AGTP: Chapter 18

Featured Image

Chapter ini diterjemahkan oleh kak El / elvarania

Editor: Kak June; Proofreader: Kak Glenn

Happy reading!

.

.

Ketika dia mengatakan ini, aku merasakan sesuatu dalam hatiku, pada saat yang sama aku mendengar sedikit suara, sebuah bayangan melintas melewati Changhe dan bergerak menuju ke belakang layar pembatas.

Bayangan itu adalah Pangeran Wumin.

Dia mungkin merasa bosan lalu pergi mencariku dan ketika dia melihat kehadiran Changhe , dia hanya sembunyi dan melihat pertunjukannya.

Kenapa skenario ini rasanya agak tidak asing?

Aku teringat saat dia mengatakan padaku bahwa dia mencuri dengar di atas atap tujuh tahun yang lalu. Hei, bukankah itu hampir sama dengan sekarang ini?

Selama tujuh tahun, orang ini tidak tambah dewasa sedikitpun….

Aku pura-pura tidak melihatnya, dan berkata kepada Changhe: “Tentu saja tidak akan ada.”

Changhe menatap kosong dan berkata dengan tergesa-gesa: “Tapi…. Anda adalah Xi Huang, memiliki tiga-ribu wanita cantik di Istana Belakang adalah hal yang normal….”

Aku memotong kalimatnya: “Kau belum pernah mendengar ‘menoleh ke belakang dan tersenyum, bahkan seratus pesona enam istana akan kehilangan warnanya‘*?”

(T/N : Berarti, ketika dia berbalik dan tersenyum, dia dapat memikat banyak orang, sementara semua wanita di enam istana segera memudar dalam warna, puisi itu menggambarkan keindahan Yang Guifei. “The Song of Everlasting Sorrow” adalah bagian terkenal dari puisi Bai Juyi, yang ditulis pada tahun pertama (806))

Changhe menatap kosong: “Maksud Anda Changyi…?”

……Tentu saja, memang terlihat seperti itu.

Aku berkata dengan serius: “Tentu saja.”

Changhe menarik ujung bibirnya: “Tapi dia… sebenarnya Chang… tidak disukai….”

Kau pikir dengan tergagap-gagap, aku tidak tahu apa maksudmu?!

Aku berkata: “Haaihh, kecantikan Changyi, kalian semua tidak mengerti pesona alaminya. Changyi itu seperti… um, ‘kembang sepatu dari air yang jernih, yang diukir secara alami’… mengerti?”

Changhe berkata dengan malu: “Tidak, saya tidak mengerti.”

“……” Aku mendengar Pangeran Wumin diam-diam mendengus.

Changhe tidak memiliki ilmu seni bela diri, pendengarannya tidak sesensitif pendengaranku, itulah kenapa dia tidak mengetahui apapun, hanya menarik sudut bibirnya: “Ini… um, um… Xi Huang sangat menyukai Changyi, saya sebagai kakaknya, juga… atas namanya merasa senang.”

Aku dengan senang hati mengikuti saran yang baik*: “Mewakili Changyi, kuucapkan terima kasih.”

(T/N: dengan senang hati mengikuti saran yang baik: bersedia menerima sudut pandang orang lain)

“…. Tidak perlu.” Changhe melambaikan tangannya dan meminta undur diri.

Setelah Changhe pergi, Pangeran Wumin terbang turun, wajahnya penuh dengan senyuman membuatku agak merona: “Kenapa kau tersenyum!”

Pangeran Wumin berkata: “‘Kembang sepatu dari air yang jernih, yang diukir secara alami’….”

Aku berkata dengan wajah yang kaku: “Apa yang kau lakukan?”

“Oh, tidak ada, aku hanya sembarangan membaca beberapa kata.” Pangeran Wumin mengusap wajah tersenyumnya yang sedikit kaku.

Aku mengubah topik: “Apa yang kau lakukan datang kemari?”

Pangeran Wumin dengan malas menuju ke kursi pengajar lalu duduk di atasnya: “Untuk tidur.”

Aku bingung: “Kenapa kau datang kemari untuk tidur?”

Pangeran Wumin tidak menjawabku, hanya berkata: “Besok adalah hari terakhir, setelah itu akan lebih sulit bagimu untuk kembali ke Dongyuan.”

Ada sedikit rasa sedih di dalam hatiku: “Benar ah, aih.

Pangeran Wumin tersenyum dan tidak berkata apapun. Duduk berlutut di lantai, hal yang langka sekali tidak ada pertengkaran dan teriakan di antara mereka berdua, terlalu sunyi hingga membuat orang sedikit takut.

Setelah beberapa lama.

Hu, hu, hu….”

Mulutku berkedut lalu aku mendongak, aku melihat Pangeran Wumin tertidur di kursi.

….. Aku tahu itu, atmosfir sunyi di antara kami hanya akan selalu menjadi sebuah ilusi.

***

Pangeran Wumin tertidur di kursi Guru Negara. Aku menutupinya dengan selimut lalu aku pergi ke tempat tidurku sendiri. Sudah lama sejak terakhir aku berjalan-jalan di sekitar luar istana di hari sepagi ini, rasanya sangat melelahkan.

Namun, di tengah malam, aku terbangun oleh suara yang bergetar.

Aku perlahan bangun dan melihat ke sekeliling, lalu melihat Pangeran Wumin sama sepertiku, fokus dan melihat ke sekeliling.

Orang-orang yang datang tidaklah sedikit, mendengar dari suaranya setidaknya ada empat orang. Akan menakutkan jika aku sampai tidak mendengar apapun.

Pangeran Wumin berdiri, dengan acuh menggerakkan tubuhnya dan bernafas dengan natural seperti orang yang sedang tidur.

Aku tiba-tiba memikirkan tentang malam itu saat aku mencoba untuk membunuhnya. Dia mungkin telah mengecohku dengan trik yang sama.

Saat itu aku ingin membunuhnya dan sekarang menghindari percobaan pembunuhan lain bersamanya. Sungguh tak dapat disangka sama sekali.

Pangeran Wumin memberikan tanda padaku, aku diam-diam bersembunyi di sudut bersamanya, menahan napas. Tidak butuh waktu lama bagi penjaga istana di luar hingga mereka pingsan, lalu seseorang membuka pintunya dengan pelan.

Hanya satu orang yang masuk, dia tidak ragu berjalan langsung menuju ke tempat tidur, dan padahal kami berada di samping tempat tidur. Dia nyaris belum mencapai sisi tempat tidur, Pangeran Wumin dengan cepat melesat keluar dan memukul titik akupuntur orang itu.

Laki-laki yang belum sempat merespon itu tiba-tiba jatuh lemas, Pangeran Wumin menjatuhkannya langsung ke arah tempat tidur, lalu dengan cepat kembali bersembunyi di sudut dan menahan napasnya sama seperti yang kulakukan.

Aku menjadi takjub, dia ternyata menggunakan trik seperti ini.

Benar saja, tak lama kemudian, tiga orang di luar melihat bahwa orang pertama tidak kembali keluar, satu per satu mereka masuk ke dalam ruangan. Aksi pertama mereka adalah dengan cepat menuju ke sisi tempat tidur dan menyayatkan pisau untuk menggorok orang di tempat tidur.

Orang di tempat tidur yang baru saja bangun, seketika berbalik untuk melawan. Keempat orang itu berada dalam kekacauan. Sangat sulit untuk mengetahui bahwa orang itu adalah kawanan mereka sendiri hanya dengan cahaya bulan dari luar, setelah mereka kehabisan kekuatan. Aku dan Pangeran Wumin keluar di saat yang tepat. Kami berdua masing-masing mengatasi dua orang, dan setelah beberapa jurus, kami dengan mudah mengalahkan mereka.

Melihat pada empat orang berbaju hitam yang tak sadarkan diri di atas lantai itu, tiba-tiba aku terpikirkan “bencana berdarah” yang disebutkan Situ Youqing pagi ini. Aku tak tahan untuk merasa lucu. Mananya yang disebut bencana berdarah?

Pangeran Wumin pergi ke pintu, berteriak: “Ada pembunuh ah——penjaga cepat kemari ah——!”

Dia samar-samar menggunakan sedikit tenaga dalamnya, yang membuat suaranya terdengar sangat keras. Tidak butuh waktu lama hingga terdengar suara hingar-bingar di istana dengan sekelompok prajurit yang datang.

Aku merasa lucu. Aku berjalan beberapa langkah ke Pangeran Wumin, lalu warna mukaku seketika berubah——

Dalam pencahayaan sinar bulan, aku melihat di pantat Pangeran Wumin, ada noda darah yang sangat besar!

Ada cahaya bulan dan darah…. benar saja, ini memang bencana berdarah!

AGTP: Chapter 17
AGTP: Chapter 19

Leave a Reply

Your email address will not be published.