AMASP Chapter 5

Featured Image

Di meja makan, penampilan luar tenang dan tentram. Namun, situasi di bawah meja menjadi lebih buruk. Lu Beifuan, yang duduk berseberangan dari Ye Zhen, mengulurkan kakinya hingga dia menyentuh paha Ye ZhenDari sudut pandang Lu Beifuan, kakak iparnya yang cantik menikahi orang yang koma, dia mungkin juga menjadi seorang janda. Sungguh penyia-nyiaan yang buruk.

Tidak mungkin bahwa kakaknya, yang menerima keuntungan yang tidak adil, akan membaik. Dari pada membiarkan kakak iparnya menjadi sia sia, dia harus mencicipinya. Lagipula, seluruh keluarga Lu akan menjadi miliknya di masa depan.

Selama beberapa hari terakhir, kakak iparnya yang awalnya malu-malu dan takut-takut tiba-tiba berubah menjadi wanita yang dingin dan elegan. Terasa mengerikan untuk menahan keinginannya.

Ye Zhen meletakkan sendoknya dan menatap Lu Beifan dengan senyuman. “Permisi, betisku secara tak sengaja berakhir di bawah kakimu. Bisakah kau tolong pindahkan kakimu dari pahaku?”

Lu Beifan adalah contoh pola dasar dari orang bodoh yang gila s**s. Baik itu penampilannya, pendidikan, kemampuan, atau statusnya, tidak ada yang pantas untuk diperlihatkan. Dia mewarisi sifat yang menggambarkan Papa Lu dengan sempurna, bejat secara alami.

Selama beberapa hari terakhir, Ye Zhen sudah cukup jijik dilirik oleh mata Lu Beifan yang kecil bercahaya. Dia memilih untuk mengabaikannya, dan Lu Beifan menganggapnya sebagai undangan untuk melakukan yang lebih buruk. Dia bahkan berani menyentuhnya sekarang di bawah tutup meja.

Dia semata-mata hanya ingin untuk hidup damai. Dia berencana untuk pergi diam-diam dari keluarga Lu begitu dia selesai membuat pengaturan. Namun, dia tidak menyangka saja makhluk sesat itu akan mengganggunya.

Tepat setelah Ye Zhen mengatakan kalimat ini, suasana di ruang makan mendadak berubah. Itu terasa seakan atmosfer yang tadinya menegang telah menyentuh garis kekuatan volt tinggi. Para pelayan yang berdiri di sebelah bahkan tidak berani bernafas terlalu keras.

Setelah Mama Lu melemparkan mangkuk dan sendok, Lu Beifan menarik kakinya dari paha Ye Zhen dengan tergesa-gesa.

Lu Beifan memeras otaknya dan berpura-pura bingung, “…..kakak ipar, maaf, itu tidak sengaja.”

Ye Zhen tersenyum, “Tidak apa-apa.”

Orang orang ini terkemuka. Meskipun tidak ada yang melihat apa yang terjadi di bawah meja, semua orang telah melihat sikap sugestif Lu Beifan yang terang-terangan dan yang terselubung, dan kerlingan panasnya terhadap Ye Zhen selama beberapa hari terakhir. Itu adalah hal yang jelas bagi semua orang.

Lu Beifan adalah putera yang dia miliki dengan kekasih kesukaannya, jadi Papa Lu membantunya keluar dari situasi yang canggung ini.

Mengambil handuk yang dibawa oleh pelayan, dia menatap Lu Beifan dan berkata, “Baiklah, saatnya pergi ke kantor.”

Merasa aman mengetahui bahwa dia memiliki pendukung, Lu Beifan melirik pada Ye Zhen dengan pandangan yang menunjukan dia sangat senang dengan dirinya sendiri. Dia mengabaikan pandangan peringatan dari Papa Lu seakan hal itu adalah haknya.

Ye Zhen diam-diam tertawa.

Meskipun kakaknya belum meninggal, dia berpikir bahwa dia adalah satu-satunya pilihan keluarga Lu sebagai penerusnya. Dia bernafsu terhadap kakak iparnya dan sudah berencana mengambil isteri kakaknya yang sedang koma. Tapi, dia gagal mempertimbangkan bahwa keluarga Lu tidaklah kekurangan penerus. Dia benar-benar kurang dalam hal pengendalian. Ye Zhen tidak menemukan hal itu aneh bahwa akhir hidupnya akan sangat menyedihkan.

Dia adalah orang bodoh. Ye Zhen berpikir bahwa itu beralasan untuk percaya bahwa bahkan jika Lu Beichuan tidak bangun, orang ini tetap tidak akan memiliki akhir yang bagus. Begitu si tokoh utama pria muncul, orang bodoh ini akan memicu kematiannya sendiri.

Lu Beifan berdiri dan mengikuti Lu Shaoren dengan sopan ketika mereka keluar dari rumah.

Tepat setelah Lu Beifan dan Lu Shaoren pergi, Mama Lu menghancurkan perangkat makan yang ada di depannya hingga berkeping-keping dan dengan benci menatap ke arah pintu utama.

Ye Zhen tetap duduk di meja makan. Tidak gelisah, dia perlahan menghabiskan sarapannya.

AMASP Chapter 4
AMASP Chapter 6

Leave a Reply

Your email address will not be published.