AF 111a. Tunggu!

Featured Image

Mungkin dia bisa membawa Shilian dan bayi kembarnya untuk pindah ke seberang lautan, ke tempat yang tidak ada peperangan. tapi, bagaimana dengan orang tua dan saudaranya?

“Aku mengerti. Aku akan menunggu mu pulang dengan sehat, bersama anak-anak kita.” Tentu saja, lebih baik jika kau bisa pulang sebelum Tahun Baru. ” Shuilian tertawa untuk menenangkannya. Kemudian mencium Lin Si Yao dalam-dalam.

” Aku sudah menyiapkan surat, dan mengirim orang ke Ibukota kekaisaran; pada saudara mu. Untuk kau dan anak-anak; Situ Yun memiliki kemampuan terbaik. Dia akan menjaga rumah siang dan malam.  Ditambah, murid-murid lainnya akan bergantian menjaga mu. Aku akan kembali secepatnya. Shilian, Aku minta maaf. Aku telah berjanji untuk selalu berada di sampingmu dan tidak pergi kemana-mana, tapi sekarang …”

“Jangan mengatakan itu. Ah Yao, ini bukan keputusan mu… Bahkan jika kemungkinannya 1%, ini kejadian besar yang berhubungan dengan negara dan rakyat. Lebih baik bersiap dari awal. ” Shuilian mengulurkan tangannya dan menasehati Lin Si Yao yang menyalahkan dirinya sendiri.

“Kalian juga berhati-hatilah di jalan. Apapun yang terjadi, ingatlah. Aku dan anak-anak menunggu mu. ”

“Yakinlah, kali ini, selain Si Luo. Aku janji pada mu, aku tidak akan membunuh yang lain. ” Lin Si Yao mengangguk penuh janji. Bagaimana dirinya tidak menyadari harapan Shuilian? Mereka tidak pernah terpisah sejak mereka bertemu dua tahun yang lalu di hutan gunung Dashi.

“Yah, itu bagus. Aku menjahit ini di bagian dalam dari kantong bawaan mu. ” Su Shuilian menunjuk pada guci kosong, yang tadinya memiliki setengah sendok terakhir dari Cairan Peri Giok. Dia menuangkannya pada botol porslen kecil, dan menjahitkannya kedalam kantong bawaan. Hal ini hanya untuk berhati-hati dan menyelamatkan nyawa.

“Shuilian…” Lin Si Yao memeluknya dengan erat dan menyebutkan namanya dengan nada yang dalam. Dia tidak melepaskannya untuk waktu yang cukup lama. Dia memandang kedua bayi kembar yang tertidur nyenyak di dalam keranjang bayi, mengangkat tas nya dari meja, dan cepat-cepat berbalik untuk keluar dari kamar. Menemui Si Chong yang sudah menunggu di halaman depan. Mengambil kesempatan dalam embun pagi yang tebal mereka melompat keluar dari Desa Fanhua dan melesat ke Barat.

Su Shuilian bersandar pada bingkai pintu dari ruang utama dan melihatnya pergi dengan tenang hingga punggu mereka menghilang dari jarak pandangnya.

“Guru dan Paman Guru akan baik-baik saja.  ” Situ Yun yang datang tiba-tiba berkata dengan perlahan.

“Yah, mereka akan baik-baik saja. ” Shuilian mengangguk, menutup matanya yang memandang pegunungan yang jauh, kemudian berbaik ke dalam ruangannya. Walau Ah Yao tidak ada, dia masih harus menjalani kesehariannya.

Dia tidak akan berhenti karena dirinya, seperti cerita-cerita dari wanita-wanita dalam legenda. Matanya yang sedih bagai air musim gugur memantapkan diri bagai patung batu.

Dia masih harus merawat anak kembarnya, dan banyak hal untuk di urus. Dia hanya berharap untuk membarikan Ah Yao rumah yang aman dan tentram saat dia kembali.


 

24 murid Si_Chong, bersama dengan Situ_Yun, yang telah menjaga si kembar, dan 25 remaja, yang baru berusia 14 tahun, bersenang-senang dengan Lin Xiaolin, yang berusia kurang dari dua bulan.

Untuk mengatakan itu bermain sebenarnya hanya ketika si bayi kembar bangun. Mereka bergiliran untuk menghibur keduanya. Jika bukan giliran mereka, mereka secara alami akan duduk di ‘Menara Guangzhou’. Pemahaman mereka selama bertahun-tahun telah lama membuat mereka mengembangkan kebiasaan baik, walau Guru merek atidak ada.

“Besok adalah Malam Tahun Baru. Su Shulian bersandar di jendela, memandangi bulan sabit di langit yang dingin, berbisik.

“Ya, pelayan ini telah mengaturnya. Tenanglah , Nyonya. Ketika Liang Shu melihat Su Shuilian belum beristirahat, dia membawa sepoci teh panas dan mendatanginya. Dengan tidak adanya paman, persiapan untuk pengorbanan tahunan tidak akan pernah santai. Setelah menghabiskan bertahun-tahun di istana,  Jika kau masih tidak bisa menangani urusan ini dengan baik, terlalu kecil untuk di pandang oleh Liang Momo.

“Aku ingin tahu apakah Ah Yao bisa kembali. “Ini adalah tahun kedua setelah mereka bertemu, dan mereka tidak ingin memisahkan kedua tempat ini.

“Menantu keluarga sangat ahli dalam seni bela diri dan pasti akan kembali dengan selamat. Nyonya muda itu tidak perlu terlalu khawatir. Meskipun hati Liang Momo tidak yakin apakah Guye-nya dapat kembali sebelum Malam Tahun Baru, bagaimanapun, ada tujuh atau delapan ratus mil jauhnya dari Langxi. Rata-rata orang mengendarai kereta pulang pergi. Ini akan memakan waktu tiga atau empat hari, belum lagi bahwa masih ada masalah penting. Namun, Liang momo telah melihat seni bela diri Guye-nya yang mendalam, dan berpikir, mungkin Guye-nya benar-benar bisa melakukannya.


 

“Aku belum melihat suami dingin mu, mengapa tidak ada? Bukankah dia di rumah?” Jiang Yingyun tiba dengan gerbong kereta cantik yang dibangun oleh “Rumah Sulam Yueyun” di awal Malam Tahun Baru. Dia tidak melihat Lin_Si_Yao, yang selalu muncul di depan dan di belakang Su Shulian, dan bertanya dengan rasa ingin tahu.

“Yah, ada urusan diluar. ” Su Shuilian sedang menyusui Lin Long, dan Wen Yan berkata dengan kepala tertunduk.

“Apa yang lebih penting dari Tahun Baru? Ha … Bukankah akan pergi ke Ibukota untuk memberi ayah mertua hadiah kan?

Su Shulian mendengar ini. Dan Terdiam. Ya, masuk akal untuk mengirim hadiah kepada keluarganya. Namun, di alam bawah sadarnya, Jing Wang adalah bangsawan baginya, dan dia belum menganggap mereka sebagai orang tua kandungnya. Dan Ah Yao, tak perlu dikatakan, dia dulu kesepian dan pembunuh, dan dia tidak tahu banyak tentang etiket duniawi.

“Nyonya muda. Nyonya telah meninggalkan pesan pada pelayan ini. Wangfu sungguh jauh dari sini, dan Nyonya muda dan anak-anak tidak perlu mengurus hal-hal seperti ini, selama kita merawat Nona kecil dan Tuan kecil dengan baik. “Liang Momo melihat dilema Su Shuilian dan menyela tep apada waktunya.

“Juga, saat ini Ibukota sedang dalam keadaan buruk, sebaiknya jangan pergi. Jiang Yingyun melihat bahwa makanan penutup Liang_Momo segar dan wanginya indah. Penampilan luarnya sangat indah. Nafsu makan tiba-tiba datang. Dia memutar sepotong kue gula jagung, melemparkannya ke mulutnya, dan berkata sambil mengunyah.

“Ibukota kekaisaran … sangat berantakan? Bagaimana kau tahu?” Su Shulian mendengarnya, memikirkan kata-kata Ah Yao sebelum pergi. Dia terus bertanya.

“Rumah Sulaman harus mengirim konvoi ke dan dari ibukota setiap sepuluh hari. Bagaimana bisa berita seperti itu tidak diketahui!?” Jiang_Yingyun mendengar kegelisahan dalam suaranya, dan mengatakan bahwa dia khawatir tentang Jing Wangye yang berada di ibukota kekaisaran, melambaikan tangannya untuk menghibur : “Jangan khawatir, saya hanya mendengar bahwa beberapa orang buangan dari utara telah ditangkap oleh pemerintah. Ayah dan Ibu anda berada di Istana Kekaisaran. ”

 


 

 

 

Penerjemah:

Dear pembaca setia, 

Alex mohon maaf karena sudah lama tidak update buku ini. Alex mengambil buku ini langsung dari sumber english nya, dan sumber englishnya pun sudah lama sekali tidak update. Dan sekarang Alex bingung bagaimana untuk melanjutkan buku ini karena terjemahkan langsung dari Pinyin sangat makan waktu (yang Alex ga punya). Maka dari itu untuk sekarang status buku ini masuk ke daftar “Drop”. 

Jika teman-teman ada yang berminat untuk mencoba menerjemahkan dari bahasa aslinya Chinese ke Indonesia. Alex persilahkan untuk bergabung dengan kami atau melanjutkan di situs kalian sendiri… kontak kami saja agar kami bisa menyambungkan link ke situs mu ya. Semua sarana kontak kami ada di halaman “About Us”.

Mohon maaf sebesar-besarnya.

Lup,

Alex

 

Table Of Content

AF 110. Salam Perpisahan

Author: RandomAlex

support us by reading this book only at translateindo.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.