AMASP 58. Dia Tidak Berani Bergerak (7)

Featured Image

“Kau benar-benar tidak bisa memahami apa yang kuberitahukan padamu?” Ye Qing membuang kehati-hatiannya dan keceplosan, “Semua hal itu dilakukan oleh adikku. Dia memiliki rasa rendah diri bawaan. Dia terlalu malu. Ketika dia menyukai seseorang, dia tidak akan pernah berani mengaku secara langsung. Dia menyukaimu. Tapi dia takut kau tidak akan menyukainya, dia tidak berani memberitahumu bahaa dia adalah adik kembar yang tidak mengetahui apapun, jadi dia memperkenalkan dirinya sendiri sebagai kakak kembarnya yang memiliki banyak pencapaian yang luar biasa!”

“Tapi… tidak! Itu tidak mungkin! Kau bohong padaku.”

“Kenapa aku harus berbohong padamu tentang masalah ini? Apakah itu diperlukan untuk berbohong padamu? Jika kau tidak mempercayaiku, pergi bertanyalah pada Ye Zhen. Tanya dia apakah dia menyukaimu!”

Kata-kata Ye Qing sepertinya telah menggulingkan persepsi Lin Zhan dari kenyataan beberapa tahun terakhir. Dia membuat suara tersedak. Itu seakan sesuatu menyumbat tenggorokannya dan mencegahnya berbicara. Dia berpikir bahwa pengalaman-pengalaman itu menjadi pengalamannya yang palinh berharga bersama Ye Qing, tapi ternyata. Itu bersama Ye Zhen?

“Tapi… jika kau tidak melakukan hal itu. Bagaimana bisa kau mengetahuinya?”

Ye Qing diam menatapnya selama beberapa saat sebelum akhirnya berkata, “Dia… memiliki sebuah buku harian. Dia menuliskan segala hal yang berhubungan denganmu di dalam buku harian itu. Aku membaca buku harian itu.”

“Jadi, kau…”

“Lin Zhan, tidak ada nilainya membicarakan ini sekarang. Aku tahu bahwa aku banyak berhutang pada Ye Zhen. Aku mau mengembalikan segala yang kuhutang padanya, termasuk dirimu.”

Lin Zhan tersenyum. “Mengembalikanku padanya? Apakah kau menganggapku sebagai barang yang bisa kau berikan pada orang lain?”

“Aku berpikir bahwa mungkin hal-hal yang kau alami dengannya memainkan peran besar dalam alasan kau jatuh cinta padaku. Kau paling tidak harus mencoba untuk mengencaninya…”

Tiba-tiba, sebuah suara yang rendah dan sangat menarik terdengar di luar pintu, “Kenapa kau berdiri disini?”

Ada seseorang berdiri di luar pintu!

Ye Qing segera berhenti bicara. Dia menahan nafas untuk mendengarkan apa yang terjadi di luar.

Tapi itu terlalu terlambat. Seseorang mendorong terbuka pintu kamar mandi dari luar.

Cahaya di lorong segera memenuhi kamar mandi. Punggung Lin Zhan menghadap pintu, sedangkan Ye Qing sebagian besar terselimuti dalam bayangan, jadi dia tidak terlihat dengan jelas.

Di luar kamar mandi, Lu Beichuan berdiri di sebelah Ye Zhen. Dia melemparkan sebuah lirikan pada Lin Zhan dan Ye Qing, dan berkata dalam nada rendah, tak senang, “Jika kalian ingin berbicara, tidak perlu begitu diam-diam. Kalian bisa berbicara di ruangan kalian.”

Ye Qing tidak yakin apa yang dia maksud. Dia menaikkan kepalanya sementara dan akan menjelaskannya, tapi dia melihat tangan Lu Beichuan berada di sekeliling pinggang ramping Ye Zhen.

Pandangannya lembut ketika dia berkata dalam nada yang intim, “Sudah malam. Ayo kembali ke kamar kita untuk beristirahat.”

Pada saat inilah Ye Qing menyadari bahwa dia dan Ye Zhen memakai piayam dengan gaya yang sama.

Lu Beichuan sepertinya telah… salah mengenalinya sebagai Ye Qing.

Tapi jika dia menjelaskan kesalahpahamannya, bagaimana bisa dia membenarkan alasan dirinya dan Lin Zhan sendirian berada di dalam kamar mandi yang kecil ini?

Ye Zhen awalnya hanya menguping. Bagaimana bisa dia mengantisipasi bahwa Lu Beichuan akan melekatkan diri dalam hal ini dan salah mengenali mereka?

Dia menatap piyamanya yang biasa. Gaya piyama tersebut sama dengan yang dipakai oleh Ye Qing.

Itu takterhindarkan bahwa orang mungkin akan bingung terhadap mereka berdua dalam cahaya yang remang. Tapi, menatap Ye Qing, dia bisa mengatakan bahwa dia tidak akan membenarkan kesalahpahaman Lu Beichuan dan menjelaskan hal-hal ini.

Tapi, jika dia tetap diam…

Ye Zhen, yang pinggangnya dipegang oleh Lu Beichuan, membeku.

Dia tidak berani bergerak.

T/N : Yuhuuu Lani balik lagi 😀 🙂 Aku kasih lima chapie buat my beloved reader 😀 <3

AMASP 57. Dia Tidak Berani Bergerak (6)
AMASP 59. Jadi, Dia Harus Sangat Sangat Waspada dan Berhati-hati. (1)

7 thoughts on “AMASP 58. Dia Tidak Berani Bergerak (7)”

  1. Luv u to kak, aduh gak sabar buat liat kekisruhan Lu Beichuan sama Lin Zhan memperebutkan Ye Zhen :3

Leave a Reply

Your email address will not be published.