AF 96. Kepala Pengadilan Feng Yao

Featured Image

“Si Ling! Jangan lupa siapa yang memberi mu semua yang saat ini kau miliki … ” Feng Qing Ya di pojokkan oleh Lin Si Yao, Si Tuo, dan kawan-kawan. Berdiri di depan pintu masuk ke Gunung Da Shi, dia berbalik, menatap Lin Si Yao, saat dia menekankan setiap kata.

“Aku ulangi, Si Ling sudah mati di tangan mu. Satu nyawa sudah cukup untuk mengakhiri semua nikmat dan dendam.” Lin Si Yao berdiri beberapa meter dari Feng Qing Ya, ketika dia dengan dingin menjawab.

Di sampingnya adalah Si Tuo, yang memiliki banyak luka di tubuhnya. Si Chong dan Si Luo menjaganya di kedua sisi. Mereka semua memandang acuh tak acuh pada Feng Qing Ya yang berdiri di seberangnya, mata mereka menyembunyikan kemarahan mereka.

“Ha! Betapa lucunya. Karena kau, ayah ku tidak mengenali keberadaan ku! Sejak aku masih muda, kau adalah orang pertama yang ada dalam benaknya ketika sesuatu muncul. Hmph! Si Ling, apalagi kau masih hidup, bahkan jika kau sudah mati, aku masih ingin mencambuk mayat mu ratusan ribu kali! Apa yang kau katakan sebelumnya? Kematianmu mengakhiri semua kasih dan dendam? Omong kosong … ”

“Feng Qing Ya, karena kau putra Tuan, kami menghormati mu. Dan bagaimana denganmu? Kau memaksa saudara-saudara kita untuk saling membunuh. Kau berkolusi dengan Sekte Darah, orang luar itu. Jika mantan Tuan di surga tahu itu, dia akan mengangkat pedang ke arahmu, tidak ada yang mampu memiliki seorang putra sepertimu … ” Si Chong dengan dingin menghadapi tuduhan Feng Qing Ya.

“Ha ha! Benar-benar sekelompok besar saudara bersumpah! Bodoh sekali. Kalian saling memanggil saudara dengan ikatan dekat! Tetapi begitu kau diperintahkan, kalian akan saling mengkhianati dalam sekejap mata. Hahaha … ironis sekali! Si Ling, aku pikir ketiganya harus menjadi yang pertama yang harus kau tangani. Sedangkan aku, aku berasumsi kau belum melupakan apa yang diminta oleh mantan Tuan sebelum kau mati?” Feng Qing Ya menyeringai, menatap Si Ling.

“Feng Qing Ya, kau seharusnya tidak membuat celah di antara kami sebelum kau mati!” Si Luo mendengus, mendukung Si Tuo, yang tubuhnya menegang. Si Tuo menerima pukulan terbesar; pada saat itu, dialah yang telah memimpin mereka untuk membunuh Si Ling.

“Membuat celah di antara kalian? Lucu sekali! Jika persaudaraan kalian nyata, mengapa kalian takut aku membuat perselisihan …” Feng Qing Ya terus mengejek mereka. Selain itu, dia sudah melangkah terlalu jauh, berusaha membuat Si Ling mengubah targetnya.

Memang benar bahwa keterampilan Si Ling adalah yang terbaik di antara orang-orang itu. Meskipun Feng Qing Ya tidak bertemu dengannya selama dua tahun dan tidak yakin berapa banyak yang telah dikembangkannya … Namun, sebelum mereka berada di Desa Fan Hua, Si Ling dapat ‘mengangkat angin dan menggulung awan’ seketika semudah membalikkan tangannya, yang berarti, bahkan jika seni bela diri Si Ling belum mencapai tingkat ‘Kesempurnaan’, dia setidaknya berada di tingkat ‘Pencapaian’.

(mengangkat angin dan menggulung awan = sangat kuat ilmu bela dirinya/menggemparkan.)

Dengan demikian, Feng Qing Ya cukup pintar untuk menghindar, dia tidak berani menghadapinya secara langsung.

Apa pun yang terjadi, bagi Feng Qing Ya, nyawanya adalah yang paling berharga.

Pengadilan Feng Yao tidak bisa mengubah saudara, tetapi jika itu berarti dengan risiko nyawanya, ada hal-hal yang perlu dipertimbangkan kembali.

Dan sekarang, hidupnya terancam. Ia harus fleksibel. Jika dia bisa meregang dia juga bisa menahan.

Puluhan tahun, dia hidup di bawah tekanan lelaki tua sialan itu. Dia telah belajar sejak dini tentang cara membaca dan menilai berbagai situasi. Kalau tidak, posisi Kepala ini tidak akan menjadi miliknya, tetapi siswa terkasih tua bangka itu, Si Ling.

“Dendam memiliki awal, dan hutang memiliki penagih. Si Tuo mengikuti perintahmu untuk membunuhnya. Tentu saja, aku akan menghitung hutang ini untuk mu … ” Lin Si Yao tidak marah dengan provokasi Feng Qing Ya saat ia dengan dingin menjawab.

“Ck, ck! Si Ling, kita tidak bertemu selama dua tahun dan kau telah mengubah sikap mu? Si Ling, yang begitu tegas pada tahun-tahun itu, telah menjadi pengecut seperti ini?” Feng Qing Ya menoleh ke Si Tuo ketika dia menemukan bahwa Si Ling tanpa diduga tetap tenang. Dia panik dan mulai berbicara omong kosong.

“Pahlawan atau pengecut, itu tidak masalah. Si Ling yang lama telah berlalu. Demi Tuan tua, aku tidak akan menerimanya. Ngomong-ngomong, aku menyelamatkan nyawamu sekali, tapi aku tidak bisa melakukannya lagi. Hari ini, kau menghancurkan rumahku. Jika aku tidak mengambil nyawa mu sekarang, bukankah aku terlalu pengecut?” Lin Si Yao berbicara dengan dingin, bergerak beberapa langkah menuju Feng Qing Ya.

Mendengarkannya, Feng Qing Ya sangat marah sehingga hampir muntah darah.

Dia baru saja memecahkan beberapa genteng murahan, dan dia tidak menyakiti siapa pun atau merusak perabot apa pun, dan pria ini ingin mengambil nyawanya?! Dia bahkan mengatakan bahwa dia akan menyisihkannya karena Tuan tua, bukan? Yang membuat marah lagi, dia menirukan kata ‘pengecut.’

Si Luo dan dua orang lainnya menegang ketika mereka mendengar Lin Si Yao. Namun, tubuh mereka yang menggigil mengungkapkan fakta bahwa mereka berusaha keras untuk tidak tertawa. Si Tuo merasakan ekspresi tegangnya melonggarkan. Apakah Si Ling memaafkannya atas luka yang disebabkannya?

“Uhuk … Si Ling, jangan buang waktu dengannya! Semakin cepat kau memulai, semakin cepat kau selesai! Jangan lupa bahwa adik ipar kami sedang menunggumu!” Si Chong menatap wajah Si Tuo, yang semakin pucat. Dia tahu racun itu menyebar melalui nadinya. Dan bajingan itu, Feng Qing Ya, memiliki penawarnya.

“Si Chong, jangan bertele-tele! Jika kau menginginkan penawarnya, katakan saja. Jangan menarik Si Ling ke dalam lumpur bersamamu … ” Feng Qing Ya mendengus, mengungkap niat Si Chong.

Tapi Si Ling tidak terganggu oleh kata-katanya. Pukulannya datang dengan cepat dan kuat, mengarah ke tempat pihak lain yang paling rentan.

“Si Ling, kau tidak bisa memperlakukan aku seperti itu!” Desis Feng Qing Ya, berlari ke arah Gunung Da Shi.

“Kalian tetap di sini, pegang titik jantungnya (akupunktur). Aku akan mencoba untuk kembali sesegera mungkin … ” Lin Si Yao tidak memalingkan kepalanya saat dia mengejar Feng Qing Ya ke Gunung Da Shi.

“Feng Qing Ya licik dan jahat. Kau harus hati-hati!” Si Luo mengangguk, dia mengirim Si Ling dengan peringatan, tetapi tidak mengikutinya. Dia dan Si Chong mendukung Si Tuo untuk menemukan lokasi tersembunyi dan duduk bersila. Mereka melindungi jantung Si Tuo, mencegah racun mencapai hatinya.

Mereka semua mengerti bahwa Si Ling memiliki seni bela diri terbaik, sehingga dia bisa menangkap Feng Qing Ya dengan mudah. Namun, itu dengan premis bahwa Feng Qing Ya tidak akan menipunya dengan rencana liciknya, dan bahwa Si Ling tidak akan terjebak.


 

“Si Ling, Seberapa jauh kau berencana untuk mengejar ?!” Feng Qing Ya memandang Si Ling yang begitu dingin seolah-olah ia keluar dari neraka, hanya beberapa langkah darinya. Ketakutannya membengkak lebih besar. Dia tidak akan mengampuni nyawaku kali ini?

Si Ling terus mengejarnya, dan tidak menyerah, sekeras apa pun ia berusaha menekankan bahwa mantan Kepala Pengadilan Feng Yao telah memperlakukannya lebih baik daripada putranya sendiri. Jika dia tidak memiliki banyak b*m anestesi, dia akan terbunuh beberapa kali.

Hanya satu langkah lagi dan dia akan jatuh ke tebing yang curam. Feng Qing Ya tersenyum sedih.

Lin Si Yao menatapnya dengan dingin. Wajahnya yang sedingin es tidak menunjukkan emosi lain.

Hari ini, dia memutuskan untuk mendorong pria ini ke sudut kematian karena dia takut terulangnya insiden hari ini. Beruntung Shuilian tidak ada di rumah hari ini. Dia telah menghindari bencana. Kalau tidak … Lin Si Yao mengepalkan tangannya. Memikirkan Shuilian dengan anak kembarnya yang terkubur di bawah ubin atap yang rusak, dia tidak bisa mengendalikan amarahnya.

“Beri aku obat penawar, lalu habisi dirimu sendiri …” Lin Si Yao meludah dengan dingin.

“Permainan yang bagus! Habiskan diri ku, kalimat yang bagus! Aku pikir orang tua ku yang kacau di surga akan sangat menyesal sekarang! Lihatlah murid kesayangannya sekarang!” Feng Qingya menatap Lin Si Yao, kata-katanya mengarah ke hatinya.

Lin Si Yao menatap kembali ke Feng Qing Ya dan ingat apa yang dikatakan Si Chong sebelumnya: “Apakah kau tidak cukup melunasi rahmat Tuan tua dengan berpuluh-puluh tahun menjual hidup mu ke Pengadilan Feng Yao? Jika tidak, ditambah bahwa Feng Qing Ya telah memerintahkan untuk membunuhmu, apakah itu cukup? Si Ling, kau dianggap orang mati, dan sekarang kau dihidupkan kembali. Kau punya rumah; kau punya keluarga. Kenapa kau menyusahkan dirimu sendiri seperti itu … ”

“Woowoowoo …” Tepat pada saat ini, serigala yang familier melolong muncul di belakang Lin Si Yao. Dia melirik dan melihat memang Xiao Xue yang terakhir dilihatnya setengah tahun yang lalu. Tiga anak serigala berdiri di belakangnya. Mereka tampak seperti bertanya apakah dia membutuhkan bantuan.

“Ya ampun, serigala!” Feng Qing Ya menjerit panik. Tidak hanya itu satu serigala besar dan tiga anaknya, di hutan di belakang Lin Si Yao duduk sekawanan serigala yang berdiri dalam formasi setengah lingkaran sekitar sepuluh meter jauhnya. Kali ini, bahkan jika dia bisa lolos dari serangan Si Ling, bagaimana dia bisa melarikan diri dari pengepungan serigala?

Feng Qing Ya menyipit lalu tersenyum jahat, “Si Ling, ini penangkal racun Si Tuo. Berani datang dan mengambilnya sendiri?” Matanya sombong seolah-olah dia meremehkan Si Ling karena menjadi pengecut.

Lin Si Yao melirik kantong kertas kecil yang dilipat di tangan Feng Qing Ya. Dia merenungkan sesaat kemudian bergerak maju.

Memang, ketika dia mengulurkan tangannya untuk mengambil penawarnya, tangan lain Feng Qing Ya membuat tinjuan dengan semua kekuatan yang tersisa. Telapak tangan melayang di udara. Namun, Lin Si Yao gigih, mengambil penawarnya, sementara tangannya yang lain tanpa ampun memukul. Tanpa diduga, setelah Feng Qing Ya menyerang, dia membalik tangannya dan menarik pergelangan tangan Lin Si Yao, dengan tegas mencoba menyeretnya ke bawah tebing bersama.

“Bukan kematian yang buruk jika aku bisa membuatmu menjadi bantalan ku sebelum aku mati! Ha ha ha…”

Pada saat dia memukul pukulan itu, Lin Si Yao tidak banyak berpikir tetapi melemparkan penawarnya. “Xiao Xue, bawa ke tiga orang di kaki gunung …” Kemudian, ketika Feng Qing Ya menarik, tubuhnya jatuh ke tebing yang terjal dan dalam.

Jika pria itu selamat dari kejatuhannya, ia harus secara pribadi memukulinya hingga mati. Kegelapan di dalam mata Lin Si Yao berkilau dengan kejam.


 

“Apakah itu … penawarnya? Tapi di mana Si Ling? “Si Chong mengambil paket kertas kecil di tanah, dengan skeptis memandangi serigala putih di depannya. Dia tahu itu familier. Benar, itu adalah serigala betina yang sebelumnya Si Ling besarkan.

“Awooo …” Xiao Xue menghadap ke langit dan melolong panjang. Mata gelap anjing itu berair.

Tuan terjatuh di tebing oleh orang jahat itu … Aduh … Nyonya akan sangat terluka. Apa yang harus dilakukan sekarang? Tetapi tiga orang bodoh ini tidak mengerti apa yang aku katakan. Bagaimanapun, aku harus meminta kawanan serigala itu untuk pergi bersamaku untuk mengintai bagian bawah tebing.

“Itu … Apakah dia memandang rendah diriku?” Si Chong menunjuk Xiao Xue, yang kembali ke Gunung Da Shi. Dia telah melihat penghinaan di mata serigala. Surga! Ibu serigala itu jelas mencemoohnya! Jika ini menyebar, kedua puluh lima muridnya akan tertawa setengah mati.

“Sepertinya itu ingin memberi tahu kita sesuatu. Mungkin sesuatu tentang Si Ling?” Si Luo menuangkan obat penawar ke mulut Si Tuo, yang tidak sadarkan diri sekarang. Dia menyipit, berpikir. Kemudian, dia menyerahkan Si Tuo ke Si Chong. “Kau bawa ke adik ipar kita di Desa Fan Hua. Aku akan menemukan Si Ling … ” Dia sebenarnya sudah melompat beberapa meter sebelum menyelesaikan kalimatnya, berlari ke arah Xiao Xue menghilang.

Setelah Si Tuo meminum penawarnya, sedikit warna kembali ke wajahnya, tetapi dia masih tidak sadar. Xi Chong dengan enggan mengangkatnya, mengutuk ketika dia berjalan menuju Desa Fan Hua.

Si Luo yang licik! Dia memaksanya untuk menghadapi pertanyaan adik ipar mereka. Haaaah … Dia ingin melarikan diri juga. Air mata wanita adalah yang paling ditakuti olehnya. Mengapa Si Tuo tidak sadar dan di mana Si Ling? Bagaimana dia bisa menjelaskannya padanya? haah, semua karena Feng Qing Ya sialan itu yang tidak bisa menebus dosa-dosanya, bahkan jika dia telah mati sepuluh ribu kali!

 

 

AF 95. Insiden yang Mengejutkan
AF 97. Ketentuan

Author: RandomAlex

support us by reading this book only at translateindo.com

3 thoughts on “AF 96. Kepala Pengadilan Feng Yao”

Leave a Reply

Your email address will not be published.