ASPD 104. Negosiasi

Featured Image

 [Iris]

“Manfaat?” Ekspresi Van tampak bingung.

“Ya, manfaat. Jika aku bekerja sama dengan mu, manfaat apa yang aku dapatkan?”

“Sebelum menyebutkan manfaatnya, tidakkah kau memiliki cita-cita menyelamatkan kerajaan saat berada dalam bahaya sebagai bangsawan kerajaan?”

“Yah … kau mengatakan hal-hal aneh sekarang. Awalnya, jika kau tidak merencanakan bagaimana menjebak ku untuk berbagai kejahatan, bagaimana kau akan berakhir seperti ini?” Aku mulai terkekeh. Sungguh, aku tertawa dari lubuk hatiku. “Juga, awalnya, kekacauan tidak hanya dimulai hari ini. Dengan mata mereka pada suksesi tahta, bangsawan dibagi menjadi dua pihak … tidak, jika kau menghitung yang netral, mungkin tiga. Dengan situasi ini berlangsung selama itu, adalah sebuah keajaiban bahwa negara ini masih utuh.”

Meskipun aku tidak tahu bagaimana mereka mengaturnya, aku berterima kasih kepada pejabat yang bertanggung jawab dalam membuat negara ini terus berfungsi.

Jika perang faksi lebih intens daripada saat ini, tidak sulit membayangkan bahwa kehidupan orang-orang akan lebih mengerikan. Jika negara-negara tetangga memanfaatkan peluang ini untuk menyerang kita, itu tidak akan menjadi sesuatu yang tidak terduga.

Dan mereka yang mencegah situasi terburuk yang mungkin terjadi, pantas dikagumi karena metode mereka. Meskipun konyol untuk membandingkan suatu negara dengan suatu wilayah, jika aku harus menggunakan pengelolaan wilayah sebagai metafora, pemimpin adalah aku sendiri.

Ini persis karena aku tidak memiliki pertentangan bahwa aku dapat menerapkan banyak kebijakan baru dengan tangan besi; Berada di kelas penguasa hanya dengan diri sendiri tidaklah sulit.

Di sisi lain, jika aku menjalankan negara ini, apapun yang ingin aku lakukan akan ditentang oleh kelompok musuh, sementara pihak ku sendiri bahkan mungkin bersandar ke sisi lain kadang-kadang, sampai aku menduga bahwa mereka bahkan tidak sepenuhnya setia pada ku.

Tidak hanya itu, tetapi kau harus memastikan lawan mu di sekitar mu tidak mencoba apa pun.

Di bawah lingkungan saat ini, selain pekerjaan, ada banyak hal lain yang perlu dikhawatirkan di tingkat energi seseorang. Dan kemudian, tentu saja, pekerjaan yang sebenarnya sendiri menjalankan risiko ‘setiap kesalahan akan berubah menjadi krisis yang akan mengancam negara itu sendiri’ – situasi yang sulit.

Ah, aku harus menyiapkan obat perut untuk ayahku … saat aku memikirkan ini, aku menatap Van.

“Dan kau, yang merupakan salah satu penyebab utama keadaan negara saat ini, sekarang dapat berbicara tentang mencegah kekacauan itu dan bergandengan tangan dengan ku? Mulut mu yang mana yang suka berbohong kali ini, hm?”

“Aku tidak pernah melakukan apa pun untuk membahayakan negara ini.”

“Hm, betapa kurangnya kesadaran diri. Apakah kau kebetulan dekat dengan Tuan Edward?” Aku cekikikan lagi. Apakah tawa itu membuatnya marah? Van mengerutkan kening.

“Kami.. Kami berasal dari akademi yang sama, jadi itu sudah pasti.”

“Itu tidak pasti. Itu sebabnya aku bertanya … sekolah itu adalah versi mikrokosmos bangsawan dan masyarakatnya di negara ini. Kalian bertemu karena orang tua mu berada di faksi yang sama. Meskipun aku tidak tahu apakah kau mengejar Tuan Edward atau Yuri … tetapi jika kau bersama seperti itu sepanjang waktu, siapa pun akan sampai pada kesimpulan yang sama – ‘Tuan Van, dan Paus yang mendukung Tuan Van, mendukung Tuan Edward. ”

(mikrokosmos= dunia kecil, yang merupakan contoh dalam ukuran kecil dari alam semesta khususnya manusia dan sifat kemanusiaan)

Dalam hal ini, aku dan Bern benar-benar dalam bahaya. Awalnya, karena aku tunangan Tuan Edward, Bern seharusnya mempertahankan jarak darinya … yang tidak kami duga adalah bahwa Bern mendekati Edward atau Yuri sendirian.

Bahkan jika aku telah ditandai oleh rasa malu karena ‘telah meninggalkan perjodohan’ dalam masyarakat bangsawan, aku memahami bahkan lebih baik harapan ayah ku bagi ku untuk menjauhkan diri dari mereka.

“Kau adalah bagian dari apa yang telah meningkatkan konflik internal negara ini. Dan bahkan sekarang kau masih bisa mengatakan kau melakukannya untuk negara? Jangan membuat ku tertawa.”

 

ASPSD 103. "Tamu" yang Tidak Diundang
ASPSD 105. Negosiasi 2

Author: RandomAlex

support us by reading this book only at translateindo.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.