AGTP: Chapter 19

Featured Image

Chapter ini diterjemahkan oleh: Kak Anis /Cichicuit

Editor: June ; Proofreader: Glenn

Happy reading!

.

.

Aku terkesiap, “Tidak, tidak Pangeran Wumin….”

Pangeran Wumin masih berteriak, begitu mendengarku memanggilnya, dia menoleh, “Ada apa?”

“Kau… kau berdarah….” Aku menelan ludah dan suaraku bergetar. “Banyak….”

Pangeran Wumin menatapku malas, “Apa kau meragukan keahlianku? Huh? Kau mungkin berusia sepuluh tahun….”

Aku ambruk, “Bokongmu berlumuran darah!!!”

Saat itu juga para penjaga tiba.

Semua orang, “….”

Pangeran Wumin yang tidak tahu apa-apa, “….”

Aku menangis dan bergegas mendekatinya, berteriak pada beberapa penjaga, “Cepat panggil tabib! Apa yang sedang kalian lakukan? Tinggalkan beberapa orang untuk membereskan pembunuh di dalam!”

Para penjaga dengan patuh mengerjakan perintahku. Dengan cemas aku menarik Pangeran Wumin, “Apa yang terjadi padamu, kau benar-benar ditusuk orang bodoh dan kau tidak tahu? Kau sangat ceroboh, lihat, ada banyak darah… ada apa denganmu, kau tak tahu?”

Pangeran Wumin, “….”

“Berani mengatakan seni bela dirimu bagus tapi kau sampai terluka seperti ini….”

“….”

“Oh, aku tidak tahu kalau lukanya akan berbekas….”

“…..”

“Hei….”

Pangeran Wumin sejak tadi diam saja.

Pangeran Wumin agak aneh, aku memeganginya, “Ada apa? apa kau kesakitan?”

Pangeran Wumin meraih tanganku dan berkata pelan, “Sebenarnya… aku ragu….”

“?”

“Ini haid.”

Pangeran Wumin mengucapkan kalimat ini dengan wajah hitam seperti malam di belakangnya.

***

Haid, apa itu?

Pemahamanku tentang haid hanya sekilas saja. Aku hanya tahu kalau wanita di Istana Belakang tidak bisa melayani Ayahanda ketika haidnya datang. Tapi seperti apa itu, aku sungguh tidak punya pengalaman. Bagaimana haid ini menyebabkan seseorang berdarah? Membingungkan ah….

Aku belum pernah mendengar hal seperti itu terjadi, tiba-tiba keraguan muncul, “Aku, aku belum banyak membaca… kau jangan berbohong padaku.”

Pangeran Wumin, “….”

Beberapa saat kemudian, tabib pun tiba, Ibu Suri dan anggota Istana Belakang mengunjungi mereka, bahkan Kaisar juga datang.

Para pembunuh telah ditangani dan sedang diinterogasi terkait siapa yang mengirim mereka – sebenarnya, aku bisa saja menebak tiran ini, tidak hanya Keluarga Kerajaan Beiyuan, tapi orang-orang Negara Dongyuan juga ingin membunuhku.

Tapi karena mereka sudah datang, semuanya kerap kali melakukan sesuatu dan menunggu tabib menyelesaikan pemeriksaan pada Pangeran Wumin dan memastikan bahwa tidak ada yang salah, ini hanya haid, para bibi di istana akan mengajarinya bagaimana menangani ini.

Dari awal sampai akhir aku bingung. Aku tidak mengerti apa haid ini. Tapi sebagai Kaisar Kerajaan Xi, aku masih harus menahan rasa penasaranku.

Sambil menunggu Pangeran Wumin kembali, Ibu Suri duduk di sebelahku dan berkata, “Kaisar Xi.”

“…Ah, um.” Aku menenangkan diri.

“Sebenarnya, aku tidak ingin mengatakan ini padamu tapi aku selalu berpikir kalau kau tidak benar-benar tulus, tapi melihatmu sekarang aku tahu, kau sungguh mencintainya.”

“Huh…?” bagaimana dia tahu, aku sendiri saja tidak tahu….

Tapi Ibu Suri tidak bicara apapun lagi setelah mengatakan ini, malah memandang kejauhan dengan serius.

Aku sedikit malu, jadi aku berdiri dan berjalan pergi, siapa yang tahu belum juga beberapa langkah, aku dicegat oleh Yan Yu.

Aku memandang Yan Yu, masih agak malu dan tidak mengatakan apapun, karena itu aku hendak berjalan pergi saat akhirnya dia bicara, “Aku… awalnya pikir kalau Anda tidak tulus pada Changyi, tampaknya… ini aku yang membuat kesalahan.”

“….” Pada akhirnya, bagaimana kesimpulan ini muncul!

Yan Yu menghela nafas, “Putri Changyi baru saja haid, Anda panik… aku sudah keliru. Terakhir kali aku sedang bingung, aku berharap Kaisar Xi akan memafkanku.”

“….”

Begitu rupanya… aku tidak tahu harus berkata apa, aku hanya bisa merengutkan mulutku, “Oh, tidak apa-apa, aku harus, aku harus….”

Beberapa saat kemudian, Pangeran Wumin akhirnya kembali, aku segera berdiri, menyadari orang-orang di sekitar, aku menenangkan diriku. Pangeran Wumin berbisik, “Baik,” dan aku pun tenang, yang lain tidak memperhatikan ini.

Ibu Suri meraih tangan Pangeran Wumin dan berkata dengan penuh semangat, “Mulai hari ini kau adalah wanita sejati….”

Pangeran Wumin, “….”

Aku takut Pangeran Wumin jadi gila (tak menguasai diri), segera saja aku berkata, “Iya, iya. Oh, dia perlu istirahat sekarang, ayo pergi dulu.”

Ibu Suri mengangguk dan membawa anggota istana belakang dan yang lain bersamanya.

Aku dan Pangeran Wumin masuk ke kamar, dan akhirnya, aku bisa melepaskan kepura-puraanku. Emosiku agak meledak. Aku menariknya dan menangis. “Kau baru saja melihat itu… aku telah dilihat olehmu.”

Pangeran Wumin dengan ekspresi canggung berkata, “Kau pikir aku mau!”

Berhenti sebentar, dia melanjutkan, “Dan… kau tidak normal! Kau sudah enam belas tahun, kenapa baru mulai haid?!”

Aku, “… Apa itu poin utamanya? “Hei, aku dilihat olehmu lagi… dan aku tidak belajar bagaimana menangani haid. Apa yang harus kulakukan jika kita bertukar kembali di masa depan!”

Pangeran Wumin, “Kalau begitu aku akan mengajarimu…”

“Terima kasih!” aku benar-benar gila, “Tidak perlu!!!”

Pangeran Wumin mengangkat bahu dan berhenti bicara.

Aku menghela nafas, ini hari yang berat, berbaring di ranjang, aku menyipitkan mata dan tak bisa tidur, jelas Pangeran Wumin sama sepertiku, tak lama setelah itu dia memanggilku, “Hei, Yun Jiao.”

“Apa yang sedang kau lakukan?” balasku tanpa marah.

Dia yang berlagak serius, “Sebenarnya… menjadi wanita itu sangat sulit.”

“…Kau ingin membicarakan ini denganku?”

Pangeran Wumin berdiri dan mendesah, “Kupikir haid ini bukan masalah besar, hanya saja ini hal yang merepotkan… dan… perut agak sakit.”

Mendengar suara Pangeran Wumin, aku segera menaruh selimut di wajahku.

“Hei… hei… hei….”

Pangeran Wumin, “….” -_-)ꞌ

Karena tidak mendapat tanggapan, Pangeran Wumin memberitahuku apa gunanya, aku tidak tahu apa-apa. Besok ‘dia (Putri Changyi)’ akan menemui Ibu Suri, dan mungkin keduanya bisa menjadi teman baik.

Aku tidak punya apapun untuk dikatakan, akhirnya memejamkan mata mencoba tidur, dan aku pun terlelap tanpa menyadarinya.

***

Saat aku terbangun keesokan harinya, aku memicingkan mata dan menoleh ke kiri dan kanan, hanya menemukan kalau Pangeran Wumin telah pergi.

Setelah bolak-balik sepanjang malam, dia masih saja bersemangat.

Aku bangun dan menguap, dan para pelayan datang membantuku membasuh juga menyiapkan makan. Selagi aku menunggu makanan disajikan, Pangeran Wumin kembali. Dia lebih lambat dari biasanya, dan kutebak itu karena haidnya.

Sebetulnya, ini harusnya aku yang merasakan dan dia, seorang pria dewasa yang malah menanggungnya untukku. Ini sangat menyentuh….

Aku merenungkan sikapku tadi malam, mendadak merasa malu dan segera menyapanya, “Kau dari mana? Tubuhmu baik-baik saja?….”

Pangeran Wumin menjawab dengan malas, “Pergi menemui Ibu Suri.”

“….” Wajahku suram.

Apakah ini sungguh baik untukku?

“Kau, kenapa kau mencari Ibu Suri?….”

Pangeran Wumin memberiku pandangan sekilas, “Menurutmu? Aku ke sana untuk memberitahunya kecakapanmu dan sejak Dongyuan juga Xiyuan akan membentuk aliansi, maka urusan dengan Beiyuan menjadi masalah kedua negara, meski Dongyuan sedikit merosot dan tidak bisa melepaskan banyak tentara, uang yang harus dikeluarkan, tidak bisa kurang dari itu.”

Aku terkejut, “Lalu apa reaksi Ibu Suri? Bukankah dia marah? Mengatakan kalau kau menikah, kau akan berbalik menyikut. Apa keuntungan Dongyuan dalam situasi ini?”

Pangeran Wumin agak terkejut, “Kau mengenalnya dengan sangat baik.”

“….” Aku menangis, “Kau sangat memalukan, kau bahkan tidak berdiskusi denganku sebelum pergi.”

Pangeran Wumin duduk di bangku, “Kau mulai haid juga tidak membicarakannya denganku.”

“….”

Apa aku yang memutuskan mendapat haid?! Dan lagi harus membahasnya!!! (yang benar saja)

“Kau, tidak ingin membuat masalah! Aku tahu kalau kau sangat tidak nyaman karena haid ini, tapi ini bukan masalahku!”

Aku membuatnya marah, Pangeran Wumin entah kenapa menatapku, “Bukan masalahmu, jadi ini masalahku begitu?”

“….” Aku benar-benar tidak bisa berkomunikasi dengannya!

Aku menggeram dan menghentakkan lengan bajuku, “Lupakan saja, jangan beritahu aku… lagipula, Dongyuan memang akan memberi beberapa tentara, tapi tidak mungkin terlalu banyak. Adapun uang yang harus kami bayar untuk Xiyuan, dengan perang setahun terakhir, kekayaan telah habis, kau bahakan tidak memikirkannya.”

Pangeran Wumin bicara pelan, “Tapi Ibu Suri dan Kaisar-mu sudah setuju.”

“Mereka setuju?”

“Tidak, mereka tidak bisa tidak setuju.”

Pangeran Wumin tersenyum. “Mungkin juga mereka pikir itu tergantung padamu, sulit menjamin tidak akan ada perubahan di masa depan.”

“…..”

Pantas orang lain mengatakan bahwa begitu wanita datang haidnya, perangainya jadi jelek, atau dia akan jadi kasar, berubah dari panas ke dingin dalam sepersekian detik. Pangeran Wumin sudah menyusahkan dan sekarang lebih dari itu.

Aku menatapnya dengan mata melotot, dan aku tidak punya pilihan selain minum teh.

… Tidak, lagipula, aku sekarang adalah Kaisar Xiyuan. Saat aku sampai di sana, tetap saja aku yang harus menyetujuinya….

Dalam hati diam-diam aku menghibur diriku sendiri, lalu duduk dan menerima dengan sabar, “Sudahlah, terserah apa katamu saja.”

Pangeran Wumin mengira kalau dirinya menang lagi kali ini. Dia cukup puas dan tersenyum padaku.

Aku juga tersenyum padanya.

Hei, meski tubuh tertukar…. Tapi di dalamnya masih jiwa yang sama.

———-

MiraiSaesang’s (penerjemah Inggris) Notes: Bagaimana bab ini? Terjemahan bab berhenti di bab 18, jadi aku sendiri yang akan menerjemahkan bab yang sedang berlangsung, dimulai dari bab 19 dan seterusnya. Aku menerjemahkan sambil membaca sesuai pemahamanku, jadi aku mungkin akan kembali melakukan pengeditan sesuai dengan yang aku baca. Kalau kalian punya masalah dengan alurnya, beritahu aku dan aku akan coba perbaiki.

Jangan khawatir, aku akan pastikan menyelesaikan terjemahannya karena novelnya pendek, total 46 bab.

Beberapa perubahan kecil ke depan.

Empat negara dalam novel akan diberi nama:

Xiyuan = Negara Pangeran Wumin (Negara Barat)

Dongyuan = Negara Putri Changyi (Negara Timur)

Beiyuan = Negara orang Tianwei (Negara Utara)

Nanyuan = Negara lain, yang menjaga Beiyuan tetap terkendali (Negara Selatan).

AGTP: Chapter 18
AGTP: Chapter 20

Leave a Reply

Your email address will not be published.