AGTP: Chapter 20

Featured Image

Chapter ini diterjemahkan oleh: Kak Latifa / bingtangg

Editor: June ; Proofreader: Glenn

Happy reading!

(Editor’s note: Sebutan untuk Pangeran Wumin, karena sekarang dia sudah menjadi Kaisar dan bukan pangeran lagi, maka untuk menyesuaikan dengan terjemahan Inggrisnya, mulai chapter ini akan berubah menjadi Wumin Jun. Jun di sini berarti Lord / penguasa)

.

.

Aku dan Wumin Jun dipisahkan satu sama lain pada hari terakhir di Dongyuan. Aku sekali lagi diam-diam keluar dari istana, aku ingin tinggal di Dongyuan sebentar lagi. Aku ingin melihat lebih banyak lagi dari negara tempat di mana aku dibesarkan ini, negaraku. Kemudian aku makan manisan yang ada di istana dan tidur. Aku tidur dan bangun untuk makan dan aku menikmati makanan lezat apa pun yang aku sukai.

Sebenarnya, selama masa haid, gadis-gadis tidak boleh bergerak terlalu banyak, tetapi hari berikutnya, aku dan Wumin Jun masih memilih untuk pergi, karena bagaimanapun, Dongyuan dan Xiyuan masih memiliki jarak yang cukup jauh, dan ada cukup banyak waktu untuk berhenti dan beristirahat selama di jalan. Menundanya, aku takut akan ada masalah nanti di Xiyuan.

Apalagi aku seorang seniman bela diri, tubuhku lebih kuat dari rata-rata wanita. Kecuali pada malam pertama, tidak ada masalah yang besar selain sekedar sakit perut.

Jadi, kami pergi untuk kembali ke Xiyuan, dan kali ini kami membawa banyak harta yang disediakan khusus oleh negara Dongyuan. Karena masalah pengiriman pasukan dari Dongyuan, sekarang ada tambahan jarak lagi antara Wumin Jun dan diriku. Jarak itu muncul kembali, dan aku sangat bosan dengannya.

Setelah kembali ke Xiyuan dengan lancar, urusan dalam negeri ditangani dengan sangat baik oleh TaiFu (E/N: penasihat Agung). Aku secara resmi mulai berurusan dengan urusan politik sebagai Wumin Jun, sang Kaisar. Meski, orang yang berada di Sidang Istana di pagi hari ini adalah aku, tetapi orang yang membaca memorial dan menentukan apa yang harus dilakukan, tentu saja, Wumin Jun.

Aku dan Wumin Jun tidur di kamar yang berbeda setiap hari karena Wumin Jun belum menikah secara resmi denganku.

Ini juga membuktikan dari sisi pernikahan antara aku dan Wumin Jun akan terjadi… meskipun kami tidak setuju.

Aturan baru Kaisar dan periode perkabungan nasional telah hampir mencapai dua bulan, dan satu bulan kemudian masa berkabung akan habis, maka aku dan Wumin Jun kemudian akan menjadi kerabat dengan acara pernikahan kerajaan – terutama mengingat kedua orang yang menikah keduanya sama-sama bangsawan – layaknya pernikahan seperti itu, harus megah, indah luar biasa, dan meskipun masih ada lebih dari sebulan, persiapan pernikahan sudah dimulai.

Penjahit telah mengerjakan pakaian untukku dan Wumin Jun. Dikatakan bahwa dibutuhkan satu bulan penuh untuk membuatnya. Aku benar-benar tidak dapat membayangkan pakaian apa yang akan membutuhkan waktu satu bulan untuk dibuat, tetapi penjahit itu secara halus mengatakan bahwa ini sebenarnya sudah merupakan waktu tercepat untuk mengerjakannya.

Kemudian, aku menyadari bahwa pakaian yang harus dipakai Wumin Jun akan disulam dengan 9.999 mutiara. Aku memikirkan beratnya dan tidak bisa menahan tawa.

Adapun hiasan kepala yang harus digunakan Wumin Jun, para pejabat kerajaan memiliki peraturan yang sangat ketat, tetapi mahkotanya boleh diubah, jadi aku sengaja meminta mereka untuk membuat empat mahkota phoenix dari hiasan kepala Jinlong, Jinfeng, Cuifeng dan Jinlong sebagai hiasan manik-manik kepalanya dan meminta mereka untuk membuat manik-maniknya lebih besar.

Penjahit dan pejabat upacara: “….”

Wumin Jun tidak tahu tentang hal-hal ini dan sepertinya hidup dengan bahagia setiap harinya, aku sangat menantikan pernikahan ini. Aku tidak tahu bagaimana dia melihat perhiasan seperti perhiasan itu, dan tertawa dan tertawa dengan keras hahahaha.

***

Masa pernikahan semakin dekat dan pada hari ini, aku dan Wumin Jun sekarang berjalan-jalan bersama di sekitar istana.

Maksudnya adalah untuk meningkatkan perasaan kami satu sama lain…. Yah, sebenarnya itu adalah ide Taifu. Dia berpikir bahwa kami terlalu renggang baru-baru ini. Ketika salah satu makan, yang lain sedang tidur dan hampir tidak mungkin bertemu dan berbicara di siang hari, itu agak salah.

Sebenarnya, Taifu tidak tahu. Setiap hari, aku menyelinap ke kamarnya dan kami berbicara di situ. Aku harus memperhatikan wajahku, hal-hal yang kami bicarakan benar-benar tak terhitung… tapi itu benar-benar percakapan yang mendalam.

Sangat biasa bagiku dan Wumin Jun untuk saling menyakiti secara verbal satu sama lain sepanjang waktu. Sekarang sangat memalukan untuk berjalan-jalan bersama – tentu saja, ini semua adalah pemikiran dalam benakku, ketika aku berjalan-jalan santai, bergoyang-goyang di muka.

Aku memiliki pemahaman yang baik tentang Istana Xiyuan, karena, itu terjadi sejak saat aku merencanakan upaya pembunuhan. Tapi pemandangannya sekarang jauh lebih baik, atau mungkin TaiFu sengaja mengaturnya.

Ada seseorang yang membuat Danau di Istana Kekaisaran Xiyuan, Taifu berkata bahwa pemandangan di sini bagus, jadi aku mengajak Wumin Jun ke sini.

Ketika kami tiba di danau, ada beberapa kasim di sana yang mengganti air di danau. Ketika mereka melihat aku dan Wumin Jun, mereka gelagapan dan membungkuk. Aku melambaikan tangan dan menyalin cara berbicara Wumin Jun: “Lanjutkan tugasmu.”

Para kasim itu menjawab dengan lemah, “Membalas Kaisar, kami sudah selesai mengganti air.”

“… Oh, kalau begitu lakukan tugasmu yang lain.” Aku menyatakannya dengan datar.

Wumin Jun menatapku ke samping, senyumnya tidak jelas, dan aku berbisik: “Tertawalah.”

Wumin Jun: “Tidak, bukan apa-apa, kau belajar untuk menjadi lebih dan lebih seperti aku sekarang.”

“… Karena karakteristikmu sangat jelas.”

“?”

“Hidungmu selalu menghadap ke langit.”

“….”

Wumin Jun pura-pura tidak mendengar, mengedutkan setengah wajahnya dan berjalan ke depan, aku berjalan bersamanya sepanjang jalan. Kami berjalan dengan tenang dan akhirnya sampai di hutan kecil.

Aku bertanya-tanya: “Ternyata masih ada tempat seperti ini… Aku tidak menemukannya ketika aku datang untuk membunuhmu.”

Wumin Jun tidak berbicara, terlihat agak aneh.

Lalu berkata: “Ini adalah tempat terlarang.”

“Tempat terlarang? Bagaimana kita bisa memasuki area terlarang dengan begitu mudah….” Aku agak bingung dan melihat sekeliling, penasaran untuk menjelajahi tempat ini, dan tiba-tiba menemukan sesuatu yang aneh di tanah seperti kepala harimau.

“Apa ini….” Aku mengulurkan tangan untuk menyentuhnya.

Wajah Wumin Jun langsung berubah, dia maju dan menarikku: “Jangan menyentuhnya!”

Terlambat. Suaranya baru saja keluar, dan tanah di bawah kaki kami tiba-tiba bergetar, sebenarnya adalah sepotong besi yang tertutup tanah dan dedaunan yang jatuh! Lempengan besi itu dengan cepat berpisah, dan aku tidak punya waktu untuk bereaksi, maka bersama dengan Wumin Jun, aku pun jatuh dalam sekejap!

Di bawah lempengan besi, sebenarnya adalah ruang rahasia yang dalam dan gelap. Aku jatuh dengan Wumin Jun, dan aku tidak bisa menggunakan keterampilan Qinggongku. Pada akhirnya, aku hanya bisa jatuh ke tanah…. Rasanya sakit….

(E/N: Qinggong = ilmu meringankan tubuh)

Aku menggertakkan gigiku, menguatkan diriku, tetapi ternyata aku tidak terluka karena tanahnya terasa lembut… huh? Lembut?!

Aku terkejut dan menoleh. Keadaan gelap gulita, aku tidak bisa melihat apa pun. Aku meraba-raba dan mencoba merasakan area disekitar bawah dan kemudian, merasakan seseorang….

Wumin Jun!

Itu… tubuhku sendiri ah!…

Aku menelan dan menggigil. “Tidak apa-apa, kau baik-baik saja…”

Wumin Jun tidak menanggapi.

Aku meraih lehernya dan merasakan gerakan. Napas Wumin Jun agak lemah. Aku lebih khawatir. Aku mengulurkan tangan dan menyentuh wajahnya… dan merasakan darah….

Apa yang harus dilakukan…. Aku menyeka darahnya, dan air mata mengalir deras. Wumin Jun tiba-tiba berbicara dengan susah payah: “Uhuk-… berhenti menangis, aku baik-baik saja.”

Aku menangis lebih keras lagi: “Wajahku tidak baik, benar-benar cacat….”

Wu Min Jun: “….”

Setelah beberapa saat, dia memulihkan kekuatannya, dan perlahan berkata: “Sebenarnya kau harus memikirkannya, aku tertekan di tanah olehmu.”

“…?”

“Tidak ada hal seperti itu, lupakan saja untuk sekarang….”

“……………………..”

AGTP: Chapter 19

Leave a Reply

Your email address will not be published.