AMASP 54. Dia Tidak Berani Bergerak (3)

Featured Image

Namun, jika Lin Zhan pergi karena kata-kata Lu Beichuan, Lu Shaoren bahkan akan lebih kehilangan wajah. Setelah sesaat diam,  Lu Shaoren berkata dengan kaku, “Kakekmu menyetujui masalah ini. Sekarang ini beliau berada jauh di rumah leluhur. Kita akan menunggu untuk mendiskusikan masalah apapun setelah beliau kembali.”

Lu Beichuan terbiasa memerintahkan orang di sekitarnya. Apakah kau berpikir bahwa aku tidak memiliki kekuasaan untuk membuat keputusan akhir di dalam keluarga ini?”

Tiba-tiba, udara terasa tak dapat digunakan untuk bernafas akibat ketegangan.  Seorang gadis pelayan yang membawa peralatan makan dari dapur tidak berani mendekati meja. Kepala pelayan tua memintanya untuk menyerahkan peralatan makan tersebut pada dirinya, dan dia meletakkan peralatan makan itu di meja.

“Tuan Lu mungkin cukup lapar karena bekerja sepanjang hari. Mari makan dulu.” Setelah mengatakan ini, ia tersenyum dan berkata pada Lu Beichuan, “Tuan Muda, sebagai tuan rumah bagaimana mungkin anda mengusir tamu? Itu akan tidak sesuai dengan kebiasaan.”

Si kepala pelayan tua telah melayani keluarga Lu untuk waktu yang lama. Ia telah mengurus keluarga sejak Lu Shaoren lahir. Semua orang dalam keluarga akan memberinya sedikit wajah.

Tidak ada yang lebih cocok lagi selain dirinya untuk menenangkan suasana yang tegang tersebut.

Kepala pelayan tua mengatur peralatan makan dan sumpit di hadapan Lu Shaoren dan Lin Zhan. Ia tersenyum sopan kepada pemuda yang tetap terlihat terasingkan sejak memasuki rumah.

Lu Shaoren sedikit tenang. Dia tahu bahwa tidak akan bagus untuk bertindak terlalu tergesa-gesa dalam masalah ini. “Mari makan dulu.”

Dia menyapukan pandangan ke seluruh meja makan dan akhirnya berhenti di antara Ye Zhen dan Ye Qing. “Ini adalah…”

Dalam nada suara yang tidak senang, Mama Lu menjawab, “Dia saudari kembar Ye Qing, Ye Zhen.”

“Ye Zhen? Mereka terlihat identik. Aku hampir berpikir bahwa ada sesuatu yang salah dengan mataku.” Lu Shaoren mencoba untuk mengalihkan fokus topik baru untuk membuat dirinya sendiri terlihat seakan dialah yang bertanggung jawab di dalam keluarga.

Namun, Ye Zhen merasa sekan jantungnya berdetak sekeras petir.

Sejak Lin Zhan melewati pintu masuk, dia telah terpilin dalam kegelisahan yang ekstrim. Dia tidak memperhatikan percakapan yang terjadi di meja makan tadi.

Kenapa alurnya menyeleweng begitu jauh?

Bukankah Lin Zhan seharusnya melakukan yang terbaik untuk membuat dirinya menjadi sesuatu di dunia luar? Bukankah dia seharusnya datang ke keluarga Lu untuk mengalahkan si penjahat setelah dia meraih keberhasilan besar  melalui perjuangan yang tanpa akhir untuk perbaikan diri dan kecurangan yang dimiliki oleh si tokoh utama pria dalam novel? Kenapa malah dia yang dikalahkan oleh si penjahat?

Seorang anak haram, bukankah seharusnya dia tahu perlakuan apa yang akan dia terima jika dia datang ke keluarga Lu? Lu Beichuan sudah mengantongi keluarga Lu. Tidak memiliki siapapun untuk diandalkan, bagaimana bisa Lin Zhan memiliki harapan untuk mengeluarkan sesuatu dari kantung Lu Beichuan? Apakah dia tidak memiliki akal sama sekali?

Bukankah dia meremehkan keluarga Lu, dan bahkan lebih meremehkan Lu Shaoren? Bukankah dia seharusnya lebih memilih mati ketimbang datang ke keluarga Lu? Kenapa dia terikat bersama dengan seseorang yang seburuk Lu Shaoren?

Apakah dia datang kesini karena Ye Qing?

Ye Zhen memikirkannya dengan hati-hati. Si tokoh utama pria di dalam novel memiliki cinta yang tak tergoyahkan terhadap Ye Qing. Motivasi untuk seluruh kerja kerasnya adalah Ye Qing. Karena Ye Qing kesini, tidaklah terlalu jauh bahwa Lin Zhan mengikutinya kesini.

Tetap saja… ini terlalu berantakan.

Ye Qing berada dalam keadaan bermasalah yang hampir sama. Menatap makanan yang lezat di hadapannya, dia memiliki waktu yang sulit untuk menelan apapun.

Dia awalnya berpikir bahwa tidak ada rahasia diantara dirinya dan Lin Zhan, tapi Lin Zhan tidak pernah memberitahunya bahwa dia adalah anak haram keluarga Lu, baik dalam masa kehidupan dulu dan sekarang. Dia awalnya berpikir bahwa tak ada yang tersisa untuk dibicarakan antara mereka berdua. Dia terkejut mengetahui bahwa Lin Zhan menyembunyikan sesuatu darinya. Selama ini dia telah berbohong padanya!

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.