AMASP Chapter 8

Featured Image

“Aku akan mengatakannya sekali lagi. Lepaskan aku!”

“Kakak ipar, kenapa kau menjadi sangat keras kepala? Jika kau mengikutiku, aku bisa memberikan semuanya untukmu. Apa gunanya bersama dengan orang yang koma?” Lu Beifan menghela nafas kasar. “Ye Qing, sayang, bersamalah denganku, oke? Aku bisa memberimu apapun. Aku bahkan bisa memberikan hidupku untukmu!”

Sebuah suara berbisik di telinga Lu Beifan dengan mengejek, “Kau bahkan bisa memberikan hidupmu untukku? Sungguh?”

Pada saat yang sama ketika kalimat ini dikatakan, sebuah suara yang sangat geram melintasi ruangan. “Bajingan!”

Terkejut, Lu Beifan melepaskan Ye Zhen.

Ada seorang kakek berdiri di pintu masuk dan bersandar pada tongkat untuk bantuannya. Dia memakai pakaian China tradisional, dan rambutnya disisir ke belakang dengan teliti. Matanya tajam terlihat seakan dia akan membunuh seseorang.

Meskipun dia berusia lanjut, Tuan Tua Lu adalah seseorang yang telah lapuk melewati pergolakan besar. Ketika dia geram, dia bukanlah seseorang yang bisa ditangani oleh Lu Beifan yang merupakan generasi kedua yang hedon.

Begitu Lu Beifan melihatnya, kakinya terasa lemas.

“K-kakek, biar kujelaskan. Ini tidak seperti kelihatannya. Ini… kakak ipar, dialah yang mencoba untuk menggodaku!”

Tuan Tua Lu mengetuk tongkatnya dengan kasar ke lantai. Dia berkata dengan berat, “Seret bajingan ini ke luar!”

Dua penjaga yang sudah berdiri di lorong maju ke depan. Mereka berdua menyambar lengan Lu Beifan satu-satu dan dengan paksa menyeretnya keluar dari ruangan itu.

Vila tersebut banjir dengan suara ratapan menyedihkan Lu Beifan.

“Kakek, aku belum melakukan apapun!” Ye Zhen menatap Tuan Tua Lu. Tatapannya tegas. Dia bertemu mata dengan Tuan Tua Lu tanpa tanda ketakutan apapun, tapi tubuhnya gemetar tanpa sadar.

Tuan Tua Lu menghela nafas. Meskipun dia telah berada jauh di rumah leluhur selama beberapa waktu terakhir, dia sudah mendengar tentang perilaku keji Lu Beifan. Dia mengerti bahwa wanita muda ini tidak memiliki siapapun untuk  diandalkan. Bahkan ketika dia dihina dan diperlakukan dengan tidak adil, dia hanya bisa tetap diam.

“Jangan takut. Kakek tahu bahwa ini tidak ada hubungannya denganmu. Kesalahan bersandar sepenuhnya pada makhluk tak tahu malu itu, Lu Beifan. Jangan khawatir. Kakek pasti akan membenarkan kesalahan ini untukmu!”

Ye Zhen terdiam lama sebelum akhirnya mengangguk.

Tuan Tua Lu melirik Lu Beichuan, yang masih tidak sadar, dan menghela nafas dalam. “Rawat Lu Beichuan dengan baik. Jangan khawatir, keluarga Lu tidak akan memperlakukanmu dengan salah.”

Ye Zhen menjawab dengan lirih, “Em.”

Menggenggam tongkatnya, Tuan Tua Lu berbalik dan pergi.

Ye Zhen duduk lagi.

Jika Lu Beifan sudah meninggalkannya sendirian, dia tidak akan repot dengan menghancurkannya.

Lu Beifan adalah orang bodoh. Dia memamerkan kenyataan bahwa dia telah memasuki keluarga Lu dan bertindak tanpa kendali. Dia berpikir bahwa dia berada di atas semua orang lainnya hanya karena Lu Shaoren menerimanya. Namun, Lu Shaoren memiliki seseoorang yang berada di atasnya, seorang ayah yang bertanggungjawab dalam segala hal.

Tuan Tua Lu tidak peduli bahwa Lu Shaoren berpikir tinggi tentang anak haram ini. Apa yang dipedulikan oleh Tuan Tua Lu adalah memiliki penerus untuk mengemban perusahaan keluarga Lu.

Selanjutnya, Tuan Tua Lu telah menetapkan peraturan keluarga Lu yang luar biasa. Bisakah orang yang sepeduli itu terhadap peraturan dan kesopanan mengizinkan masalah yang memalukan seperti seorang adik ipar bernafsu terhadap kakak iparnya, untuk hadir?

Ye Zhen menatap orang yang berada di tempat tidur dan tersenyum. “Lu Beichuan, aku menyingkirkan satu musuhmu dari hari ini. Meskipun ini hanya memencet seekor semut, masih tetap jarikulah yang bekerja keras.”

Kelopak mata Lu Beichuan menggelepar. Bola mata di bawah kelopak matanya bergerak. Itu terlihat seakan dia akan membuka matanya. Namun sebaliknya, matanya kembali ke ketenangan di detik selanjutnya.

T/N : Kalau kalian bisa dan mau menyemangati translator, kalian bisa mengirimkan donasi kepada kami. Jan lupa lampirkan tujuan donasi untuk siapa dan buku apa, atau untuk semua translator. Thanks:D

AMASP Chapter 7
AMASP Chapter 9

Leave a Reply

Your email address will not be published.