AMASP 55. Dia Tidak Berani Bergerak (4)

Featured Image

Apa yang dia lakukan dengan duduk di sana dan menatapnya dengan tak tergoyahkan?!

Apakah Lin Zhan berpikir bahwa dia masih gadis muda yang dengan begitu mudah ditipu seperti di masa lalu?!

Pandangan Lin Zhan yang intim itu terlalu kentara. Itu membuat Ye Qing berada dalam posisi yang khususnya terasa tidak nyaman.

Lu Beichuan tertawa kecil. “Tuan Lin, kenapa anda terus menatap Ye Qing?”

Mata Lin Zhan kalem. Sejak pada malam dimana Ye Qing meninggalkannya demi adiknya, dirinya telah menetapkan tekad untuk membawa Ye Qing jauh dari pusaran ini. Begitu dia masuk ke sini, dia mengenali pacarnya, yang telah tinggal bersamanya siang dan malam. Lin Zhan merendahkan matanya. “Bukan apa-apa.”

Ye Qing tersenyum kecil, dan dengan penuh pemikiran menambahkan iga ke mangkuk Lu Beichua. “Dia tidak menatapku. Dia menatap Zhenzhen?”

Lu Beichuan menatapnya dengan pandangan yang merenung. Matanya yang tajam seperti sebuah pisau yang menusuk jantungnya ketika dia berkata dengan suara tajam, “Dia menatap Zhenzhen?”

Jari Ye Qing yang memegang sumpit sedikit gemetar. Dia telah bertingkah laku dengan sangat berhati-hati terhadap Lu Beichuan selama ini, dan bahkan tidak berani sekali saja melampaui batas. Namun, sikap Lu Beichuan terhadapnya tetap dingin. Itu bahkan bisa dikatakan bahwa sikapnya terhadap dirinya berada pada level jijik. Begitu dia berpikir sedikit saja mengenai pandangan Lu Beichuan yang semanis madu terhadap Ye Qing di masa hidupnya yang dulu, dia akan segera merasa bahwa rencananya telah gagal.

Dia memaksakan diri untuk tersenyum. “Lin Zhan adalah pacar Zhenzhen.”

“Apa?” Pandangan Mama Lu dengan ragu bolak-balik diantara Lin Zhan dan Ye Zhen.

Lu Shaoren juga menatapnya dengan keraguan, “Apa yang terjadi?”

Ye Qing tersenyum ketika dia menjelaskan, “Itu seperti ini. Orang tua kami tidak akan menyetujui Lin Zhan dan Zhenzhen untuk menikah, jadi mereka berdua melarikan diri.  Aku melihat betapa khawatirnya orang tua kami. Ibuku bahkan sakit karena terlalu khawatir, jadi aku meminta Beichuan untuk membantuku menemukan Zhenzhen. Untungnya, hari ini Beichuan menemukannya.

Ye Qing melirik Ye Zhen. Itu jelas bahwa dia memperingatkannya untuk bekerjasama.

“Jadi seperti itu…” Lu Shaoren menatap Lin Zhan ketika dia melanjutkan, “Jadi dia adalah pacar yang kau bicarakan.”

Ekspresi Lin Zhan sangat jelek. Dia tahu bahwa Ye Zhen telah menggantikan Ye Qing menikahi Lu Beichuan, tapi dia juga bisa dengan mudah mengatakan bahwa sekarang ini Ye Qing-lah yang duduk di sebelah Lu Beichuan, dan bukan Ye Zhen. Namun, dia merasa seakan sedang melihat orang asing ketika dia mendengar kata-kata Ye Qing. Di dalam ingatannya, Ye Qing adalah wanita yang baik, murah hati, dan angkuh. Tapi wanita yang ada di hadapannya berubah menjadi seseorang yang berhati dingin, waspada, dan siap menerima apapun tanpa protes.

Jelas-jelas dialah yang melarikan diri bersamanya, tetapi dia dengan tenangnya mendorong kesalahan kepada Ye Zhen.

Lin Zhan mempererat genggamannya pada sumpit. Pembuluh darah di punggung tangannya menonjol.

Tepat pada saat ini ketika dia tidak bisa tetap diam lebih lama lagi, seseorang menendang kakinya di bawah meja makan.

Dia secara naluri menatap pada Ye Zhen yang duduk berseberangan dengannya. Ye Zhen sedikit menundukkan kepalanya, dan wajahnya sedikit memerah. Dia diam-diam tersenyum padanya dan menggelengkan kepalanya. Dia terkejut melihat Ye Zhen menatapnya dengan tatapan memohon.

Cahaya yang berkilau dari lilin di atas meja makan terefleksikan di dalam matanya. Itu seakan matanya berisi bintang-bintang yang gemerlap.

Tepat pada saat itu, kemarahan dalam diri Lin Zham tiba-tiba menghilang. Tangan yang menggenggam sumpit menjadi santai.

Dari sudut pandang Lin Zhan, Ye Zhen adalah orang benar-benar biasa saja sejak kanak-kanak, tapi dia selalu menjadi orang yang paling berani dibandingkan yang lainnya pada saat kritis. Ketika kakaknya melarikan diri bersamanya dengan tak bertanggungjawab, Ye Zhen mau mengorbankan kebahagiaan dan masa depannya untuk menyelamatkan kakak dan orang tuanya dengan menikahi orang yang koma.

Sekarang, bahwa si orang koma tersebut sudah sadar, dia mau menyingkir tanpa mendapatkan keuntungan sedikitpun untuk dirinya. Dia bahkan mau menanggung beban dari tindakan kakaknya yang sebelumnya dan merusak reputasinya sendiri dengan melakukan hal tersebut. Sebaliknya, kakaknya dengan bersemangat membuang konsekuensi tindakannya kepada adiknya.

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.