AMASP 57. Dia Tidak Berani Bergerak (6)

Featured Image

Di hadapan Ye Qing yang mempertanyakannya, Lin Zhan menjelaskan, “Aku tidak memberitahumu karena aku tidak pernah mempertimbangkan diriku sebagai seorang anggota keluarga Lu. Sebelumnya aku memberitahumu bahwa ibuku adalah satu-satunya kerabatku. Sekarang bahwa ibuku sudah meninggal, aku tidak memiliki siapapun kecuali dirimu.”

“Kau hanya membuat alasan! Jika kau benar-benar mencintaiku, kau akan memberitahuku segalanya dengan tanpa syarat!”

Lin Zhan diam.

Itu benar bahwa dia seharusnya tidak menyembunyikan rahasia ini dari Ye Qing.

Ye Qing baru selesai mandi, jadi ruang yang sempit dan remang-remang itu dipenuhi dengan aroma sabun dan samponya. Percampuran aroma itu manis, tapi tidak tercium murah. Itu benar-benar kebalikan dari aromanya sebelumnya yang segar dan alami.

Lin Zhan mulai menyadari bahwa wanita yang berdiri di hadapannya telah berhenti menjadi miliknya pada hari dia meninggalkannya.

Tapi, dia masih belum mau menyerah!

“Qingqing, ini belum terlalu terlambat untuk kita. Pergilah bersamaku.!

“Pergi bersamamu? Bagaimana bisa aku pergi bersamamu? Aku sudah menjadi isteri Lu Beichuan!”

“Jangan bodoh!” Lin Zhan merasa marah bahwa Ye Qing sengaja tidak menyadari kebenaran. “Jika bahkan aku bisa melihatnya, bagaimana bisa kau tidak melihatnya juga? Lu Beichuan tidak memiliki sedikitpun perasaan untukmu. Apakah kau ingin menghabiskan sisa hidupmu dalam pernikahan yang tanpa cinta? Apakah kau sudah melupakan apan yang dulu kau katakan padaku? Kau mengatakan meskipun aku tidak memiliki apapun, kau akan mau mengikutiku!”

Ketika Ye Qing lebih muda dan tidak berpengalaman, seseorang bertanya padanya apakah dia akan lebih memilih duduk di belakang sepeda dan tertawa, atau duduk di dalam BMW dan menangis.

Pada saat itu, Ye Qing memiliki BMW, jadi dia menjawab dengan semangat yang tinggi, “Yang pertama.”

Namun, setelah menjalani masa kehidupan berjuang untuk mengumpulkan uang untuk kebutuhan sehari-hari dan melihat hidup Ye Zhen yang bahagia dan beruntung, dia sangat menyesali pilihannya.

Pada saat itu, setelah melihat Ye Zhen berada di dalam mobil, dia terus berpikir bahwa jika dia tidak menyerahkan status Nyonya Lu dengan gratis, dialah yang akan duduk di dalam Bentley!

Kehidupan yang dijalani oleh Ye Zhen juga miliknya.

Ye Qing menggelengkan kepalanya. Dalam nada yang tenang, dia berkata, “Tidak, bukan aku yang mengatakan itu.”

Lin Zhan berpikir bahwa dia menyangkal. “Berhenti berbohong pada dirimu. Qingqing, pergilah bersamaku. Aku berjanji akan melakukan yang terbaik untuk memberimu hidup yang baik.”

Di dalam kamar mandi yang remang-remang, Ye Qing menatap mata Lin Zhan.

Sekarang dia bisa melihat bahwa masa muda Lin Zhan memberinya kepercayaan diri yang tak berdasar. Dulu, dia belum mengerti bagaimana cara kerjanya lingkungan sosial dan betapa kerasnya berjuang untuk hidup. Dulu, dia secara tak sengaja dengan dirinya yang tampan di lapangan basket. Dia memiliki pencapaian yang sangat baik di sekolah dan menjadi orang yang paling populer di sekolahnya. Itu sulit baginya untuk melupakan romansa masa mudanya.

Namun, setelah pengalaman seumur hidup di masa hidupnya yang dulu, masa mudanya yang singkat telah lama kehilangan kepentingannya bagi dirinya. Selama jangka hidupnya yang riuh, siapa yang memiliki waktu dan tenaga untuk senang memikirkan cinta?

“Lin Zhan, benar-benar bukan aku yang mengatakan kalimat itu. Itu Ye Zhen.”

Lin Zhan memberengut. “Apa maksudmu?”

“Kita sudah mencapai titik ini. Aku akan berbicara terang-terangan.” Ye Qing dengan tenang berkata, “Dulu, bukan aku yang menulis lebih dari 20 surat untukmu, atau yang menemanimu dalam pekerjaanmu di restoran. Ketika kau pingsan dan dikirim ke rumah sakit, bukan aku yang bersamamu. Orang yang tanpa lelah merawat ibumu yang sakit juga bukan aku. Aku bukanlah jenis orang yang akan menulis surat cinta yang berkesan. Aku tidak akan mau membuat diriku kotor dengan melakukan pekerjaan kasar di restoran. Kau sangat tinggi. Aku tidak akan mencoba membawamu ke rumah sakit. Jika dulu aku harus merawat ibumu, aku hanya akan memperkerjakan pengurus untuknya. Ye Zhen-lah yang mau melakukan hal sejenis itu. Dulu, Ye Zhen-lah yang melakukan hal itu, bukan aku.”

Lin Zhan menahan nafasnya. Itu seakan kesadarannya terlalu terkejut untuk bereaksi. “Apa… apa yang kau katakan?”

AMASP 56. Dia Tidak Berani Bergerak (5)
AMASP 58. Dia Tidak Berani Bergerak (7)

Leave a Reply

Your email address will not be published.