AMASP 60. Jadi, Dia Harus Sangat Sangat Waspada dan Berhati-hati (2)

Featured Image

Lu Beichuan berjalan ke arah meja rias dengan segelas susu hangat di tangannya. Setelah meletakkan segelas susu hangat itu, dia mengambil pengering rambut yang ditinggalkan menyala.

Melirik Ye Zhen yang berdiri ragu di samping pintu, Lu Beichuan dengan ringan berkata, “Kemarilah.”

Ye Zhen merasa sangat bersalah. Wajah datar Lu Beichuan tidak memberikan petunjuk tentang apa yang ia pikirkan, yang bahkan membuatnya merasa lebih gelisah. Dia dengan ragu berjalan mendekat dan ditekan untuk duduk lagi di meja rias. Lu Beichuan memberikannya segelas susu.

Ye Zhen merasa sangat ragu tentang meminum susu ini. Bagaimana jika dia diracuni lagi? Bagaimana jika dia benar-benar mengandung anak Lu Beichuan? Jika ini benar, bukankah dia memberi Lu Beichuan, binatang buas ini, kendali bebas untuk melakukan apapun yang ia inginkan dengannya?

Melihat keraguan Ye Zhen, Lu Beichuan bertanya dengan suara rendah, “Ada apa? Bukankah kau mengatakan meminum susu akan membantumu tertidur, itulah kenapa kau ingin meminumnya setiap malam? Kenapa malam ini kau tidak meminumnya?”

Ye Zhen alaminya tak akan mengekspos dirinya sendiri dengan bertindak aneh. Dia memaksakan diri untuk tersenyum. Memegang segelas susu hangat itu, Ye Zhen perlahan meminumnya.

Menunggu sampai dia sudah menghabiskan susu itu, Lu Beichuan mengambil pengering rambut dan dengan berhati-hati mulai mengeringkan rambut Ye Zhen yang setengah basah.

Tangannya dengan lembut memindahkan rambut Ye Zhen. Dia sangat teliti. Pengering rambut itu berada pada jarak yang sempurna jadi itu tidak terlalu panas atau tidak cukup panas.

Ye Zhen terkejut.

Lu Beichuan dengan dinginnya datar selama siang hari. Kenapa sepertinya ia seakan menjadi orang yang benar-benar berbeda pada malam hari?

Dihadapkan dengan pandangan terkejut dan gugup Ye Zhen, Lu Beichuan tidak mengubah ekspresinya. Dia melanjutkan mengeringkan rambutnya.

Ketika udara yang lembut dari pengering rambut mengenai rambut hitam Ye Zhen yang halus, rambutnya akan keluar dari jari-jarinya. Dia hampir tidak bisa menahan rambutnya dalam genggamannya.

Itu sama saja seperti dirinya. Begitu dia berhenti memusatkan seluruh perhatiannya padanya, ia akan mencoba untuk menyelinap pergi.

Dengan ekspresi tenang, Lu Beichuan berpikir bahwa begitu dia selesai mengatur masalah keluarga Lu, dia akan membereskan masalah pertukaran identitas dan mengakhiri ide wanita ini untuk meninggalkannya.

Saat rambutnya hampir kering, Ye Zhen merasa makin mengantuk. Ketika dia menguap dengan air mata yang hampir keluar karena mencoba untuk tetap membuka mata, dia berpikir bahwa cukup pasti, bajingan ini telah mengobati susu itu lagi.

Dari cermin, dia menatap kaki kuat Lu Beichuan yang tak tertutup. Pikirannya melompat pada mimpi-mimpi yang ia miliki sebelumnya. Dia tidak bisa untuk tidak menyerah. Apa yang bisa ia lakukan sekarang? Dia terjebak. Dia sudah gagal melarikan diri. Lebih baik dia mengalah tidur saja. Lagipula, dia sudah hamil, jadi dia hanya bisa mengikuti kemana situasi membawanya.

“Ngantuk?”

Ye Zhen mengangguk.

Lu Beichuan mematikan pengering rambut. “Tidurlah.”

Ye Zhen berdiri dengan goyah. Dia merasakan ngantuk yang tak tertahankan. Tepat setelah dia naik ke ranjang, dia merasakan kasur yang sangat nyaman, dan sebuah aroma yang tak asing melayang ke hidungnya. Dia secara terus menerus menggosokkan tubuhnya terhadap selimut. Begitu kepalanya menyentuh bantal, dia menutup matanya dan jatuh tertidur pulas.

Lu Beichuan mematikan lampu terang di dalam kamar dan menyalakan lampu tidur yang redup, dan lembut. Setelah berdiri di samping ranjang selama beberapa saat untuk menatap Ye Zhen, dia pergi ke kamar mandi dan mengeringkan rambutnya menggunakan handuk sebelum tidur.

Setelah berbagi ranjang dengan seseorang selama lebih dari satu bulan, itu terasa aneh untuk tidur sendirian di ranjang ini selama beberapa hari terakhir.

Dengan Ye Zhen tidur di sampingnya, hatinya merasa tenang.

Setahun yang lalu, Lu Beichuan mengalami kecelakaan mobil dalam perjalanannya menuju bandara. Dia hampir mati. Meskipun dia bertahan hidup, dia berbaring di ranjang rumah sakit selama hampir setahun sebagai orang yang setengah mati.

Kemudian, meskipun dia telah bangun dari komanya, dia tidak bisa merasakan apapun di bawah pinggangnya. Untuk menghindari memperingati musuhnya secara tak sengaja, dia berpura-pura bahwa dia masih berada dalam keadaan koma. Selama waktu ini, ia mengalami perawatan yang tidak sungguh-sungguh oleh pengurus profesional dan pelayan, helaan nafas kakeknya, tangisan ibunya, dan sikap ayahnya yang sok suci.

Kakeknya menghela nafas karena berpikir bahwa keluarga Lu kehilangan pewaris yang bertalenta. Ibunya menangis untuk dirinya sendiri. Tanpa seorang putera, dia tidak tahu akan seperti apa masa depannya. Sikap ayahnya yang sok suci adalah karena ia ingin merayakan bahwa rencananya telah berhasil.

Satu-satunya pengecualian untuk semua ini adalah Ye Zhen.

Table Of Content

AMASP 59. Jadi, Dia Harus Sangat Sangat Waspada dan Berhati-hati. (1)
AMASP 61. Jadi, Dia Harus Sangat Sangat Waspada dan Berhati-hati (3)

Leave a Reply

Your email address will not be published.