AGTP: Chapter 15

Featured Image

Chapter ini diterjemahkan oleh Kak Ratna /  remi7noor

Editor: June ; Proofreader: Kak Glenn

Happy Reading!

.

.

Aku berteriak dan segera mendorong layar pembatas untuk bergerak maju, Pangeran Wumin juga segera bereaksi, membelalakkan matanya dan mendorong Yuan Yu dengan keras. Tetapi pada saat ini dia menggunakan tubuhku yang lemah yang kontras dengan tubuh tinggi dan gagah berani Yuan Yu, jadi tentu saja dorongan Pangeran Wumin tidak menggoyahkan Yuan Yu. Aku belum sempat maju membantunya, Pangeran Wumin sudah dengan ganas merentangkan kakinya dan menendang ke arah tubuh bagian bawah Yuan Yu.

Wu wa (suara merintih) …… hanya melihat Kak Yuan Yu terbang seperti layang-layang putus dari tali. Selain itu, layang-layang disulam dengan gambar burung hantu yang khawatir ….

(T/N : Mengatakan bahwa wajah Yuan Yu tampak seperti burung hantu, karena terlalu tak terduga dan menyakitkan.)

Aku berhenti dan melihat Pangeran Wumin berdiri dan menyeka mulutnya dengan keras sambil mengutuk: “Lengan baju robek terkutuk!”

(T/N: Lengan baju robek: gay)

Oh, yang jelas Pangeran Wumin terlalu marah sehingga dia pasti bingung secara mental. Saat ini dia seorang wanita. Yuan Yu mencium ‘dia’ sebenarnya masuk akal. Dan bahkan jika saat ini Pangeran Wumin seorang pria, Yuan Yu akan merasa sulit untuk tidak menciumnya dan itu masuk akal. Jadi, bagaimana mungkin dia mengutuk orang lain yang lengan bajunya sobek. Bahkan jika orang itu lengan bajunya sobek… masih tidak baik untuk mengutuk orang itu ah….

Yuan Yu ditendang dan kelojotan di lantai. Butuh setengah hari baginya untuk terlihat baik-baik saja. Ketika dia mendongak dan melihatku, dia gemetaran. Sepertinya tulang rusuknya akan meledak… dia menutupi lukanya dan perlahan berkata: “Changyi, apa kau sangat membenciku…?”

Apakah aku membencinya atau tidak, diskusi ini harus ditunda sampai nanti, tapi Yuan Yu kau… haruskah kau berbaring di lantai, dengan tangan menutupi bagian bawahmu dan mengajukan pertanyaan seperti itu dengan ekspresi serius?!

Soal apakah aku membenci atau tidak membencinya….

“Oh, itu bisa ditoleransi….” Aku menjawab secara otomatis, tetapi Pangeran Wumin dengan cepat berkata dengan suara keras: “Benar!”

“Sejujurnya, aku tidak pernah menyukaimu. Lihat dirimu….” Pangeran Wumin berkacak pinggang. Dia dengan jijik siap memarahi Yuan Yu yang meronta-ronta di lantai. Aku cepat-cepat menariknya agar dia tidak meledak.

Yuan Yu mendengarkan kata-kata Pangeran Wumin dan wajahnya sedih. Hei, untuk bisa menimbulkan **** dan serangan jantung pada saat yang sama, Pangeran Wumin benar-benar bukan orang sembarangan.

Aku takut kalau dia akan mencari kematian, jadi aku maju dua langkah dan membantunya bangun dengan cara yang ramah: “Kau tidak harus seperti ini, sebenarnya….”

Yuan Yu tidak ragu untuk mendorongku menjauh. Keduanya berdiri dan tampak seperti berperang dengan penampilan mereka. Namun, dahi mereka jelas terukir dengan lima kata ‘Keinginan kuat dengan cacat fisik’, itu benar-benar membuat orang tersentuh hingga menangis.

(Keinginan kuat dengan cacat fisik: sering digunakan untuk memuji kekuatan dari orang-orang cacat)

Pangeran Wumin masih marah menaruh kedua lengannya di depan dada dan memelototi Yuan Yu, seolah bia ada sesuatu yang mencurigakan dengan gerakan Yuan Yu, Pangeran Wumin tidak akan ragu untuk membunuhnya.

Untungnya, Yuan Yu juga mungkin tidak mampu melakukan sesuatu yang mencurigakan. Dia hanya menatap Pangeran Wumin dengan mata sedih, lalu berjalan tertatih-tatih dan melompat keluar dari jendela.

Aku diam-diam menonton adegan ini lalu berkata secara perlahan: “Pangeran Wumin, Yuan Yu dia….”

Aku belum selesai menjelaskan, Pangeran Wumin sudah memotong ucapanku dengan rona yang buruk: “Kau punya teman dekat di sini, kenapa kau tidak memberi tahuku? Aku juga tidak perlu berjaga beberapa saat yang lalu.”

Aku mengerutkan hidungku: “Aku benar-benar tidak tahu apa yang membuat Yuan Yu gila. Kami berlatih seni bela diri bersama sebelumnya dan aku menganggapnya sebagai kakak seperguruan.”

Pangeran Wumin menarik sudut mulutnya dan menatapku dengan jijik: “Ya, menurut otakmu itu, akan sulit bagimu untuk membayangkan dia menyukaimu.”

Aku terkejut: “Apa yang kau katakan, Yuan Yu menyukaiku?!”

Pangeran Wumin: “……”

Aku: “……”

Aku dan Pangeran Wumin membelalakkan mata kecil kami untuk waktu yang lama sebelum dia mengedutkan sudut mulutnya: “Kenapa dia ingin menciummu jika dia tidak menyukaimu?!”

Aku menelan ludah: “Dia tidak melakukannya untuk menyelidikiku? ….”

Aku pikir Yuan Yu mencoba untuk menemukan sesuatu yang mencurigakan tentangku dan Pangeran Wumin, oleh karena itu aku pikir ini cara dia untuk membuat kami mengaku…. Aku tidak pernah berpikir kalau cerita di baliknya begitu rumit.

Pangeran Wumin menoleh dan memutar bola matanya, “Apa ada cara menyelidiki seperti itu? Lagipula, bukankah nada dan tatapannya sudah jelas.”

Aku masih berpikir itu luar biasa, pikirkan tentang ini, meskipun aku dan Yuan Yu melatih seni bela diri bersama sejak kecil, tapi, bagaimanapun juga aku seorang Putri. Tidak banyak percakapan antara kami berdua dan aku memiliki bakat bawaan dalam seni bela diri. Sebagian besar orang yang berlatih seni bela diri bersamaku memainkan peran karung pasir. Yuan Yu adalah salah satu karung pasir itu.

Karena dia yang tertua dan terkuat, sebagai hasilnya, dia selalu menantangku. Secara alami aku juga tidak sopan. Aku sering memukulnya. Aku masih ingat bahwa pada hari kedua dia dan aku menyelesaikan pertandingan, Guru mengajari kami untuk berlatih kemudian ragu-ragu aku berkata: “Bagaimana dengan Yuan Yu? Kenapa dia tidak datang?” Melihat hidung berdarah dan wajah bengkak Yuan Yu, aku dengan curiga berkata: “Siapa kau?”

Aku terlalu malas untuk memikirkan sikapku di masa lalu, tapi …… memikirkan Yuan Yu yang menyukaiku, itu terlalu tidak masuk akal.

Jangan bilang Yuan Yu yang beralis tebal dan bermata besar serta bersikap kasar, sebenarnya seorang masokis? (T/N: orang yang punya kecenderungan menyukai rasa sakit sehingga suka disiksa ataupun menyakiti diri sendiri)

Mau tak mau aku membayangkan dia diam-diam senang dipukul dan ditendang. Aku tidak bisa menahan diri untuk tidak menggigil.

Ketika aku melihat Pangeran Wumin, dia sudah duduk. Pada saat itu, dia memegang cermin perunggu yang ada di sampingnya dan melihat cermin itu dari kiri ke kanan, dia akhirnya berkata: “Tumbuh dengan karakter semacam ini. Untuk benar-benar berpikir bahwa ada seseorang yang suka dengan yang seperti ini, tch.”

“… Kau jelaskan dengan benar maksud ‘semacam ini’ ini, kenapa dengan ‘seperti ini’ ….” Aku merasakan nadi berdenyut samar di keningku.

Pangeran Wumin tersenyum ke arahku: “Dalam hati sudah memiliki pemahaman yang tersirat, tidak perlu kata-kata.”

(T/N: Tidak perlu kata-kata: Wumin tidak perlu mengatakan apa-apa karena Changyi sebenarnya sudah mengerti)

Dalam hati sudah memiliki pemahaman yang tersirat pantatku!! ……

Aku menghela nafas dan duduk di sebelah Pangeran Wumin sambil menyokong daguku: “Tapi aku masih merasa sedikit aneh… Yuan Yu benar-benar menyukaiku? Hei, Yuan Yu benar-benar menyukaiku?”

“Kau tidak harus memikirkannya. Bahkan jika kau ingin bersamanya sekarang, itu benar-benar mustahil.” Pangeran Wumin berkata dengan acuh tak acuh.

Tentu saja aku bahkan tidak memikirkan soal kebersamaan dengan Yuan Yu. Jangankan tentang kebersamaan, bahkan sekarang, kesanku tentang Yuan Yu hanyalah seorang kakak seperguruan yang dulunya adalah karung pasirku dan sekarang adalah Pengawal Kerajaan.

Alasan mengapa aku berulang kali mengatakan itu karena aku terlalu terkejut.

Tapi karena Pangeran Wumin mengatakannya seperti ini, aku tidak bisa menahan diri untuk tidak membantah: “Ah tidak pasti seperti itu. Bahkan jika aku sekarang ‘Pangeran Wumin’, aku masih bisa mendapatkan selir laki-laki.”

Pangeran Wumin tersenyum padaku: “Jika kau serius seperti ini, semua orang di dunia akan tahu bagaimana Putri Changyi, setia, pantang menyerah, dan bagaimana dia menolak untuk berbagi dirinya dengan siapa pun kecuali suaminya.”

“… Contohnya?”

“Apa yang bisa kau lakukan, kau tidak bisa menggerakkan tubuhmu, bahkan lebih lagi kau tidak bisa menyakiti dirimu sendiri, jadi kau hanya bisa membunuh penghasut sebenarnya.” Pangeran Wumin berkata dengan ekspresi normal.

“…..”

Yuan Yu yang tidak tahu apa-apa ah….

Mulut ular bambu hijau, ekor tawon. Keduanya tidak beracun bila dibandingkan dengan Pangeran Wumin.

AGTP: Chapter 14
AGTP: Chapter 16

Leave a Reply

Your email address will not be published.