AMASP 43. Aku Hamil?! 1

Featured Image

Selama beberapa hari terakhir menetap di rumah Keluarga Ye, Ye Zhen memperoleh pemahaman menyeluruh tentang aset-aset Keluarga Ye.

Pantas saja mereka harus menjual puteri mereka. Mereka hanya memiliki lapisan luar yang luar biasa, dalamnya sudah berlubang. Tanpa bantuan Keluarga Lu, mereka tidak akan mampu bertahan lama.

Paling tidak ada beberapa ratus pekerja yang dipekerjakan oleh perusahaan keluarga Ye. Tapi Ayah Ye bahkan memiliki kesulitan untuk mengumpulkan lima juta yuan.

Ye Zhen meninggalkan Keluarga Lu dengan begitu mendadak. Dia hanya membawa beberapa potong perhiasan yang mahal dengannya. Dia membutuhkan lima juta yuan dari Ayah Ye. Dia tidak mau untuk harus hidup sulit ketika dia berada di luar negeri.

Di meja makan, Ayah Ye mencoba untuk bernegosiasi lagi dengannya.

“Zhenzhen ah, perusahaan papah belakangan sedang melewati beberapa kesulitan. Bagaimana jika kita melakukan ini? Papah akan mengirimmu ke luar negeri dulu, kemudian mengirimkan uang tiap bulan. Kau tidak perlu khawatir tentang uang.”

Ye Zhen tidak mengiginkan uang bulanan yang akan membuatnya berada di bawah kendali Ayah Ye. Jika dia tidak bisa memiliki kebebasan sepenuhnya, maka tidak ada gunanya pergi ke luar negeri.

Tidak memiliki banyak nafsu makan, dia memainkan nasi di mangkuknya tanpa banyak ketertarikan. “Pah, apakah kau bahkan tidak mempunyai lima juta yuan? Ketika kakak lulus dari universitas, kau membelikannya mobil sport yang harganya lebih dari lima juta yuan. Jika kau benar-benar tidak memiliki uang, juallah mobil kakak. Lagipula, kakak tidak akan mengendarai mobil itu lagi.”

Sebelum Ayah Ye bisa menanggapi, Ibu Ye segera menunjukkan ketidaksukaannya. “Tidak, kau tidak bisa melakukan itu. Itu mobil Qingqing. Bahkan jika kau ingin menjualnya, kau perlu mendapatkan persetujuaannya dulu.”

Ibu Ye tidak ingin memberi lima juta yuan kepada puteri bungsunya. Ketika dia awalnya setuju pada hal tersebut, itu hanya untuk memantapkan Ye Zhen. Menurut pendapatnya, itu adalah hal yang sangat patut ditertawakan bahwa Ye Zhen meminta lima juta yuan dari ayahnya.

“Zhenzhen, mamah tidak ingin mencelamu. Tapi kenapa kau membutuhkan lima juta yuan hanya untuk pergi ke luar negeri?”

Apakah dia memutuskan hubungan dengan mereka?

Ye Zhen mengejek. “Mah, apa yang kau katakan tidaklah benar. Itu tidak adil bagimu untuk mendukung satu anak dan mendiskriminasi satunya. Jika aku tidak menggantikan kakak dan menikah ke dalam keluarga Lu, keluarga Ye sudah akan bangkrut sekarang. Sekarang, aku hanya meminta lima juta yuan, dan kalian membuat banyak alasan. Jika aku tahu bahwa ini akan terjadi, aku tidak akan dengan mudah setuju untuk bertukar tempat dengan kakak. Aku punya perhiasan senilai jutaan yuan di keluarga Lu!”

Mendengar Ye Zhen mengatakan kalimat ini, Ibu Ye tergoda, “Perhiasan… senilai lima juta yuan?”

“Meskipun keluarga Lu tidak menyukaiku, mereka harus mempertahankan penampilan luar dan tidak bisa terlalu kasar terhadapku. Jika mereka tidak memberikan satupun perhiasan yang layak untuk kukenakan, itu akan menjadi hal memalukan bagi keluarga Lu.”

Ibu Ye menatap Ayah Ye dengan penuh arti. Ayah Ye segera mengerti. Tersenyum, beliau menambahkan potongan daging babi rebus (di goreng sebentar lalu di rebus perlahan di wadah yang tertutup. Kurang paham juga sih aku. Inggrisnya braised pork. Mianhe…) ke mangkuk Ye Zhen. “Itu hanya cara ibumu berbicara. Jangan anggap serius kata-katanya. Jangan khawatir, papah pasti akan mendapatkan lima juta yuan untukmu.”

Ayah Ye tidak memiliki lima juta yuan untuk diberikan padanya, tapi Ye Zhen telah menunjuk sebuah jalan untuknya.

Sedangkan untuk bagaimana cara Ayah Ye mendapatkan uang, ini bukanlah sesuatu yang perlu ia khawatirkan.

Namun, menatap daging babi rebus di mangkuknya, ia tiba-tiba merasa mual. Suara naik turun yang tak terkendali muncul dari perut ke tenggorokannya.

Ye Zhen menutupi mulutnya dan memalingkan badan. Ada suara muntah kering yang menyakitkan.

Ayah Ye dan Ibu Ye menatap satu sama lain dengan cemas. Sebelum Ayah Ye mampu bereaksi, Ibu Ye yang telah mengalami kehamilan sebelumnya, menatap Ye Zhen dengan tidak percaya. “Kau tidak hamil, kan?!”

Ye Zhen secara naluriah melihat perut ratanya. Pirirannya dibanjiri dengan banyak mimpi yang memalukan untuk disebutkan. Ujung telinganya segera memerah.

“Kau benar-benar hamil?” Ayah Ye menyalahpahami keterdiaman Ye Zhen.

Ye Zhen kembali ke akal sehatnya dan berkata,  “Apa apaan yang papah pikirkan? Bagaimana bisa aku hamil?”

“Tapi baru saja…”

“Berapa hari yang lalu aku masuk angin, jadi aku merasa tidak enak badan.” Semakin Ye Zhen memikirkannya, semakin aneh juga pemikirannya. Dia masih seorang gadis. Bagaimana bisa dia hamil?

“Ketika aku menikah ke dalam keluarga Lu, Lu Beichuan masih berada dalam keadaan koma. Bagaimana mungkin bagiku untuk menunjukkan tanda kehamilan beberapa hari setelah Lu Beichuan bangun?”

AMASP 42. Memeriksa Ye Qing Lagi 3
AMASP 44. Aku Hamil?! 2

4 thoughts on “AMASP 43. Aku Hamil?! 1”

Leave a Reply

Your email address will not be published.