AMASP 63. Semakin Cepat Ia Menyingkirkan Wanita Lancang Ini, Semakin Baik (2)

Featured Image

Ye Qing telah menghabiskan malam dengan membolak-balikkan badan ketika ia mencoba untuk mencari sebuah cara untuk bertukar kembali dengan Ye Zhen. Ini adalah saat yang tepat untuk bertukar, dan dia kehilangan kendali dirinya sebentar karena ia marah bahwa Lin Zhan yang menginterupsinya.

Ye Zhen menarik lengan Ye Qing dan berbisik, “Ayo ganti.”

Ye Qing tidak memiliki waktu untuk berurusan dengan Lin Zhan. Menarik Ye Zhen bersamanya, mereka diam-diam menuju ke kamar Ye Qing.

Tapi, ketika mereka sampai di ujung atas tangga lantai dua, kepala pelayan tua memanggil untuk menghentikan mereka.

“Nona Ye, selamat pagi. Tuan Muda menyuruh saya untuk membawa anda ke ruang makan untuk sarapan.”

Ye Zhen tersenyum dan berkata, “Aku akan ke kamar untuk berganti pakaian. Aku akan segera kesana.”

Si kepala pelayan tua tersenyum ketika beliau menatap Ye Zhen. “Nona Ye, saya minta maaf. Tuan Muda mengatakan pakaian anda terlalu ketinggalan zaman. Ia memerintahkan kami untuk membuang semua pakaian anda. Pakaian anda diperkirakan akan dikirim ke sini pada pukul 8 malam.”

… Apakah ada yang salah dengan mental Lu Beichuan?

Tidak ada yang bisa mereka lakukan. Putar balik mereka telah dipotong. Mereka hanya bisa mengikuti si kepala pelayan tua ke ruang makan untuk sarapan.

Lu Shaoren melewati mereka di tangga dengan tergesa-gesa. Beliau melemparkan pandangan pada Lin Zhan dan berkata dengan gelisah, “Lin Zhan, ikuti aku, kita harus pergi ke suatu tempat.”

Itu terlihat seakan sesuatu yang besar telah terjadi.

Lin Zhan menatap Ye Zhen secara insting. Sesaat kemudian, ia pergi dengan Lu Shaoren.

Setelah mereka berdua pergi, Mama Lu terlihat sangat senang ketika beliau menuangkan bubur. Baru ketika Mama Lu akan mengisyaratkan mereka untuk duduk, beliau menatap mereka untuk waktu yang lama dan tidak bisa membedakan kedua saudari itu.

“Aku benar-benar tidak bisa membedakan kalian berdua.” Setelah mengatakan ini, beliau menggoda puteranya dengan wajah tersenyum, “Beichuan, kau seharusnya bisa mengenali isterimu sendiri, kan?”

Lu Beichuan menatap Ye Zhen. “Tentu saja.”

Di bawah tatapan Lu Beichuan yang tak tergoyahkan, Ye Zhen hanya bisa duduk di sampingnya. Dia merasa seakan dirinya duduk di atas peniti dan jarum.

Lu Beichuan menuangkan semangkuk bubur ayam dan meletakkannya di hadapan Ye Zhen. “Bukankah kemarin kau mengatakan bahwa orang tuamu gelisah untuk menemui adikmu? Aku akan menyuruh supir untuk mengantarkannya pulang setelah sarapan.”

Setelah mengatakan ini, ia menatap Ye Qing dengan dingin.

Ye Qing dengan marah duduk di kursi tamu dan memaksakan diri untuk tersenyum. “Aku sudah menelepon orang tuaku tadi malam. Aku ingin tinggal di sini selama beberapa hari dan mengambil kesempatan ini untuk menghabiskan waktu bersama kakakku.”

Ye Zhen mengikuti kata-kata Ye Qing. Tersenyum, Ye Zhen berkata, “Kami tidak melihat satu sama lain untuk waktu yang lama. Jadi, bisakah kau mengizinkan kakakku… Zhenzhen untuk tinggal disini selama beberapa hari?”

“Apakah kau mengatakan ini karena kau merindukan kakakmu atau karena dia tidak ingin meninggalkan pacarnya?” Mama Lu dengan dingin berkata, “Qingqing, jangan libatkan dirimu dalam masalah ini. Adikmu dan Lin Zhan harus membuat keputusan yang bertanggungjawab dengan kembali ke rumah orang tuamu dan membicarakannya dengan mereka.”

Mama Lu benar-benar menyalah pahami kenapa “Ye Zhen” ingin tinggal disini.

Lu Beichuan mengupas sebuah telur rebus untuk Ye Zhen. “Mamah benar. Itu akan baik bagi Lin Zhan dan adikmu untuk menyelesaikan status hubungan mereka bersama orang tuamu.”

Ye Qing sangat gelisah. Sekarang ini, dia yang normalnya adalah sumber ide, tidak bisa memikirkan kata apapun untuk diucapkan untuk meyakinkan mereka untuk membiarkannya tinggal disitu.

Di bawah tatapan waspada Mama Lu, Ye Zhen hanya bisa menerima telur yang dikupaskan Lu Beichuan untuknya. Ia memindahkan bagian kuning telur dan meninggalkannya di piring kecil. Setelah memikirkannya, ia berkata, “Itu akan sulit untuk membicarakannya dengan orang tuaku. Zhenzhen dan aku akan pulang bersama, jadi kami bisa bekerja sama untuk membujuk orang tua kami. Kami akan melakukan yang terbaik.”

Ekspresi Lu Beichuan sedikit tenggelam, tapi ia tetap diam.

Mendengar kata-kata ini, Ye Qing berhenti khawatir. Dia tersenyum dan berkata, “Terima kasih kakak.”

“…Tentu.” Wow, Ye Qing dengan begitu mudahnya memanggilnya kakak.

Mama Lu tiba-tiba berpikir sesuatu dan berkata, “Tidak, tidak hari ini. Qingqing kau tidak boleh meninggalkan vila hari ini.”

Table Of Content

AMASP 62. Semakin Cepat Ia Menyingkirkan Wanita Lancang ini, Semakin Baik (1)
AMASP 64. Semakin Cepat Ia Menyingkirkan Wanita Lancang Ini, Semakin Baik (3)

Leave a Reply

Your email address will not be published.