PTBS 597. Sial, Dia Dijatuhkan!

Featured Image

Di luar ruangan, Lu Jingli baru saja mengintip dari jendela ketika dia melihat pemandangan yang menghancurkan bumi ini. Kakak ipar benar-benar menjatuhkan diri ke Xi Shiqing dan membuatnya jatuh!

Pada saat itu, Lu Jingli sangat terintimidasi sehingga hatinya hampir melompat keluar tubuhnya.

Continue reading “PTBS 597. Sial, Dia Dijatuhkan!”

PTBS 596. Hampir Tidak Ada Jarak

Featured Image

Ayah Xi ada di telepon sekarang, mengatakan, “Kembalilah ke sini, Xiao Xi. Kau tidak mengerti Shiqing. Walaupun dia mungkin terlihat lembut di luar, dia tidak akan berkompromi begitu dia memutuskan sesuatu. Dia benar-benar bersikeras tentang itu.”

“Dia benar, Xiao Xi. Jangan memaksakan dirimu terlalu keras, kami tidak menyalahkanmu. Ini benar-benar bukan kesalahanmu,” Ibu Xi menggema, takut kalau Ning Xi menyalahkan dirinya sendiri.

Continue reading “PTBS 596. Hampir Tidak Ada Jarak”

DAM 54 – Pergi Sejauh Mungkin (4)

Featured Image

Saat Qin Zhi’ai bangun, dia mengganggu Gu Yusheng, yang mematung di pinggir jalan.

Tatapannya perlahan bergerak dari jas ke Qin Zhi’ai.

Gaunnya semakin hancur setelah gesekan dengan aspal. Continue reading “DAM 54 – Pergi Sejauh Mungkin (4)”

TMK 127. Anjing Menggigit Anjing (4)

Featured Image

Wanita itu memiliki suara yang keras, jadi ketika dia berbicara, semua orang melihatnya.

“Apakah kau benar-benar Xing Wanshuang? Surga, aku benar-benar bertemu selebriti A-list! “Wanita itu sangat bersemangat,” Bisakah kita foto bersama? ”

Continue reading “TMK 127. Anjing Menggigit Anjing (4)”

TMK 126. Anjing Menggigit Anjing (3)

Featured Image

Sekarang, dia hanya perlu berpikir berapa banyak dia harus menjual karangan bunga dan lingkaran bunga untuk mendapatkan juara pertama dalam kontes.

Di sisi lain, Qiao Ruohuan sudah menjual sepasang kenari yang dibeli oleh seorang pria paruh baya. Dia telah membeli sepasang kacang kenari yang awalnya berharga 1.200 dengan harga 800. Ini adalah awal yang baik untuk Qiao Ruohuan.

Continue reading “TMK 126. Anjing Menggigit Anjing (3)”

FG 116 – Sang Pangeran

Featured Image

Ada kuda berwarna merah marun diikat tidak jauh dari Gray. Pada saat ini, ia tidak lagi tertarik pada makanan dalam baknya sendiri. Dia menjulurkan lehernya dan mencoba memakan jerami kasar di depan keledai kecil itu. Tetapi jangkauannya dibatasi oleh kendali. Itu membuatnya sangat jengkel. Dia menendang ke belakang saat mengangkat kepalanya dan meringkuk tanpa henti.

Segera setelah pemiliknya keluar dari toko acar sayur, dia dengan cepat berjalan maju setelah mendengar teriakan marah kuda kesayangannya. Melihat pemandangan itu, pemuda tampan itu tertawa dan memarahi, “Cloud Merah, kau tidak tahu malu! Mengapa tidak makan kacang-kacangan itu tetapi malah mengingini makanan yang lain? Kamu benar-benar memalukan, berjuang demi makanan keledai kecil!!”

Kuda merah tua tampaknya memahami kata-kata tuannya dan membuat beberapa suara saat berjuang keras membebaskan diri dari kendali. Pemuda itu melonggarkan kendali, dan kuda merah itu bergegas menuju keledai kecil itu. Dia mendorong Gray ke samping dan melahap sisa makanan. bahkan meringkuk dengan sengit di Gray dengan ketidakpuasan, seolah-olah menyalahkan Gray arena tidak meninggalkan banyak jerami untuknya! Continue reading “FG 116 – Sang Pangeran”

SP 26. Lipstick

Featured Image

Ketika mereka berdua memasuki mobil, tak lama kemudian Sekretaris Han juga ikut masuk. Dia duduk di kursi pengemudi, sementara Dewa dan Rara duduk bersama di belakang.

Kecanggungan yang dirasakan Rara terlalu luar biasa!

Continue reading “SP 26. Lipstick”

SP 25. Bukan Kekasih atau Suami

Featured Image

Hujan malam ini belum memberi tanda akan berhenti.

Jalanan menjadi basah.

Berdiri disampingnya membuat Rara gugup. Dia menghela napas dan bergumam dalam hati, sigh … sepertinya, waktu berjalan lebih lambat dari biasanya.

Continue reading “SP 25. Bukan Kekasih atau Suami”

PTBS 595. Ya Tuhan, Bisakah Kau Berbicara Seperti Orang Normal?

Featured Image

Ning Xi menarik napas dalam-dalam lalu berjalan ke arahnya.

Xi Shiqing menutup tulisan suci yang dia pegang dan mendongak ketika dia mendengar beberapa langkah kaki.

Continue reading “PTBS 595. Ya Tuhan, Bisakah Kau Berbicara Seperti Orang Normal?”

FM 39(1)

Featured Image

Pada akhirnya, Xue Yun Feng memilih cangkir yang halus namun anggun untuk hadiah ulang tahun Jiang Li. Ketika aku melihat harga cangkir, aku menggelengkan kepala dengan sedih. Anak-anak muda zaman “now” memang tahu sekali cara menghabiskan uang.

Untuk membalas budi padaku, Xue Yun Feng berencana membelikanku barang-barang feminin.  Aku tidak bisa meminta lebih banyak. Karena dia yang menggesek kartunya, hari ini, aku akan membantunya menggesek lagi.

Aku melihat-lihat sebentar di bagian wanita.  Melihat yang ini cantik dan yang lain juga cantik, tepat ketika aku menundukkan kepala untuk berjalan ke depan, aku hampir bertubrukan dengan seseorang.  Jadi, aku mengangkat kepala untuk melihat orang itu. Untuk sementara, aku harus mengatakan, aku terkejut. Continue reading “FM 39(1)”