: RandomAlex

support us by reading this book only at translateindo.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.