AGTP: Chapter 13

Featured Image

Chapter ini diterjelahkan oleh Kak El / elvarania

Editor: June ; Proofreader: Kak Glenn

Happy reading!

.

.

Aku masih tetap berdiri di atas tanah, tak bisa kukatakan dengan jelas apa yang kurasakan dalam hatiku, aku hanya berkata: “Pangeran Wumin, kau benar-benar…”

Bagiamana kebenarannya, tapi tak tahu bagaimana mengatakannya.

Dia mengatakan padaku untuk memanggil Sheng’an kembali, memperlakukannya dengan baik, karena akulah yang telah memulai percakapan: “Apa kau tahu, dia hanya memakai pakaian polos, telinganya hanya dihiasi dengan kuncup bunga putih….” Dia membuatku menggantinya dengan bunga yang mekar, dan sebenarnya dikarenakan hal itu, mereka mendapatkan jawaban dari Sheng’an, sebuah informasi yang mengerikan.

Pangeran Wumin memahami wanita lebih dari wanita itu sendiri. Aku benar-benar tidak tahu bagaimana dia bisa lahir dengan kecerdasan dan pikiran gila yang luar biasa seperti itu.

Pangeran Wumin melihatku. “Apa?”

Aku menggelengkan kepalaku. “Bukan apa-apa, aku hanya merasa Sheng’an sungguh menyedihkan.”

“Hanya karena orang-orang menipunya dengan pikiran bahwa dia bisa memilikimu.” Bibir Pangeran Wumin tertarik. “Kau masih bisa bicara omong kosong begitu.”

Aku mendesah. “Tepatnya karena itulah hingga aku berpikir bahwa dia menyedihkan. Ditipu seperti itu bukanlah hal yang terhormat.”

“Hei, bagaimana kau tahu bahwa Sheng’an akan memberitahumu hal itu?”

“Itu sudah jelas, sejak mereka ingin membunuhku, tidak mungkin mereka melakukan tugas yang tidak mungkin itu hanya sekali. Tapi aku tidak bisa memprediksi kapan tepatnya, karena itulah aku merayu Sheng’an agar dia mengatakannya,” katanya dengan ringan.

Aku menggelengkan kepalaku: “Cerdas seperti iblis. Pangeran Wumin, aku khawatir kau tidak akan berumur panjang karena kecemburuan orang lain yang disebabkan oleh kemampuanmu yang luar biasa itu.”

Dengan pemahaman yang tersembunyi, Pangeran Wumin berkata: “Jangan khawatir, sebagai Permaisuriku, kau harus dikubur bersamaku”

Aku melirik padanya dan berkata: “Apa yang akan kita lakukan dengan masalah ini? Membiarkannya pergi begitu saja ke Negara Wen Selatan? Bagiamana dengan orang-orang di Klannya?”

Pangeran Wumin: “Bunuh mereka.”

Aku menjadi bingung: “Ah? Bukankan kau bilang, sebagai Kaisar, kau tidak bisa mengeluarkan kesan seorang tiran dan sewenang-wenang membunuh orang?”

Pangeran Wumin tersenyum samar: “Siapa bilang aku seorang pembunuh? Putri Sheng’an tidak hanya mengatakannya kepada kita, tapi dia juga meninggalkan  barang bukti.”

Aku bertanya ragu: “Tiga kata itu?”

Pangeran Wumin tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Dia mengeluarkan kertas yang bertuliskan tiga kata ‘Yuan Jun An’. “Ini adalah salinan yang bagus dari keluarga Pangeran Yi. Tanpa peduli tua dan muda, atau gender mereka, mereka semua akan dihukum.”

“…..” Aku menatap tertegun pada Pangeran Wumin sejenak sebelum menggelengkan kepalaku. “Aku tidak membuat perintah seperti itu.”

Pangeran Wumin berkata dingin: “Apa lagi sekarang?”

Aku berkata: “Kau  baru saja menipu Putri Sheng’an, sekarang sebagai bentuk pencegahan kau ingin membunuh seluruh keluarganya….”

“Saat ini kita perlu melakukan pencegahan terlebih dahulu karena akan sulit untuk memprediksi apa yang akan terjadi di masa depan. Putri Changyi, jangan melibatkanku  dengan sentimen hatimu yang lugu.” Pangeran Wumin mendekat padaku, “Sejak awal aku selalu berpikir bahwa kau terkadang cukup bodoh, tapi kau tetap harus bisa melihat masalah yang lebih besar. Saat ini, jangan sembarangan memberi simpati kepada orang lain. Kemurahan hati kepada musuh sama dengan meletakkan nyawa seseorang di ujung pisau. Kau bisa bertaruh dengan nyawamu tapi tidak denganku.”

“….”

Entah kenapa aku menjadi marah tapi aku tetap tidak bisa menyanggahnya. Sulit untuk menggambarkan sentimen melihat wajahku sendiri tidak cocok dengan ekspresi acuh tak acuh dan kejam.

Meskipun aku tidak bisa menyanggahnya, aku menolak untuk bicara dan menggunakan sikap diamku untuk protes—lagipula saat ini akulah Kaisarnya dan tidak banyak yang bisa dia lakukan.

Pangeran Wumin menatap tajam padaku lama sekali sebelum akhirnya mendesah dan berkata: “Baik,  baik, kau tidak ingin membunuh mereka, maka tidak usah membunuh… aku akan menulis surat rahasia ke kediaman Pangeran Xiu Yi memberitahukan bahwa aku sudah mengetahui rencana mereka, tapi aku tidak akan memberikan balasan terhadap tindakan mereka. Jika terulang lagi, kematian tidak akan bisa terhindarkan. Putri Sheng’an tidak akan dilukai, tapi akan dikirim ke Negara Chang Utara. Jika mereka masih menginginkan kekayaan keluarga Pangeran Xiu Yi, maka mereka harus segera menyusulnya ke sana.”

Aku langsung setuju dan dengan tulus merasa senang dengan perubahan pada Pangeran Wumin. Pangeran Wumin hanya tersenyum dingin: “Ini hanya karena tubuh kita tertukar……”

Dalam hati aku menggigil.

***

Di dalam istana kerajaan, malam berlalu dengan damai. Di hari berikutnya, berita penurunan pangkat datang dari kediaman Pangeran Xiu Yi dan secara sukarela pindah ke negara Chang Utara. Aku mendesah lega sementara Pangeran Wumin tampak sangat tak senang. Hanya saja, dia menampakkan ketidaksenangannya ketika bersamaku.

Setelah tujuh hari masa berkabung, aku dan dia bergegas pergi ke Negara Yuan Timur. Selama itu, aku menyiapkan sebuah surat menggunakan identitasku sebagai Putri Changyi. Aku menjelaskan secara singkat apa yang terjadi diantara kami. Apa yang kutulis sama sekali berbeda dari apa yang kami jelaskan kepada Penasihat Agung.

Aku menulis bahwa aku memang pergi untuk membunuhnya, kami berdua empat pasang mata saling bertarung dalam cahaya lilin yang temaram, wajahnya seperti giok dan aku terpesona karenanya. Keduanya sama-sama belum menikah dan tiba-tiba saling jatuh cinta di momen yang bersejarah ini. Dia melemparkan pedangnya dan menunggu kematiannya, tapi aku tidak bisa menyerangnya. Di malam yang tenang, kami menolak untuk bertarung. Akhirnya, dia memutuskan akan lebih memilih wanita daripada negara. Aku mengesampingkan permusuhan diantara keluarga kami dan negara kami. Kami berencana untuk hidup di tempat yang terpencil, tapi tanpa sengaja bertemu dengan masalah di Negara Chang Utara. Karena itulah, kami memutuskan untuk bersama secara terbuka dan terhormat. Mulai saat ini kami telah menikah, dan saling memperlakukan satu sama lain dengan hormat dan sopan selayaknya antara suami dan istri.

Di akhir surat, aku menambahkan: Meskipun Changyi tidak memenuhi misinya, dia juga tidak meninggalkan misinya.

Setelah membaca seluruh suratnya, Pangeran Wumin tertawa terbahak-bahak hingga dia tidak bisa bangun dari tempat tidur. Dia juga mengatakan bahwa bahkan jika negaraku kalah di masa depan, aku masih bisa menghasilkan uang dengan menulis buku fiksi. Lalu dia menggunakan kuas berwarna merah untuk memberi lingkaran pada kalimat “Kecantikan yang memesona bahkan para burung dan hewan buas” dan “kecantikan” dalam “menginginkan kecantikan, membuang negara“, yang menggambarkan kecantikanku. Aku merasa sebal dengan itu. Pada akhirnya aku menulis ulang suratnya dan mengirimnya.

Meskipun orang yang kukirim untuk mengirim surat praktis tidak memiliki waktu untuk istirahat karena mengirim suratnya, tapi masih tetap butuh waktu yang lama. Toh, aku dan Pangeran Wumin tidak mengharapkan balasan apapun. Aku bisa membayangkan bagaimana Kakak dan Ibu Suri akan bereaksi dengan berita ini. Yah, aku sudah memutuskan tidak akan peduli tentang apa yang mereka pikirkan.

Negara Yuan Timur dan Negara Yang Barat tidak terpisah terlalu jauh. Akan tetapi, aku dan Pangeran Wu Min harus melakukan perjalanan sesuai dengan ritual. Barisan pelayan yang besar sekali dan hadiah pernikahan mengikuti di belakang kami. Aku duduk di kursi tanduku dan terkadang menengok ke belakang. Aku hanya bisa melihat dengan jelas orang-orang yang dekat di sekitar. Semakin jauh melihat, aku hanya bisa melihat debu yang berterbangan sangat banyak.

Tentu saja, di sepanjang perjalanan kami tidak kekurangan upaya pembunuhan. Akan tetapi, ada banyak sekali penjaga. Pangeran Wumin dan aku pada dasarnya tidak pernah melihat para pembunuh itu karena mereka mati terlalu cepat. Semua pembunuh itu menargetkan pada Pangeran Wumin, putera mahkota sang penguasa lalim, yang juga kebetulan adalah aku saat ini. Aku juga ingin mencoba (T/N: untuk membunuh para pembunuh mungkin) (E/N: mungkin juga ingin ikut-ikutan membunuh pangeran Wumin – yang sekarang jelas mustahil karena masalah tubuh yang tertukar…), tapi sayangnya, tidak ada lagi kesempatan. Sungguh, sayang sekali.

Aku dan Pangeran Wumin akhirnya tiba di negara Yuan Timur dengan lelah. Di perbatasan negara Yuan Timur, aku melihat banyak pola merah emas, tandu, gulungan kain, hiasan kepala, semua yang diinginkan setiap orang. Tak disangka Kakak juga berada di sana untuk menyambut kami secara pribadi. Tadinya, Pangeran Wumin ingin tampil di depan tapi kemudian dia teringat bahwa saat ini dia sedang menggunakan tubuhku, karenanya tanpa punya pilihan lain dia dengan sebal turun dari tandu dan bergabung dengan Kaisar dan aku saat kami berpura-pura bercakap-cakap dengan akrab.

Setelah itu, kami memasuki Istana Kerajaan Yuan Timur. Aku hanya pergi jauh selama sebulan dan sekarang aku sudah kembali, rasanya seperti sudah satu kehidupan yang lalu.

–hanya saja, apa yang terjadi adalah kenyataan.

Ketika orang-orang negara Yuan Timur melihatku, mereka terlihat gelisah dan jijik, sebaliknya mereka sangat ramah kepada Pangeran Wumin. Tetap saja, mereka melihatnya dengan sedikit simpati seolah mengatakan “Untuk negara, kau harus menikahi sampah ini. Kau sudah menderita.” Hal ini benar-benar membuatku ingin berteriak kepada langit dan memuntahkan darah.

Sayangnya, Pangeran Wumin tidak menyadari apa yang baik dan buruk untuknya. Dia terus-menerus mengeluh padaku: “Ada apa dengan orang-orang negara Yuan Timur ini? Kenapa mereka melihatku dengan ekspresi seperti itu?”

Aku terlalu malas untuk menjelaskan padanya….

Kami berdua pergi ke Istana Kerajaan. Istana Kerajaan sudah menyiapkan sebuah pesta perjamuan yang hanya tinggal menunggu kami tiba di sana. Aku dan Kakak duduk bersama di kursi kepala. Pangeran Wumin duduk di kursi yang lebih rendah di sampingku dan Ibu Suri duduk di kursi yang lebih rendah di samping Kakak. Pangeran Wumin dan Ibu Suri duduk saling berhadapan. Banyak pejabat tingkat tinggi yang duduk lebih jauh ke bawah dari meja. Tidak ada yang berani membuat suara, para pengecut itu. Sungguh, para pengecut itu.

Setiap orang terus saja mencuri-curi lihat ke arahku, sang tiran. Ketika aku menangkap tatapan mereka, dengan cepat mereka menundukkan kepala mereka tampak khidmat dan fokus pada makanan mereka. Aku melihat pada Ibu Suri yang menatap Pangeran Wumin dengan tatapan yang rumit, ada ekspresi kasihan yang tak pernah kulihat sebelumnya dan Pangeran Wumin sepenuhnya mengabaikannya. Dia asyik menikmati hidangan langka dari negara Yang Barat yang sangat banyak, terlihat seperti reinkarnasi hantu kelaparan dan membuat Putri Changyi kehilangan muka…..

(T/N: Pangeran Wu Min membuat Putri Changyi kehilangan muka karena Pangeran menggunakan tubuh Putri)

Melihat Putri Changyi seperti itu, Ibu Suri tidak hanya menyalahkan dirinya sendiri tapi juga sedikit mendesah dan menggelengkan kepalanya, seolah berkata “Anak malang, dia hanya bisa makan untuk melampiaskan kemarahannya….” atau mungkin juga mengatakan, “Hei, apakah mungkin negara Yang Barat tidak memberinya makan?”

Aku menjadi terdiam cukup lama dan pada akhirnya memakan hidangan untuk melampiaskan amarahku….

Pesta perjamuannya berlangsung lama sekali. Selama itu, kami terus saling bercakap-cakap dengan sopan. Semua orang bersikap sangat menjilat hingga aku tidak tahan melihat cara memalukan kerabatku sendiri seperti ini, karenanya aku mengatakan bahwa aku lelah dan berencana untuk kembali.

Pangeran Wumin mengerucutkan bibirnya dan berkata lirih: “Aku belum makan banyak….”

Beberapa hari belakangan ini, selalu ada makanan dalam jumlah yang besar untuk Pangeran Wumin. Aku merasa tubuhku akan jadi gemuk jika seperti ini… seperti biasa aku menatap tajam dan menegurnya: “Makan, makan apa? Ayo kembali!”

Sebagai hasilnya, pemandangan yang alami ini tertangkap mata oleh banyak pejabat. Setiap orang dari mereka menampakkan ekspresi sedih dan berduka, kemungkinan berpikir bahwa aku selalu menyiksa Putri Chang Yi….

Aku menjadi tak bisa berkata-kata dan berkata pelan: “Jiao’er, ayo kita kembali lebih dahulu…… bukankah kau lelah?”

(T\N: Jiao’er adalah nama kecil Changyi)

Pangeran Wumin yang tengah meminum supnya mendengar apa yang kukatakan seketika menyemburkan supnya keluar, sangat vulgar. Rona muka semua orang menjadi gelap. Namun, Pangeran Wumin menyeka bibirnya dan berkata dengan tenang: “Baiklah, ayo kita kembali….”

Dia jelas mencoba menahan tawanya dan berakhir membuat suara tak jelas yang mirip dengan tangisan. Semua orang yang melihatnya menjadi terkejut, dan mungkin berpikir bahwa kami sedang bersandiwara, dan juga Pangeran Wumin yang saat ini adalah Putri Changyi, pihak yang sebenarnya diperlakukan tidak adil juga sudah ingin menangis.

Aku merendahkan suaraku: “Angkat pantatmu dari sini sekarang juga….”

Setelah itu kami berdua akhirnya kembali ke kamar kami yang sudah dipersiapkan. Baru pada saat itulah aku teringat—beberapa saat lalu ada seseorang yang terus-menerus menatap aku dan Pangeran Wumin. Orang itu dulu adalah salah seorang murid dari guruku, yang bernama Yuan Yu. Dia belajar ilmu bela diri bersama denganku sejak kami masih kecil. Dia menjadi Penjaga Kerajaan sekarang. Hubungannya denganku bisa dibilang baik, jadi, bukan masalah jika dia menatap dengan seksama pada Putri Changyi , tapi beberapa saat lalu tanpa alasan yang jelas dia terus-menerus melihat ke arahku yang saat ini berada di tubuh Pangeran Wumin dengan tatapan membunuh…..

AGTP: Chapter 12
AGTP: Chapter 14

Leave a Reply

Your email address will not be published.