AGTP: Chapter 16

Featured Image

Chapter ini diterjemahkan oleh Kak Ratna / remi7noor

Editor: June ; Proofreader: Kak Glenn

Happy Reading!

.

.

T/N : di sini ada beberapa perubahan pada nama negara, dan memutuskan untuk menggunakan nama asli negara alih-alih diterjemahkan, seperti Yuan Timur ke Dongyuan, Yang Barat ke Xiyang, Chang Utara ke Beichang.

Masalah tentang Yuan Yu hanyalah selingan singkat kecil yang tidak perlu dipikirkan. Setelah beberapa saat, aku dan Pangeran Wumin sudah melemparkannya ke belakang pikiran kami dan mulai membahas masalah besar yang sebenarnya.

Apa masalah utama yang sebenarnya?

Jelas tentang bagaimana kita bertukar dan bagaimana kembali ke tubuh kita.

Sekarang Dongyuan dan Xiyang sudah membentuk aliansi, mereka akan mengadakan upacara besok. Pajak untuk tahun ini dan tahun depan akan dibayarkan oleh Kementerian Keuangan dan juga penambahan kain, sapi dan domba, bahkan sudah dikonfirmasi.

Langkah selanjutnya adalah mengirim tentara kembali ke Xiyang.

Kami diharapkan tinggal di Dongyuan selama lima hari. Hari ini sudah merupakan akhir dari hari itu. Besok kami perlu mengatur upacara. Lusa, kami akan mengirim para perwira dan tentara kembali. Setelah dua hari yang diberikan kepadaku oleh Pangeran Wumin, sehingga aku bisa tinggal di negara Dongyuan untuk sementara waktu. Bagaimanapun, tidak akan mudah untuk kembali lagi nanti.

Dalam dua hari ini, kami juga secara aktif memikirkan cara untuk melihat apakah kami dapat bertukar dan kembali ke tubuh asli kami.

Di masa depan, jika kita benar-benar perlu bertarung dengan negara Beichang, mungkin perlu bagi Pangeran Wumin untuk secara pribadi memimpin serangan. Meskipun seni bela diriku tidak lemah, aku tidak memiliki pengalaman dalam perang dan benar-benar tidak tahu tentang seni perang.

Jika mereka benar-benar membiarkanku pergi ke pertempuran, diperkirakan bahwa semua orang akan selesai dalam sekejap* ……

(T/N: Selesai dalam sekejap: Meninggal tepat ketika mereka mencapai medan perang.)

Upacara berjalan dengan lancar. Pada hari ketiga, Pangeran Wmin membantuku menulis naskah yang layak dan mengumpulkan banyak orang di panggung Negara Dongyuan. Bersama dengan Pangeran Wumin (Putri Changyi), kami menyatakan resolusi kedua negara untuk membentuk aliansi. Masalah ini dicetak dan didistribusikan pada ratusan ribu titik yang dipasang di jalanan.

Dengan cara ini, hampir semuanya tanggap ditangani. Pada pagi hari hari keempat, aku dan Pangeran Wumin memberi tahu Ibu Suri bahwa kami berdua merasa tidak sehat, jadi kami tidur di kamar kami masing-masing sepanjang hari dan membiarkan mereka tidak datang mengganggu kami.

Meskipun mereka menunjukkan bahwa mereka setuju, mata Ibu Suri dan lainnya mengekspresikan pandangan yang kompleks. Bagaimanapun, bagi kami berdua untuk sama-sama terserang penyakit… akan membuat imajinasi orang-orang berkeluaran ke mana-mana.

Namun, saat ini aku sudah menjadi panci pecah. Tidak masalah apa yang mereka pikirkan.

(T/N: Panci pecah, berarti sudah terlanjur, tidak bisa diperbaiki)

Aku dan Pangeran Wumin berpakaian seperti orang biasa menggunakan pakaian sipil yang telah aku siapkan sejak awal lalu membuat beberapa modifikasi pada penampilanku sehingga tidak akan dikenali oleh orang-orang dengan penglihatan yang baik. Kemudian kami mengambil keuntungan dari qinggong terbaik kami untuk melewati Penjaga Kerajaan dan melompat keluar dari dinding. Aku tidak bisa tidak memikirkan adegan ketika aku pergi untuk membunuh Pangeran Wumin. Aku hanya bisa meratapi bahwa bila dua Istana kami dibandingkan, keamanan (Dongyuan) kami tidak ketat.

Untuk membunuh Pangeran Wumin, aku keluar dari Istana Kekaisaran dan melewati jalan-jalan Yuncheng. Pada saat itu, tentara Xiyang telah menerobos wilayah kabupaten Liucheng* dan orang-orang di distrik Yuncheng** sangat merasakan krisis. Banyak keluarga kerajaan dan raja mengambil kesempatan untuk melarikan diri, sebagian rakyat jelata juga mengambil bagian darinya. Sebagian besar jalan pasar tertutup rapat, hanya pintu yang menjual biji-bijian sedikit dibuka. Aku pura-pura membeli beras dan menanyakan harganya, tiba-tiba harganya naik sangat tinggi, bahkan pemilik toko kesulitan menjelaskan dan mengatakan bahwa masyarakat Liucheng mengungsi dan makanan hampir habis.

*Liucheng: Kabupaten Liucheng di Liuzhou, Guangxi
**Yuncheng: Distrik Yuncheng kota Yunfu, Guangdong

Pada saat itu, distrik Yuncheng yang besar menjadi sunyi sepi seperti padang pasir yang didokumentasikan di peta 《Empat Kerajaan》 di mana itu tidak ada sungai yang mengalir atau bunga yang tumbuh subur. Hanya pemandangan yang hancur memenuhi mata di mana orang tidak tahan melihatnya.

Dan sekarang, setengah bulan sejak aku dan Pangeran Wumin mengumumkan rencana pernikahan kami di masa depan, semua orang yang melarikan diri sudah kembali, dan toko-toko yang tertutup rapat buka satu per satu. Penjaja lokal telah mengatur kios mereka secara acak dan menjual semua jenis pakaian. Semua orang terlihat seperti biasa dan nyaman memilih objek yang mereka butuhkan.

Jika orang tidak mengetahui fakta, secara umum, mereka mungkin akan berpikir bahwa distrik Yuncheng selalu semeriah ini, seolah-olah tempat sepi yang sunyi setengah bulan yang lalu hanyalah mimpi besar yang kualami.

Sejenak aku merasakan segala macam perasaan dalam hatiku, tidak tahu apakah aku harus merasa senang atau sedih.

Pangeran Wumin berdiri dengan malas di sampingku. Dia mengenakan changpao*pria berwarna putih, menggunakan jepit rambut giok putih dia dengan santai mengikat rambutnya dan menyilangkan tangan di lengan bajunya, seperti hantu perempuan yang secara tidak sengaja keluar pada siang hari.

(T/N:*Changpao: Jubah tradisional pria Tiongkok; baju; jubah.)

Awalnya aku tidak memperhatikannya, tetapi sekarang aku tidak bisa menahan diri untuk mengatakannya kepadanya: "Kau

Awalnya aku tidak memperhatikannya, tetapi sekarang aku tidak bisa menahan diri untuk mengatakannya kepadanya: “Kau …… bagaimana kamu bisa berpakaian seperti ini?”

Pangeran Wumin menatapku dengan ttatapan yang idak bisa dijelaskan: “Kenapa, tidak terlihat bagus?”

Aku tidak punya waktu untuk berbicara, dia terus berkata: “Ini bukan masalah pakaian.”

(T/N: Artinya bukan pakaiannya yang salah, tapi tubuh Changyi sendiri, Wumin mengejeknya (¬‿¬))

“……”

Dalam kemarahan aku mengulurkan tangan dan menyentil dahinya — seperti yang sekarang, aku menjadi lebih dan lebih terbiasa untuk memukul tubuhku di mana tidak mungkin bagiku memiliki luka, tetapi cukup untuk membuat Pangeran Wumin sakit.

Saat berikutnya, sepasang tangan putih ramping meraih pergelangan tanganku dan pada saat yang sama suara lelaki yang jernih dan cerah terdengar di telingaku: “Bagaimana kau bisa menggertak seorang wanita lemah di siang hari bolong seperti ini?”

Pangeran Wumin adalah wanita yang lemah….

Aku merasa sangat marah, memalingkan kepalaku berniat untuk berdebat dengan orang lain, ketika aku memalingkan kepala, aku menjadi tidak bisa mengatakan apa-apa.

Pihak lain adalah pria yang sangat tampan, dengan wajah tampan dan rambut tidak dinaikkan. Sebaliknya, ia menggunakan dua pita berwarna biru untuk membuat simpul longgar di belakang kepalanya, dengan seikat kecil rambut hitam yang tergantung di setiap sisi telinga

… Ini, Ini….

Ini bukan jenis penampilan yang aku lihat dalam buku beberapa kali, gongzi berpakaian putih yang telah aku tunggu-tunggu sejak lama?

Sejenak aku teralihkan perhatian dan orang lain mungkin berpikir bahwa aku salah dan terus berkata: “Gongzi, apa kau tahu bahwa wanita menyerupai batu giok, hanya dengan memegangnya dengan hati-hati di telapak tangan*, dapatkah kau membiarkan bakatnya bersinar dengan cemerlang? Jadi kita tidak bisa menggunakan cara vulgar.”

(T/N: Dengan hati-hati memegangnya di atas telapak tangan: merawat, menyayangi, memanjakan, dan menganakemaskan orang itu)

“Benar, benar!” Aku sangat setuju dan berulang kali mengangguk. Bahkan jika aku keras kepala, aku masih berharap seseorang akan mengangkatku dengan hati-hati di telapak tangan mereka.

“Tch.” Pada saat yang sama, Pangeran Wumin tertawa hina.

“……” Suasana menjadi sedikit canggung.

Pria itu tidak dapat memahami mengapa aku dengan jelas setuju dengannya, sedangkan Pangeran Wumin si ‘penindas’ tampaknya tidak setuju. Kemudian dengan ragu dia melepaskan tanganku dan menoleh ke Pangeran Wumin. Dengan lembut dan sopan dia berkata: “Nona…. mungkinkah kau tidak setuju?”

“Ya, qie* hanya ingin dipukuli, ditendang, dilecehkan oleh orang-orang, dan akan lebih baik menggunakan cambuk! Aku tidak nyaman ketika orang lain memanjakanku — tidakkah kau setuju, xianggong**?” Pangeran Wumin tanpa ekspresi dan keras berbicara tanpa henti menghadap pria itu, lalu berbalik untuk menatapku dengan sentuhan kebaikan.

*Qie: Selir atau pelayanmu (referensi diri yang mencela untuk wanita)
**Xianggong: Suami; raja

Aku: “….”

Pria berbaju putih: “….”

“Waaaah!” Aku benar-benar meledak, Pangeran Wumin benar-benar menghancurkan reputasi dan integritasku seperti ini! Siapa yang suka dilecehkan dan dicambuk — ah!

Aku tidak bisa mengendalikan diriku dan berulang kali meninju dan menendang Pangeran Wumin, namun Pangeran Wumin membuka tangannya: “Xianggong, tentu saja, kamu sangat mencintai qie!”

“….” Semua orang di seluruh jalan telah berkumpul di sekitar kita dan mengungkapkan ekspresi tak percaya di mata mereka sambil melihat Pangeran Wumin.

…………

….. Hehe.

***

Seperti yang diharapkan, wajah pria berpakaian putih itu menjadi persis sama dengan pakaiannya. Dengan canggung aku menarik lengan bajunya dan berkata: “Tuan Muda, nona keluarga saya sedikit kesal, biasanya dia tidak seperti ini… saya tidak tahu siapa nama Tuan Muda?”

Laki-laki berpakaian putih itu memberikan senyum yang dipaksakan: “Oh… seperti itu. Namaku Tian Wei.”

“Tian Wei?” Nama ini agak aneh, tetapi aku masih mencoba menulisnya di buku baikku. Tertawa aku berkata: “Nama yang bagus, nama yang bagus….”

Aku terus bertanya: “Saya ingin tahu dari mana Tuan Muda berasal?”

Tian Wei menatapku dengan aneh: “Tuan Muda, kau banyak bertanya…. Apa maumu?”

Aku dengan malu-malu berkata: “Tidak ada, hanya merasa bahwa kita memiliki pertalian.”

Tian Wei: “….”

“Hei, tiba-tiba aku ingat ada sesuatu yang mendesak di keluargaku, aku pergi dulu….”

Tian Wei entah bagaimana berbalik dan pergi. Tangan besarku yang kuat benar-benar menarik lengan bajunya dan tanpa diduga merobek sedikit lengan bajunya.

Pangeran Wumin terdiam di samping pria berpakaian putih, saat ini dia akhirnya tertawa terbahak-bahak: “Ha ha ha ha, benar-benar ‘lengan baju yang robek’ ha ha ha….”

Aku kira dia masih terganggu oleh Yuan Yu dan belum pulih. Aku berencana untuk tidak peduli padanya, siapa yang tahu bahwa Tian Wei akan menatapku dengan ekspresi rumit dan cepat-cepat pergi.

Aku: “….”

Tian Wei dia… apa kau juga berpikir seperti itu? ….

Aku berbalik dan meraih telinga Pangeran Wumin yang masih tertawa lalu menyeretnya ke gang kecil, baik secara mental maupun fisik kelelahan: “Pangeran Wumin, pada akhirnya, apa yang kau lakukan sekarang? Reputasi kita berdua hancur!”

Di sisi lain, Pangeran Wumin menyisir rambut yang baru saja berantakan dan dengan nyaman berkata: “Tidak apa-apa, orang itu barusan berasal dari negara Beichang. Aku kira dia tahu bahwa aku adalah kau*.”

(*T/N:Tian Wei tahu bahwa Changyi ‘Wumin’ adalah Putri Changyi)

Jika ada orang lain yang menguping, mereka pasti akan bingung oleh tiga kata “Aku adalah kau”. Namun, aku tahu bahwa Pangeran Wumin berarti mengatakan bahwa Tian Wei mengetahui bahwa dirinya (Changyi yang ada dalam tubuh Wumin) adalah Putri Changyi.

“Bagaimana kau tahu Tian Wei berasal dari negara Beichang?” Aku sedikit skeptis pada Pangeran Wumin. Bagaimanapun, kesanku adalah bahwa tuan muda berpakaian putih itu tampak seperti tipe orang yang paling aku kagumi.

Pangeran Wumin dengan acuh tak acuh berkata: “Cara (dialek) dia berbicara persisi sama dengan apa yang dikatakan Kaisar Beichang kepada Ayahanda Kaisarku tujuh tahun lalu. Hari itu, dia mengambil pin fei**. Pada saat itu, hanya aku, Ayahanda Kaisar, dan pin fei yang ada di tempat kejadian.”

(*T/N: Pin Fei: Salah satu tingkatan dalam selir Kaisar. )

Pangeran Wumin terus menganalisis: “Tian Wei, yah, nama samaran ini juga merupakan kesalahan besar. Negara Beichang memiliki tiga pangeran, nama mereka adalah Ming Yong, Wu Yong dan satu lagi Tian Wei.”

Akhirnya, dia berteriak: “Jika kau mewarisi kata-kata ayahmu, kau perlu tahu bagaimana meningkatkannya.”

Sejenak aku agak mengaguminya, tetapi kemudian aku ragu: “Karena Kaisar negara Beichang sadar kau ada di sana, bagaimana mungkin dia sebodoh ini… eh, membiarkan putranya mengatakan hal yang sama? Karena dia tahu kau adalah aku, dia seharusnya juga tahu bahwa aku adalah kau.”

Pangeran Wumin dengan acuh tak acuh berkata: “Oh, pada waktu itu aku bersembunyi di atas balok dan bersiap-siap untuk meracuni gelas arak Kaisar Negara Beichang.”

Aku hancur: “Berapa umurmu, ah? Untuk melakukan hal seperti itu? Ayahanda Kaisarmu pasti sangat malu karena dirimu!”

Pangeran Wumin merasa sedikit malu: “Aku melakukannya secara diam-diam.”

“……”

Aku akhirnya menemukan jawabannya. Mungkin saja keluarga kerajaan Beichang ingin menjeratku dengan mengandalkan trik ini? Lalu, apakah itu berarti dia ingin membunuh Pangeran Wumin? Tampaknya negara Beichang memang memiliki pemikiran yang tidak masuk akal tentang negara Xiyang.

Akibatnya, aku merasa kasihan. Jika aku tahu sebelumnya, aku akan secara diam-diam memberi isyarat kepada orang-orang Beichang itu, sehingga kami bisa berdiskusi bersama tentang bagaimana kami bisa membunuh Pangeran Wumin….

[Beberapa hari kemudian, di negara Beichang]

“Ayahanda Kaisar… ananda tidak kompeten.” Sosok putih melayang di lantai batu giok putih es,. Berdiri di samping meja, berdiri Kaisar Negara Beichang.

Kaisar dengan marah menghentakkan lengan bajunya, tempat kuas, pemberat kertas satu demi satu jatuh ke lantai dan mengeluarkan suara gaduh!

“Tidak kompeten? Ini lebih dari tidak kompeten! Dengan susah payah zhen menyuruh orang-orang bertanya untuk mencari tahu pria seperti apa yang paling disukai Putri Changyi, tapi kau bahkan tidak bisa melakukan hal sepele ini?!”

(E/N: Zhen adalah cara seorang Kaisar menyebut diri sendiri)

“Tidak… Ayahanda… Putri Changyi… sangat aneh…,” sosok putih itu menjelaskan.

“Jika kau memiliki sesuatu untuk dikatakan, segera katakan! Aneh!” kata Kaisar tidak sabar.

“Dia… dia sepertinya suka dilecehkan, dicambuk … dan, Pangeran Wumin pria di sebelahnya sepertinya menyukai pria….”

“…..”

Fuhuang… saya….”

“Cukup!” Kaisar mengangkat tangannya dan membungkamnya.

Setelah itu, hening lama. Kaisar sepertinya memikirkan itu.

Sesaat kemudian, dia menjawab: “Kalau begitu, mulai hari ini, kau akan pergi dan berlatih-metode-cambuk untukku!”

Lalu dengan suram dia berkata: “Jika kau tidak berlatih dengan baik, pergi saja merayu Pangeran Wumin.”

“…… Wu wu wu wu, ananda pasti akan bekerja keras untuk berlatih cambuk ……!”

AGTP: Chapter 15
AGTP: Chapter 17

Leave a Reply

Your email address will not be published.