AMASP 62. Semakin Cepat Ia Menyingkirkan Wanita Lancang ini, Semakin Baik (1)

Featured Image

Ketika Ye Zhen akan terbangun keesokan harinya dengan merasa segar karena memiliki tidur yang nyenyak di samping harinya yang melelahkan karena kesibukan, Ye Qing dan Lin Zhan tidak memiliki tidur yang cukup.

Karena itu tidak akan baik baginya jika ia membenarkan kesalahpahaman Lu Beichuan, Ye Qing hanya bisa berpura-pura ia adalah Ye Zhen dan pergi ke kamar tamu untuk tidur. Ia membolak-balikkan badan sepanjang malam. Ia tidak bisa memecahkan apa tujuan Lu Beichuan.

Sejak dia datang ke sini, ia telah memperlakukannya dengan dingin dan datar. Dia bahkan tak akan mengizinkannya tidur di kamar yang sama dengannya. Dia sering berspekulasi bahwa Lu Beichuan menderita penyakit hormonal.  Jika tidak, bagaimana bisa ia mengabaikannya dengan begitu mudah?

Tapi kalau begitu, kenapa ia membungkuskan lengannya di sekeliling pinggang Ye Zhen?

Dia menatapnya dengan pandangan lembut dan berbicara kepadanya dalam nada yang lembut. Dia tidak pernah melihat sisi dirinya yang itu sebelumnya.

Ia telah melakukan pekerjaan yang sangat baik untuk berpura-pura menjadi Ye Zhen. Baik itu menirukan kepribadian atau kebiasaannya, tidak ada kerusakan dalam tindakannya. Jadi, kenapa dia merasa bahwa Lu Beichuan memperlakukannya dan Ye Zhen dengan benar-benar berbeda?

Ye Qing memikirkan ini selama semalam, tapi ia tidak bisa memecahkannya.

Mirip, Lin Zhan yang berbagi dinding dengan kamar tamu Ye Qing, juga tidak bisa tidur.

Kata-kata Ye Qing telah memutar balikkan pandangannya terhadap dunia.

Orang yang telah menuliskan lebih dari dua puluh surat cinta untuknya bukanlah Ye Qing. Orang yang bekerja bersamanya di restoran dan membawanya ke rumah sakit ketika ia pingsan di tempat kerja juga bukan dia. Dan orang yang tanpa lelah merawat ibunya pasti bukan dia.

Itu telah menjadi kenangan-kenangan Lin Zhan yang paling berharga, dan alasan kenapa akhirnya ia jatuh cinta dengan Ye Qing. Tapi sekarang, ia menemukan bahwa bukan Ye Qing yang berada dalam kenangan tersebut. Itu orang lain.

Dia menyukai tulisan tangan yang anggun dalam surat cinta itu, dan bagaimana ia dengan malu menyatakan rasa cintanya dalam tulisan. Dia hampir bisa membayangkan wajahnya yang memerah ketika ia menuliskan surat-surat itu.

Dia ingat betapa baiknya ia ketika mereka bekerja bersama di restoran dan bagaimana ia merawat ibunya dengan hati-hati. Di dalam kenangannya yang berharga itu, selalu ada wajah tersenyum yang ditujukan untuknya.

Tapi sekarang Ye Qing memberitahunya bahwa ia salah.

Gadis yang pernah bersumpah untuk merawatnya sepanjang sisa hidupnya sebenarnya adalah gadis yang telah ia abaikan selama ini?

Beberapa detail yang ia pilih ia abaikan sekarang dengan jelas terlihat karena mencurigakan.

Sebagai contoh, membuat Ye Zhen mengirimkan hadiah dari Ye Qing.

Untuk menghindari orang tua Ye dari mencurigai, kedua saudari akan keluar ketika ia berkencan dengan Ye Qing. Setelah kencan mereka berakhir, Ye Zhen akan pulang bersama Ye Qing.

Pada akhirnya, untuk membantunya dan Ye Qing, bukan hanya Ye Zhen memunculkan rencana untuk membantu mereka melarikan diri, dia menggantikan Ye Qing menikahi orang yang koma.

Dia tidak ingin memikirkan bagaimana sedihnya yang dirasakan Ye Zhen dulu ketika dirinya bahkan tidak menyadari Ye Zhen tersenyum dan menatapnya.

Lin Zhan merasa seakan sebuah pisau menusuk jantungnya.

Ia adalah seorang gadis yang baik hati seperti itu, dan ia telah berulang kali diabaikan dan disakiti olehnya secara emosiaonal.

Malam ini, ia terus menanyakan dirinya pertanyaan yang sama. Bagaimana bisa ia salah mengenali Ye Qing sebagai Ye Zhen?

***

Setelah Ye Zhen bangun merasa segar, dia memakai pakaian yang dibawakan oleh seorang pelayan, dan menuju ke tangga untuk turun.

Ia secara tak sengaja bertemu dengan Ye Qing dan Lin Zhan ketika mereka keluar dari kamar masing-masing. Mereka berdua bermata merah.

Melihat bahwa tidak ada orang dari keluarga Lu di sekitar, Ye Qing tidak menunggu Ye Zhen untuk berbicara. Dia menarik Ye Zhen mendekat dan berbisik, “Ayo tukar pakaian kita.”

Ye Qing merasa bahwa karena mereka adalah kembar identik, dan satu-satunya cara orang membedakan mereka dengan pakaian mereka, mereka bisa dengan mudah bertukar identitas kembali hanya dengan mengganti pakaian mereka.

“Oke.”

Dengan hening berdiri di belakang mereka, pandangan Lin Zhan terpaku pada Ye Zhen. Itu seakan ada seribu kata yang ingin ia katakan, tapi ia tidak tahu dimana harus memulai. Dia mengepalkan dan membuka telapak tangannya beberapa kali. Pada akhirnya, ia akhirnya memanggil, “……Ye Zhen”

Dia ingin bertanya pada Ye Zhen apakah kata-kata yang diucapkan oleh Ye Qing kemarin benar atau tidak.

Entah itu benar atau tidak, ia ingin mendengarnya langsung dari Ye Zhen.

Mendengar suara Lin Zhan, Ye Qing berbalik dan menatapnya tajam. Dia mendesis, “Apapun yang ingin kau katakan, lakukan setelah kau pergi dari sini!”

Wajah Lin Zhan membeku. Sebuah ekspresi yang tak yakin terbentang di wajahnya.

Table Of Content

AMASP 61. Jadi, Dia Harus Sangat Sangat Waspada dan Berhati-hati (3)
AMASP 63. Semakin Cepat Ia Menyingkirkan Wanita Lancang Ini, Semakin Baik (2)

Leave a Reply

Your email address will not be published.