FWIWM 64. Kencan Makan Malam (3)

Featured Image

Efek raut wajahnya terlalu kuat. Saat dia melihatnya, pesona itu mencapai dasar hatinya. Siapa pun yang melihatnya pasti akan terkejut.

Pelayan itu harus mengakui kecantikan Ye Sui, sepuluh ribu kali lebih baik daripada di TV.

Ye Sui sesungguhnya memiliki fitur yang memikat . Namun, dia disebut ‘Chang Ying kecil’ oleh para netizen.

Menurut pendapatnya, wajah Chang Ying tidak ada bandingannya dengan wajahnya.

Pelayan itu terbiasa mengamati situasi. Dia tahu sikap Chen berbeda terhadap Ye Sui. Segera, dia mengalihkan pandangannya yang rumit dan mulai menyebutkan hidangan dengan telaten.

Tidak ada harga pada menu karena para tamu di sini tidak mempedulikannya.

Setelah memesan hidangan, hanya ada Chen Shu dan Ye Sui dalam ruangan itu. Meskipun ruang di sini cukup luas, tidak ada hantu yang bisa masuk. Ye Sui merasa hidupnya benar-benar nyaman dan mulai mengobrol dengan Chen Shu.

Chen Shu bersandar malas. Dia tidak berbicara, hanya mendengarkan Ye Sui diam-diam.

Chen Shu memandang wajah Ye Sui yang ekspresif dan sesekali menunjukkan senyum tipis. Ye Sui memperhatikan dia yang sedang tertawa kecil. Dia tidak tahu apakah pria itu tersenyum karena apa yang dia katakan atau karena sikapnya.

Ketika hidangan muncul satu per satu, suasana harmonis antara keduanya menghilang. Masalahnya, itu menjadi akhir dari percakapan sepihak Ye Sui.

Ye Sui melirik makanan di atas meja. Chen Shu tidak membohonginya. Masakan di sini berbeda dari yang ada di tempat lain. Bahkan penyajian setiap hidangan pun sangat indah.

Ye Sui dengan bahagia mulai menikmati makan malam. Dia tidak tahu untuk sekali makan disini menghabiskan biaya puluhan ribu dolar.

Setiap gigitan adalah uang yang mengalir masuk ke dalam perut.

Ketika Chen Shu keluar dengan Ye Sui, restoran sudah hampir ditutup, dan jam kerja pelayan sudah berakhir. Dia berjalan di sepanjang koridor yang gelap dan menatap ponselnya.

Blog Weibo dan forum gosip terus memunculkan informasi baru.

Pelayan itu adalah netizen yang sudah berpengalaman. Dia telah mengupload gosip selama bertahun-tahun karena dia melihat banyak bintang saat bekerja di restoran ini. Membocorkan beberapa berita yang tidak penting di internet membuatnya dihargai di kalangannya.

Pelayan tidak akan mengungkapkan identitas para tamu; Namun, Ye Sui adalah bintang, dan kehidupan pribadinya disembunyikan dari publik. Lagi pula, sumber gosip itu masih ada.

[Di malam hari, aku melihat Ye Sui berpacaran dengan pria kaya misterius]

Pelayan tidak tahu identitas dan nama Chen Shu. Dia hanya mengetikkan nama keluarga Chen Shu, yang, menurut pendapatnya, itu tidak termasuk mengungkapkan privasi Chen.

Seorang bintang terkenal dengan fandom anti-fan sebenarnya berkencan dengan pria kaya di malam hari. Pasti ada sesuatu yang mencurigakan dalam hubungan mereka.

Topik seperti itu, apalagi mereka hanya muncul berdua, sudah cukup membangkitkan minat netizen. Pelayan itu hanya ingin mendapatkan perhatian, mungkin dia juga bisa mendapatkan beberapa pengikut.

Setelah pelayan mengirim berita, dia pulang dengan bus. Ketika dia mengeluarkan ponselnya untuk memeriksa komentar, ternyata tidak ada satu pun yang muncul.

Tidak ada yang menjawab karena berita itu sudah dihapus dalam satu menit setelah dikirim!

Tim humas Huarui sangat efisien. Dengan banyak artis di bawah asuhan mereka, dan tentu saja, mereka harus memantau semua jenis gosip sepanjang waktu.

Karena Manajer Cheng Sheng tahu sikap bos mereka terhadap Ye Sui, ada satu orang lagi di daftar kekhawatirannya.

Begitu berita dikirim, stafnya segera memberi tahu Cheng Sheng.

Ye Sui, pria kaya misterius, malam … Kombinasi kata-kata segera menunjuk ke bos mereka, Chen Shu. Jika skandal antara Chen Shu dan Ye Sui terungkap, identitas bos akan terungkap.

Berita itu dihapus, dan tidak ada laporan di internet. Dan, pelayan dengan mulut longgar itu diam-diam dipecat.

Cheng Sheng bekerja keras setiap hari. Karena dia mulai membantu presiden mereka memperhatikan Ye Sui, dia tidak hanya memperhatikan internet dengan asal tetapi juga mencegah netizen untuk mengetahui pertemuan Chen Shu dan Ye Sui.

Selama ini, dia cemburu pada presiden mereka. Cheng Sheng merasa menjadi lajang tidak mengenakkan.

FWIWM 63. Kencan Makan Malam (2)

Featured Image

Chen Shu mengetahui apa yang dipikirkan Ye Sui. Wanita itu takut kegelapan. Dia kadang merasa heran mengapa Ye Sui terlihat diam.

Chen Shu menekuk bibirnya dan tanpa sadar memperlambat langkahnya sehingga Ye Sui bisa mengikutinya. Continue reading “FWIWM 63. Kencan Makan Malam (2)”

FWIWM 62. Kencan Makan Malam (1)  

Featured Image

Beberapa detik kemudian, Chen Shu tidak bisa menahan tawa .

“Ha ha. Sebenarnya, tidak perlu membeli vas sampai segitu banyak. ”

Ye Sui langsung menggelengkan kepalanya, “Bagaimana bisa aku melakukan itu? Aku sudah bilang akan membeli 10 vas atau lebih. Tapi, ketika memikirkannya lagi, aku rasa 10 vas mungkin sudah cukup. ” Continue reading “FWIWM 62. Kencan Makan Malam (1)  “

DAM 188 – Terima kasih untuk kemarin (8)

Featured Image

Setelah merawat Gu Yusheng selama bertahun-tahun, pengurus rumah  terbiasa dengan temperamennya yang pemarah. Dia tahu Yusheng sangat pemilih, tetapi dia belum pernah melihatnya seperti ini.

Dia khawatir setelah beberapa saat, Gu Yusheng akan memainkan trik untuk membuat mereka menderita. Mempertimbangkan bahwa Dr, Luo ada di sana dan dia tidak diperlukan, dia menemukan alasan dan menyelinap pergi ….

Sejak tadi malam, bukan Gu Yusheng, Qin Zhi’ai, atau pengurus rumah yang beristirahat. Ketika hal-hal yang diperlukan telah selesai, semua orang agak kelelahan. Masing-masing mulai tidur, Gu Yusheng di kamar tidur tamu, Qin Zhi’ai di kamar tidur utama, dan pengurus rumah di lantai bawah.

Sebelum tidur, Qin Zhi’ai mandi air panas dan merias wajahnya dengan sengaja, karena Gu Yusheng ada di rumah. Ketika bangun, hari sudah gelap. Dia pergi ke meja rias terlebih dahulu untuk memastikan bahwa tidak ada yang salah dengan rias wajahnya, lalu meninggalkan ruangan.

Melalui pintu yang terbuka, dia melihat sekilas ke kamar tidur tamu tetapi tidak melihat Gu Yusheng. Dia terbiasa dengan ketidakhadirannya di rumah. Sedikit khawatir tentang cedera di punggungnya, dia berhenti berpikir dan berjalan turun dengan tangannya di pagar.

Tidak ada seorang pun di ruang tamu, tetapi TV menyala, menampilkan siaran berita. Mendengar suara mendesis dari dapur, Qin Zhi’ai tahu bahwa pengurus rumah sedang menyiapkan makan malam. Continue reading “DAM 188 – Terima kasih untuk kemarin (8)”

FG 186 – Menolak untuk melepaskan maksud jahatnya

Featured Image

Wang Ergou sama sekali tidak percaya padanya, “Melewati? Semua lahan pertaninan berada di luar desa. Apa yang kamu lakukan di luar desa tengah malam? Selain itu, melewati ladang semangka Saudara Dahai? ”

Wang Ergou cukup pintar! Selama dua hari terakhir ini, ia merasakan manfaat dari penjualan semangka. Penghasilan bersihnya selama dua hari total seratus tael, yang tidak pernah ia harapkan sebelumnya! Melihat perut istrinya sedikit menonjol, Wang Ergou menjadi lebih tenang.

Ini adalah uang yang dia dapatkan melalui kerja jujur, dan harta keluarga yang telah dia kumpulkan untuk putranya yang belum lahir. Di masa depan, putranya tidak akan merasakan yang sama dengannya. Di masa mudanya, ia mengenakan pakaian compang-camping, tidak punya cukup makanan, dan selalu berpikir mencuri sesuatu … Continue reading “FG 186 – Menolak untuk melepaskan maksud jahatnya”

PTBS 1022. Tanganku Gatal! Aku ingin Menghajar Seseorang!

Featured Image

Pada saat Ning Xi berkata demikian, little bun yang lembut, berlari ke bawah dan melompat ke pelukannya, wajahnya penuh dengan ekspektasi.

Ketika dia melihat bahwa Little Treasure sangat bersemangat ketika mendengar kata jalan-jalan, Ning Xi tidak bisa untuk menyingkirkan rasa bersalah. “Mmmm, maaf, little bun, mama belum pernah mengajakmu keluar untuk bersenang-senang dalam waktu lama! Kita akan pergi besok! Dan hanya kita berdua!” Continue reading “PTBS 1022. Tanganku Gatal! Aku ingin Menghajar Seseorang!”

AMASP 44. Aku Hamil?! 2

Featured Image

Ketika mereka memikirkan hal tersebut dengan hati-hati, itu masuk akal. Continue reading “AMASP 44. Aku Hamil?! 2”

PTBS 1021. Little Bun Pergi untuk Bersenang-senang

Featured Image

Keesokan harinya, Ning Xi dan Gong Shanze tiba di Desa Taoyuan sekali lagi.

Karena mereka sudah berpengalaman sebelumnya, maka kali ini mereka sudah hafal jalannya, dan mereka dengan segera tiba di rumah tersebut siang hari.

Mereka berdua bertemu dengan Song Jin diantara hamparan sawah. SOng Jin mengenakan topi jerami dan sedang menanam bibit padi. Continue reading “PTBS 1021. Little Bun Pergi untuk Bersenang-senang”

PTBS 1020. Bertemu dengan Idolanya Sekali

Featured Image

Setiap rumah di Desa Taoyuan berjarak cukup jauh dari satu dengan yang lainnya, dan Song Jin, terutama, tinggal di tempat yang lebih jauh dari yang lain. Untuk datang kemari dan mencari seseorang untuk pertama kalinya, memang, adalah sebuah tantangan.

Untungnya, mereka dapat menemukan tempat ini dan pencarian mereka tidaklah sia-sia. Continue reading “PTBS 1020. Bertemu dengan Idolanya Sekali”