AMASP 61. Jadi, Dia Harus Sangat Sangat Waspada dan Berhati-hati (3)

Featured Image

Ye Zhen telah meletakkan hati dan jiwanya untuk mengurusnya. Dia sangat bijak dan perhatian. Ye Zhen mematikan bahwa dia tidak terlalu panas atau terlalu dingin atau tidak nyaman karena berbaring di ranjang sepanjang hari. Dia bahkan belajar caranya memijat dari pengurus profesional, dan akan memijatnya sepanjang hari.

William bahkan mengatakan bahwa ada hubungan antara perawatan Ye Zhen yang teliti dan cepatnya kesembuhannya.

Selama masa satu bulan itu, Ye Zhen telah secara signifikan mengurangi jumlah kebencian dan kemarahan yang ia rasakan.

Ye Zhen akan merasa lelah setelah menghabiskan sepanjang hari untuk memijatnya. Logikanya, seseorang akan bisa tertidur dengan baik jika mereka kelelahan secara fisik. Tapi, tidur Ye Zhen selalu bermasalah. Dia akan sering terbangun karena mimpi buruk dan mengoceh omong kosong dalam tidurnya.

Meminum susu sebelum waktu tidur akan memastikan bahwa dia akan mendapatkan tidur malam yang baik.

Berbaring di samping Ye Zhen, Lu Beichuan meletakkan tangannya di atas perut rata Ye Zhen. Kehidupan kecil sedang dibesarkan disana. Kehidupan kecil itu adalah miliknya dan Ye Zhen.

Entah bayinya lelaki atau perempuan, dia akan melakukan pekerjaan dengan baik untuk mendidiknya agar dia tumbuh menjadi seseorang yang baik seperti ibunya. Dia akan menjadi ayah yang baik untuk anak ini. Dia tidak akan mengulangi kesalahan orang tuanya dan menyebabkan anak ini menderita seperti dirinya tumbuh besar.

Di masa lalu, Ye Zhen-lah yang merawatnya. Dia telah menyingkirkan Lu Beifan untuknya. Hal yang ia hutang padanya, dia akan membayarnya selama sisa hidup mereka.

Ponsel yang berada di kepala ranjang berdering. Lu Beichuan turun dari ranjang dan berjalan ke jendela untuk mengangkat panggilan.

“Tuan Lu, orang itu telah tertangkap. Bagaimana orang itu harus diurus?”

Satu tahun yang lalu, dia memegang kendali total keluarga Lu. Pada saat itu, ketika tidak ada pesaing yang hampir mendekati setara dengannya, dan tidak ada pebisnis yang berani menentangnya, ayahnya sendiri berskema melawannya hanya demi merebut kendali.

Lu Beichuan sudah mencari ke  dalam jiwanya untuk apa yang akan ia lakukan selanjutnya. Dia adalah orang yang pendendam. Selanjutnya, tidak ada kasih sayang keluarga yang tersisa antara dirinya dan ayahnya setelah beberapa tahun terakhir ini bersaing untuk kekuasaan. Dia dan ayahnya lebih baik dipisahkan oleh gunung dan sungai. Mereka berdua mempunyai pemikiran jahat terhadap satu sama lain. Kasih sayang keayahan sudah lama berhenti menjadi hal yang penting untuk Lu Beichuan.

Bagian pertama hidupnya telah terlewat tanpa ada apapun yang patut diperhatikan, tapi sekarang dia menemukan orang yang penting baginya.

Dia memikirkan peringatan Ye Zhen sebelumnya: “Benar-benar jangan lakukan hal yang tidak resmi. Jangan berpikir kau bisa melakukan apapun yang kau inginkan hanya karena kau sangat berkuasa. Tak peduli betapa berkuasanya dirimu, kau tidak akan bisa kabur dari dihukum oleh hukum!”

Dia berjalan kembali ke ranjang dan mencondongkan tubuh untuk menatap Ye Zhen yang tertidur dengan manisnya. Dia berbalik dan lengannya yang ramping terlentang ke tempat biasanya ia tidur. Ye Zhen yang tertidur setengah tersinari oleh cahaya bulan yang terang.

Lu Beichuan tidak bisa menolak tersenyum lembut, bahkan suaranya lebih lembut daripada biasanya ketika dia berbicara pelan, “Serahkan dia ke polisi. Semuanya akan diselesaikan berdasarkan hukum.”

“Serahkan dia ke polisi?” Orang yang berada di seberang telepon tidak bisa tidak tertegun.

Jika keluar berita bahwa seorang anggota keluarga yang bergengsi mencoba membunuh puteranya demi kekuasaan, keluarga itu akan menjadi bahan tertawaan. Tuan Tua Lu adalah seseorang yang sangat menghargai tradisi dan reputasi yang mapan. Beliau pasti tidak akan menginginkan lebih banyak orang untuk mengetahui masalah ini. Si bawahan berpikir bahwa pilihan terbaik  adalah menyerahkan saksi dan bukti kepada Tuan Tua Lu. Jika Tuan Tua Lu menangani Lu Shaoren sendiri, Lu Beichuan akan mendapatkan keuntungan dari rasa bersalah Tuan Tua Lu terhadap cucu lelakinya.

Namun, perintah Lu Beichuan jelas, jadi si bawahan tidak berani menyuarakan pertanyaannya lagi. Si bawahan menjawab perintah tersebut dan menutup telepon.

Lu Beichuan mengerti kenapa orang di seberang telepon bingung.

Di masa lalu, dia sendirian, jadi dia bisa melakukan apapun yang ia sukai. Tapi sekarang, itu berbeda.

Dia meletakkan ponselnya, kembali berbaring di ranjang, dan dengan lembut menggosok perut rata Ye Zhen.

Sekarang ini, dia memiliki seorang isteri yang sedang hamil. Dia tidak bisa melakukan hal-hal tanpa memikirkan konsekuensinya seperti yang ia lakukan dulu. Apa yang terjadi kepadanya dulu seperti kecelakaan mobil,  itu benar-benar tidak boleh dibiarkan terjadi pada Ye Zhen.

Jadi, dia harus sangat sangat waspada dan berhati-hati.

T/N : My dear readers, jan lupa jaga kesehatan ya 😀

[maxbutton name =”Aku Mengandung Anak Seorang Penjahat”]

6
Comments

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

  • 0
  • 0
  • 0